REVENGE AND LOVE

REVENGE AND LOVE
- EPISODE 47 -



Setelah Alicia selesai membersihkan dirinya, ia duduk di tepi ranjang mengeringkan rambut menggunakan hairdryer.


Tak berapa lama seseorang mengetuk pintu kamar hotel.


Alicia membukanya sedikit.


"Selamat sore nona Alicia ini baju anda, Tuan Billy yang memerintahkan kami." Kata salah satu pelayan hotel.


"Tapi, saya bisa memakai pakaian saya sendiri, karena masih bersih."


"Maaf Nona Alicia, mohon di terima, atau kami akan mendapat masalah." Kata salah satu pelayan lainnya.


"Baiklah." Kata Alicia menerimanya.


Kemudian para pelayan hotel hendak pergi.


"Tunggu dulu, apa saya bisa mendapatkan kotak p3k?" Tanya Alicia.


"Setiap kamar memiliki kotak p3k nona, tersimpan di laci meja dekat ranjang anda." Kata pelayan itu.


"Baiklah, terimakasih." Kata Alicia kemudian menutup pintu.


Alicia mencari kotak p3k dan menemukannya, ia kemudian mengganti pakaian yang Billy kirimkan dan keluar kamar dengan membawa kotan p3k yang cukup mungil dan ia peluk.


Alicia cukup ragu untuk mengetuk pintu namun tangannya sudah bergerak lebih dulu, entah apa yang mendorongnya untuk melakukan itu, mungkin dia merasa tidak enak karena ia datang bersama Billy dan yang ia tahu sekarang adalah memastikan bahwa Billy baik-baik saja.


Tak butuh waktu lama Billy pun membukanya. Dada nya berdesir ketika melihat Alicia memakai dress sepanjang lutut yang ia kirim.


"Hay..." Kata Billy.


"Aku bawa ini." Kata Alicia mengangkat kotak p3k nya.


Billy saat itu masih memakai handuk kimono dan sandal hotel berwarna putih.


"Masuklah, aku memang butuh bantuan untuk itu." Kata Billy.


Kemudian Alicia masuk dan Billy mempersilahkan nya duduk.


Namun Alicia memutar pandangannya ke seluruh ruangan hotel, merasa kagum bagaimana interior itu sangat mewah dan berkelas. Begitu menakjubkan.


"Aku merancangnya sendiri, menggambarnya dengan bantuan seorang arsitek teman ayahku, dia sangat luar biasa." Kata Billy mengambil bir dan meminumnya.


Alicia mengangguk pelan, kemudian Billy duduk di tepi ranjang dan Alicia juga duduk di depan Billy sembari membuka kotak p3k nya.


Billy melihat betapa Alicia begitu anggun dan cantik.


"Kenapa kalian berkelahi?" Tanya Alicia sembari mengobati Billy dengan obat luka.


"Tidak ada, hanya pertengkaran sesama laki-laki." Kata Billy.


"Aku tidak percaya, Sezi bilang kalian tidak pernah bertengkar."


"Sebenarnya, aku hanya ingin Gery meminta maaf padamu atas apa yang telah dia ucapkan."


Alicia menghentikan mengobati luka memar yang ada di pipi Billy.


"Tentang apa?" Tanya Alicia.


Sebenarnya Alicia ragu menanyakan lebih detail ia merasa sudah tahu apa yang Gery katakan tentang dirinya.


"Tidak ada. Hanya sesuatu yang tidak ku sukai." Kata Billy.


Kemudian Alicia berpindah mengobati luka yang ada di tangan Billy.


"Apa itu tentang aku dan pria dewasa itu?" Kata Alicia menundukkan wajahnya melihat tangan Billy yang sedang ia obati.


Billy diam.


Kemudian Alicia melihat pada wajah diam Billy, dan Billy mengangkat bahu sembari satu alisnya pertanda tebakan Alicia benar.


"Apa semua siswa di sekolah tahu?" Tanya Alicia.


"Sejujurnya, seluruh sekolah tahu, karena kami memiliki sebuah komunitas grup chat Hill School, kecuali para penerima beasiswa mereka tidak ada di dalamnya."


Alicia mengangguk pelan.


"Aku tahu Billy." Kata Alicia menatap Billy dengan tersenyum.


"Terimakasih sudah membelaku." Sambung Alicia.


Billy merengkuh sebelah wajah Alicia dengan satu telapak tangannya. Mereka saling menatap dan sedikit demi sedikit Billy mendekatkan bibirnya pada Alicia.


"Kau cantik sekali Alicia, kau menyihirku..."


