
Pagi telah menyongsong, jam dinding telah memutar dengan cepat meski matahari belum menyembul dengan sempurna. Kala itu Isabella membuka mata dan terlihat Zack masih memeluk erat tubuhnya.
Di atas tempat tidur berukuran besar yang empuk, dan dengan selimut sutra yang lembut, mereka tidur saling berhadapan, tidur memiringkan tubuh dengan wajah mereka pun saling berdekatan.
Isabella menyentuh pelan hidung mancung Zack. Membuat Zack tanpa sadar sedikit mengerutkan alisnya.
Isabella tersenyum melihat respon tanpa sadar Zack.
Gadis itu pun melenguhkan nafas dan mengingat bagaimana bisa ia justru tidur di kamar kekasihnya.
Perlahan Isabella mengangkat tangan Zack yang merantainya, kemudian hendak pergi dengan mengendap-endap.
Namun tangan kekar Zack lebih cepat dan menarik tubuh Isabella kembali tidur di sampingnya.
"Apa kau pencuri?" Bisik Zack di telinga Isabella.
"Maafkan aku, aku harus pergi dan maaf semalam aku janji akan pergi tapi aku justru ikut tertidur di sini."
"Hm... Karna itu jugalah aku bisa tidur nyenyak." Zack mencium tengkuk leher Isabella cukup lama dan menyesapnya, membuat Isabella menggigit bibirnya merasakan tubuhnya meremang dan terasa sangat aneh, kemudian Zack membalikkan tubuh Isabella agar menghadap dirinya.
"Kita harus berangkat sekolah kan? Hari ini kita pergi untuk karya wisata." Kata Isabella.
Zack menelan ludah nya dan masih mendekatkan wajahnya, perlahan bibir mungil Isabella yang ranum pun jatuh dalam lumattan Zack yang pelan dan penuh kesabaran.
Isabella membalasnya, dan pada akhirnya entah sejak kapan tubuh Zack sudah berganti posisi berada di atas Isabella.
Zack menekan tubuhnya pada tubuh Isabella, ciuman lembut berubah menjadi ciuman yang membara, pagi yang dingin pun berubah menjadi pagi yang penuh keringat.
Zack menuruni leher jenjang nan putih serta mulus milik Isabella.
Sedangkan Isabella menyentuh dan membelai kedua telinga Zack. Tanpa sadar mulutnya mengeluarkan suara aneh yang membuat dirinya pun terkejut dan membelalakkan mata.
Zack menatap Isabella sesaat setelah suara itu lolos dari mulut kekasihnya, kemudian mencium bibir mungil Isabella kembali dan melanjutkan untuk menelusuri leher mulus tersebut.
Tangan-tangan serta jemari-jemari mereka kini saling menggenggam dan meremas.
Sesuatu yang lain pun menarik perhatian Zack, instingnya penasaran dan menariknya untuk terus turun dan ingin merasakan sesuatu yang berada di balik pakaian tidur Isabella.
Membuat bibir Zack pun perlahan turun, tangan kiri Zack membuka satu kancing, kemudian mencium dada tersebut, menyesapnya pelan selembut mungkin, membuat Isabella semakin merintih karena dadanya seolah berdesir dan seolah kembang api sedang memercik di dalam dadanya.
Tak puas dengan itu, Zack masih penasaran untuk terus turun dan kemudian membuka satu kancing pakaian Isabella lagi. Sesuatu tersimpan di sana dari balik bra berwarna pink yang memiliki bordiran sangat halus.
Zack menarik sedikit bra tersebut naik ke atas membuat sesuatu menyembul di depan matanya, ia pun menyesap sebuah gundukan yang kokoh dan mulus.
"Zaaackkk..." Desis Isabella dan meremas tengkuk kepala Zack.
Dada Isabella seolah ingin meledak, desiran ombak membara di sekujur tubuh Isabella. Tubuhnya terasa aneh, perlakuan Zack membuatnya hilang akal dan mendesiskan suara-suara indah.
Tubuh Isabella menegang, Zack juga mulai merasakan sesuatu semakin mendorongnya untuk terus menyesapnya hingga membuat gundukan putih yang mulus itu membengkak.
Sesuatu yang juga lebih buas mengelilingi perasaan dan tubuh Zack, seolah ia ingin lebih dan lebih dari hanya sekedar yang ia capai, Zack seolah ingin memakan Isabella, melahapkan untuk dirinya sendiri.
