Sekar & Raja Phinisi

Sekar & Raja Phinisi
BAB 30 ‘Love Story Of Sekar’



Malam itu Shan melanjutkan rasa penasarannya untuk membaca novel berjudul ‘Love Story Of Sekar’. Pada bab pertama Shan semakin tertarik untuk membaca karena nama tokoh di novel itu adalah Sekar dan Raja. Yah, pikirannya mulai berkhayal tentang wajah bosnya dengan perempuan yang sedang dicari bosnya itu. Semakin dibaca semakin dirinya ketagihan.


Karena dirinya sedikit mengantuk, Shan mulai membuat kopi dan melanjutkan untuk begadang membaca ‘Love Story Of Sekar’. Malam itu dia bertekad untuk membaca novel itu sampai selesai. Meski mata sudah perih tapi rasa penasarannya terus berlanjut. Sesekali Shan memejamkan mata dan bangun lagi untuk membaca novel itu sampai cahaya matahari yang terbit mulai masuk ke yacht yang dia naiki.


Betapa kagetnya Shan saat melihat di akhir bab. Matanya terbelalak melihat gambar visual tokoh perempuan sangat mirip dengan foto perempuan yang dicari bosnya. Tangan Shan mulai menscroll lagi untuk melihat visual tokoh laki-laki.


KROMPYANG KLONTANG KLONTANG…!


Shan sangat terkejut sampai dia menendang piring dan gelas yang ada di dekat kakinya. Shan berkali-kali mengucek matanya untuk memastikan foto visual laki-laki yang dia lihat.


“Huftt… Aku gak mimpi kan…? Atau aku dah gila gara-gara kerja ikut pak Raja?” Shan masih tidak percaya dengan foto visual yang dia lihat. Dia segera mencuci matanya untuk membersihkan bolot di sekitar area mata.


Tangan Shan segera meraih handphoennya lagi dan melihat foto visual laki-laki itu. Visual muka laki-laki itu belum berubah juga. Shan mulai sadar kalau memang matanya tidak salah melihat.


“PAK RAJAAAAA KAMU MASUK NOVELLLLLL!!! Mukamu masuk novellll!!!


Shan berteriak dengan kencang berharap bosnya itu cepat sadar dari ketidak warasannya. Raja yang semalam menghabiskan 2 botol whisky masih tidak sadarkan diri. Shan yang kesal karena suara lantangnya itu tidak direspon Raja, dia mulai membuka pintu kamar Raja.


Laki-laki yang rambutnya sudah cukup gondrong  tidak terurus itu sedang tengkurap di lantai sambil memeluk bantal.


“Dasar kepa*r4t! Kalau sampai ini novel tentang kisahmu. Gue sendiri yang akan kasih pelajaran ke kamu… Laki-laki gak waras…! Suka mainin ati perempuan…! Hampir ngebunuh Sekar sama bayinya… Wooiiii! Bangun woi!” Shan menendang-nendang pantat bosnya itu dengan kakinya. Meluapkan emosinya setelah membaca kisah Sekar yang begitu miris. “Iniii… Iniiihh… kuinjek pantatmu buat para pembaca yang dongkollLL… Huh!”


Sudah setengah jam lamanya bos gilanya itu belum juga bangun. Padahal Shan sudah menendang-nendang banyak kali. Tapi hanya sesekali Raja menggerakan tangan dan mengigau.


“Se—karrr… Se—karrr... aku kangen… Se—karrr… Huufttt…”


Shan yang melihat betapa frustasinya Raja sedikit tersentuh hatinya. Dia tidak menyangka akan menemukan akar dari permasalahan yang dialami bosnya. Kebimbangan hati Raja alias plin-plan saat memilih antara Mona atau Sekar dan juga kesalah pahaman Raja atas dugaan Sekar hamil dengan laki-laki lain. Yah, adanya 2 masalah itu sudah membuat 2 orang yang saling membutuhkan cinta terpisah. Bahkan otak bosnya itu lebih banyak tidak warasnya sekarang.


Terpaksa Shan harus menunggu kesadaran Raja kembali pulih. Setelah 2 jam memperhatikan bosnya yang tidur sambil mengigau nama Sekar, akhirnya Raja membuka matanya. Dia menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan mengumpulkan nyawa. Dirinya sadar kalau kondisi fisiknya saat ini terus menurun. Brewok dan rambut di kepalanya semakin lebat tak terurus. Kulit wajah juga kusut dan kering karena banyak minum alkohol dengan kadar tinggi.


“Ngapain kamu di kamar ini?” tanya Raja sambil mengelap mukanya dengan handuk.


Shan berjalan mendekati Raja dan menyodorkan handphonenya. Di layar handphone itu Raja melihat tulisan ‘Love Story Of Sekar’. Raja mengambil handphone Shan dan mencerna tampilan di layar itu.


“Apa ini?” tanya Raja agak bingung karena tidak paham dengan isi di layar handphone Shan.


“Itu novel yang buat Sekar, tunangan pak Raja yang kabur,” jawab Shan.


Raja yang kesadarannya belum penuh 100%, masih mencerna jawaban Shan. Shan mulai mengambil handphonenya kembali dan membuka bab terakhir. Shan memperlihatkan foto Sekar dan Raja di bab itu.


