
Pada pertarungan kedua, Andi mulai membagi tugas pada rekan exorcistnya. Andi, Ruri, Nana dan Fuurin bertarung untuk melawan monster zombie rasaksa, sedangkan Erick, Miki dan Ran bertarung dengan para zombie biasa.
Pertarungan sengit mereka berlangsung cukup lama, para zombie juga telah memberi banyak perlawanan yang menyulitkan mereka.
Terutama semburan cairan beracun pada zombie membuat mereka menjadi sedikit kewalahan, karena setiap objek yang terkena cairan tersebut akan melepuh dan meleleh, karena itu mereka perlu lebih berhati-hati lagi.
Andi menggunakan segel jarum cahaya untuk menahan pergerakan makhluk itu, kemudian disusul dengan untaian rantai api dari Nana. Sedangkan Fuurin dan Ruri menyiapkan pola segel pengikat
Mereka perlahan mulai mengunci rapat pergerakan makhluk besar itu. Ketika pola segel hampir selesai, satu persatu dari mereka perlahan beralih untuk membantu penyempurnaan segel. Selain Andi dan Nana, para exorcist lainnya kini berfokus pada segel buku pengikat.
Mereka berlima menggunakan formasi segel lima bunga, sementara Andi dan Nana masih tetap mempertahankan jurus pengikat mereka sampai zombie rasaksa itu benar-benar berhasil di musnahkan.
Segel kali ini akan lebih sulit dilakukan, karena yang akan mereka segel adalah violet mark yaitu sumber dari kekuatan zombie. Jika violet mark berhasil disegel dan dipisahkan dari wadahnya, maka zombie itu pun akan kehilangan kekuatannya dan hancur dengan sendirinya.
Mereka berjuang keras untuk menarik keluar kekuatan iblis itu dari pusat energi zombie. Namun, tampaknya kekuatan zombie masih sedikit lebih unggul. Melihat hal itu, Andi pun ikut serta membantu dari luar, meskipun itu akan membuatnya lebih cepat kehabisan energi.
Tak ingin tinggal diam juga, Nana pun ikut melakukan hal serupa. Meski itu cukup beresiko, tetapi itu cukup membantu dan meningkatkan kekuatan segel.
“Ketua, bukankah akan beresiko, menggunakan kekuatan yang besar dengan objek ganda, kalau sampai kehabisan energi ... itu akan menjadi sangat gawat untuk kita semua,” ucap Ruri khawatir.
“Tenang saja, itu bukanlah masalah besar ... yang terpenting kita harus menyegelnya dengan cepat, ” balas Andi tegas.
“Baiklah, tapi ....”
“Aku baik-baik saja, tapi untuk Nana ... kamu jangan terlalu memaksakan diri, jika kekuatanmu sudah mulai melemah ... hentikan saja untuk segel pengikat dan fokuslah hanya pada rantai api penahanmu,” perintah Andi tegas.
“Baik ketua!” jawab Nana singkat.
Setelah cukup lama melangsungkan ritual segel lima bunga, akhirnya sedikit demi sedikit kekuatan dari violet mark mulai terpisah dan perlahan tersegel dalam sebuah buku segel. Jumlah kekuatan dari zombie iblis itu cukup banyak, sehingga mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa menyegel seluruh kekuatannya.
Beberapa menit berlalu, tanda violet mark pun hampir memudar pada tubuh zombie raksasa. Pada beberapa detik terakhir sebelum tanda itu dituntaskan, tiba-tiba saja udara berubah menjadi sangat dingin, pepohonan dan benda sekitar pun seketika membeku.
Kristal es yang menyebar di udara dengan perlahan mematahkan jurus penahan para exorcist serta memutus koneksi segel pengikat.
Kemudian angin kencang berhembus dengan tiba-tiba dan menghempas para exorcist yang sudah hampir kehabisan tenaga.
Di saat yang bersamaan pula, kilat ungu berkobar pada violet mark zombie iblis yang masih tersisa pada bagian tubuhnya, kemudian kekuatan yang besar kembali meledak dan mengisi kembali kekuatan yang telah tersegel tadi. Violet mark pun telah diperbarui kembali menjadi kekuatan yang baru.
“Hah ... hah ... sial, bagaimana bisa begini?” gumam Andi sambil berusaha berdiri.
Zombie iblis raksasa pun kembali pulih dan bergerak dengan energi baru. Makhluk itu mengeluarkan kilat ungu untuk menyerang para exorcist.
Andi dan yang lainnya berjuang sekuat tenaga untuk menghindari serangan itu, mereka sudah kehabisan tenaga untuk memberi serangan balasan, karena itu mereka hanya menyimpan tenaga yang tersisa untuk menghindari setiap serangan yang akan datang.
Sebagai pertahanan tambahan, mereka juga menggunakan senjata khusus seperti sebelumnya.
Cukup lama bertahan pada situasi itu, satu persatu dari mereka pun akhirnya mulai tumbang. Kali ini Andi benar-benar telah terpojokkan, ia ingin membantu rekan-rekan exorcistnya, tetapi tenaganya sendiri juga sudah hampir mencapai batasnya.
“Sial! dia benar-benar sengaja membuat agar kami kelelahan sebelumnya, kemudian menyiapkan hadiah tersembunyi setelahnya, bajingan itu sungguh tak bisa diremehkan,” umpat Andi kesal.
Melihat situasi ini, Fuurin dan yang lainnya pun perlahan berkumpul kembali ke tempat Andi berdiri sekarang.
