
Beberapa menit berlalu akhirnya mereka sampai juga di depan kuil. Andi langsung berlari menaiki tangga untuk segera melihat teman immortalnya.
“Shin! aku datang!” seru Andi bersemangat.
Saat pijakannya sampai di anak tangga terakhir, Andi langsung menurunkan volume pekikannya. Ia kembali berjalan normal sembari memperhatikan sekitar.
“Shin? dia tidak muncul hari ini ... emm, apakah sedang sibuk mungkin ataukah bosan?” gerutu Andi dalam perjalanannya.
Tiba-tiba saja seseorang datang dan mengagetkannya dari belakang.
Bwaaaaa ....
Kyaaaaa ....
“Oi, oi ... kau ini bisa tidak datang jangan seperti hantu ... mengagetkan saja,” protes Andi yang sedikit kesal.
“Ahahaha ... aku memang sengaja ingin mengagetkanmu, sudah lama tidak bertemu aku jadi sedikit merindukan kalian hehe,” balas Shin yang langsung memeluk manja Andi.
Rein dan Hita pun langsung melambaikan tangan saat mereka telah sampai di atas, lalu berlari riang ke arah Andi dan Shin.
“Aku juga mau ikut!” seru Hita.
****
Sebelum memulai pembicaraan yang serius, Andi dan yang lainnya datang untuk membersihkan kuil terlebih dahulu agar lebih nyaman dan rapi.
Setelah selesai barulah mereka bisa bersantai untuk berbingcang-bincang seperti sebelumnya.
“Maaf Shin ... baru bisa mengunjungimu hari ini, karena belakangan ini kami sangatlah sibuk,” ucap Hita canggung.
“Tidak masalah, kesibukan manusia adalah sesuatu yang tak pernah ada habisnya, aku mengerti hal itu ... jadi santai saja, kalian tak harus datang setiap hari ... kapan saja asalkan itu waktu senggang,” balas Shin lembut.
“Syukurlah! kamu tak hanya baik tapi juga pengertian, kami sangat lega mendengarnya,” balas Hita dengan cukup terharu.
“Tak apa ... jangan terlalu dipikirkan, kehidupan manusia itu tumpang tindih, berputar dengan arah tak pasti dan hal apapun itu tentunya tak ada yang abadi, mereka hanya perlu menguatkan hati satu sama lain dan saling mendukung, kau boleh bersedih ataupun menangis tapi yang terpenting jangan menyerah ya,” ucap Shin dengan tiba-tiba.
“Aku ... aku mengerti, meskipun itu masih menyakitkan untukku, tapi aku juga akan berjuang karena ada kalian bersamaku ... jika saja aku sendiri mungkin aku sudah menyerah saat ini, karena itu ... aku ingin menjadi lebih kuat lagi, setidaknya agar tidak sampai begitu merepotkan kalian, hiks ...,” ungkap Hita yang berusaha menahan dirinya untuk tidak menangis lagi.
“Tenang saja, kau tak pernah merepotkan kami ... kita berjuang bersama-sama, tentunya usahamu juga sangat membantu, kenyataannya kita saling membutuhkan satu sama lain, jadi berhenti mengutuk dirimu sendiri, kau tau keberadaanmu itu adalah salah satu alasan kita bisa berkumpul seperti sekarang ini,” tambah Andi.
“Benar, sebanyak apapun kau meminta ... tak akan pernah merepotkan kami, keberadaanmu itu berharga, aku bersyukur bisa bersama denganmu,” sambung Rein.
“Terima kasih kalian semua sudah menghiburku, jangan khawatir ... untuk selanjutnya aku akan berlatih dan menjadi lebih kuat agar bisa melindungi orang lain, terutama orang-orang yang aku sayangi, lihat saja nanti!” seru Hita dengan suara yang hampir crack.
“Tentu, aku sendiri juga tak akan diam, aku perlu menjadi lebih kuat lagi,” sambung Rein.
“Yah pastinya, sekarang bagaimana menurutmu Shin? aku rasa kau sudah tau maksudku ... kau seorang Deity yang hebat, bahkan sebelum sampai ke tempat ini ... kau pasti sudah mengetahuinya bukan?” tanya Andi dengan senyum misteriusnya.
“Ahahaha ... tentu saja isi kepalamu itu bukanlah suatu hal yang biasa dimiliki oleh anak-anak normal lainnya, baiklah ... aku akan membantu tapi seluruh keputusan itu kembali ke masing-masing dari kalian, aku hanya membantu untuk menjelaskan saja,” balas Shin yang cukup bersemangat.
Rein dan Hita sedikit tercengang melihat interaksi kedua temannya yang terlihat sedikit mencurigakan itu, mereka seperti sedang melakukan perdebatan internal yang tidak normal, tentu saja kedua orang itu juga saling memahami satu sama lain.
****
“Kelompok exorcist naga putih selatan adalah salah satu kelompok yang paling berpengaruh dalam SANGU exorcist, mengirim pasukan terbaik mereka tentu adalah pilihan yang tepat, tapi selain itu mereka mungkin memiliki alasan lainnya juga, meskipun begitu mereka tetap kewalahan dan kehilangan banyak anggota akibat pertarungan beberapa bulan sebelumnya, tentu mereka memerlukan banyak pengganti meski hanya anggota luar, kemudian dalam penerapan latihan mereka sangatlah keras dan ketat, kelompok itu juga lebih tertutup dibandingkan kelompok lainnya, jadi jika kalian ingin bergabung tentu latihan yang akan kalian jalani tidaklah mudah,” jelas Shin.
