REVENGE AND LOVE

REVENGE AND LOVE
- EPISODE 40 -



Mansion Benyamin...


Zack melajukan mobilnya hingga di depan mansion besar milik keluarga benyamin, terlihat Alicia melambaikan tangan dan tersenyum.


Setelah mobil terparkir di halaman dan mesin mobil di matikan, Isabella pun turun di susul oleh Zack.


"Aku menunggumu Isabella, aku akan sedih jika tidak bertemu denganmu lebih dulu dan menghabiskan waktu denganmu, besok pagi aku harus pergi ke USA." Kata Alicia memeluk Isabella.


"Tapi kita masih harus masuk sekolah untuk beberapa hari Alicia, kau juga harus ikut prom bukan, lalu berfoto untuk kenang-kenangan. Kata Isabella.


"Aku bercanda!!! Ha Ha Ha!!!" Teriak Alicia.


"Kau bercanda akan pergi ke USA?!!" Kata Isabella.


"Tidak, aku akan tetap ke USA, tapi setelah prom, aku tidak akan melewatkan itu, lagi pula alasan besok pagi aku akan pergi ke USA tepat kan? Zack mengijinkanmu dan tidak memenjarakanmu." Kata Alicia tertawa.


"Kau selalu seperti ini, selalu menjahili ku!!" Teriak Isabella dan mencubit Alicia.


Alicia pun berteriak dan tertawa, ia berlari masuk ke dalam dan Isabella mengejarnya.


Tak berapa lama Harry datang dan menyapa Zack yang masih di luar.


"Mau masuk?" Tanya Harry canggung.


"Tidak aku harus mengurus sesuatu di perusahaan." Kata Zack masih mencoba melihat Isabella yang berlarian dengan Alicia.


Kemudian Isabella melihat Zack dan mendatangi Zack.


"Kau mau pergi?" Tanya Isabella mengalungkan kedua tangannya di leher kekasihnya.


"Mm.." Kata Zack tersenyum sembari melingkarkan kedua tangannya di pinggang Isabella.


"Baiklah." Kata Isabella.


"Kabari aku jika ingin pulang." Kata Zack.


"Tidak, Alicia akan mengantarku pulang." Kata Isabella sembari tersenyum.


"Jangan nakal." Bisik Zack mesra sembari melirik Harry.


Saat itu Harry masih memperhatikan dan kemudian membuang muka menjaga image nya.


Zack mencium bibir Isabella dan berpamitan, sedangkan Isabella melambaikan tangannya.


"Akhirnya dia pergi." Kata Harry lirih dan kemudian masuk ke dalam.


Isabella pun masuk dan bermain dengan Alicia di kamar menghabiskan waktu bersama, menonton, memakan camilan dan mandi bersama, bahkan bermain salon menyalon, mengecat kuku, mengecat rambut dan sebagainya.


****


Hill School...


Pagi hari yang cerah secarah matahari yang menyorot ke dunia yang indah dengan segala keagungan sinarnya. Para murid Hill School kembali bersekolah setelah ujian panjang mereka dan liburan yang mereka dapatkan sudah selesai.


"Setelah sekian perjuanganku belajar dan melewati tes dengan sempurna, akhirnya aku masuk perguruan tinggi The Hill University." Kata Fay dengan bangga.


"Tapi sebelum itu, kira-kira siapa yang akan menjadi raja dan ratu prom Hill School tahun ini?" Kata Milly mengaduk Corn Chicken Cream Soup yang ada di hadapannya.


"Tentu saja Sezi... Dengan kecantikan ku dan semua bakat yang ada padaku, atlit tenis, berenang, lalu apa lagi? Aku adalah ketua tim Cheerleaders Hill School. Aku sangat populer."


"Entahlah Sezi, tapi terkadang beberapa dari mereka ketahuan saling menggunjing bahwa merasa kecewa pada mu setelah apa yang telah kau lakukan pada Isabella." Sahut Billy tidak setuju.


Sezi dan Fay serta Milly, lalu Billy dan juga Gery ada di kantin utama mereka sedang menikmati makan siang.


Tak berapa lama Harry datang bersama adiknya Alicia, mereka makan berdua dan duduk agak jauh dari para genk itu.


Billy sesekali melemparkan pandangannya pada Alicia dan kadang Alicia menatap pada Billy.


"Apa kau nantinya akan pergi ke prom dengan Billy?" Tanya Milly pada Sezi.


