
Shen tersenyum ramah, meski lawan yang ia ajak tersenyum hanya melongo memandanginya dari atas ke bawah, nyatanya tatapan itu sama sekali tak mengusik bagi Shen. Sejenak dia melihat Mona, tapi lagi-lagi Shen mengacuhkannya seolah tidak juga terganggu dengan Mona yang sudah bukan rahasia lagi kalau Arnold dan Mona memiliki hubungan yang tak biasa.
" Shen, kenapa pakaian yang kau gunakan begitu terbuka? Pakai ini, nanti kau masuk angin. " Tanya Arnold pelan, lalu melepas jasnya, dan memakaikan kepada Shen, bukan masuk angin yang jelas tujuannya, tapi dia merasa Shen tidak boleh dilihat bagian dadanya.
Semua orang yang mengenl Arnold, beserta yang mengetahui cerita cinta segitiga yang dijalani Arnold tentu merasa keheranan. Iya, bagaimana bisa Arnold menyia-nyiakan istri secantik Shen? Dan mereka juga mengetahui bahwa Arnold sudah memiliki anak dari istrinya itu, tapi tubuh istrinya benar-benar seperti gadis yang belum pernah mengandung.
" Selamat malam, seperti yang anda ketahui, nama saya Shenina. Ini adalah kali pertama saya menghadiri pesta semacam ini bersama suami, jadi kalau saya tidak sengaja membuat hal yang memalukan, mohon di maklumi ya? "
Mereka semua kompak mengangguk dengan wajah bengong masih tak percaya dengan kenyataan yang mereka lihat secara langsung hari ini.
" Nyonya Shenina? " Sapa istri si pemilik acara, atau panggil saja dia Nyonya Mawar.
" Ah, iya selamat malam, Nyonya. " Shen menerima jabatan tangan dari Nyonya Mawar dengan senyum ramah.
Nyonya Mawar membalas senyum dengan amat ramah dan perasaan senang. Dia juga langsung mengajak Shen untuk bergabung bersama teman-teman sesama istri pengusaha lainnya. Sementara Mona, kali ini dia lagi-lagi merasa bodoh dengan sikapnya, dulu sekali dia selalu merasa bangga saat para istri pengusaha menatapnya cemburu karena suami mereka ramah padanya, tapi kali ini Mona tidak bisa merasakan bangga dengan itu. Kenapa? Karena mata para lelaki semuanya tertuju kepada Shen, bahkan Shen juga nampak dekat dengan para istri pengusaha meski mereka baru saja berkenalan.
" Ya ampun, saya tidak menyangka kalau istri Arnold sangat cantik. " Ujar salah satu istri pengusaha.
Shen tersenyum, sebenarnya berkumpul dengan para Nyonya kaya adalah hal yang tidak ia sukai, tapi demi tujuannya dia harus menahannya dan berakting senatural mungkin.
" Oh iya, Nyonya Shen, apa anda tidak terganggu dengan gosip yang selama ini beredar? "
Cepat sekali, tapi baguslah, begini juga menguntungkan.
" Maksud Nyonya, gosip yang mana? "
" Gosip tentang kedekatan Suami anda, dan juga Mona. "
Shen tersenyum pilu, dia bahkan mengenal nafas dengan tatapan putus asa.
" Saya bisa apa, Nyonya? Semua hal yang terjadi tentulah bukan hanya kemauan satu orang saja. Meskipun katanya rumor, tapi semua juga sudah tahu yang sebenarnya kan? "
Para Nyonya kaya itu menatap Shen dengan tatapan Iba. Mereka membatin di dalam hati, wanita secantik Shen saja bisa dikhianati?
" Saya turut sedih, Nyonya. Tapi kami doakan agar masalah yang menjerat rumah tangga Nyonya segera usai, dan suami anda sadar akan kesalahannya. "
Shen mengangguk dengan wajah pasrah.
" Iya, saya juga berharap begitu, Nyonya. Tapi sepertinya itu semua akan sulit terjadi. "
" Kenapa? " Tanya salah satu dari mereka dengan tatapan penasaran.
" Beberapa hari yang lalu, Mona sepat mencoba bunuh diri, dan tak lama setelah itu, Ibunya datang meminta agar Mona dijadikan istri keduanya suamiku. "
Para Nyonya kaya itu melotot kaget, mereka bahkan menggeleng dengan wajah yang terlihat geram.
" Ibu dan anak sama saja. " Kesal Nyonya Mawar.