Entah mengapa hanya dengan melihat foto wajah Sekar dirinya tersenyum. Shan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat ekspresi mengerikan itu.


Hm… Kalau gak ketemu dalam waktu dekat ini… Bisa dipastikan dia gila 100%... Batin Shan sambil ikut tersenyum menanggapi senyuman bosnya itu.


“Pak Raja baca aja novel ini. Mungkin dari sini bisa dapat pencerahan. Mari kita ke deck tengah, pak. Saya siapkan sarapannya.”


“Kamu yakin ini yang buat Sekarku?” tanya Raja sambil berjalan keluar dari kamarnya.


“Yakin seyakin yakinnya… Saya sampai belom tidur dari semalam karena ngebut baca itu.”


Mereka mulai menaiki tangga menuju deck tengah. Shan mulai membuatkan kopi dan jus untuk Raja. Persediaan makanan di yacht sudah terbatas, jadi hanya ada roti, selai dan buah yang bisa mereka santap pagi itu.


Sambil memanggang roti, Shan mengamati ekspresi Raja ketika membaca novel. Yah… Puas-puaskan kamu mengingat-ingat masa romantis. Nikmati diawal-awal bab yang kisah cintanya masih hangat-hangat macam ta!k kucing itu… gumam Shan sambil mengaduk kopi buatannya.


Dari kejauhan Shan tetap memantau ekspresi perubahan raut wajah Raja, sambil menikmati sarapan paginya dengan memancing.


 


Raja POV


Sekarku, aku sangat merindukanmu sayang. Hanya dengan membaca rangkaian kalimatmu ini, rasanya aku ingin memelukmu saat ini. Ingin ku rasakan hangatnya pelukanmu dulu. Aku sangat merindukanmu di setiap hembusan nafasku.


Aku tidak menyangka ternyata dari awal kamu sudah menyukaiku. Maafkan aku Sekar yang tidak peka dengan perasaanmu. Maafkan aku yang pernah menuduhmu menyukai El. Maafkan aku yang pernah menduakan perasaanmu. Aku sangat menyesal telah menelantarkanmu dan memilih Mona.


“Shan…! Apa Sekar juga menuliskan alamat tempat tinggalnya disini?”


“Baca dulu aja pak sampai habis!” Sahut Shan sambil mengunyah buah.


“Ck!”


Author POV


Raja mulai menscroll bab selanjutnya. Dia mulai membaca bab 30.


______


📖BAB 30 ‘Love Story Of Sekar’


Hai para pembaca setia kisah Sekar. Apa kabar kalian semua…? Maaf ya sudah lama tidak up sampai berbulan-bulan. Di bab kali ini saya tidak akan menceritakan kisah manis antara saya dan mas Raja lagi. Mungkin lebih tepatnya akan menjadi sesi curhat isi hati saya.


Sebetulnya saya sempat memutuskan untuk tidak melanjutkan novel ini. Karena ternyata kisah cinta antara saya dan mas Raja berakhir dengan keputusan mas Raja memilih mbak Mona.


Perasaan saya saat itu betul-betul down melihat ekspresi mas Raja mendapat kabar kalau mbak Mona sudah sadar dari komanya. Kaki saya terasa kaku sampai susah berdiri. Jujur… Dulu waktu saya memberikan ipod berisi rekaman lagu untuk membantu kesembuhan mbak Mona menjadi penyesalan tersendiri.


Karena setelah mbak Mona sadar, mas Raja bersikap dingin ke saya. Mas Raja seperti tidak melihat saya. Di matanya hanya ada Mona. Hal yang paling menyayat perasaan saya adalah saat mbak Mona meminta dinikahi mas Raja. Dan dalam hitungan detik tanpa memikirkan perasaan saya, mas Raja mengiyakan keinginan mbak Mona.


Dunia saya terasa runtuh saat mendengar kata ‘iya’ dari mulut mas Raja. Bagaimana perasaan saya tidak hancur mendengar itu semua… Saya yang puluhan kali minta untuk dinikahi selalu mas Raja mengatakan nanti… ‘Nanti kalau Mona sudah sadar’… Akhirnya sekarang saya mengerti kata itu.


Mas Raja… meskipun tubuhku ini hanya kamu jadikan pelampiasan hasrat rindumu ke Mbak Mona. Saya ingin mengucapkan terimakasih. Terimakasih karena hasil pelampiasanmu itu membuat aku mengandung anakmu… Bersambung…📖


_____


Tangan Raja menjadi bergetar memegang handphone itu. Perasaannya benar-benar kacau saat ini. Air matanya mengalir. Raja meremas-remas kepalanya.


“Hiiiikkkkssssss……” Raja menarik nafas dalam-dalam. “HUAAAAAAAA… Dia anakku dia anakku… A-nak kuuuuuu Kenapa aku menyodomi Sekar waktu itu… HUAAAAAA Se—kaaarr… Maafkan aku maafkan aku yang bodoh ini. HUAAAAAA…! Sekarrrr…”


Emosi Raja kembali tidak terkontrol menyadari janin yang ada di rahim Sekar adalah anaknya. Tangis dan jeritannya menggelegar di tengah lautan. Shan yang lagi asyik memancing ikut merasakan kepedihan bosnya itu. Di sudut matanya pun ada air mata yang tergenang karena mendengar kalimat penyesalan Raja.


*****


Bersambung…


*****