Roped Fate

Roped Fate
Ch.23 : Tanda Shan



Dari kejauhan, Riko dan Ruri melihat kilatan cahaya dari suatu tempat, sudah dipastikan itu adalah rekan mereka yang sedang bertarung melawan iblis, keduanya mulai mengendap-endap di semak-semak untuk melihat situasi di sana.


Saat mereka sudah berada cukup dekat dari sana, Ruri kembali terkejut.


“Bukankah makhluk itu iblis phoenix kegelapan?” gumamnya.


“Seperti apa kekuatannya, apa itu iblis tingkat tinggi?” tanya Riko penasaran.


“Benar, itu adalah iblis tingkat tinggi level 8, tahun lalu adalah tahun Macan Yang, saat itu kekuatan iblis sedang melemah, jadi kami berhasil menyudutkannya waktu itu, tetapi sayang sekali kami gagal menangkapnya, dan tahun ini makhluk itu kembali lagi, mungkin berniat untuk balas dendam,” jelas Ruri.


“Hmm ... serumit itukah dunia exorcist?” tanya Riko.


“Tapi aku sedikit khawatir dengan kekuatan supranatural ketua saat ini, karena kulihat ia semakin melemah,” ucap Ruri yang sedikit murung.


“Mereka sepertinya sedang kesulitan menyegel makhluk itu, kau tidak ingin membantu mereka?” tanya Riko lagi.


“Tugasku sekarang adalah menjagamu, kau jangan banyak protes,” sahut Ruri kecut.


“Aduhh!”


Tiba-tiba Riko kembali merasakan sakit yang sama seperti sebelumnya.


“Kau kenapa?” tanya Ruri khawatir.


“Entah, kepalaku sakit lagi akhhh,” balas Riko singkat sembari menahan dahinya.


“Ini gawat ... apa yang harus aku lakukan? ketua!” gerutu Ruri yang semakin khawatir.


“Kau abaikan saja aku, cepat bantu ketua! lihatlah dia ... reaksinya agak aneh, jangan sampai makhluk itu membunuhnya,” sahut Riko yang terus memaksa Ruri untuk pergi.


“Tapi aku tak bisa meninggalkanmu saat ini, jika sampai terjadi sesuatu padamu aku takkan pernah bisa memaafkan diriku sendiri, kau harus mengerti itu,” balas Ruri dengan suasana hati yang semakin kacau.


“Tapi bagaimana dengannya?” bentak Riko dengan intonasi yang lebih tinggi.


“Percayakan semuanya pada mereka, semua pasti akan baik-baik saja,” balas Ruri sambil berusaha menenangkan Riko.


AKKHHH ....


Riko kembali merasakan sakit teramat pada kepalanya, tanda itu kembali muncul. Begitu juga halnya dengan Andi, tanda yang sama persis pada dahinya mulai muncul dan menjalar ke area lain wajahnya.


Semua orang tercengang, ada beberapa hal yang belum mereka ketahui dari ketuanya itu, tanda itu seakan melemahkannya, ia benar-benar merasakan sakit yang tak terkira.


“Kenapa kau ... bisa sebodoh ini, bukankah aku sudah memberitahumu sebelumnya, dasar bodoh ... kau bodoh sekali,” umpat Andi kesal ketika ia menyadari sesuatu.


Kekuatan segel lima bintang seharusnya sudah cukup untuk bisa menahan iblis level 8. Namun, tampaknya mereka mengalami kesulitan, tahun ini para iblis jadi lebih mengganas seakan mereka mendapat pasokan energi baru, hal itu dikarenakan tahun ini adalah tahun di mana energi Yin lebih mendominasi, selain itu kekuatan Andi saat ini sudah dipastikan telah mengalami penurunan.


Iblis itu semakin meronta, jika mereka tak segera melakukan sesuatu, bisa saja segel itu dihancurkannya. Andi masih berusaha mempertahankan segel itu agar tetap utuh, meskipun ia sudah hampir kehabisan tenaga.


