Sekar & Raja Phinisi

Sekar & Raja Phinisi
Piknik Di Treasure Bay Lagoi



Selesai sarapan pagi, Raja mengantar Sekar dan anak kembarnya menuju villa 050. Raja tidak peduli dengan Sekar yang selalu memasang muka masam.


“Mas, sampai sini aja nganternya. Lagian bentar lagi aku sama anak-anak mau pergi jalan-jalan diajak Kasih,” kata Sekar ketika sudah sampai di halaman villa.


“Jalan kemana?” tanya Raja memasang muka penasaran.


“Ke resort sebelah. Nengok kolam renang yang paling gede se-Asia Tenggara,” jawab Sekar sambil membetulkan dot milik Boy dan Gadis.


“Treasure Bay Lagoi maksudmu?” tanya Raja lagi. Sekar hanya menganggukan kepalanya sekali. “Aku ikut.” Sekar mulai mendelik mendengar ucapan Raja. Tidak suka acaranya diganggu oleh Raja.


“Jangan ah! Kasih cuma ajak aku sama anak-anak, tahu!” Ucapan Sekar yang sedikit ngegas ke Raja itu mulai di komplain oleh baby twins.


“Huaaaa… hiks hiks Heg HUAAAAA!” Keduanya saling bersahutan. “Pap paaa HUAAA…!” Boy seperti tidak mau jauh-jauh dari papanya. Sekar membungkukan badannya untuk menenangkan Boy dan Gadis yang berada di dalam stroller.


“Kenapa anak mama…? Cup cup cup… Udah yuk nangisnya… Cup cup cup sayang…” Sekar melihat sorot mata kedua bayi kembarnya melirik ke Raja. Raja yang merasa kalau kedua anaknya menginginkan dirinya, menjadi sedikit tersenyum. Tapi cepat-cepat Raja menyembunyikan senyumnya ketika Sekar menoleh ke arahnya. “Ngapain senyam-senyum…? Merasa dibela sama Boy dan Gadis? Iya? Gitu?” tanya Sekar sedikit sewot.


“Enggak…” Raja masih menahan senyumnya melihat Sekar. “Jadi gimana? Aku boleh ikut? Lagian Galang juga minta aku join ke Treasure Bay Lagoi…” kata Raja dengan enteng.


“Ishh…! Kenapa gak bilang dari tadi?” Sekar mulai kesal lagi.


“Ya kan aku mau tahu pendapat mu,” jawab Raja singkat.


“Ya udah, join aja kalau pak Galang yang ajak kamu.” Raja mulai tersenyum mendengar ucapan Sekar. Meski ketus tapi setidaknya Sekar masih menerimanya.


Boy dan Gadis yang mendengar ucapan antara mama dan papanya, seakan mengerti pembicaraan orang dewasa itu. Mereka mulai tersenyum memamerkan gigi-gigi kecilnya. Tidak dipungkiri, Sekar juga merasa senang melihat senyum diwajah kedua anaknya.


Andai aku bisa mengusap kepalamu saat ini, Sekar. Ingin sekali aku menunjukannya di depan anak-anak kita... Biar mereka tahu kalau papanya ini juga romantis, batin Raja sambil menggerakan tangannya di belakang kepala Sekar.


_____


Akhirnya pagi itu mereka berangkat dengan mobil menuju Treasure Bay yang lokasinya tidak jauh dari Luxus Resort. Mereka menggunakan jasa baby sitter yang disediakan di Treasure Bay Lagoi untuk mengawasi Boy, Gadis dan Putri.


Raja sangat senang sekali menggunakan kesempatan itu untuk mendekati Sekar. Sesekali Raja memiliki kesempatan untuk merangkul tubuh Sekar ketika bermain banana boat. Galang yang memimpin di depan, Kasih yang duduk setelah suaminya, kemudian Sekar dan dilanjut Raja yang berada di belakang Sekar.


Tentu saja ini adalah peluang bagi Raja untuk mengeluarkan seluruh jurus pamungkasnya. Mulai dari mencium rambut Sekar, Merangkul pinggang Sekar, beberapa kesempatan pura-pura terpeleset tangannya agar bisa merabai paha Sekar. Sebetulnya ingin merabai bagian atas, tapi berhubung Sekar memakai life jacket (baju pelampung) di dada, jadi tidak bisa mencuri kesempatan itu. Andai… Hah! Hanya kata andai yang ada di kepala Raja. Tapi ini sudah lebih dari cukup membuat Raja senang menumpahkan kerinduannya.


Begitulah aksi Raja yang berlanjut pada permainan jet ski. Raja sengaja menyuruh Galang untuk memaksa Sekar bermain jet ski dengan nya. Dengan begitu Sekar tidak akan bisa menolak permintaan Galang. Padahal itu adalah ide cerdasnya Raja.


Hahaa! Senangnya dipelukin sama kamu lagi, sayang… Yah… Peluk aku terus jangan sampai lepas. Halusnya tanganmu ini… Hm… Gak pa-pa panas panas yang penting bisa berduaan sama kamu, gumam Raja yang terus memacu laju jet ski.


Sesekali Raja juga sengaja bermain rem dan gas agar laju jet ski bisa tersendal-sendal. Dengan begitu… Paha Sekar bisa mengkapit-kapit paha Raja yang duduk di depan.


