REVENGE AND LOVE

REVENGE AND LOVE
- EPISODE 78 -



"Aku sudah menahannya sangat lama, semua karena Isabella. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk memberikanmu sedikit hadiah. Berdirilah Billy, aku ingin tahu seberapa kuat pimpinan mafia hitam."


Billy pun berdiri dan menghamburkan tinjunya pada Zack, namun semua tinjunya meleset. Zack meraih tubuh Billy dan menghempaskannya ke lantai dengan sangat keras, memukulnya dengan segala amarah yang selalu ia pendam. Billy yang sudah memar dan penuh darah pun terkulai.


"Segini saja? Kenapa ternyata hanya rumornya saja yang mengerikan, pemimpinnya tidak sekuat yang ku kira."


Isabella memilih untuk menutup wajahnya dengan mantel milik Zack, ia tidak tahan melihat Zack memukuli Billy.


"Apa kau juga yang mengirim bunga beracun di pesta pernikahan paman ku dan Alicia." Tanya Zack mengatur nafasnya.


"Uhuk! Uhuk...!" Billy terbatuk batuk karena dada nya yang nyeri.


"Benar, aku yang mengirimnya." Kata Billy.


Isabella terbelalak.


Zack menyeringai kan senyumannya.


"Membusuklah di sini!" Kata Zack keluar dari ruangan sel.


"Aku mohon, jangan sampai Alicia tahu aku seperti ini." Kata Billy lemah.


"Aku tidak akan memberitahu Alicia." Kata Isabella.


Stark memberikan sapu tangan pada Zack untuk mengelap noda darah.


"Kita kembali ke mansion." Perintah Zack.


Sekembalinya di mansion, Isabella telah selesai membersihkan dirinya, ia sedang mengeringkan rambut sedangkan Zack masih berada di kamar mandi.


Isabella teringat apa yang dikatakan Julian, dan mematikan hairdyer nya.


Kemudian Isabella menyisir rambutnya perlahan, dari belakang Zack yang sudah memakai handuk kimono pun mendekat. Melihat Isabella melamun Zack memeluk nya membuat punggung besarnya terlihat membungkuk.


"Kau melamun tentang apa?"


"Tidak..." Kata Isabella tersenyum.


Kemudian Isabella berjalan naik ke atas tempat tidur berukuran besar.


"Tapi sayang, malam indah apa yang pernah kau lalui bersama Julian?" Tanya Zack duduk di tepi ranjang.


Isabella menarik selimutnya hendak menutup mata.


"Hanya makan malam biasa." Kata Isabella sembari memejamkan matanya.


"Benarkah? Tapi wajah mu mengatakan kau sedang berbohong."


Isabella membuka matanya.


Zack kembali tersenyum.


"Kau kembali menjadi Isabella yang mudah di tebak, semua kerisauan itu ada di wajahmu."


Isabella menghela nafas.


"Jika aku memberitahumu apa kau akan marah?"


Zack melengkungkan bibir dan menyedekapkan tangannya.


"Mungkin tidak tapi juga mungkin iya. Tergantung seperti apa."


"Jika kau berjanji dulu tidak akan marah aku akan menceritakannya."


Zack menghela nafas.


"Aku tidak akan marah."


"Aku dan Julian berciuman dan kita hampir...."


"Hampir?" Tanya Zack.


"Hampir melakukan itu...." Kata Isabella menunduk dan meremas jemarinya.


Dada Zack membusung dan jelas raut wajahnya berubah seketika.


"Tapi aku di bawah pengaruh alkohol saat itu Zack, aku mabuk. Julian menyiapkan makan malam karena saat itu dia bilang adalah hari ulang tahunnya, dan kami makan malam berdua, aku minum segelas anggur dan ternyata itu membuat tubuhku sedikit aneh, terasa panas dan entahlah aku tidak bisa menjelaskannya."


"Apa kalian tidur bersama?" Zack bertanya dengan ekspresi dingin.


Isabella duduk dan menggengam tangan Zack.


"Aku tidak tahu, tapi aku sangat yakin kami tidak melakukannya."


Mata Isabella hampir menangis.


Zack diam.


"Kenapa sekarang kau membelanya."


"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya... Zack."


Kemudian Zack memeluk Isabella.


"Jadi, jika Julian menyesal dan berjanji melepaskanku, apa kau mau membebaskannya? Begitu juga Billy, aku merasa prihatin padanya meski apa yang telah mereka lakukan padaku tapi, mungkin Billy juga tidak bermaksud melakukannya dengan sengaja, dia mengira aku akan melaporkannya pada Alicia." Tanya Isabella di dalam dekapan Zack.


