Sekar & Raja Phinisi

Sekar & Raja Phinisi
Sah!



Dokter Ucy ditemani oleh Sekar menaiki buggy menuju tempat wedding party di tepi pantai. Mereka diiringi oleh alunan musik boduberu khas Maldivian. Suara dentumannya mirip sekali seperti suara kendang. Tapi ketukan alat musiknya lebih mirip ketukan musik ala India.


Sesampainya di tepi pantai, dokter Ucy disambut dengan tarian tradisional Maldivian. Para penari perempuan memakai kostum khas Maldivian yang bercorak merah dengan memakai sarong panjang.


Sore itu banyak karyawan dari resort ‘One & Only Reethi Rah’  ikut merayakan pernikahan dokter Ucy dan pak Ansu. Mereka bertepuk tangan mengikuti alunan musik untuk memeriahkan arak-arakan pengantin perempuan. Para tamu yang lewat di area itu, juga ikut memeriahkan acara pernikahan pak Ansu dan dokter Ucy. Banyak dari mereka yang mengambil foto untuk mengabadikan prosesi tata cara pernikahan di negara itu yang dibalut dengan gaya Eropa.




Pak Ansu cukup gugup melihat calon mempelainya berjalan mendekat di tempat dia berdiri. Rasanya masih tidak percaya kalau dirinya akan menikah lagi.


“Huft…” Cepatlah jalannya Cy… Udah panas aku nungguin dari tadi di sini, gumam pak Ansu dalam hati dengan mengusap keringat menggunakan sapu tangan.


Akhirnya mempelai wanita sudah berdiri di hadapan pak Ansu. Alunan musik yang berdendang mulai berhenti untuk memulai prosesi pernikahan. Seorang officiant yang bertugas menikahkan pasangan di Maldives berjalan menuju meja tinggi tempat pak Ansu dan dokter Ucy berdiri di depan meja itu. Dia mengucapkan ucapan sambutan sebelum upacara pernikahan dimulai.


“Benedictus Ansuman and Ucy Kumala Sari, having heard that it is your intention to be married to each other, I now ask you to declare your marriage vows… Please face each other and hold hands,” ucap petugas officiant. Pak Ansu pun menggenggam tangan dokter Ucy sesuai perintahnya. (Benedictus Ansuman dan Ucy Kumala Sari, Setelah mendengar bahwa itu adalah niat anda untuk menikah satu sama lain, saya sekarang meminta anda untuk menyatakan sumpah pernikahan anda… Silahkan berpegangan tangan)


“Groom, please repeat after me…” (Pengantin laki-laki, mohon menirukan ucapan yang saya katakan)


Petugas Officiant memulai ucapannya kata demi kata agar diikuti oleh pak Ansu. Ini lah kalimat perjanjian nikah yang harus diucapkan oleh pak Ansu sebagai mempelai laki-laki… “I, Benedictus Ansuman take you, Ucy Kumala Sari to be my wife. I will share my life with yours, and build our dreams together, Support you through times of trouble, and rejoice with you in time of happiness. I promise to give you respect, love and loyalty. This commitment is made in love, kept in faith, lived in hope, and made new every day of our lives.” (Saya, Benedictus Ansuman mengambil mu, Ucy Kumala Sari menjadi istri saya. Saya akan berbagi hidupku dengan hidupmu, dan membangun mimpi kita bersama, Mendukung mu melalui masa-masa sulit, dan bersukacita dengan mu di saat-saat bahagia. Saya berjanji untuk memberi mu rasa hormat, cinta dan kesetiaan. Komitmen ini dibuat dalam cinta, disimpan dalam iman, hidup dalam harapan, dan dibuat baru setiap hari dalam hidup kita)


Setelah pak Ansu mengucapkan janji nikahnya, dokter Ucy diminta untuk mengucapkan kata-kata yang sama dengan calon suaminya. Dia dituntun juga kata demi kata oleh petugas officiant.


“I, Ucy Kumala Sari take you, Benedictus Ansuman to be my husband. I will share my life with yours, and build our dreams together, Support you through times of trouble, and rejoice with you in time of happiness. I promise to give you respect, love and loyalty. This commitment is made in love, kept in faith, lived in hope, and made new every day of our lives.”


 


Semua orang cukup lega karena keduanya mengucapkan janji pernikahan mereka dengan lancar. Alunan musik boduberu mulai terdengar sebentar sebelum berlanjut pada acara tukar cincin.


“Huft… akhirnya…” bisik pak Ansu yang didengar oleh dokter Ucy.


