Sekar & Raja Phinisi

Sekar & Raja Phinisi
Wedding Day ... Hari Bahagia



Sore harinya, Sekar menjalani prosesi make up yang dilakukan oleh tim MUA. Boy yang biasanya tidak rewel menjadi lebih manja dari Gadis sejak naik kapal hari ini. Maunya dipangku oleh mamanya terus. Sedangkan Gadis saat ini justru sudah dioper kebanyak orang. Mulai dari ikut kakek neneknya, berlanjut diajak tante Kasih bermain dengan Putri dan sekarang sedang bersama grandpanya mancing ikan dengan dokter Ucy.


“Ucy, tolong pegang Gadis dulu. Ini kayaknya ada ikan yang nyangkut,” pinta pak Ansu memindahkan tubuh Gadis ke pangkuan dokter Ucy.


“Sini sayangku… ikut tante. Hari ini pinter banget keponakan tante gak cengeng…” kata dokter Ucy membuat pak Ansu tersenyum melihat cucunya bersama dokter Ucy.


“Kamu tuh udah pantes loh punya anak. Kenapa masih belum nikah?”


“Saya kan gak punya calon, pak. Gimana mau punya anak coba,” sahut doker Ucy.


“Berapa sih usia kamu?” tanya pak Ansu penasaran.


“38 pak. Mungkin udah gak ada yang mau,” jawab dokter Ucy dengan senyumnya. “Maaf, memang bapak kelahiran tahun berapa?” tanya dokter Ucy penasaran. Karena selama ini profil pribadi pak Ansu susah dilacak lewat internet. Padahal dokter Ucy sudah berkali-kali melacaknya tapi laki-laki yang sudah punya 2 anak dewasa itu sama sekali tidak mengumbar kehidupan pribadinya.


“Kenapa tanya gitu? Naksir saya? Hahahaaa!” Pak Ansu tertawa lepas mengejek dokter Ucy.


“Saya ini udah tua. Jarak kita 17 tahun lebih… Kalau kayak saya ini ya cocoknya sama wanita seusia bu Lily.” Ucapan pak Ansu itu terasa menyayat hati dokter Ucy.


Kenapa sih pak, kok akhir-akhir ini suka nyebut nama bu Lily? Apa bapak gak ngerasa kalau saya suka sama bapak? Saya gak peduli jarak 17 tahun itu. Muka bapak masih terlihat 40an gitu… Huft… Nasib nasib… Pingin kawinnn tapi gak ada yang mau nikahi, batin dokter Ucy.


“Cy, kamu mau gak saya jodohin sama El, anak saya? Siapa tahu dia suka yang lebih dewasa,” celetuk pak Ansu membuat dokter Ucy kesal.


“Gak ah pak! Saya ini gak suka brondong! Saya suka yang tua. Semakin tua semakin menantang. Apalagi yang duda… Semakin banyak pengalaman semakin saya suka!”


SERRRR… Dada pak Ansu terasa semilir mendengar ucapan dokter Ucy. Entah perasaan apakah itu, pak Ansu masih belum mengerti.


“Padahal selama ini saya deketin kamu biar mau sama El anak saya hlo…” Dokter Ucy semakin dibuat kesal dengan ucapan pak Ansu.


Begitulah kesalahpahaman antara dokter Ucy dan pak Ansu. Dokter Ucy merasa kalau pak Ansu ada rasa dengan dirinya, ternyata dugaan itu salah.


_____


Beralih cerita dari dokter Ucy yang dibuat kesal oleh pak Ansu, saat ini tamu penting Raja dan Sekar yang tidak lain lagi adalah Galang dan Kasih sedang bermesra-mesraan di dalam kamar. Mereka menggunakan kesempatan untuk berduan karena kedua anak mereka saat ini tengah bersama kedua omanya yang juga ada di dalam kapal saat ini.


“Kasih, dah lama loh kita gak main di kapal… Terakhir kali main di kapal kan waktu dulu itu… Emang kamu gak kangen ngerasain sensasi goyang dalam kapal? Kan enak goncangannya sambil dibantu goncangan kapal…” bujuk Galang kepada istrinya sambil berdiri memandangi birunya lautan. Tangan Galang sudah mengeluarkan jurus ninja hatorinya. Galang meremas remas dua benda menggantung favoritenya.


“Tapi kan acaranya bentar lagi akan dimulai mas… Mereka pasti nyari kita. Orang tamu yang diundang cuma dikit. Ntar kalau kita gak nongol pasti ketahuan…” kata Kasih yang tidak digubris oleh Galang.


