
Sekar berusaha mempraktekan apa yang dia ajari dari Teo. Sekar mengayuhkan dan mengayuhkan kakinya terus menerus. Tapi tekanan air laut yang bergerak gerak tidak seperti di kolam renang yang tenang. Ini sangat sulit bagi Sekar yang masih dalam tahap belajar renang.
Raja seakan tak mau kehilangan kesempatan langka ini. Saat Sekar berusaha naik ke atas permukaan air dengan mata terpejam, Raja menarik celana Sekar sampai lepas.
Di dalam pikiran Sekar, biarlah celana itu terlepas, toh itu hanya celana kolor... Mungkin ombak air laut yang terus bergerak menginginkan celananya. Sekar tidak mau mempedulikan itu. Saat ini yang dia butuhkan adalah oksigen. Urusan pinggang ke bawah telanjang pasti Raja juga tidak akan mengetahuinya. Raja pasti tidak akan sanggup membuka mata di dalam air laut, karena pasti perih kena air garam.
“Huaahhhh… Blebeb… Huaahhh…” Sekar menghirup oksigen sebanyak banyaknya. Sekar terus menggerakan kakinya. Tangannya juga dia gerak-gerakan.
Tak lama kemudian, Raja muncul di permukaan air laut. Raja meraih tangan Sekar agar melingkar di lehernya. Raja meraih pinggang Sekar agar perempuan itu mendekatinya.
“Mas…” Sekar berusaha menghindari tubuh Raja yang terlalu menempel ke tubuhnya.
“Kenapa?” tanya Raja dengan senyumnya yang sudah penuh nafsu. Celana Raja sudah turun sampai ke paha. Raja junior sudah naik turun antara perut dan bagian intimnya Sekar. Mencari lubang untuk melepaskan kenikmatan.
Raja semakin mendekatkan bibirnya ke Sekar. Sekar tidak begitu fokus dengan apa yang dilakukan Raja. Yang Sekar tahu kalau saat ini tubuh mereka sudah berhimpitan.
Raja memandangi wajah Sekar yang penuh kecemasan. Hal itu bisa dia lihat dari pergerakan bola mata Sekar yang tidak tenang memandangi air laut. Raja mulai mendekatkan bibirnya ke Sekar.
Hah? Kenapa mas Raja mencium ku? Apa dia sedang mengetes teknik ciuman ku? Kenapa perasan ku semakin gak karuan gini? Apa aku harus membalasnya biar lulus tes ciuman? Gumam Sekar dengan mata terpejam, merasakan bibir Raja yang sudah nempel di bibirnya.
Setelah beberapa detik Sekar bergelut dengan pikirannya, akhirnya Sekar membalas ciuman Raja. Raja semakin merapatkan tubuh Sekar mendekat ke tubuhnya. Tangan Raja meraba ke bagian pantat Sekar dan mengelus-elus penuh sayang. Bibir keduanya mulai saling memburu. Kecuupan demi kecuupan mereka lakukan. Mata keduanya saling terpaut memandang dalam diam. Raja meraih tengkuk Sekar dengan salah satu tangannya. Raja mendekati bibir Sekar lagi dan memasukan lidahnya yang sudah ingin merasakan lidah Sekar.
Raja mulai melu*mat bibir Sekar dengan penuh nafsu. Sekar menikmati ciuman Raja itu. Entah kenapa Sekar mulai menggoyangkan lidahnya ikut menikmati permainan Raja. Sekar mengeratkan tangannya memeluk punggung Raja. Sekar seakan lupa kalau buuah dadanya semakin rapat dengan tubuh Raja. Pikirannya hanya tertuju agar dia lulus tes ciuman.
Junior Raja yang belum berhasil masuk membuat Raja semakin frustasi. Tangan Raja mulai masuk ke bagian intimnya Sekar lagi. Kali ini bukan satu jari, tapi dua jari dia masukan.
“Ah… Ah… Aw… AWW! Apa ini?” Sekar mulai melepaskan ciumannya. Tangannya mencari sesuatu yang sudah masuk ke bagian intimnya. Raja sedikit kaget, Raja pikir Sekar sudah mau menerimanya karena Sekar sudah mau membalas ciumannya.
“Kenapa Sekar?” tanya Raja. Dengan perlahan Raja mengeluarkan jarinya yang belum sempat masuk secara penuh.
“Ada ikan yang masuk ke anuku, mas,” kata Sekar sedikit merintih kesakitan.