“Ah tentu saja, untuk mendapatkan hasil terbaik ... berlatih saja tidaklah cukup, harus ada usaha yang lebih keras, tentu aku tak keberatan di bagian ini, tapi ... entah kenapa aku merasa akan ada konsekuensi yang berat untuk hal itu,” sahut Andi sembari memikirkan banyak hal dan kemungkinan yang akan terjadi.
“Setiap hal besar sudah pasti memiliki konsekuensinya masing-masing, hanya saja kau sendiri yang harus menentukan ... apakah bisa menjalaninya atau tidak? tentu saja aku tak bisa melarang ataupun memaksa kalian, terlalu ikut campur dalam masalah manusia juga melanggar peraturan, jadi kalian pikirkan baik-baik ... yang ingin kukatakan adalah jika kalian bergabung maka kalian akan bertemu penderitaan di depan sana, meski begitu jika memiliki keteguhan hati yang kuat, aku yakin kalian bisa menjadi exorcist yang hebat di masa depan, meski jalan yang kalian pilih adalah menderita untuk kepentingan banyak orang, apakah kalian bisa menerima hal itu?” ungkap Shin dengan lembut.
“Jika itu bisa melindungi diriku sendiri dan orang-orang yang berharga bagiku, maka aku bisa menerimanya ... hanya saja aku takut jika suatu saat kekuatan itu sendiri akan mengambil alih hatiku dan menjadi pribadi yang gelap dan kejam, aku tak ingin hal itu terjadi ... karena sifat serakah manusia yang tak ada batasnya, semakin besar kekuatan itu ... apakah mereka akan semakin kehilangan jati dirinya?” balas Andi yang tampak sedikit cemas.
“Argghh sudahlah kenapa tiba-tiba kau jadi penakut begitu, tentu saja exorcist adalah pekerjaan yang mulia, meskipun kita dibayar tapi tetap saja kan kita sudah menjadi salah satu pahlawan yang menjaga ketentraman manusia,” sahut Rein yang sedikit jengkel.
“Benar, kau tak perlu khawatir ... selama kita memiliki tujuan yang baik, seberapa kuat pun kita nantinya atau seberapa berat tekanan yang kita jalani, selama bersama pasti bisa, ehehe ...,” tambah Hita sembari tersenyum lembut.
“Jika itu keinginan kalian, aku pun juga ingin menjadi lebih kuat,” balas Andi sembari tersenyum singkat.
“Aku sungguh terkesan dengan ikatan kalian, jangan khawatir untuk selanjutnya aku juga akan membantu kalian, mungkin ini illegal ... tapi aku akan membawa kalian ke dunia immortal untuk berlatih dan menyerap lebih banyak energi di sana, bagaimana?” tanya Shin dengan cukup bersemangat.
“Woah, bisa begitu ya? tapi bukankah itu sangat beresiko ... bagaimana jika sebangsamu mengetahui hal itu, bisa-bisa kita berempat akan menjadi sejarah lebih cepat, hmmm,” sahut Andi dengan penuh perhitungan.
Shin sedikit terkekeh melihat tingkah Andi yang terlalu perfeksionis dan penuh perhitungan, meski begitu ia sangatlah terkesan dengan kejeniusannya.
“Ahahaha, jangan khawatir ... aku sudah memikirkan cara untuk itu, bahkan tempat persembunyianku juga cukup aman, jadi tenang saja aku akan mengurusnya dengan baik,” balas Shin dengan tegas.
“Tapi bagaimana caranya Shin? seharusnya penjagaan immortal itu sangatlah ketat dan mereka bukan seperti manusia, bukan hal yang sulit untuk bisa mengenali dan menangkap kita,” tambah Hita yang sedikit bingung.
“Aku sudah menyiapkan tali ikatan immortal, kalian hanya perlu menggunakan itu dan mengganti identitas manusia kalian menjadi immortal, tenang saja itu hanya bersifat sementara ... setelah kembali kalian akan menjadi normal seperti biasanya dan untuk penjagaan, tenang saja ... aku memiliki banyak koneksi di sana, jadi masih bisalah diajak tawar menawar,” Jelas Shin dengan wajah yang berseri.
“Ahahaha ... kedengarannya seperti anak bandel tapi yasudahlah, tak ada hal yang sepenuhnya murni di dunia ini, cara curang juga berlaku di manapun itu, asalkan tidak merugikan orang lain, okelah aku setuju,” balas Andi yakin.
“Um, aku juga setuju!” timpal Rein dan Hita serempak.
“Baguslah kalau begitu, oiya ... aku langsung saja berikan tali immortal ini masing-masing pada kalian, ambilah!” seru Shin sambil menyodorkan tali berisikan nama immortal.
Mereka bertiga langsung mengambil masing-masing dari tali tersebut lalu melihatnya. Ada sebuah nama di setiap tali itu yang sekaligus akan menjadi nama baru bagi ketiganya ketika mereka pergi ke alam immortal. Andi menerima nama immortal sebagai Chu Yan, Rein dengan nama Su Yang, dan Hita dengan nama Lin Xie.
****
Sejak saat itu mereka berempat selalu berlatih bersama di dunia immortal untuk melatih energi spiritual mereka. Selain itu, tawaran untuk bergabung menjadi anggota exorcist juga telah mereka setujui.
Tentunya latihan akan jauh lebih berat lagi di kemudian hari, karena itu mereka harus mempersiapkan diri lebih awal dan berlatih dengan sungguh-sungguh bersama teman immortalnya.
.
.
.
TBC