Sekar & Raja Phinisi

Sekar & Raja Phinisi
Baby Monitor



Setelah Sekar dan Kasih selesai sarapan, mereka lanjut pergi ke villa Sekar. Raja yang membuntuti  Sekar, tidak bisa ikut masuk ke villa itu. Di dalam villa itu ada Jun asisten perempuan Kasih dan baby sitter anak Kasih. Kedua orang itu menjaga bayi kembar Sekar juga selama Sekar dan Kasih makan di restaurant.


“Kak Jun, gimana baby-baby nya? Apa mereka nangis?” tanya Kasih.


“Enggak kok. Mereka aman semua. Lagi pada main nih…” jawab Jun sambil memperhatikan balita yang bermain bola plastik kecil. “Kalian jalan-jalan aja. Cari angin segar mumpung masih pagi… Ajak Sekar tuh dek, buat cari ayah buat Boy ama Gadis,” celetuk Jun menggoda Sekar yang tengah bermain dengan Boy. Sekar hanya menanggapi dengan mengrenyitkan mata dan dahinya.


“Iya kak… Jadi rencananya ntar malam aku mau kenalin dia ama member-member VIP di lounge bar… Masak wajah manis temenku ini gak ada yang mau sih…?” sahut Kasih.


“Hm! Betol tuh…! Ntar kalau dah ada yang kecantol, tinggal ngasih ramuan biar makin rapet. Kau gosok barang mu tuh dek biar makin nempel gak mau keluar…! Beri jampi-jampi biar ketagihan…! Biar gak lari ke wanita lain macem mantan kau itu!” timpal Jun yang geram mengingat cerita Kasih tentang Raja dan Sekar.


“Hush...! Apa lah kakak ni… Hahaa!” Kasih terkekeh-kekeh mendengar ucapan Jun. “Nikah dulu lah kak…! Baru begituan,” ucap Kasih membuat Jun ikut tersenyum.


“Betul kata Kasih, kak… Udah ah bahas begituan! Ada banyak balita di sini tahu…” timpal Sekar.


“Gak pa pa lah… Dek bayinya juga gak ngerti. Lagian dek bayinya pasti ikut happy kalau mamanya mau nyariin ayah baru…” Jun mencubit Sekar. Sekar hanya tersenyum menanggapi sikap Jun.


Akhirnya pagi itu mereka melanjutkan obrolan seputar mencari ayah baru untuk Boy dan Gadis. Jun yang memiliki data lengkap tentang member-member VIP tamu di resort itu menyodorkan tablet ke Sekar. Jun menjelaskan setiap foto profil dan status para member itu. Sekar sampai bingung harus meladeni Jun dan Kasih yang sibuk memilihkan calon ayah baru untuk Boy dan Gadis.


“Jangan yang itu. Itu udah tua… Yang ini aja…” kata Kasih sambil menunjuk salah salah satu foto.


“Atau yang ini aja... Mukanya lebih ke Asia-Asian, sama kayak kita…” Jun memberi saran lagi.


“Aku suka yang ini… Lebih dewasa,” timpal Kasih lagi sambil menunjuk foto yang lain.


“Kalau kakak suka yang ini… Lebih cocok buat kamu dek…” Jun mengutarakan pendapatnya lagi ke Sekar.


Begitu seterusnya sampai Sekar pusing mendengarkan pendapat Kasih dan Jun. Sampai akhirnya malam pun tiba.


Malam itu Sekar sudah menidurkan Boy dan Gadis. Sekar meletakkan baby monitor semacam alat yang dipasang dekat bayinya untuk mendeteksi suara dan pergerakan bayi. Sekar mendapatkan alat itu dari Kasih.



(gambar baby monitor)


Sekar memastikan alat itu berfungsi dengan baik dan terhubung dengan handphonenya. Karena malam ini Kasih akan mengajak Sekar untuk pergi ke lounge bar.


Sebetulnya Sekar tidak terlalu tertarik karena Kasih memiliki niatan mengenalkannya kepada tamu-tamu VIP di tempat itu. Tapi sebagai tanda terimakasih karena sudah diizinkan tinggal di villa dan diberi pekerjaan, Sekar menuruti kemauan sahabatnya itu.


“Muach… Muach…” Sekar mencium Boy dan Gadis bergantian. “Mama pergi dulu ya, dek… Bobok yang nyenyak ya kalian berdua…” bisik Sekar sebelum pergi.


Sekar mulai melangkahkan kakinya dan menutup pintu kamar dengan sangat hati-hati. Di depan villanya, Kasih sudah siap menjemput Sekar dengan buggy.


“Sorry sorry… Lama ya nungguin aku…?” tanya Sekar berlarian ke buggy dengan senyum berseringai.


“Gak pa pa… Baby tiwns udah aman? Udah tidur mereka?” tanya Kasih sambil menyalakan mesin buggy.


“Udah… Udah kenyang minum asi… Kamu gak bawa Raka atau Putri juga?” tanya Sekar menanyakan anak-anak Kasih.


“Enggak. Putri udah tidur jam segini... Kalau Raka lagi nginep di Ubud tempat tantenya,” jawab Kasih sambil menyetir buggy.


“Tante yang mana?” tanya Sekar lagi.