“Sekarang masih sakit?” tanya Raja dengan mendorong pantat Sekar agar maju dan bersentuhan dengan juniornya.
“Enggak…” jawab Sekar dengan menggelengkan kepalanya.
Raja mulai menatap mata perempuan di pelukannya itu. Raja mengusap muka Sekar agar rambut panjang Sekar tidak menutup wajah. Sekar yang menatap muka Raja tampak tersenyum, mengartikan kalau dirinya sudah lulus tes berciuman.
“Jadi, apa aku sudah lulus tes, mas?” tanya Sekar kepada Raja.
“Maksudnya?” tanya Raja balik.
“Mas Raja kan barusan ngetes teknin ciumanku. Gimana? Aku udah pandai kan?”
Perasaan Raja menjadi kesal mendengar ucapan Sekar barusan. Senyum di wajah Raja mulai pudar. Tapi tangan Raja tetap meraih tubuh Sekar untuk menjaga Sekar agar tidak tenggelam.
“Lumayan,” jawab Raja dengan mengusap wajahnya.
Kata lumayan yang keluar dari bibir Raja membuat Sekar sedikit senang. Ternyata usahnya tidak sia-sia.
Yes! Setidaknya ada peningkatan… Hihii… Tapi jujur aku juga menikmati ciuman tadi. Aku menikmati ciuman mas Raja. Yah, hanya bayang wajah mas Raja yang melintas di mata terpejamku. Bukan mas El. Andai… Oh no no! Itu tidak mungkin! Sadar Sekar! Ini cuma latihan. Gumam Sekar sambil memandangi wajah Raja.
“Mas…”
“Apa?”
Akhirnya Raja mengiyakan keinginan Sekar. Kondisi air laut sepertinya tidak bersahabat. Lubang Sekar yang masih perawan juga susah ditembus olehnya. Raja mulai mengayuhkan tangannya mendekat ke kapal dengan membawa Sekar dalam dekapannya.
“Sekar… kamu naik duluan,” kata Raja sambil menyuruh tangan Sekar meraih tangga yang menggantung. Sekar pun meraih tangga yang menggantung itu. Tapi wajahnya tampak pucat dan tidak melangkahkan kakinya menaiki tangga.
“Mas…”
“Apa?”
“Em… Itu… Aku dah gak pakai celana. Tadi kayanya melorot sampai lepas karna tekanan air…” kata Sekar dengan penuh malu. Raja hanya tersenyum menanggapi kekonyolan pikiran Sekar.
Jadi dia gak tahu kalau tanganku yang melepas celananya? Hahaa. Menggemaskan sekali sih perempuan ini, gumam Raja dengan senyumnya.
“Kalau gitu biar aku naik dulu ke kapal ambil celanamu,” kata Raja yang kemudian meraih tangga kecil yang menggantung di kapalnya.
“Jangan!” Sekar sedikit memekik memegangi tangan Raja.
“Kenapa?”
“Aku takut ada hewan laut yang melintas. Em… boleh saya pinjam boxernya mas Raja aja? Ntar saya cariin boxer yang lain kalau udah sampai atas,” kata Sekar dengan senyum malu-malu.
Raja sudah tidak sanggup menahan tawanya. Dia mengusap-usap kepala Sekar.
“Udah, kamu naik aja. Aku gak akan lihat. Di dekat sana ada handuk. Kamu bisa langsung memakainya,” kata Raja sambil menahan tawanya.
“Tapi mas…”
“Udah sana naik! Ada ikan paus lewat bentar lagi!”
Sekar yang mendengar kata paus segera melangkahkan kakinya menaiki tangga. Sekar benar-benar ketakutan sampai tidak memperhatikan mata Raja yang sudah jelalatan memandanginya. Raja benar-benar puas melihat pan*tat dan paha mulusnya Sekar.
Raja segera naik ke kapal setelah Sekar naik. Perempuan itu sudah melilitkan handuk di tubuhnya.
“Kamu bisa pakai kamar mandinya dulu. Aku belakangan aja,” kata Raja dengan mengambil kotak rokoknya.
Sekar yang sudah kedinginan, tidak mampu menjawab ucapan Raja. Dia segera pergi ke kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya karena lengket air laut. Raja kembali menikmati rokonya dan membetulkan boxer yang masih terasa ketat.
Apa mending aku gak usah balik ke Anambas dulu ya? Sayang sekali kesempatan ini kalau hilang, gumam Raja sambil menyesap rokoknya.
*****
Untung aja si junior belum masuk…
Selamat kamu Sekar
Bersambung…
*****