Sekar & Raja Phinisi

Sekar & Raja Phinisi
Begadang



Malam ini, Raja merasakan energi berlebih yang membuatnya tidak bisa tidur. Dia bangkit dari tempat tidur dan menggeser kursi kecil untuk duduk di dekat Sekar berbaring. Raja mengusap rambut calon istrinya itu. Mengusap wajah Sekar dengan punggung tangannya.


Wajah manis, ayu dan cantik itu membuat Raja mengkecup hidung Sekar. Rasanya belum puas hanya mengkecup hidung saja. Perlahan Raja mendekatkan bibirnya ke Sekar. Tapi aksi Raja untuk mencium bibir Sekar gagal.


“Mas…” Sekar membuka matanya di saat Raja hampir mencuri ciuman di tengah malam.


“Sekar?” Raja membetulkan posisi duduknya. Dia mulai gugup sendiri.


“Belum tidur?” tanya Raja dengan mengusap kepala Sekar.


Sekar yang memang sedari tadi belum tidur mulai bangun dari posisi tidurnya. Dia duduk tepat di hadapan Raja.


Raja meraih kedua lutut Sekar untuk dikapit dengan kakinya. Menyibakan rambut Sekar ke belakang untuk memandangi wajah wanita yang dia cintai.


“Kenapa mas? Rambut aku berantakan ya?” tanya Sekar ikut membetulkan rambutnya. Sekar semakin malu karena Raja memandanginya dengan senyuman menggoda.


“Enggak…”


“Ah boong…” Sekar menyisir rambutnya dengan jari.


“Gak pa pa berantakan. How messy you are… How sexy you are darling,” ucap Raja membuat hati Sekar seperti ingin terbang. Ditambah lagi senyuman manis calon suaminya itu membuatnya semakin selah tingkah. (Betapa berantakannya kamu… Betapa seksinya kamu sayang)


“Kenapa mas Raja belom tidur? Ini udah jam 12 hlo.” Sekar sebetulnya masih tersipu malu mendapat pujian dari Raja. Tapi Sekar tidak mau terbawa suasana. Karena pengalaman saat bersama Raja dulu, kalau laki-laki itu suka memuji, sudah pasti Raja menginginkannya untuk melayaninya. Tapi saat ini Sekar tidak bisa menolak secara terang-terangan. Sekar takut akan menyinggung perasaan Raja. Dia mengalihkan pembicaraan Raja yang berbau ngebet alias pingin dibelai itu.


“Gimana aku bisa tidur, aku aja lagi di dalam kamar sama kamu.” Raja semakin menarik kedua lutut Sekar agar masuk ke sela-sela kakinya yang mengapit. Sekar yang kaget dengan aksi Raja, sampai meremas lengan Raja karena keseimbangannya sedikit hilang.


“Mas… Jangan aneh-aneh. Kita masih belum sah.” Raja tetap menatap mata Sekar yang berkedip-kedip karena malu.


“Aku cuma mau ngobrol. Aku tahu kita belum nikah. Tapi secepatnya aku akan menikahimu.” Ucapan Raja kali ini membuat Sekar bahagia dan terharu. Akhirnya setelah sekian lama, akan ada sosok laki-laki yang akan menikahinya. Tentu saja atas dasar cinta.


“Bener… secepatnya? Ntar kaya dulu lagi,” ejek Sekar dengan sikap Raja di masa lalu.


Raja yang merasa dirinya tidak dipercayai mulai merangkup wajah Sekar.


“Gak akan… Akan ku pastikan kali ini untuk menikahimu.” Raja menatap tajam mata Sekar. Mengisyaratkan kalau dirinya sangat serius dengan ucapannya. “Kamu bisa pegang ucapanku kali ini, sayang,” Raja meraih tangan Sekar dan mencium punggung tangan Sekar. “Aku gak mau kehilangan kamu lagi… Love you.”


Raja mengusap-usap kedua telinga Sekar. Beberapa detik Raja menunggu ucapan ‘I love you too’ dari bibir Sekar. Tapi kalimat itu tidak kunjung datang. “Kenapa gak dibalas ucapanku, yank…?”


“...Entah mas… Kadang masih muncul rasa takut, kalau kamu akan mempermainkan ku. Aku masih takut bila harus mencintaimu seratus persen,” jawab Sekar jujur dengan isi hatinya. Raja cukup paham dan mengerti. Raja pernah mempermainkan kepercayaan Sekar. Ini akan menjadi tugas utama Raja sekarang dan kedepannya untuk mendapatkan kepercayaan dan hati Sekar seutuhnya.


Raja meraih pinggang Sekar. Menarik dan memeluk tubuh Sekar kedalam dekapannya.


