
“Gawat! Gawat, Kar! Mas Rajamu nyulik Boy sama Gadis!” Ucapan Kasih itu membuat jantung Sekar dalam sekejap berhenti sebentar.
Dadanya sangat nyeri sekali. Sangat-sangat ngilu. Dunianya terasa terhenti karena anaknya dibawa kabur oleh Raja.
Air mata Sekar mulai berlinang. Cepat-cepat Sekar meraih tasnya dan berlari keluar dari restaurant itu. Sekar sudah tidak mempedulikan keberadaan Bimo.
Sekar melepaskan hak tingginya dan berlari sekuat tenaga menuju villanya.
Jangan ambil anakku… Jangan bawa mereka… Jangan… “Hiksss…” Mereka milikku… Kembalikan Boy sama Gadisku… Batin Sekar dalam isak tangisnya.
Sekar tidak peduli lagi dengan batu krikil-krikil kecil yang dia injak. Yang ada di pikiran Sekar adalah Boy dan Gadis.
Setelah berlarian menuju villanya, Sekar membuka pintu villanya cukup keras.
JDUAR!
“BOYYY…! GADISSS…!” Sekar berteriak memanggil-manggil anaknya berulang kali. Dengan nafas yang masih terengah-engah itu, Sekar melangkahkan kakinya melompati tangga lebih cepat menuju lantai 2.
“Sayang… Dimana kalian…???” Sekar berharap kalau Boy dan Gadis masih di kamar.
Tapi kedua anak kembarnya itu tidak ada. Strollernya pun juga tidak ada. Sekar membuka lemari baju milik Boy dan Gadis pun juga tidak ada baju. Kosong! Hanya baju miliknya saja yang tersisa.
“Dimana dimana DIMANAAAAAA…??!! HUAAAA… Hiks hiks…,” Kepala Sekar terasa berat memikirkan keberadaan Boy dan Gadis. Lututnya terasa berat sampai Sekar berjongkok di lantai. “Kembalikan anakku KEMBALIKANNN! HUAAA…!” Sekar memukul-mukul lantai melampiaskan kekesalannya.
Kenapa kamu begitu tegA memisahkanku dengan anak-anakku, mas? Kamu bawa kemana mereka? Aku ibunya… Aku yang hampir mati melahirkan mereka… “HuhuhuUU… Hiks Hkz… Kembalikan Boy dan Gadis kuuu… Dimana kamu, nak…?” Sekar benar-benar menangis seperti orang gila. Rasa bencinya kepada Raja semakin bertambah.
Beberapa menit kemudian Sekar mendengar suara notifikasi dari messenger dan pesan di instagramnya. Suara notifikasi itu saling bersahutan terus menerus.
TING TING TING TING… Rasanya masih malas membuka notifikasi itu. Karena yang dibutuhkan Sekar saat ini cuma Boy dan Gadis. Tapi karena suara notifikasi cukup mengganggu sampai belasan, bahkan mungkin puluhan kali, Sekar meraih handphonenya. Dan mengecek isi pesan itu.
...Messenger & Instagram...
AAA: kak Sekar, mas Raja beri komen tuh di apliaksi noveltoon 😇
BBB: Hai Thor! Mas Rajamu muncul di kolom komentar paling akhir. Coba cek di karya mu ‘Love Story Of Sekar’! 🤔
CCC: Mbak Sekar, selamat ya akhirnya karyamu direspon sama pak Raja. Kami readers mendoakan yang terbaik buat kalian. 😊
Begitulah kurang lebih isi pesan yang Sekar terima dari messenger dan Instagram. Kurang lebih ada ratusan pesan yang masuk dengan nama akun tidak dikenal. Beberapa juga ada yang menscreenshoot isi komentar Raja dari aplikasi noveltoon, tapi tidak begitu jelas.
Sekar yang penasaran dengan isi komentar itu, segera membuka aplikasi noveltoonnya. Mengecek komentar terbaru yang dibicarakan oleh orang-orang yang mengirim pesan.
______________________
🗒🏷Raymundus Raja
Lv (12)
Sekar, aku ingin menyampaikan permintaan maafku yang sebesar-besarnya kepadamu. Aku tidak tahu berapa banyak kesalahan yang telah aku buat di masa laluku. Aku tahu kata maaf saja tidak akan cukup untuk menghapus seluruh memori buruk yang ku buat.
Jujur… selama ini, aku terlambat menyadari perasaanku kepadamu. Aku bukannya tidak pernah mencarimu, Sekar… Pagi, siang, malam aku selalu mencarimu dari awal kamu melarikan diri dari pulauku. Aku sangat takut terjadi sesuatu kepadamu Sekar.
Tapi justru kesalahpahaman yang terus-terusan terjadi di antara kita. Aku menyadari aku adalah laki-laki paling berdosa yang hampir menewaskan darah dagingku sendiri. Bahkan hampir merenggut nyawamu.
Aku tahu, aku sadar kata maaf tidak akan cukup untuk menebus seluruh kesalahanku. Bahkan aku, laki-laki yang kamu anggap plin-plan dan tidak bertanggung jawab ini justru bersama wanita lain di saat kamu membutuhkanku.
