Sekar & Raja Phinisi

Sekar & Raja Phinisi
Belajar Berenang



Setelah kejadian menyebalkan di pagi itu, Sekar beranjak ke kamar mandi. Dia mulai membersihkan diri. Bagian area sensitive di area gunung kembarnya terasa perih saat kena busa sabun. Tapi saat dia megecek, lukanya tidak terlihat.


“Huft… apa ini gara-gara gaun yang sesak kemarin? Atau ini emang keduanya sakit karena ulah mas Raja? Ish! Aku harus mengunci rapat-rapat kamarku kalau tidur,” gerutu Sekar sambil mengeringkan tubuhnya dengan handuk.


Tak lama kemudian, ada suara ketukan pintu di kamar Sekar.


Tok Tok Tok


Sekar segera keluar dari kamar mandi. Sekar mendengar ada suara Kasih sudah berteriak-teriak di depan kamarnya.


“Sekar…! Sekar…!”


Sekar segera membuka pintu kamarnya untuk Kasih. Di depan kamarnya sudah ada Kasih dan anak sambung Kasih yang bernama Raka.


“Eh? Kok gak pakai baju? Tutup matanya Raka… Tante Sekar gak pakai baju…” kata Kasih sambil menutup mata Raka. Anak itu hanya meringis berusaha membuka matanya yang ditutup tangan Kasih.


“Hihii…”


Sekar hanya tersenyum melihat senyum yang yang berseringai di bibir Raka. Anak itu berhasil menghilangkan rasa jengkelnya kepada Raja.


Kayanya enak deh punya anak seumuran Raka. Gumam Sekar dengan senyumanya memandangi Raka.


“Sekar, berenang yuk!” ajak Kasih.


“Hloh? Aku kan gak bisa renang, Kas. Lagian aku gak ada baju renang,” jawab Sekar sambil mentoel pipi tembem Raka.


“Kolamnya gak dalam kok. Dalemnya cuma sedada. Kamu pakai kaos tanktop mu ini aja. Aku juga pakai tanktop doang,” kata kasih sambil memamerkan kaos yang dia pakai.


“Em… ok deh. Yuk!” Sekar akhirnya mengiyakan ajakan Kasih.


Mereka mulai berenang di kolam renang villa Sekar. Termasuk Raka juga ikut berendam menggunakan pelampung anak-anak. Mereka menikmati pagi itu dengan bermain air.


Setelah setengah jam mereka menikmati berendam di kolam renang, ada dua orang laki-laki masuk ke area villa Sekar.


“Hai mas Teo! Hai mas Sam!” sapa Kasih dengan melambaikan tangannya.


“Hai…!” Balas Teo dan Sam bersamaan.


“Hai Sekar! Masih ingat aku kan?” tanya Teo yang sudah berada di tepi kolam. Kasih yang berada di dekat Sekar, menjelaskan kalau Teo dan Sam adalah karyawan kepercayaan Galang.


“Iya mas… masih ingat. Kenapa kemari?” tanya Sekar menatap kedua laki-laki itu.


“Kami ditugaskan pak Raja buat ambil koper mu,” jawab Teo dengan senyumannya.


“Ow… Ambil aja mas di kamar. Udah ku packing semalam. Cuma kecil kok kopernya,” kata Sekar.


Setelah mendengar jawaban dari Sekar, Teo dan Sam mulai berbisik-bisik. Mereka tampak berdebat dengan berkacak pinggang dan tunjuk menunjuk. Kasih dan Sekar tidak tahu apa yang kedua laki-laki itu bicarakan.


“Sana loe ambil kopernya. Biar gue join sama Sekar berenang disini,” kata Teo dengan volume suara yang kecil.


“Loe kemarin bilang gak suka ma tu cewek. Ini giliran gue!” timpal Sam sambil menyikut perut Teo.


“Itu kan sebelum dia main cello. Sana loe antar kopernya…” Teo terus menerus mendesak Sam.


“Gak bisa, sob. Ni cewek tipe gue banget,” Sam masih tidak mau menyerah.


“Loe lupa ya kalau pak bos Galang juga nunggu loe di dermaga? Dah sana… loe kebagian kopernya dia aja. Sekar biar bagian gue.”


Ucapan Teo itu membuat Sam teringat kalau Galang menunggunya di dermaga juga. Terpaksa Sam pergi masuk ke villa dan membawa koper Sekar. Sedangkan Teo ikut join berendam di kolam renang Sekar. Teo mulai masuk ke kolam renang dan menghampiri Sekar. Kasih yang melihat adegan itu mulai menjauhi Sekar.