"Yang benar saja Milly, kau tahu jika setiap waktu aku mendambakan Zack." Kata Sezi menyuapkan makanannya pada mulutnya.


Billy kemudian melihat makanan nya dan menaruh sendoknya dengan sedikit kesal.


"Kau terlalu memandang tinggi diri mu Sezi, aku juga tidak berniat berangkat ke prom bersamamu."


Kemudian Billy pergi dan mengangkat nampan berisi priring dan yang lainnya, kemudian menaruhnya ke tempat nya dan berlenggang pergi dari kantin.


"Bisa kah kau menghargai sedikit saja perasaan kakakku... Sezi." Milly berdiri dan membawa nampannya juga dan menaruh ke tempatnya.


"Ada apa dengan mereka?" Tanya Sezi pada Fay dan Gery.


Fay hanya menggendikkan bahu dan Gery lebih pada tidak peduli.


Jam makan siang selesai, mereka kembali ke kelas masing-masing dan Isabella juga kembali dengan beberapa buku yang ada di tangannya.


"Kenapa kau membawanya sendiri." Kata Zack dan mengangkat buku-buku tebal itu dari tangan Isabella dan menaruh nya di atas meja guru.


"Aku tidak mau merepotkan orang lain." Kata Isabella.


"Siapa partner tugas mu hari ini." Tanya Zack.


"Kau tahu siapa Zack..." Kata Isabella melirik pada Sezi yang baru saja masuk ke dalam kelas.


Kemudian Zack melewati Sezi.


"Lain kali kerjakan tugas piketmu dengan benar." Kata Zack menatap sinis pada Sezi.


"Dasar pengadu." Kata Sezi tanpa suara dan melihat pada Isabella.


Lalu di susul oleh Harry dan Alicia masuk ke dalam kelas.


"Isabella!" Teriak Alicia memeluk Isabella.


"Kau akan menjadi ratu prom tahun ini, aku akan mendukungmu." Kata Alicia berlari memeluk Isabella.


"Apa?" Isabella tidak mengerti.


"Lihat lah, Sezi dan kau akan battle, siapa yang akan menjadi ratu prom tahun ini." Kata Alicia memperlihatkan ponselnya dengan senang dan memeluk Isabella.


"Si... Siapa yang mendaftarkanku?!" Isabella terkejut dan tidak percaya.


Beberapa siswa yang ada di ruangan kelas saling berbisik, ada juga yang berteriak ikut senang dan mendatangi Isabella.


"Kami juga akan mendukungmu Isabella, berjuanglah." Kata mereka.


"Tentu saja Zack Wickely." Sahut siswi yang lain.


"Hanya Zack?"


"Ya, hanya Zack." Kata yang lain lagi.


Sezi melihat itu dan mulai kesal, ia mematahkan pensilnya dengan sebelah tangan.


Sedangkan Billy masih memperhatikan Alicia yang tertawa renyah di samping Isabella.


Harry melihat itu dan menjentikkan jarinya di depan wajah Billy.


"Jangan terlalu lama melihat adikku, atau ku buat matamu buta." Kata Harry dan kemudian duduk di kursinya.


Billy hanya diam dan memijit pelipisnya, ada perasaan yang aneh menyelimutinya.


Kemudian para siswa dan siswi duduk ketika Mr.Jacob datang.


"Halo semuanya, apa kabar kalian setelah ujian panjang, dan sebentar lagi kita akan berpisah, pastikan kalian memilih perguruan tinggi yang bagus, ikuti tes nya. Satu lagi, jangan lupa pikirkan baik-baik apakah itu benar-benar dari hati kalian dan kalian ingin menjalani dan menekuni itu." Kata Mr Jacob.


"Apa kita sudah mendapatkan kandidat raja dan ratu prom nya?" Tanya Mr Jacob.


Semua siswa berteriak meneriakkan nama-nama kandidatnya.


"Okey.. Okey..." Kemudian Mr Jacob membuka ponselnya dan melihat web sekolah.


"Baiklah, aku yakin ini akan menjadi pertarungan yang sengit, Sezi dan Isabella berjuang lah dan bertarung dengan jujur." Kata Mr Jacob memberikan pesan dengan tersenyum.


Alicia tersenyum dan memutar tubuh menyemangati Isabella dan juga Zack.


Setelah pelajaran yang cukup lama akhirnya bel sekolah berbunyi pertanda telah berakhirnya kegiatan belajar mengajar.