"Kita lihat nanti. Sekarang tidur dulu, kau baru sembuh, jangan memikirkan sesuatu yang membuatmu tertekan."


*******


BEBERAPA BULAN BERLALU....


"Jangan ada kesalahan sedikitpun." Suara Wyne terdengar tegas sembari membawa dokumen di tangannya, itu adalah daftar apa saja yang harus ia cek agar acara berjalan dengan lancar.


"Perketat penjagaan dan periksa semua mobil yang akan di gunakan." Stark memberikan perintah pada para pengawal.


"Baik tuan." Jawab para pengawal.


Sebuah gedung yang besar bak istana milik Zack Wickley menjadi tempat dimana sepasang pria dan wanita akan menyatukan janji suci mereka.


Banyak pelayan lalu lalang serba sibuk menyiapkan semuanya.


Sedangkan mempelai pria dan wanita masih sibuk berhias di ruangan masing-masing.


Setelah waktu yang telah ditentukan tiba dan kursi-kursi sudah di penuhi oleh tamu undangan, sang mempelai pun keluar dari tempat persembunyian mereka.


Isabella di balut dengan gaun pernikahan berwarna putih yang panjang. Zack menunggu di altar dengan gagah dan mata yang berbinar.


Pernikahan Zack Wickley dan Isabella menjadi berita utama di sepanjang pekan ini.


Apalagi pernikahan itu di siarkan secara langsung oleh media milik Wickley group.


Isabella tersenyum saat sampai di depan Zack dan tangan kekar Zack pun menerima tangan Isabella yang terbalut dengan sarung tangan putih memanjang hingga ke batas siku.


"Zack Wickley Volkofrich apa kau menerima Isabella Kayl sebagai istrimu meski dalam keadaan suka dan duka."


"Aku menerima."


"Isabella Kayl apa kau menerima Zack Wickley Volkofrich sebagai suami mu meski dalam suka dan duka."


"Aku menerima."


"Kalian sah menjadi suami dan istri."


Zack dan Isabella saling memandang, senyuman terukir bahagia di wajah mereka, bahkan Zack tidak bisa lagi menahan senyumannya, wajah yang biasanya dingin kini terpampang di seluruh dunia bagaimana wajah gembiranya.


Zack meraih tengkuk Isabella dan melingkarkan sebelah tangannya di pinggang Isabella.


Mereka saling berciuman dan saling mengaitkan lidah.


"Aku mencintaimu Isabella."


"Aku juga mencintai mu Zack."


Tepuk tangan yang riuh menggema di seluruh gedung, Zack dan Isabella pun perlahan berjalan keluar dari gedung. Ketika berada di depan halaman gedung, semua sudah menunggu pada sesi yang paling di nanti, Isabella melemparlan buketnya.


Semua berteriak entah bagaimana buket bunga itu meluncur jauh hingga mengenai tubuh Stark. Sontak Stark menangkap nya dengan spontan menggunakan kedua tangan.


Isabella tertawa di susul semua orang.


Beberapa pengawal pun membawa Stark yang kebingungan membawa buket bunga pada Wyne yang saat itu tampil cantik dan anggun dengan gaun biru mudanya.


Semua bersorak ketika Stark berdiri dengan canggung di samping Wyne, begitu juga Wyne yang wajahnya sangat merah.


Tiba-tiba dengan agresif Wyne mencium bibir Stark dan sontak membuat suara yang bergemuruh semakin memekik histeris.


"Wooooww!!!"


Para wanita pemuja Stark pun memegangi dada mereka.


Stark di kenal dingin, dan para wanita yang bekerja di perusahaan pun tidak ada yang berani mendekat, mereka hanya diam-diam mengagumi sosok tampan Stark yang hampir memasuki usia kepala 4.


Zack dan Isabella masuk ke dalam mobil mewah yang akan membawa mereka ke mansion dimana orang tua Zack sudah menunggu.


Zafran serta Laura tidak dapat hadir di karena kan itu akan membuat kegaduhan di dunia. Bagaimanapun berita kematian Zafran dan Laura sudah di konfirmasi namun itu salah satu nilai positifnya, Laura selalu ingin memiliki kehidupan yang tenang.


Mobil iring-iringan sudah membawa Zack dan Isabella menuju mansion milik Zafran.


Di belakang mereka mobil milik Dax bersama Alicia, Harry dan juga Evashya mengikuti.


~TAMAT~