
" Tolong biarkan aku menemui putriku, aku mohon... " Pinta Mona kepada satpam penjaga rumah Bastian dan juga Anita.
Ini sudah sepuluh bulan semenjak dia melahirkan, dan dia hanya baru bertemu tiga kali itupun harus dengan mengemis dan tidak boleh lebih dari sepuluh menit untuk menggendongnya. Kejam? Iya memang terdengar kejam, tapi inilah yang akan didapatkan seseorang ketika dia lupa kalau tidak ada yang akan berakhir bahagia setelah kecurangan terus menerus di dalam hidupnya. Pada awalnya Mona ingin membawa kabur bayi yang ia lahirkan meskipun sudah terikat degan surat perjanjian yang berisikan tentang uang juga tekanan dari Anita meski tidak secara langsung. Tapi upayanya gagal, karena orang tuanya sendirilah yang sudah lebih dulu menyerahkan bayi itu demi untuk menjaga nama baik anaknya, sudah cukup terkenal karena menjadi orang ketiga antara Arnold dan Shen hingga mereka bercerai, dia masih saja menjadi bulan-bulanan masyarakat, dan kalau sampai orang tahu Mona memiliki anak dengan Bastian yang juga memiliki istri, bagaimana bisa menghadapai muka masyarakat?
" Nona, tolong pergilah selama saya tidak bertindak kasar. "
" Tapi aku- "
" Oh, siapa ini? " Anita tersenyum setelah membuka kaca mobilnya, lalu melepaskan kaca mata hitamnya.
Mona sebenarnya sangat marah kepada Anita, karena wanita itulah semua yang ia rencanakan demi putrinya malah jadi hancur berantakan dan kini bayi itu justru memanggil Anita Ibu. Tapi, demi bisa menemui putrinya, Mona mengesampingkan rasa benci dan marahnya.
" Nyonya, tolong biarkan aku menemui putriku. Aku janji hanya akan sebentar, tolong kabulkan keinginanku. "
Anita tersenyum lalu keluar dari mobilnya, dan membiarkan sopir membawa mobilnya masuk ke dalam.
" Mona, berhentilah menangis, air matamu mengganggu penglihatan ku. Ini terakhir kali aku mengatakan padamu, hargai dirimu sendiri, dan jangan mengotori tubuhmu hanya karena uang. Sekarang lihatlah dirimu, Mona. Kau cantik, kau pernah memenangkan banyak perlombaan, tapi tidak ada satupun yang mau denganmu. Kau tahu kenapa? Karena kau lah yang membiarkan dirimu terhina. Kembalilah lagi saat kau sudah bisa memperbaiki diri, agar Carol tidak merasa malu dilahirkan olehmu. "
Setelah hati itu Mona pergi keluar negeri untuk melanjutkan hidup seraya memperbaiki diri sembari membuka usaha seperti yang dia sukai dengan uang pemberian Bastian sebagai kompensasi sudah melahirkan anaknya.
Dibelahan bumi yang lain, Anya dan Max kini tengah berlibur menikmati hamparan salju sembari bermain sky bersama. Mereka masih belum menikah, tapi Max tidak keberatan untuk menghabiskan waktu bersama Anya, juga menunggu saja kapan kata yes dari Anya setelah empat bulan lalu Max memberanikan diri untuk melamarnya.
" Jadi, setelah ini kemana lagi tujuan kita? " Tanya Max setelah menyeruput kopi untuk menghangatkan tubuhnya.
" Gedung pernikahan. " Anya tersenyum setelah Max menatapnya dengan dahi mengeryit seolah tak percaya dengan apa yang dia dengar.
" Apa? "
" Gedung pernikahan. "
" Kau yakin? "
Anya mengangguk dan tak menghilangkan senyum di wajahnya. Sontak Max meraih tangan Anya, mengecupnya, memeluk, dan berakhir dengan ciuman di bibir.
***
Arnold menghela nafasnya setelah menyelesaikan pekerjaannya. Sudah hampir enam bulan tidak bertemu Asha karena kesibukannya jadi tidak bisa mengunjungi rumah Damien dan Shen di luar negeri lagi, tapi syukurlah kini Asha sudah kembali jadi dia bisa menemuinya, bermain bersama, dan tidur bersama lagi.
" Kau pasti sudah tidak sabar ingin bertemu Asha ya? " Seorang wanita memeluk Arnold dari belakang, dan dia adalah wanita yang saat itu melakukan kesalahan saat mereka sama-sama mabuk. Awalnya mereka tidak ingin mengambil pusing, dan berharap tidak akan bertemu lagi, tapi siapa sangka kalau wanita yang bernama Emi itu justru malah datang ke kantornya sebagai asisten pribadinya, dan Emi adalah adik kandung Andre yang bekerja sebagai sekretarisnya. Tak berapa lama Emi di kabarkan hamil, dan mereka tidak memiliki jalan keluar lain selain menikah, tapi Tuhan memang maha hebat dalam membuat skenario kehidupan bagi manusia, karena Emi mengalami keguguran di usia kehamilan yang ke tiga bulan dan memberikan waktu untuk mereka saling memahami satu sama lain terlebih dulu.
" Iya. " Jawab Arnold singkat. Beginilah Arnold, tidak tahu kapan hatinya akan berhenti mencintai Shen, tapi setidaknya Emi akan terus berjuang juga tidak akan menyerah sampai kapanpun sebelum benar-benar mendapatkan hati pria yang terjebak dalam penyesalan dan cinta lamanya.