“Gak pa pa, sayang. Aku ngerti. Kepercayaan itu sangat susah didapatkan. Yang terpenting kita akan menikah secepatnya.” Sekar cukup senang dengan sikap Raja yang baru. Laki-laki yang selalu memaksakan kehendaknya itu mau bersabar untuk nya. “Aku gak mau ada laki-laki lain di hatimu…” Raja mengusap punggung Sekar.


“Tapi aku ada laki-laki lain selain kamu di sini,” Sekar meregangkan pelukan Raja dan menepuk dadanya. “Ada Boy di sini,” ucap Sekar membuat Raja tersenyum.


Raja menarik pinggang Sekar dengan kedua tangannya. Raja membuka pahanya agar Sekar bisa duduk di paha kirinya.


“Duduk sini, sayang,” pinta Raja. Mereka berdua menatap kaca jendela yang tidak ditutup gorden. Raja mengusap salah satu paha Sekar, membuat tangan Sekar menjaga jarak agar tangan Raja tidak meraba bagian yang lebih sensitive.


“Karena kalau aku ajak kamu tidur berduan sekarang pasti kamu gak mau… Jadi aku mau begadang berdua sambil mesra-mesraan gini sama kamu,” jawab Raja yang kemudian melingkarkan tangannya ke pinggang Sekar. Tangan itu merengkuh tubuh Sekar agar semakin merapat ke tubuhnya.


Hm… Besar sekali buah dadamu sekarang sayang. Empuknya menempelkan pipiku kayak gini, batin Raja sambil mengusap punggung Sekar.


“Mas…”


“Iya?”


“Kok komentar yang kamu unggah di noveltoon bisa dapet like banyak ya?” tanya Sekar penasaran dengan angka lebih dari delapan juta like pada komentar Raja.


“Hehee… Aku minta semua karyawan ku dan karyawan Galang untuk download apliaksi noveltoon dan ngelike komentarku,” jawab Raja mengingat ide yang sempat dia susun dengan Galang.


“Itu sih curang! Masa gak baca isi cerita terus ngelike di kolom komentar?” Sekar mengrenyitkan alisnya menatap Raja.


“Maaf ya sayang… aku harap readers selanjutnya bisa tahu betapa menyesalnya aku pernah melukai hatimu. Biar mereka tahu kalau saat ini aku aku benar-benar jatuh hati dengan author bernama Sekar. Aku gak masalah awalnya mereka mencaci dan memakiku... Tapi akhirnya mereka tahu kalau saat ini aku tergila-gila dengan Brigitta Sekar.” Pipi Sekar semakin memerah panas mendengar ucapan Raja.


“Terimakasih ya, mas.” Sekar memeluk tubuh Raja dari posisi duduknya. “Mas Raja udah hubungin ayah mas belom buat datang ke sini?” tanya Sekar teringat dengan permintaan ayahnya.


“Udah sayang. Jangan kuatir… Tadi aku telpon ayahku. Dia senang... Dia sangat senang dengan kabar baik ini.” Raja kembali mengkecupi tangan Sekar.


“Mas…" Sekar memberanikan diri mengusap wajah Raja. "Apa aku boleh ngajuin permintaan?”


“Pasti boleh. Mau minta apa?” tanya Raja.


“Aku mau mas Raja menerima bang El sebagai abang mu. Bagaimana pun kalian itu satu ayah.” Raja menghembuskan nafasnya sedikit berat. “Kasihan ayah mas Raja mikirin anak-anaknya yang gak pernah bisa akur. Aku yakin itu menjadi beban untuk ayahnya mas Raja.”


“… Tapi aku gak mau nanti dia deketin kamu lagi.” Raja membayangkan kejadian ketika Sekar berpelukan dengan El.


“Itu gak akan terjadi, karena aku sudah memiliki kamu… Kamu tahu dari dulu aku gak pernah menduakan kamu, kan?” Sekar meyakinkan Raja untuk berdamai dengan El.


“Em… Hehee,” Raja menyipitkan matanya. “Ok. Baiklah… Ku lakukan demi kamu. Tapi kamu harus jaga jarak aman dengan El, ya?”


“Hehee… Iya. Pasti mas,” jawab Sekar.


Mereka terdiam beberapa saat saling pandang memandang. Sesekali Raja dan Sekar menoleh melihat anak kembar mereka yang sudah terlelap tidur. Senyum yang nampak di bibir Sekar itu semakin mempesona di mata Raja malam ini. Raja menggeser pinggang Sekar agar duduk ke kursi rotan kembali. Raja merangkup wajah Sekar dengan kedua tangannya dan mendekatkan ke wajahnya.


“One kiss… Boleh?” tanya Raja dengan suara berbisik. Sekar menggelengkan wajahnya dan sedikit mendorong tubuh Raja. “Sekali saja, sayang…” Raja masih membujuk Sekar terus mendekatkan bibirnya ke bibir Sekar. Raja yang semakin gemas karena Sekar terus menghindar mulai meraih tengkuk Sekar.


 


*****


Bersambung…


*****