Galang yang tidak suka hasratnya diundur-undur segera menyibakan rok milik istrinya. Memasukan jarinya menuju sangkar sang istri dan menggoyangkan pada daging halus. Dia menekan-nekan pada bagian kuncup atas. “Ahh! Mas Galang?!” Kasih memekik memegangi lengan suaminya. “Ah…” Kasih memandangi wajah suaminya yang terlihat berkonsentrasi memainkan jarinya. Semakin lama tekanan itu semakin menghujam membuatnya semakin ketagihan. “Awhh…?” Kasih menggigit bibirnya karena rangsangan itu membuatnya ingin terus merasakan sensasi gila yang dibuat oleh suaminya. Setelah terasa cukup becek, Galang menuntun Kasih menuju tempat tidur dan melanjutkan aksi heroiknya untuk memberi jatah kepada juniornya.


_____


Sore itu, akhirnya prosesi merias pengantin sudah selesai. Sekar terlihat sangat cantik dengan polesan make up natural dan sentuhan glitter di beberapa sudut mukanya.


Wangi-wangian parfum juga sudah disemprot agar tubuhnya terasa harum. Sekar sudah siap dengan gaun putih untuk menuju acara pernikahannya.


“Wauw… Cantiknya anak mama. Pas banget gaunnya di badan kamu, dek… Wah, foto dulu nih. Harus update status dan sharing ke group whatsapp arisan!” celetuk bu Ica sambil merogoh handphone di tas kecilnya.


Cekrik! Cekrik!


Raja meraih jari tangan Sekar saat perempuan itu sudah ada di hadapannya. Dia memandangi wajah Sekar dengan polesan make up minimalis. Kecantikannya masih tetap sama. Tapi aura pengantinnya sangat kuat dirasakan oleh Raja.


“Kamu cantik sekali. Bagai ratu di film film,” bisik Raja memuji Sekar.


Prosesi sakral pun dimulai untuk mengikat janji suci perkawinan antara Raja dan Sekar. Tatanan dialog mampu diucapkan dengan lancar dihadapan saksi dari kedua belah pihak keluarga. Doa dan rasa syukur dipanjatkan oleh Sekar dan Raja. Termasuk para tamu undangan juga mendoakan untuk kebahagian keduanya. Raja dan Sekar kini sudah bisa lega, karena saat ini mereka sudah sah menjadi sepasang suami istri.


“Akhirnya kamu menjadi istriku, sayang,” bisik Raja dekat di telinga Sekar.


“Terimakasih, mas. Sudah mau menjadi suamiku,” balas Sekar membuat Raja semakin dibuat jatuh cinta.


Sorak-sorai pun terdengar dari para tamu undangan. Mereka mengharapkan ada adegan romantis dari pasangan suami istri yang baru saja mengikat janji suci itu.


“Cium…! Cium…! Cium…!”


Raja yang memang menunggu-nunggu kesempatan itu, mulai menarik pinggang Sekar masuk dalam dekapannya. Raja memandangi mata, hidung dan bibir Sekar. Per-la-han… Dia mendaratkan bibirnya ke bibir Sekar untuk memberi kecupan lembut di hadapan para tamu. Rasanya sangat malu bagi Sekar. Tapi karena itu keinginan suami, mana mungkin Sekar menolak. Sekar menikmati ciuman lembut dari suaminya itu.


“I love you, Sekar…” Raja memandangi wajah Sekar lagi. Berharap ucapnnya akan dibalas oleh Sekar. “I love you, sayang…” Sekali lagi Raja memancing Sekar agar ucapannya itu dibalas oleh istrinya.


“...Love you too, mas,” balas Sekar dengan pelan.


“Apa sayang?” tanya Raja memastikan dia tidak salah denagar.


“I love you too mas Raja.”


CUP! Tanpa permisi, Raja mendaratkan bibirnya ke bibir Sekar lagi. Dia mencium sedikit kasar dan m3lum4t Sekar cukup lama membuat para tamu menelan ludah merasa malu menyaksikan adegan ciuman ganas dari Raja kepada Sekar.


“Mmm… Mas? Nanti lagi… Ini tempat umum tahu!” Sekar mencoba menghindari serangan dadakan dari Raja.


Para tamu yang menyaksikan mulai tertawa mendengar ucapan Sekar. Mereka saling berpandangan, tidak menyangka akan disuguhi adegan tambahan dari Raja.


“Alamat… Cucu baru bakal dicetak malam ini, ma…” celetuk pak Ram di telinga istrinya.


“Ya gak pa pa, Yah… Cetakannya Boy sama Gadis aja lucu-lucu. Semoga adiknya makin menggemaskan nantinya,” sambung bu Ica.


Gadis yang tengah di gendong dokter Ucy pun ikut tersenyum melihat papa mamanya bahagia.


“Tuh Cy… Cucu saya aja ikut senang melihat papa mamanya ciuman. Masa kamu enggak pingin kayak mereka?” celetuk pak Ansu membuat dokter Ucy ingin sekali melakukannya dengan laki-laki di sampingnya itu. Tapi apa boleh buat, hari ini bukanlah hari bahagianya. Ini adalah hari bahagia Raja dan Sekar.


 


*****


Bersabung…


*****