REVENGE AND LOVE

REVENGE AND LOVE
- EPISODE 18 -



Isabella memberesi semua perlengkapannya yang ada dalam tenda, sedang beberapa pengawal sudah membantunya membawa tas-tas tersebut.


"Manja. Norak!" Kata Sezi geram sembari berdiri menyedekapkan tangan dan memainkan rahangnya.


"Apa mereka akur lagi?" Tanya Fay.


Sezi dan Milly hanya diam dan memperhatikan ke arah bawah, ada iring-iringan mobil lagi yang juga datang ke perkemahan.


"Siapa lagi mereka." Tanya Sezi.


"Entahlah." Sahut Fay menggendikkan kedua bahu sembari menyedekapkan tangan.


Isabella kemudian berjalan turun, dan masuk ke dalam mobil. Zack hendak masuk juga ke dalam mobil namun seseorang memanggilnya.


"Tuan muda Zack." Teriak orang tua itu pelan.


Zack menoleh, terlihat seorang pria paruh baya dengan rambut yang sudah di dominasi rambut putih berjalan menuju padanya.


"Saya tidak menyangka bisa bertemu anda di sini." Kata pria paruh baya itu.


Tak berapa lama Gery pun tiba.


"Ayah?" Sahut Gery.


"Oh kau sudah datang, anak nakal. Siapa yang menyuruhmu membuat tuan muda Zack marah!" Teriak pria itu.


"Apa maksudmu?" Tanya Gery.


"Cepat minta maaf pada tuan muda Zack!" Teriak pria itu lagi.


"Apa?!"


"Minta maaf bodoh!!!" Teriak pria itu sembari memukul kepala Gery.


Namun Gery hanya memasang tampang kesal dan marah pada ayahnya.


"Tuan Frank, anda harus menyelesaikan permasalahan keluarga lebih dulu, tuan muda sedang buru-buru." Kata Stark.


Zack kemudian masuk ke dalam mobil.


"Tunggu dulu. Ada sesuatu yang harus saya sampaikan."


Namun iring-iringan mobil telah membawa Zack pergi.


Frank mendenguskan amarahnya dan melihat pada anaknya yang ada di dalam mobil dengan pandangan yang bengis.


Kemudian Frank masuk ke dalam mobil tanpa sepatah kata, dan tanpa melihat anaknya yang duduk di sampingnya.


Di sisi lain Sezi serta teman-temannya dan juga Billy, mereka semua tertegun melihat bagaimana Frank memarahi Gery tepat di depan Zack.


"Aku yakin besok di sekolah akan ada perang besar." Kata Billy dan kemudian pergi meninggalkan tempat itu untuk kembali ke tenda.


"Aku penasaran, bukankah Zack sudah bangkrut kenapa ayah Gery sangat takut padanya?" Bisik Milly pada Sezi.


"Aku juga tidak tahu, Billy bilang Zack memang bangkrut tapi dia tetap lebih kaya dari kita."


"Jangan-jangan Zack tahu, bahwa kita dalang dari pertengkarannya dan Isabella." Kata Fay.


"Jangan ada yang membicarakan ini." Kata Sezi.


"Tapi Sezi, jika Zack tahu dan menekan perusahaan-perusahaan milik orang tua kita..." Fay tak berani melanjutkan kalimatnya.


"Aku akan di bunuh ibu ku, bahkan mungkin ayahku akan memporak porandakan isi mansion." Milly mulai ketakutan.


Dalam perjalanan pulang, Zack menggenggam tangan Isabella, membuat gadis itu cukup malu, pasalnya di dalam mobil ada orang lain selain mereka berdua.


Zack kemudian mengecup punggung tangan Isabella, namun pelan-pelan Isabella menarik tangannya.


"Zack... Aku malu." Bisik Isabella di telinga Zack.


"Tidak apa-apa, mereka juga pernah muda." Bisik Zack lagi.


Isabella hanya tersenyum geli mendengar pernyataan Zack.


"Tuan, Nona Leizya sudah menunggu di rumah sakit kita akan langsung menuju ke sana." Kata Stark.


Zack hanya diam dan masih menggenggam tangan Isabella.


PRAANGG!


PRAANGG!


Terlihat Frank memukuli semua perabotan menggunakan pemukul bisbol milik Gery.


Tak berapa lama seorang wanita cantik, masih sangat muda, bertubuh sedikit kurus dan berpakaian cukup seksi masuk ke dalam Mansion dan terkejut melihat semua barang sudah pecah dan berantakan.


"Apa-apaan ini." Kata wanita itu sembari berjalan sangat hati-hati agar kakinya tak mengenai pecahan-pecahan yang berserakan di lantai meski ia memakai heels yang cukup tinggi.


"Tuan Besar sedang marah besar Nyonya." Bisik seorang pelayan.