Riko semakin ketakutan melihat kegentingan ini.


‘Bagaimana jika iblis benar-benar membunuhnya? aku akan terus dihantui perasaan bersalah, karena akulah penyebab kekacauan ini, dan secara tidak langsung akulah yang telah membunuhnya,’ pikirnya takut.


Riko benar-benar merasa terpojokkan oleh situasi ini, ia ingin membantunya tetapi tak ada satupun hal yang bisa dilakukannya, karena ia masih terlalu lemah.


‘Tidak, aku tak akan membiarkan hal itu, setidaknya aku harus menebus semuanya.’


Mereka semua hampir tak percaya, energi segel dari ruas Andi sudah semakin menipis dan sebentar lagi mungkin akan menghilang, Ruri mulai meneteskan air matanya, ia merasa benar-benar ditempatkan pada dua pilihan besar. Ia mulai menekan kepalanya yang hampir stress karena itu.


“Jika aku biarkan kau pergi, jika sampai terjadi sesuatu denganmu, itu akan berpengaruh juga padanya, katakan! apa yang harus aku lakukan?” ucap Ruri dengan panik.


“Cepat pergi! aku akan baik-baik saja, aku pasti menjaga diriku sendiri, jangan remehkan, kau pergi saja!” perintah Riko dengan tegas.


“Baiklah! aku akan pergi.”


Tanpa perasaan ragu lagi, Ruri berlari ke tempat Andi untuk membantu dan menggantikannya. Namun, sebelum ia berhasil sampai di sana, energi segel Andi sudah benar-benar menghilang, ia telah kehabisan tenaga.


“Sial! kenapa harus di saat-saat seperti ini? kalau saja tanda ini tidak muncul, semua takkan jadi kacau seperti ini,” gerutunya kesal.


Karena salah satu bintang dari segel tersebut telah menghilang, maka formasi mereka akan hancur.


Iblis mulai mengumpulkan kekuatan yang kemudian menitikkannya pada ujung sayap berdurinya. Seketika Andi melebarkan iris matanya, badan yg sudah hampir tak bisa digerakkan lagi, bahkan takkan mampu menghindari serangan penuh iblis yang akan ditujukan padanya. Begitu pula dengan anggota exorcist lainnya mereka seketika mematung dan tak berdaya.


‘Tidak! ini tidak bisa terjadi, aku harus bisa menyelamatkannya,’ batin mereka.


Iblis pun melepaskan serangan terbaiknya ke arah Andi, Ruri masih tak percaya hal ini, apakah ia telah terlambat?


“Tidaaaaaaaak ...”


BUZZZZZ ....


Mereka semua tercengang, iblis benar-benar telah mendaratkan serangannya pada Andi. Air mata mulai mengalir, semua terasa seperti mimpi, perasaan sesak di dada tak bisa ditahan lagi, tanda di dahi Riko juga mulai memudar hingga menghilang, ia benar-benar tak bisa mempercayai hal ini akan terjadi, ini benar-benar di luar ekspektasinya.


Kabut masih mengepul, Riko tak bisa melihat apapun di sana. Namun, ia masih berharap Andi akan baik-baik saja dan bisa menghindari serangan tadi. Bagaimanapun keadaannya, mereka semua tidak boleh lengah, karena di sana masih ada iblis yang harus mereka selesaikan.


Dengan perasaan sesak di dadanya, Ruri masih berusaha berjalan untuk bergabung dengan teman-temannya.


Phoenix iblis mulai menyemburkan api dari paruhnya, para anggota exorcist pun bersiap untuk menangkis serangan dari iblis tersebut, tetapi sayangnya hanya ada satu orang di antara mereka yang memiliki elemen air, sisanya hanya ada elemen kayu, logam, dan tanah.


Namun, mereka takkan menyerah begitu saja, walaupun dengan tenaga yang masih sedikit tersisa, mereka bertarung dengan seluruh kemampuan mereka.