Aku sangat-sangat minta maaf Sekar sudah menorehkan luka yang begitu dalam di dasar hatimu. Andai masih ada kesempatan, aku sangat berharap bisa menjadi ayah untuk Boy dan Gadis. Aku juga sangat berharap bisa menjadi suami yang baik untukmu.
Aku memang sangat egois memaksa mu agar mau kembali dengan ku. Aku bahkan berbuat bejat lagi dengan mu. Aku benar-benar merindukan mu. Rindu yang teramat dalam yang mungkin tidak akan pernah bisa ku utarakan lagi kepada mu.
Aku pikir, aku bisa melamar mu malam ini. Tapi ternyata kamu lebih memilih laki-laki lain. Aku harap kamu bahagia dengannya.
Kamu tidak usah kuatir lagi untuk pulang ke Jogja, Sekar. Aku sudah menceritakan semuanya kepada orang tuamu. Aku membawa Boy dan Gadis di hadapan orang tua mu, sebagai bukti tindakan bejat ku kepada mu dulu.
Aku yang salah Sekar. Kamu tidak pernah salah. Aku yang dari awal memaksa mu untuk menjalin hubungan denganku. Pulanglah ke rumah mu. Pulanglah temui orang tua mu. Aku sudah mengakui semua kesalahan ku.
Maafkan aku Sekar, aku sangat mencintai mu. Semoga kamu menemukan kebahagian yang seutuhnya. Aku sangat menyayangi mu, dari dulu, sekarang dan selama-lamanya. Aku akan mempertanggungjawabkan semua kesalahan ku.
^^^👍Like 8.876.657^^^
________________________
Air mata Sekar mengalir deras membaca komentar yang diunggah Raja di noveltoonnya. Mulutnya seperti terkunci tidak mampu berkata apapun.
Maafkan aku mas… maaf kan aku yang gak pernah berani memberimu kesempatan… Ini bukan kesalahan mu seutuhnya, “hiks… hkzzz…” Aku juga salah hampir mengaborsi bayi kita. Maafkan aku… Maafkan aku mas Raja, bisik Sekar dalam batinnya.
Tak lama kemudian, Kasih dan Galang berlarian memasuki villa Sekar. Mereka tergopoh-gopoh menaiki lantai dua menuju kamar Sekar.
“Sekar…! Sekar…!” Suara Kasih dan Galang saling bersahutan memenuhi villa Sekar. Kasih segera menghamburkan pelukannya ketika melihat Sekar bersimpuh di lantai. “Sekaaarrr…” Kasih memeluk dan menggoyang-goyangkan tubuh Sekar. “Gawat… Gawat…”
“Gawat apalagi?” tanya Sekar dengan nada lesu. Air matanya masih belum berhenti.
“Mas Raja mu... Dia mau nyerahin diri ke kantor polisi,” jawab Kasih sambil mengusap air mata Sekar.
“HA?!” Sekar memekik tidak percaya dengan ucapan Kasih. Kepalanya semakin berdenyut-denyut mendengar berita barusan.
“Iya Sekar... Rencana Raja sebetulnya nggak seperti itu..." sambung Galang menceritakan awal rencana Raja yang diucapkannya tempo hari. "Awalnya ngak sampai bawa-bawa polisi segala... Ini diluar rencana yang dia ucapkan waktu kita liburan ke Lagoi Bay. Mungkin Raja mikir kamu akan menerima Bimo sebagai ayah sambung anak-anakmu,” kata Galang menjelaskan secara detail.
Sekar yang masih syok dengan komentar yang ditulis Raja, semakin syok mendengar berita baru yang disampaikan Kasih dan Galang. Sekar dibantu oleh Kasih mulai berdiri kembali.
“Kantor polisi sebelah mana, pak? Kas?” tanya Sekar dengan air matanya yang tidak kunjung surut. Menoleh mencari jawaban kepada Kasih dan Galang.
“Kata mas Aan dan mbak Tia mu, dia lagi nunggu jemputan pihak kepolisian di rumah mu,” jawab Kasih membuat badan Sekar oleng lemas. “Eh eh EH Kar…?” Kasih dan Galang bersamaan menopang tubuh Sekar yang hampir pingsan.
“Tenang… Kamu harus tenang Sekar…” kata Galang menguatkan perempuan itu. “Masih ada waktu,” Galang mencoba memberi harapan kepada Sekar.
“Iya Kar… Sekarang keputusan ada di tangan mu. Kalau kamu masih bisa menerimanya, kamu katakana itu ke dia,” kata Kasih memberi semangat untuk Sekar.
“Gini aja, Sekar… Kamu mau diantar pilot saya ke Jogja?” Tanpa pikir panjang kali lebar, Sekar menganggukan tawaran Galang itu.
“Mau… Saya mau, pak… Saya mau balik ke Jogja. Saya mau susul mas Raja…” kata Sekar sambil mengusap air matanya.
*****
Bersambung…
*****