Jennifer Anston istri ke dua Frank baru saja kembali dari pertemuannya bersama teman-teman sosialita yang sebenarnya pertemuan-pertemuan itu hanya menghabiskan banyak waktu dan sebagai ajang untuk saling pamer.


"Akhirnya jalangg ini pulang, bagaimana kau mengurus pembuat onar itu."


Jennifer mengernyitkan dahi tak mengerti, dan melihat ke arah Gery yang masih berdiri tak bergeming.


"Kalau kau tidak bisa menjadi ibunya dan mengurusnya, buat apa aku menikahimu, kau hanya menghabiskan uang-uangku untuk grup sosialita tak berguna itu!" Kata Frank.


"Apa? Bukankah kau sendiri yang berlutut padaku ingin menikahiku! Kau merayuku dengan semua uang-uangmu?!! Kenapa sekarang kau mempermasalahkannya, kenapa baru sekarang kau meributkan ini!" Teriak Jennifer.


"Kau memang wanita murahan!" Geram Frank.


Saat itu pakaian Frank serta rambutnya sudah acak-acakan.


"Ya aku murahan dan kau pun juga murahan karena menikahiku dan mengkhianati istrimu di saat hari-hari terakhirnya!!!" Teriak Jennifer.


PRANGG!!!


Gery membanting vas di dekatnya.


"Brengsek kalian semua. Menjijikkan!" Teriak Gery.


"Kenapa? Kau malu memiliki ayah seperti diriku! Lalu kenapa kau berulah dan membuat Zack marah dan menghabisi perusahaan Maxger. Jika kau tidak berguna setidaknya jangan membuat masalah!" Teriak Frank.


"Apa?" Jennifer tersentak.


"Maxger koleps, dan di keluarkan dari grup Holding perusahaan Wickley, semua gara-gara bocah bangsat yang tak lain adalah anakku sendiri. Aku bahkan harus merendahkan diriku di depan anak sombong itu!" Kesal Frank.


"Kau bangkrut dan miskin?" Tanya Jennifer mengulangi lagi.


"Kau marah dan memporak-porandakan isi mansion karena perusahaan di tutup? Kau miskin?" Jennifer mulai meracau.


"Kenapa kau mau meninggalkanku karena aku miskin?"


"Ya... Ya tentu saja, kau sudah miskin, kau bisa meninggalkan istrimu, dan sekarang aku akan meninggalkanmu."


Gery mulai muak dan geram.


"Apa sedikit saja kau tidak mencintaiku?" Tanya Frank mendekati Jennifer.


"Bukankah kau menikahiku juga karena nafssu mu? Bukankah karena istrimu sakit dan tidak dapat memenuhi kebutuhanmu, kita impas Frank. Aku butuh uang dan kau mendapatkan yang kau inginkan."


"AAARGGG!!!" Gery berteriak marah.


"Kalian biadap semua, kalian bahkan tidak ingat jika hari ini, tanggal dimana ibu ku meninggal, dan itu karena hubungan kotor kalian!!!" Teriak Gery dengan amarah dan mendorong semua pajangan hingga berantakan.


Frank melihat anaknya pergi dengan amarah yang mungkin sudah tersimpan cukup lama di dalam diri dan dalam hatinya.


Saat itu juga Frank membuang pemukul bisbolnya.


"Pergilah kalau kau mau pergi, bawa apapun yang kau bisa bawa." Kata Frank kemudian duduk di sofa dan meminum alkohol.


Jennifer kemudian pergi ke dalam kamar dan mengambil semua perhiasannya, membawa semua yang bisa ia bawa. Jennifer menarik kopernya dan keluar dari kamar berjalan dengan cepat kemudian menghentikan langkahnya tepat di depan Frank yang masih minum-minum.


"Jangan salahkan aku Frank, kau memilihku karena kau juga menginginkan aku memuaskan keinginanmu, kau tahu aku butuh uang untuk hidupku, kau meninggalkan istrimu yang sakit dan di hari terakhirnya kau memilih bercumbu denganku. Kau dan aku sama-sama faham apa yang masing-masing kita butuhkan." Kata Jennifer.


Frank tak menjawab dan masih meminum alkoholnya, ia sudah mabuk dan hanya memberikan kode pada Jennifer menggunakan tangannya, agar Jennifer pergi. Jennifer pun menarik kopernya dan pergi dari Mansion.


Sedangkan di dalam kamar yang di dominasi warna hitam, Gery hanya duduk menekuk kedua kaki dan memandangi foto yang sudah di robek sebagian, foto itu memperlihatkan wanita cantik yang sedang menggendong seorang bayi, dengan tangan seseorang melingkar di pinggang wanita tersebut. Dan bayi itu adalah Gery.


~bersambung~