“Udah ah! Aku mau turun aja! Mas Raja curang!” Sekar memekik dekat telinga Raja.


“Apa yang curang…? Ha…? Ini namanya main jet ski yang bener… Buat melatih hormon adrenalin kamu yank…! Sekalian terapi phobia mu itu juga… Biar nanti kamu bisa naik kapal lagi,” sahut Raja sedikit menurunkan kecepatan.


Menoleh ke arah Sekar yang bibirnya sudah mengkerucut. “Lanjut lagi ya… Masih 10 menit putaran lagi nih,” kata Raja sambil mengamati bibir Sekar.


“Iya iya...! Gak usah panggil-panggil yank! Ngeselin,” Sekar menjauhkan wajahnya dari bibir Raja.


Raja mulai melanjutkan bermain jet ski lagi. Gaya ngepot dan berputar-putar bagai gangsingan juga Raja keluarkan untuk mengeratkan pelukan Sekar ke pinggangnya.


Galang yang menengok Raja dengan teropong ikut tersenyum melihat aksi Raja.


Hahaa! Menang banyak kamu rupanya kawan… Lanjutkan! Gas pol! Batin Galang.


Setelah mereka puas bermain wahana yang dimiliki Treasure Bay, mereka melanjutkan dengan makan siang di salah satu canopi di Tresure Bay. Raja dan Galang sengaja menyewa tempat tertutup agar Sekar dan Kasih bisa memberi asi untuk anak-anak mereka.


Sementara kedua perempuan sibuk dengan bayinya, Raja mengajak Galng untuk berdiskusi. Kedua laki-laki itu berdiskusi sambil menikmati Shisa dengan flavour strawberry mint.



Belum ada 10 menit mereka menikmati shisa, Sekar dan Kasih keluar dari canopi. Mereka komplain dengan bau asap yang mengganggu.


“Bisa gak kalian pindah sana?!” Sekar dan Kasih menunjuk kursi kayu panjang yang berada di halaman canopi. “Bau asapnya masuk ke dalam, tahu! Gak kasihan sama balita yang di dalam?” gerutu Kasih.


Raja yang melihat sorot mata Sekar, tanpa aba-aba langsung membawa bong shisanya menjauh dari canopi.


“Hm… Babynya gak oek oek kok! Emaknya aja yang oek-oek,” bisik Galang sambil berjalan membawa bong shisanya mengikuti Raja.


“Istriku suka berubah jadi singa kalau berurusan sama asap-asapan,” kata Galang kepada Raja.


_____


Setelah mengusir Raja dan Galang menjauhi canopi, Sekar dan Kasih berlanjut memberi asi kepada anak-anak mereka.


“Jadi gimana Kar? Mau ya aku kenalin sama mas Teo?” tanya Kasih sambil menyusui Putri.


“Emang mas Teo udah tentu mau sama aku? Aku kan udah punya 2 anak, Kas.” Sekar merasa tidak percaya diri dengan dirinya.


“He’em… Dia bilang mau kok…” Ucapan Kasih itu membuat Sekar berfikir menerawang masa depannya.


Sekar sadar kalau dirinya membutuhkan sosok ayah untuk anak-anaknya. Sekar pun juga teringat dengan ajakan Raja untuk menikah. Tapi Sekar selalu takut kalau Raja berpaling darinya lagi.


“Kalau kamu mau… Besok mas Teo mau ajak kamu makan malam bersama. Gak jauh-jauh kok… Dia bilang mau makan malam di depan villa kamu aja, sekalian jagain Boy dan Gadis kalau rewel,” mendengar ucapan Kasih itu membuat hati Sekar jadi tersentuh.


Sampai segitunya mas Teo yang belum mengenal Boy sama Gadis aja bisa perhatian dengan anak-anakku, batin Sekar.


“Gimana? Mau ya…?” bujuk Kasih lagi.


“Ya udah… Atur aja makan malamnya. Aku coba deh, siap tahu cocok,” balas Sekar dengan senyumnya. Kasih semakin semangat mendengar jawaban Sekar.


“Nah… gitu dong… Pokoknya kamu tenang aja. Dijamin gak mengecewakan,” timpal Kasih.


_____


Sore harinya mereka balik lagi ke Luxus Resort. Sekar sudah cukup lelah dengan banyaknya aktivitas water sport yang dia naiki.


Sesampainya di kamar, Sekar membaringkan Boy dan Gadis di bed.  Ibu dan kedua anaknya itu terlelap tidur.


Raja yang mendapat akses dari Galang untuk melihat rekaman cctv di kamar Sekar, mulai memperhatikan Sekar dan kedua anaknya. Raja memberanikan dirinya untuk melangkah masuk ke kamar Sekar.


“Selamat tidur, sayang…” kata Raja dengan mengkecup kepala Sekar. Dia juga mengkecup pipi Boy dan Gadis. Selanjutnya membetulkan selimut mereka.


“Huft…” Sekar sedikit mengigau karena lelah. Posisi tidur Sekar yang berubah itu membuat Raja tersenyum. Bagaimana tidak tersenyum karena Raja disuguhi buuah dada yang bulatannya menantang untuk dikecup.


Tanpa aba-aba, Raja segera melangkahkan kakinya mendekati Sekar. Mengusap… Menjilat dan mengkecupi beberapa kali.


 


*****


Bersambung…


*****