" Lalu, bagiamana kalau kita menunggu waktu sembari melakukan sesuatu? "
" Apa yang mau kau lakukan? "
Emi mengubah posisinya, lalu duduk dipangkuan Arnold, dan mengecup bibirnya, pelan dan semakin dalam. Sebenarnya Arnold sama sekali tak memiliki keinginan itu saat ini, tapi dia terus mengingat kata-kata Ibunya agar jangan memperlakukan Emi seperti saat bersama Shen dulu, belajarlah untuk mencintainya agar Ibunya juga bisa hidup tenang di hari tuanya.
_Lima tahun kemudian_
Damien tersenyum menanggapi banyaknya tepuk tangan yang ditujukan untuknya. Ini adalah kali pertama dia bisa berdiri di sebuah acara penghargaan untuk para pembisnis, dan Damien memenangkan salah satu penghargaan dengan gelar pembisnis muda dengan kinerja terbaik. Jujur saja, pada awalnya bisnis yang diturunkan dari Ibunya dia anggap hanyalah main-main saja untuk berfoya-foya dan membeli kepuasannya saja, tapi semenjak dia memiliki keluarganya sendiri, dia jadi memikirkan banyak hal, terutama tentang masa depan anak-anaknya yang tentu membutuhkan biaya. Pada akhirnya disinalah Damien berdiri degan bangga.
Damien mengangguk, lalu menghembuskan nafasnya dan tersenyum.
" Aku tidak menyangka jika aku bisa berdiri disini hari ini, karena apa yang aku lakukan hanyalah demi keluargaku, juga demi anak-anakku. Jadi aku bisa sampai disini tentu saja karena tekad ku untuk masa depan keluargaku kelak. "
" Mr Damien, anda tidak pernah mempublikasikan tentang keluarga anda, jadi kami pikir anda masih sendiri. " Pembawa acara itu tertawa kecil berbarengan dengan tamu uang lain.
" Itu karena rupa anak-anakku terlalu manis, aku tidak ingin membaginya dengan orang lain, dan aku juga tidak ingin orang lain melihat istriku lalu jatuh cinta dengannya. " Semuanya tertawa mendnegar Damien bicara.
" Anda sangat pelit rupanya. " Pembawa itu tersenyum meledek.
" Kalau begitu, satu pertanyaan lagi. Siapa orang yang pertama kali membuat Mr Damien jatuh cinta? Oh, aku mau sekali bertanya ini, tapi ini benar-benar mewakili para gadis yang merasa penasaran. "
" Dia adalah istriku, dia cinta pertamaku meski bukan wanita pertamaku. Dia ada disana bersama degan anak-anakku, look, that woman is my spicy wife. " Tunjuk Damien kepada Shen dan Asha yang duduk berdampingan, juga putra mereka yang baru berusia dua tahun bernama Gerry yang duduk dipangkuan Shen.
" Gadis cantik itu adalah anak pertama kami, dan bayi tampan itu adalah anak kedua kami. Kalian juga bisa menebak kan, wanita cantik itu adalah istriku. " Shen tersenyum malu, padahal dulu sempat langsing, tapi setelah melahirkan Gery dia jadi kembali gendut. Tapi lihatlah Damien, dia benar-benar bangga akan istrinya yang gendut.
Shen tersenyum sembari menyeka air mata harunya, begitu juga dengan Asha yang merasa bahagia memiliki Ayah sambung yang juga sangat menyayanginya.
Semua orang bertepuk tangan karena merasa terharu dengan perlakuan Damien kepada keluarganya.
" Boleh aku mengatakan sesuatu? " Tanya Damien kepada si pembawa acara, dan langsung di angguki olehnya.
" Sayang, terimakasih karena sudah bersedia bersamaku setelah aku gila mengejarmu, " Damien dan yang lainya tertawa kecil.
" Aku benar-benar bahagia memiliki istri sepertimu, dan aku tidak pernah merasakan penyesalan sedikitpun selama ini. Aku berharap kita akan terus bersama, meski banyak sekali rintangan dalam hubungan rumah tangga, dan aku juga tidak akan keberatan mendengar ocehan mu setiap hari yang bagaikan musik rock untukku. " Damien tersenyum bersamaan dengan Shen yang tersenyum seraya menyeka air mata harunya.
" I love you, my spicy wife. "
Damien turun dari podium berjalan mendekati Shen lalu mencium bibir dan memeluknya bersamaan dengan Asha dan putra mereka yang berada di pangkuan Shen.
" Benar-benar romantis, lihatlah itu sayang, kau harus belajar dari Damien. " Ujar Emi kepada Arnold yang kini tengah menggendong putri mereka yang sudah berusia tiga setengah tahun. Sudah satu pekan mereka berada disana, selain untuk menemui Asha, mereka juga sekaligus liburan.
" Iya. " Jawab Arnold yang masih terus menatap Shen, dipelukan Arnold.
Aku ingin merasakan senang saat kau bahagia, Shen. Tapi aku masih saja tidak rela. Jika reinkarnasi itu ada, maka biarkan aku mnejadi suami mu, dan aku akan berjuang keras untuk membahagiakanmu.
I still loving you, my ex wife.
TAMAT
Halo kesayangan, terimkasih karena sudah mengikuti tulisan ini sampai tamat ya? ❤️
Maaf kalau jalan ceritanya tidak sesuai dengan yang seperti kalian inginkan, tapi setidaknya cukup ambil saja ambil pembelajaran dari cerita yang jauh dari kata sempurna.
Semoga ini ending yang memuaskan, dan aku berharap kalian nggak kecewa ya😘
Eh, jangan lupa mampir ke novel baruku juga ya...