Mereka adalah murid-murid terpilih di kelas akselerasi Hill school dan para guru selalu memberikan pelajaran tambahan meski mereka kini sedang santai menunggu kelulusan.


Sebagian siswa sudah tenang mendapatkan mereka telah di terima di Univesitas.


Namun, beberapa siswa lain masih berada di fase mempertimbangkan. Setiap siswa akan melaporkannya le Hill School kemana mereka mendaftar dan statusnya.


Untuk siswa yang masih bimbang statusnya akan di tulis "Pertimbangan "


Isabella hendak membawa buku-buku itu, namun Zack mengambilnya.


"Biar aku saja." Kata Zack.


"Tapi..."


Isabella tidak dapat menolak dan kemudian Zack lah yang membawanya dengan Isabella membawa satu buku di tangannya.


"Terimakasih Zack." Kata Isabella.


"Hm." Kata Zack tersenyum.


Kemudian mereka sampai di perpustakaan dan merapikan kembali buku-buku tersebut. Tiba-tiba Alicia datang dan memeluk Isabella dari belakang.


"Kalian tidak pergi berkencan? Hari ini weekend." Kata Alicia.


Isabella hanya tersenyum dengan godaan Alicia.


"Aku bersungguh-sungguh pergilah..." Kata Alicia mendorong Isabella.


"Tapi bukunya..." Kata Isabella.


"Tenang saja biarkan sang ahli nya yang merapikan ini, lagi pula aku sudah menyuruh Harry pulang lebih dulu, aku merindukan perpustakaan dan akan di sini sampai nanti sore." Kata Alicia.


"Terimakasih temanku..." Kata Isabella memeluk Alicia.


"Sudah kalian pergilah..." Kata Alicia.


Kemudian Zack pergi bersama Isabella, sedangkan Alicia menarik nafas dalam-dalam dan merapikan buku-buku itu.


"Aku merindukan pekerjaan ini." Kata Alicia.


Setelah selesai Alicia mengambil sebuah buku dan membacanya di meja beberapa menit berlalu Alicia duduk dan membaca, seseorang menaruh buku di atas meja dan ikut duduk di sampingnya.


Alicia menoleh tanpa ekspresi, namun juga cukup heran.


"Aku melihatmu dari luar." Bisik Harry yang sudah duduk dan membuka bukunya.


Alicia menggendikkan alisnya dan kembali membaca bukunya.


"Apa kau ada acara besok pagi?" Tanya Billy.


"Tidak." Jawab Alicia.


"Bagaimana jika kita pergi ke pantai bersama, keluargaku punya restoran mewah di sana kau pasti menyukainya." Kata Billy.


Alicia kembali menoleh, menyipitkan mata sehingga dahi nya menekuk.


"Aku tidak suka kemewahan. Lagi pula Billy, ku rasa jika kau ingin menjebakku atau semacamnya, kau tidak akan berhasil, aku tidak se lemah Isabella." Kata Alicia.


"Tidak.. Tidak aku serius, aku hanya ingin mengajakmu saja, jujur aku sudah cukup muak dan hubunganku sudah cukup jauh dengan anak-anak yang selalu mengganggu Isabella, kau tahu kadang aku merasa perbuatan mereka juga keterlaluan." Kata Billy.


Alicia melenguhkan nafas sedikit merasakan kekesalan.


"Cukup jauh? Hari ini aku masih melihat kalian makan bersama. Lalu kau bilang kadang perbuatan mereka keterlaluan? Apa kau tidak memiliki perasaan, bahkan mereka mengganggu Isabella setiap hari. Lalu salah satunya adalah adikmu sendiri, dan kau bilang kadang." Kata Alicia.


"Aku tahu aku minta maaf."


"Kau tidak perlu minta maaf padaku, seharusnya kau minta maaf pada Isabella."


"Alicia dengarlah, aku hanya ingin menjadi temanmu."


"Tidak ada pertemanan di antara kita Billy, setelah apa yang kalian lakukan pada Isabella!" Pekik Alicia.


Beberapa siswa melihat pada Alicia dan juga Billy, menandakan bahwa mereka terganggu.


Alicia melihat itu dan menutup bukunya.


"Kau membuatku tidak mood untuk membaca dan menggangu keheningan perpustakaan." Kata Alicia berdiri dan hendak pergi.


~bersambung~