“Hihii… om Teonya kayanya suka sama tante Sekar tuh dek,” kata Kasih kepada Raka. Raka yang masih kecil itu tidak tahu apa yang diucapkan mamanya. Dia hanya ikut cengingisan mengikuti gaya mamanya.


 


“Hai Sekar…” sapa Teo yang sudah bertelanjang dada mendekati Sekar.


“Mas Teo kok ikut berenang? Gak dimarahi ya sama pak Galang?” tanya Sekar sambil menggerakkan tangannya bermain air.


“Gak akan. Kecuali loe ngadu ke dia. Hahaa,” celetuk Teo dengan tawanya. Sekar hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tersenyum.


“Loe suka berenang ya?” tanya Teo berjalan semakin dekat di tempat Sekar berdiri.


“Saya? Hihii. Saya gak bisa berenang. Itu si Kasih maksa berenang,” jawab sekar sambil menunjuk Kasih yang sudah asyik bermain air dengan Raka.


“Mau saya ajari?” tanya Teo sambil meraih tangan Sekar. Sekar pun menerima tawaran Teo. Lagi pula kapan lagi bisa belajar renang gratis.


Baru setengah jama Teo mengajari Sekar, mereka tampak semakin akrab. Kesempatan ini digunakan Teo untuk mengobrol dengan Sekar untuk mengenal Sekar lebih jauh.


“Ow… jadi kamu asli Jogja. Sama dong kaya Kasih,” kata Teo sambil memegang kedua lengan Sekar.


“Iya, mas… Ini kaki udah bisa mengapung ni?” tanya Sekar dengan memegangi lengan Teo.


“Iya… Kamu gerakan kaki mu kaya mengayuh sepeda. Aku pegang lengan kamu. Jangan takut…” kata Teo sambil menatap mata Sekar.


Selagi Sekar asyik belajar renang, Kasih menjawab video call suaminya. Kasih menunjukan kegiatan apa yang sedang dia lakukan. Termasuk keberadaan Teo yang sedang mengajari Sekar berenang. Galang yang saat itu tengah berdiskusi kerjaan bersama Raja, menunjukan video call tersebut ke Raja. Jelas saja ini membuat Raja tidak suka karena Sekar dipegang-pegang oleh Teo. Bagi Raja, Sekar adalah miliknya. Dia adalah perempuan pengganti Mona. Meskipun saat ini Sekar tengah menyukai El, tapi Raja bertekad untuk mendapatkan hatinya Sekar.


_____


Saat ini Raja sedang berada di yacht miliknya bersama Galang. Raja segera pergi dari yachtnya, setelah melihat video call Kasih  yang menunjukan Sekar sedang belajar renang dengan Teo. Raja memacu buggynya agar cepat sampai ke villa Sekar.


Langkah kakinya kini sudah sampai di tepi kolam renang Sekar. Teo dan Sekar tidak memperhatikan keberadaan Raja yang sudah berkacak pinggang di tepi kolam. Tapi Kasih memperhatikan raut muka dan tatapan mematikan Raja. Dia teringat raut muka suaminya saat terbakar cemburu.


“Sekar!” kata Kasih dengan nada keras.


“Woi? Kenapa?” tanya Sekar balik.


“Itu…” kata Kasih sambil menggoyangkan bola matanya kearah Raja.


Tanpa rasa bersalah, Sekar menoleh kearah Raja dan menyapa Raja dengan senyumannya.


“Mas Raja? Sini ikut gabung,” kata Sekar sambil memegangi lengan Teo. Begitu pun sebaliknya, Teo juga memegangi lengan Sekar.


Tanpa berkata apapun, Raja memanggil Sekar dengan gerakan jari telunjuknya. Dengan hati-hati Sekar berjalan ke tepi kolam menghampiri Raja. Sekar mendongakan kepalanya melihat Raja yang berdiri.


“Kenapa, mas? Kita mau berangkat ke Anambas sekarang?” tanya Sekar sambil mengusap mukanya yang basah.


Raja mulai berjongkok di depan Sekar, meraih tubuh perempuan itu agar keluar dari air kolam dengan sekali tarik. Kasih yang melihat itu sampai geleng-geleng.


Gila… Kuat banget… Habis kamu Sekar… Habis kamu di tempat tidur, gumam Kasih dalam batinnya.


 


*****


Apa akan ada pertanda alam lagi ya?


Bersambung…


*****