"Jangan lakukan Billy..." Bisik Alicia dengan suara rendah.


"Kenapa..." Bisik Billy juga, suaranya hampir tenggelam.


Namun Billy tetap maju dan hendak mencium bibir Alicia.


"Aku..." Alicia ingin menghindar namun tubuhnya terasa kaku dan tetap diam.


"Aku tidak akan memaksamu..." Kata Billy namun bibirnya sudah menyentuh ujung bibir Alicia.


Pada akhirnya Billy mencium bibir Alicia dengan lembut, dan perlahan jemari Billy berjalan meraih pinggang Alicia untuk mendekatkan pada tubuhnya.


Alicia masih diam saat Billy mencium bibir Alicia, Tidak membalas dan hanya seperti patung, namun beberapa menit kemudian Alicia merasakan sesuatu yang aneh, ia seperti terbawa oleh suasana saat itu.


Hujan lebat, guntur, hawa dingin yang berubah menjadi panas ketika Billy menciumnya, dan bagaimana Billy berkelahi dengan temannya sendiri hanya untuk membela dirinya, semua itu membuat Alicia merasa tersanjung.


Billy merengkuh tengkuk Alicia, dan Billy semakin mengeratkan pelukannya, ciuman itu semakin lama semakin memanas dan penuh gairah. Alicia pun sudah membalas ciuman Billy.


Cukup lama Billy mencium Alicia, hingga akhirnya bibir Billy menuruni leher Alicia dan menyesap nya.


"Billy... " Kata Alicia terengah dan melenguh, nafasnya semakin cepat dan dadanya naik turun.


Billy terus turun dan kemudian menyesap dada milik Alicia.


"Billy ku mohon hentikan..." Kata Alicia berbisik dan suaranya begitu lemah meremas kepala Billy.


Penolakan Alicia dengan suara sangat lembut dan mendesis membuat Billy justru semakin bergairah, suara Alicia seolah menghipnotisnya, menaikkan semua gairahnya.


Billy semaki turun dan mencapai di kedua gunung kembar Alicia, dengan pelan Billy mendorong tubuh Alicia ke atas ranjang.


Membuat Alicia dan Billy kini sudah saling menekan dan Alicia sudah cukup hilang kendali saat Billy menyesap kedua gunung kembarnya.


Suara lenguhan Alicia membuat Billy semakin bersemangat untuk menyibak gaun Alicia dan ingin menelusupkan jarinya ke dalam underwear milik Alicia.


Namun tiba-tiba Alicia melihat wajah Dax dalam sekelebat ingatannya, dengan cepat Alicia pun mendorong Billy dan turun dari ranjang. Alicia terlihat cukup ketakutan.


"Ada apa Alicia?" Tanya Billy terkejut.


Alicia kebingungan dan memegangi dahi, ia mondar mandir.


"Ada apa?" Tanya Billy turun dari ranjang dan bertanya pada Alicia.


Billy menangkupkan kedua telapak tangannya pada kedua pipi Alicia.


"Alicia ada apa?" Tanya Billy lagi masih khawatir.


Billy cukup panik melihat Alicia yang pikiran nya entah kemana, matanya terlihat kebingungan.


"Alicia!" Billy sedikit berteriak.


Pada saat itulah Alicia tersentak lalu pikirannya kembali dan melihat pada Billy.


"Aku tidak bisa melakukannya Billy." Kata Alicia menangis dan menutup wajahnya.


"It's okey... Tidak apa-apa jika kau tidak mau, aku tidak akan marah, tapi jangan membuatku takut." Kata Billy sembari memeluk Alicia dan membelai kepala Alicia.


"Dia selalu menghantui ku, dia selalu muncul di ingatanku, terus memaksa ku untuk mengingatnya, aku ingin sekali melupakan nya dengan segala sakit yang telah dia berikan, dia begitu saja meninggalkanku, dia jahat padaku, dia bahkan tidak datang di hari pemakaman ibu sambung dan ayah kandungku, dia meninggalkanku dengan kebenciannya pada ku!" Teriak Alicia dan menangis di dalam pelukan Billy.


Saat itu juga Billy menelan ludahnya, meradang dan menggondok, ia harus tahu siapa yang telah membuat Alicianya seperti ini, siapa yang telah membuat Alicia menjadi trauma dan ketakutan seperti ini.


"Aku berjanji akan melindungi mu Alicia, jangan menangis, kau bisa ceritakan semuanya padaku dan aku janji akan merahasiakannya." Kata Billy memeluk erat Alicia yang masih menangis sesenggukan dan ketakutan.


~bersambung~