“Ketua, kita benar-benar telah disudutkan, haruskah kita gunakan 'itu' untuk melawannya?” tanya Fuurin ragu.
“Jangan pernah lakukan itu ... kita masih punya kesempatan lain, percayakan saja padaku ... kita semua akan baik-baik saja,” sahut Andi dengan yakin.
“Baiklah, kalau begitu apa yang harus kita lakukan selanjutnya? tanya Fuurin lagi.
“Baiklah, aku masih bisa melakukannya,” jawab Fuurin singkat.
Dengan cepat Fuurin pun langsung membuat segel pelindung seperti yang diintruksikan oleh ketuanya.
Sementara masih menyelesaikan segel tersebut, yang lainnya pun juga ikut mendukung dan melindungi Fuurin dari berbagai ancaman dan serangan dengan perlawanan yang terbatas.
Beberapa saat setelah segel pelindung berhasil diaktifkan, Andi pun mulai mengaktifkan segel khusus pada tangan dan dahinya. Tak lama kemudian sebuah tanda yang disebut “Jiu” mulai muncul dan menyebar dari dahi sampai kelopak mata. Sorotan matanya pun juga terlihat begitu serius.
‘Jika tak aku gunakan kekuatan ini maka semuanya pasti akan mati, jadi apapun hasilnya nanti aku harus tetap memperjuangkan pertarungan kali ini,’ bhatin Andi tegas.
“Kalian semua mundurlah dan bantu untuk lindungi nona Fuurin, untuk monster ini biarkan aku yang menanganinya,” perintah Andi dengan yakin.
“Baik ketua,” sahut anggota lainnya serempak.
Meskipun mereka cukup khawatir dengan keadaan Andi, tetapi mereka mencoba untuk mempercayakan itu pada ketuanya, lagipula mereka sendiri sudah hampir kehabisan tenaga untuk bertarung lagi, oleh karena itu mereka gunakan sisa kekuatan mereka masing-masing untuk saling mendukung dan melindungi.
Sementara yang lainnya masih menjaga segel pelindung, Andi pun bertarung sengit dengan monster zombie itu. Kekuatannya meningkat drastis seperti terisi ulang kembali, begitu pula dengan kecepatannya yang bertambah beberapa kali lipat. Ia benar-benar bertarung dengan kekuatan penuh.
Melihat hal itu Fuurin pun merasa penasaran, bagaimana bisa seperti itu?
“Senior Ruri, segel apa yang telah dilakukan ketua tadi? kekuatannya benar-benar terlihat berbeda dari sebelumnya,” tanya Fuurin sembari memperhatikan pertarungan mereka.
“Sebenarnya segel itu adalah penghubung kekuatan yang berasal dari dunia immortal, jika segel itu dibuka maka seluruh kekuatan yang telah terkumpul akan menyatu dengannya,” jelas Ruri dengan wajah yang sedikit melemah.
“Immortal? bagaimana bisa ketua memiliki kekuatan dari dunia itu?” tanya Fuurin lagi.
“Aku tak begitu tahu pastinya, hanya saja ... jika ketua membuka segel itu, maka keseimbangan alam akan terganggu karena adanya kekuatan abnormal dari dimensi lain dan itu bisa menyebabkan bencana alam di dunia manusia,” jelas Ruri.
“Begitu ya, pantas saja dia memintaku untuk membuat segel pelindung ini, tapi walaupun begitu aku selalu percaya ... ketua pasti sudah memikirkan hal itu dengan baik sebelumnya ... kita percayakan saja dan beri dukungan sebisa mungkin padanya,” ungkap Fuurin dengan tegas.
“Tentu saja, dan satu hal lagi ... setelah segel pelindung menghilang nantinya ... sebisa mungkin kita harus menetralisir itu dengan kekuatan masing-masing sebelum terjadi hal yang buruk,” tambah Ruri dengan wajah yang serius.
“Baik,” jawab Fuurin singkat.
Dalam pertarungan itu, Andi mengunakan elemen petirnya untuk menyengat monster zombie tersebut. Kemudian dipadukan dengan kekuatan cahaya immortal yang membuat monster zombie terbakar oleh kekuatan suci itu. Akibatnya, monster pun kembali melontarkan cairan asam tinggi yang beracun.
Andi mencoba menyerap seluruh serangan monster zombie dengan pola jurus jaring-jaring cahaya yang melenyapkan setiap serangan sebelum mencapai dan menghujani rekan-rekan exorcistnya.
Tak hanya sampai di sana, Andi pun dengan cepat membuat pedang cahaya yang bisa menyebar bagaikan api. Begitu pula dengan sang monster, ia mengerahkan seluruh kekuatannya dan mengeluarkan cahaya ungu di sekujur tubuhnya. Perlahan cahaya tersebut mengeras dan membentuk kristal tajam yang sangat beracun.
Benda itu terlihat cukup fleksibel, ketika monster zombie mulai mengibaskan tangannya ke arah Andi, kemudian ratusan kristal beracun itu melayang dan meluncur ke arahnya.
Dengan sigap Andi pun melakukan serangan balasan yang serupa. Ketika mengarahkan pedang cahayanya, benda itu berubah menjadi sebuah kekuatan kombinasi antara petir dan cahaya yang membentuk kilat api, kemudian menyebar dan membakar kristal beracun tadi.
Andi harus tetap fokus pada pertarungannya sendiri, meskipun ia juga mengkhawatirkan teman-temannya. Namun, kecepatan serangan lawan juga tak bisa diremehkan, sedikit saja ia lengah maka serangan kristal-kristal itu akan menghujani tubuhnya.
.
.
.
TBC