“Caca adiknya suamiku lah. Dia udah nikah sama Kris, terus mas Galang suruh Kris buat ngelola resort cabang di Ubud Bali,” jawab Kasih.


Akhirnya setelah 5 menit kemudian, Kasih dan Sekar sampai di lounge bar. Raja yang tengah menikmati minuman di teras luar lounge bar, mulai memasang topi dan maskernya lagi. Raja memperhatikan setiap gerak-gerik Sekar dan Kasih.



(gambar lounge bar)


Dilihatnya Kasih dan Sekar memesan sesuatu dari buku menu. Raja mengamati minuman apa yang dipesan Sekar dan Kasih. Raja meminta salah seorang waiter untuk memberi tahu minuman apa yang dua perempuan itu pesan. Setelah mengetahui hanya 2 gelas jus apel dan jus jeruk, Raja memberi uang tip untuk waiter itu.


Kalau Sekar disini… Berarti Boy dan Gadis lagi di kamar sendiri. Aku sangat kangen sama mereka. Udah 2 hari gak ketemu mereka... Rasanya kangen pengen cium bau bayiku, batin Raja sambil terus mengamati Sekar yang tengah menikmati live music di lounge bar.


Tak lama kemudian, Raja melihat Sekar berjalan menuju ke kru live music.  Raja melihat Sekar mulai memegang alat music cello. Selagi Raja menikmati lagu yang dinyanyikan Sekar, di benak Raja terlintas sebuah ide. Raja meminta kepada seorang waiter untuk memberinya selembar kertas. Raja menuliskan beberapa lagu dan meminta waiter itu untuk memberikannya kepada Sekar.


Waiter itu mulai berjalan mendekati stage tempat kru musik. Dia menyerahkan kertas dan tip yang diberikan Raja. Kru musik akustik itu sangat senang. Mereka melambaikan tangan ke Raja dan berterimakasih dari panggung mereka berdiri.


_____


📝Hai Tim Akustik!


Saya suka dengan permainan musik kalian. Terutama dengan gesekan stick cello yang dimainkan wanita cantik disana. Apa bisa saya request lagu ini:


All of Me ~ Jhon Legend


Please Forgive Me ~ Bryan Adams


Thank You For Loving Me ~ Bon Jovi


Nothing’s Gonna Change My Love For You ~ George Benson


Kiss Me ~ Ed Sheeran


Tak Kan Ada Cinta Yang Lain ~ Dewa 19


Pupus ~ Dewa 19


Ku Cinta Kau Apa Adanya ~ Once


Munajat Cinta ~ The Rock


Kangen ~ Once Dewa 19


Thanks 📝


_____


Sekar yang ikut membaca isi kertas itu merasa senang karena permainan cellonya dihargai. Tapi melihat daftar request sampai 10 lagu itu membuat Sekar menelan ludahnya. Tapi mau bagaimana lagi karena kru akustik melihat jumlah tip yang cukup banyak membuat Sekar tidak sampai hati untuk menolak permintaan kru itu untuk bermain cello lagi.


Akhirnya Sekar mengiyakan untuk bermain cello pada lagu yang direquest. Lagi pula kru akustik itu nantinya akan jadi teman kerjanya. Jadi Sekar tidak mau dianggap egois atau sombong nantinya.


Sebetulnya Sekar cukup penasaran dengan perawakan laki-laki yang mirip dengan orang yang sering merequest lagu dengannya waktu di Tarempa.


Kayak mirip sama laki-laki itu… Apa mungkin mereka orang yang sama…? Orang yang dulu itu juga suka pakai topi dan masker. Semua pakaiannya serba hitam… Tapi yang dulu rambutnya gondrong… Kalau yang sekarang ini enggak…?  Tanya Sekar dam batinnya sambil bermain cello.


Selagi Raja menikmati lagu yang dia request dinyanyikan, Raja menelpon ke Galang untuk meminjam duplikat kunci agar bisa membuka villa Sekar. Raja menjelaskan dengan detail ke Galang kalau hal itu tidak akan diketahui oleh Sekar.


“Boleh ya, Lang aku pinjam duplikat kunci villa Sekar? Aku kangen sama anak-anakku,” kata Raja memohon. Sebagai seorang ayah, Galang juga tidak tega melihat rekan bisnisnya itu menderita kangen dengan anaknya.


“Em… Ok… Tapi kamu harus pastikan kalau Sekar gak akan tahu hal itu… Nanti pasti istriku juga ikut marah kalau sampai ketahuan,” kata Galang.


“Ok Lang, thanks! Thank you so much!” Raja mulai lega karena sebentar lagi dia bisa melihat Boy dan Gadis.


“Yeah… Gak masalah. Kamu jalan aja ke konter resepsionis lobby. Aku akan suruh mereka ngasih duplikatnya ke kamu.”


“Ok!” Raja memasukan handphonenya ke kantong setelah panggilannya dengan Galang selesai.


Raja memperhatikan Sekar terus menerus mencari cela untuk kabur dari lounge bar. Pada lagu ketiga, Raja melangkahkan kakinya keluar dari lounge bar. Raja menggunakan kesempatan itu untuk menuju ke konter respsionis, mengambil duplikat kunci dan pergi menggunakan buggy ke villa Sekar.


 


*****


Bersambung…


*****