Petugas Officiant mulai mengambil kotak cincin dan membukakan untuk kedua mempelai pengantin. Dia meminta pak Ansu untuk memulai memakaikan cincin ke jari manis dokter Ucy terlebih dahulu dengan kalimat, “I give you this ring. Wear it with love and joy. As this ring has no end. My love is also forever…” (Aku memberimu cincin ini. Pakailah dengan cinta dan sukacita. Karena cincin ini tidak ada habisnya. Cintaku juga selamanya)


Entah kenapa mendengar ucapan kalimat yang keluar dari bibir pak Ansu membuat dokter Ucy terharu. Dia meneteskan air mata kebahagian melihat cincin yang sudah melingkar di jari manisnya. Merasakan kebahagian yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Dokter Ucy pun mengulangi kalimat yang sama sebelum memakaikan cincin ke jari pak Ansu.


“And so now by the power vested in me, it is my honor and delight to declare… You husband and wife. You may seal this declaration with a kiss… I am pleased to present the newlyweds, Mr. and Mrs Ansuman.” Semua orang bertepuk tangan karena prosesi pernikahan sudah selesai. (Dan sekarang dengan kekuatan yang diberikan kepada saya, ini adalah kehormatan dan kegembiraan saya untuk menyatakan kalian suami istri. Anda dapat menyegel pernyataan ini dengan ciuman. Saya senang mempersembahkan pengantin baru, Tuan dan Nyonya Ansuman)


Pak Ansu pun melabuhkan bibir untuk mencium bibir istrinya. Rasa bahagia dokter Ucy tidak bisa dibendung lagi. Dia ikut menikmati ciuman suaminya di depan banyak orang.


Hm… Ah… Untung aku udah belajar ciuman semalam. Jadi gak malu-maluin banget di moment seperti ini, gumam pak Ansu dengan terus m3lum4+ bibir istrinya.


“Mmppp…” dokter Ucy mencubit perut pak Ansu.


“Kenapa?” tanya pak Ansu melepaskan kulum4n bibirnya.


“Huh… Lama banget nyiumnya… Aku gak bisa napas.” Mengusap bibirnya yang sudah basah.


“Hloh? Ngapain juga harus malu? Kita kan udah sah!” Celetuk pak Ansu semakin mendorong pinggang istrinya ke depan.


“Tapi kan aku belom terbiasa, mas…”


“Ya makannya harus dibiasakan.”


Ketika pasangan suami istri baru sedang berdebat, mereka dikejutkan dengan kedatangan Boy dan Gadis.


“Grandpa… Oma…” sapa Boy dan Gadis dengan bergelantungan di kaki grandpa dan omanya.


“Gimana… Kamu suka gak punya cucu-cucu manis kayak gini?” tanya pak Ansu dengan meraih Gadis. Dokter Ucy pun ikut membopong Boy.


“Aku kan memang suka Boy sama Gadis dari dulu, mas… Kenapa harus ditanya lagi?”


“Maksud saya, kamu suka gak langsung menyandang status ‘oma’…?”


“Kamu ni meledek atau gimana sih…? Aku kan gak pernah mempermasalahkan soal itu,” jawab dokter Ucy kesal.


“Hahaaa… Tahu gitu kan aku nikahin kamu dari dulu…” sambung pak Ansu.


Ketika pak Ansu dan istrinya asyik ngobrol, Raja dan Sekar menghampiri mereka. Kedudanya mengucapkan happy wedding dan berharap pernikahannya selalu langgeng.


“Wah… Saya gak nyangka ayah akan menikah hari ini. Selamat ya, Yah…” Ucap Sekar dengan memeluk ayah mertunya. “Selamat ya mama Ucy…”


“Selamat Yah,” ucap Raja ikut memeluk ayahnya. “Ini certificate of marriage dari ayah dan… Mama Ucy,” pak Ansu cukup terhibur mendengar Raja memanggil sebutan ‘mama’ untuk istri barunya.


“Thanks Raj…” pak Ansu membalas pelukan anaknya.


“Yah… Tadi pelayan room service yang bernama mas Suhendri bilang yacht jemputan ayah udah siap. Emang ayah mau ajak mama kemana?” tanya Sekar membuat dokter Ucy ikut bingung.


“Ya… ayah sama mama baru ini mau honeymoon. Emang kalian aja yang muda bisa honeymoon.” Pak Ansu mulai melingkarkan tangan di pinggang istrinya. “Yuk kita berangkat!” ajak pak Ansu dengan mengkerlingkan mata ke arah istrinya.


“Sekarang?”


“Iya… Emang mau diundur sampai kapan?” bertanya dengan meremas pantat istrinya. Tentu saja ini membuat istrinya tersentak. “Kita pergi dulu ya… Boy, Gadis… Grandpa mau pergi sama oma dulu ya buat tante atau om kecil buat kalian…”


 


*****


Bersambung…


*****