Sayangnya dalam serangan berikutnya mereka sudah begitu terdesak hingga tak sempat memberi serangan balasan. Hampir saja api iblis itu menghanguskan mereka semua, tiba-tiba suatu serangan balasan datang dan menghempas semburan api iblis tersebut.


Mereka terdiam sejenak, di sana sedang berdiri seseorang dengan elemen api yang kuat.


“Rein?”


Orang itu datang dan memukul mundur iblis, kemudian ia kembali memanggil Riko yang sedang bersembunyi area semak-semak untuk segera datang dan membantu merawat anggota lain yang terluka, sekaligus segera menjauhkan mereka dari tempat itu.


“Riko ... datanglah! cepat bawa mereka semua menjauh dari sini,” perintah Rein.


“Baiklah, tapi bagaimana denganmu?” tanya Riko khawatir.


“Ini perintah, lakukan saja! kau jangan bertanya lagi, aku takkan kalah dari siapapun meski dengan tubuh yang lemah, aku masih bisa bergerak,” sahut Rein dingin.


“Tapi, kau tak bisa menghadapinya sendiri, itu terlalu berbahaya,” sela Ruri.


“Aku sudah membawa Jiu ke tempat yang aman, kau sebaiknya jaga dia di sana,” sahut Rein.


Mereka kembali terkejut seakan tak percaya mendengar hal itu, ini memang berita yang baik, tapi mereka juga tak bisa meninggalkan rekan lamanya berjuang sendiri.


“Pergi saja, kalian hanya akan menghalangiku di sini, jika kau tak ingin mati di sini, maka pergilah,” perintah Rein dengan tatapan yang serius.


“Tapi bagaimana kau akan menyegel makhluk kuat itu jika kau hanya sendiri,” tambah Erick.


“Kalian berisik sekali, cepat pergi jangan menjadi beban di sini, dan kau tak perlu menanyakan lagi bagaimana aku akan menyegel makhluk itu, karena kurasa tak perlu untuk menyegelnya lagi, tapi langsung menghabisinya,” sahut Rein dengan seringai kejam di wajahnya.


Mereka begitu tercengang dengan jawaban dan tatapan menusuk dari Rein. Tak bisa berlama-lamaan lagi, Riko langsung mengevakuasi senior-seniornya yang keras kepala itu dan membawa mereka ke tempat yang aman.


Ruri pun kembali berlari ke tempat di mana ketuanya berada. Untungnya saat itu ketua Andi masih sadar dan bisa melakukan telepati agar bisa berkomunikasi dengan rekan anggota lainnya.


Beberapa menit berlalu, akhirnya mereka semua kembali berkumpul. Di sini Riko membantu merawat senior-seniornya termasuk Andi. Ia cukup bersyukur bahwa Ran selalu membawa kantong obat-obatan herbal dalam sakunya.


****


Dari kejauhan sana mereka melihat pertarungan antara iblis phoenix melawan rekan klubnya, semua orang hampir tak percaya, bahwa ternyata level kekuatan Rein benar-benar berada di atas rata-rata.


Rein mengeluarkan suar yang selalu di bawanya ke mana-mana, lalu menyebar ribuan kertas mantra yang saling menguntai, kemudian menggabungkan kekutan keduanya, yang mengakibatkan kebakaran dalam skala besar, tak hanya itu saja, ia juga memanipulasi sebagian cahaya api menjadi duri-duri cahaya yang menembus segala objek yang ia serang.


Iblis itu pun mulai melemah dengan serangan bertubi-tubi dari Rein, sulit dipercaya ... hanya dalam sekejap ia telah mengubah night zone menjadi seperti neraka.


Serangan itu tak terkira tingkatnya, tetapi iblis juga takkan tinggal diam. Ia memberikan serangan balasan, tetapi sayangnya semburan api itu berhasil dibekukan Rein menjadi kristal yang sangat keras, bahkan serangan kristal es itu masuk sampai ke dalam tubuh sang iblis. Rein pun kembali menyudutkan seringai di wajahnya.