"Zack... Ku mohon... Kita harus akhiri ini..." Sahut Isabella pelan dan lirih, masih menggigit bibirnya untuk menekan segala keinginan terbesarnya.
"Hmm..." Kata Zack masih menikmati itu.
"Aku tahu... Ini harus berakhir di sini...." Zack seakan tidak rela, namun ia juga tahu tidak akan melewati batasnya.
Kemudian Zack naik dan mencium bibir Isabella.
"Kita harus mengakhirinya kan..." Kata Zack dengan suara pelan, parau dan juga suara rendah yang justru membuat Isabella semakin merasa enggan.
"Yaaahh... Jangan dilanjutkan...." Desis Isabella dengan tatapan mata sayu namun wajah Isabella justru terlihat secantik malaikat.
"Kekasihku adalah gadis paling cantik." Kata Zack mencium Isabella kembali.
Nafas yang panas saling menyatu, membuat wajah mereka memerah, tubuh mereka masih saling menekan.
"Aku akan mandi lebih dulu..." Kata Zack masih menaruh dahinya di dahi Isabella.
"Yah... Dan aku akan menunggu di sini, kita akan bergantian." Isabella menelan ludahnya dan masih merangkulkan jemarinya di tengkuk Zack.
Bibir mereka masih saling berdekatan dan sesekali masih saling menyentuh dan melumaatt pelan.
"Aku mencintaimu Isabella..."
"Aku juga mencintaimu Zack..."
"Jangan tunjukkan apapun yang ada dalam dirimu pada pria lain." Peringat Zack.
Mereka masih saling menekan satu sama lain, masih saling sadar bahwa keinginan terbesar belum hilang dari perasaan mereka masing-masing.
Perlahan Zack pun menarik diri, dan duduk di tepi ranjang. Zack berdiri dan mencium kembali bibir Isabella.
"Aku mandi dulu, kita berangkat bersama." Kata Zack.
Isabella tersenyum pertanda bahwa ia setuju.
****
Mansion Benyamin...
Harry Benyamin menuju ruang makan dan mulai sarapan pagi bersama Isyana yang juga sudah mengenakan seragamnya. Tanpa sepatah kata dan hanya keningan mengisi sarapan pagi mereka.
"Apa aku belum bilang padamu, jika mulai hari ini akan ada guru pembimbing dan kau akan homeschooling." Kata Harry mengelap mulutnya.
"Apa?"
"Kau akan memulai ajaran paling dasar dengan guru pembimbing, dan mengejar ijazah sekolah."
"Tapi..."
"Tidak ada tapi dan tapi Alicia."
"Namaku Isyana! Dan kau tidak berhak mengatur..."
PRANGG!!!
Harry mendorong piring yang ada di hadapannya dengan kesal, membuat Isyana terkejut dan gemetar.
"Kau adalah Alicia Benyamin dan biasakan nama itu di telingamu."
Harry berdiri dan meninggalkan adiknya yang masih tertegun serta syock.
"Aku tidak akan pulang selama 2 hari, ada karya wisata di sekolah." Pamit Harry tanpa menoleh.
Sedangkan Isyana hanya mencengkram garpu dan sendok makannya, menahan kesal dan juga sesak dadanya.
*****
Hill School...
Zack dan Isabella sampai di sekolah, tepat di depan mereka adalah Harry Benyamin. Kemudian Zack menggapai tangan Isabella dan menggengamnya.
Zack melangkahkan kakinya melewati Harry yang menatap mereka dengan intens.
Semua siswa sudah berkumpul di lapangan sekolah. Upacara pembukaan di pimpin oleh kepala dewan sekolah.
Sedangkan Karya wisata akan di temani oleh Mr.Jacob dan Mrs.Frawn.
"Ingat untuk selalu menjaga satu sama lain, lalu kumpulkan tugas kalian sebaik mungkin." Kata dewan sekolah dan menutup upacara tersebut.
Para siswa kemudian membawa barang-barang mereka melihat daftar nama di papan pengumuman untuk mencari bus mereka masing-masing.
"Semuanya! Lihat surel masing-masing nomor kursi dan bus kalian sudah di kirim di sana." Kata Mr.Jacob.
Semua siswa pun membuka ponsel masing-masing dan mulai ebaca daftar-daftar itu, mencari mama mereka masing-masing.
~bersambung~