" Tidak, Nyonya. Ibunya Mona hanya tida ingin anaknya mencoba bunuh diri lagi, karena yang dia ceritakan ya begitu. Sebagai seorang Ibu, mungkin dia juga terpaksa melakukannya. " Shen terlihat seolah memaksakan senyumnya meski hatinya terasa sangat sakit.
" Cih! Katanya wanita cerdas sampai sering sekali diberitakan di media, tapi bagaimana bisa kelakuannya lebih parah dari orang bodoh? "
" Walau begitu, tetap saja suami anda juga bersalah. Kenapa juga dia berselingkuh? Padahal anda lebih cantik dari Mona loh, dari cara bicara Nyonya, Nyonya juga terkesan penyabar, dan juga baik hati sekali. "
Shen lagi-lagi memasang wajah sedih.
" Nyonya, mungkin anda tidak tahu, tapi dulu saya sangat gemuk, tidak tahu caranya menggunakan make up, juga sembrono dalam bertindak. Jadi wajah saja kalau suami saya merasa malu, dan memilih Mona yamg lebih dari segalanya. "
" Tetap saja, perselingkuhan bukanlah hal yang bisa di benarkan. "
" Nyonya Shen, laki-laki yang memiliki banyak uang kebanyakan akan sulit mengendalikan isi resletingnya, tidak perduli jelek atau tampan, juga tidak akan ingat usia, bahkan juga melupakan anak-anak mereka. Laki-laki yang setia sangat jarang sekarang ini, bahkan ada pula laki-laki miskin, jelek, tapi juga memiliki fantasi liar yang mendorong untuk tidak menjaga bagian bawah mereka dengan baik. Kasus seperti ini sekarang sudah menjadi hal biasa, yang mirisnya lagi, laki-laki setelah bercerai akan sibuk mencari pengganti istri, sementara istri yang bercerai, dia akan sibuk dengan anak-anak mereka, dan melakukan segalanya agar anak-anak tidak merasakan kekosongan karena hilangnya sosok Ayah. " Nyonya Mawar nampak pilu setelah mengatakan hal itu.
Shen tersenyum, sepertinya Nyonya Mawar juga mengalami hal serupa hingga tahu bagaimana rasanya diselingkuhi. Shen meraih punggung tangan Nyonya mawar, lalu menepuknya pelan.
" Nyonya, anda baik-baik saja? "
Nyonya Mawar mengangguk dan memaksakan senyumnya.
" Aku juga sering dikhianati suamiku. Kakakku juga mengalami hal yang sama, hanya saja dia memilih bercerai karena tidak tahan lagi, sementara aku terbelenggu dengan perasaan cintaku, dan menerima saja meskipun aku sangat terluka. "
Shen menggenggam tangan Nyonya Mawar, lalu menatapnya dengan serius.
" Nyonya, cinta yang paling benar di kehidupan adalah mencintai diri sendiri. Jangan menyakiti diri sendiri, cari tahu apa yang anda inginkan, hargai diri anda sendiri, kebahagiaan yang sesungguhnya pasti akan datang. "
Nyonya Mawar mengangguk, kini dia semakin yakin kalau Shen adalah wanita yang baik, dan pantas untuk dipikirkan sarannya.
Tak jauh dari mereka, Mona mendelik karena kesal karena tidak bisa mendekat dan mendengar apa yang mereka bicarakan sedari tadi. Rasanya dia masih ingin berada disana karena Arnold masih disana, tapi melihat tatapan tidak biasa dari semua orang, rasanya dia tidak sanggup lagi.
" Eh, Mona mau kemana? " Tanya seorang pria yang juga kenalan bisnis Arnold.
Mona memaksakan senyumnya.
" Aku ingin ke toilet saja. "
Pria itu mengangguk dan tersenyum.
" Mona, aku tidak menyangka kalau istrinya Arnold sangat cantik, kau pasti sangat iri sampai harus membohongi kami semua ya? "
Mona menatap kesal.
" Tidak! Dia memang gendut, dia jelek, dia selalu memakai pakaian seperti badut, bahkan dia juga memoles wajahnya seperti hantu setiap hari! " Ucap Mona kesal hingga tanpa sadar dia terus berteriak.
Semua orang kini menatap ke arah Mona dengan tatapan mengejek.
Shen tersenyum tipis.
Bagaimana Mona? Seperti inilah rasanya saat kau mempermalukan ku, dan aku membalasnya. Enak? Mau lagi? Tunggu ya!
Bersambung......