Frozen dust : ~WaterBlow~ Space!


~Bebaskan~


BANGGGG ....


Kristal yang tadinya keras tiba-tiba mencair dan meledak dengan tekanan tinggi.


Semua orang seakan membeku menyaksikan adegan siksa neraka tersebut.


Ledakan besar menghunjam seluruh bagian tubuh iblis, lautan darah iblis menggenangi hutan night zone, Rein mulai tertawa menikmati hujan darah menjijikan itu. Kemudian ia melompat ke atas pohon dan menggores tangannya sendiri cukup parah menggunakan belati yang ia bawa.


“Aku sudah bosan bermain denganmu, sebaiknya aku akhiri segera pertunjukan ini.”


Ia mulai menggoreskan segel yang tidak biasa mengunakan darahnya, Andi benar-benar tidak percaya dengan apa yang sedang temannya lakukan.


‘Apa ini benar-benar Rein temanku?’ pikir Andi.


“Ketua, segel itu ... itu benar-benar tidak wajar, apa yang sedang dilakukannya? itu bukanlah segel penahan kan?” tanya Ruri bingung.


“Aku tak pernah melihatnya sebelumnya, dan kita juga tak pernah mempelajarinya bukan, bagaimana dia bisa ...,” sambung Erick yang tampak khawatir.


“Ketua, apa itu akan baik-baik saja?” sela Miki.


“Aku harus menghentikannya,” jawab Andi dengan begitu panik.


“Tapi ketua, itu terlalu berbahaya,” tambah Nana.


“Tidak bisa, aku takkan membiarkanmu lagi,” ucap Riko sambil menatap tajam ke arahnya.


“Aku harus pergi, ini berbahaya untuknya, aku tak bisa membiarkannya untuk menggunakan segel itu, benar-benar tidak bisa,” balas Andi dengan tubuh yang semakin gemetar.


Ia berlari ke tempat Rein, tetapi kembali berhasil dihentikan oleh Riko. Dengan sedikit tenaga yang tersisa ia terus meronta, beberapa kali berhasil lolos, tetapi tertangkap lagi dan terus berkelanjutan seperti itu.


Hingga ia berhasil lebih dekat ke tempat Rein berada, dalam pijakan terakhirnya ia kembali terjatuh dan Riko kembali menahannya di sana.


“Tidak kumohon, jangan kau lakukan itu, Shaaaaan!”


Andi berteriak dengan sekuat tenaga, Rein juga sudah menyadarinya di sana. Namun, ia tetap menyelesaikan segelnya, segel yang terlihat begitu rumit penuh dengan goresan darah manusia, ia masih tetap pada pendiriannya.


Segel pun mulai diaktifkan. Riko kembali terperanjat setelah melihat tanda pada dahi Rein, itu sama seperti tanda miliknya, hanya saja tanda pada Rein memiliki goresan bentuk yang sedikit berbeda darinya.


Mereka menjalar ke area wajah lainnya, tetapi ia masih tidak peduli. Rein benar-benar menggunakan kekuatannya untuk membuat segel terlarang itu.


“Sudah kukatakan sebelumnya, aku tak perlu menyegel makhluk menjijikan ini, karena aku akan langsung melenyapkannya,” gumam Rein dengan aura yang gelap.


Ia membuka rentang segel untuk menangkap iblis tersebut.


Demon Gate : Darkness ~ execution ‖ ~ Killer Dimension ‖


~Hancurkan~


Sebuah lubang hitam muncul dan menelan iblis phoenix ke dalamnya, lalu menghancurkannya hingga menjadi debu halus tak kasat mata.


Air mata mulai mengalir dari kedua mata Andi, ini benar-benar sudah di luar batas seorang manusia. Ia tak bisa berkata-kata lagi. Tak hanya ia saja, yang lainnya juga ikut membeku setelah menyaksikan kejadian yang baru saja terjadi.


.


.


.


TBC