REVENGE AND LOVE

REVENGE AND LOVE
- EPISODE 75 -



Pagi itu Zack serta Isabella berjalan-jalan sepanjang pantai, sedikit demi sedikit perasaan Isabella mulai menghangat untuk Zack. Namun terkadang Isabella juga kembali dingin, hal itu membuat Zack bingung.


Dan hari-hari berjalan seperti biasanya, Isabella mulai memaafkan sikap Wyne yang gegabah dan polos, itu mengingatkannya pada masa ia masih muda.Bagaimanapun Eyne adalah sekretaris yang di pilih oleh Stark, Isabella akan sering bertemu dengannya dan Isabella memilih untuk meredam kekesalannya.


Pagi berikutnya, Isabella hendak mengantarkan kopi panas untuk Zack yang ada di ruang kerja nya.


"Tuan, pemimpin mafia hitam sudah kami tangkap."


"Dia memakan umpan mu?"


"Ya, kurang lebih seperti itu, memancing saat itu membuahkan tangkapan yang besar." Kata Stark.


"Dimana dia sekarang."


"Ada di markas, dan juga..."


"Dan juga?" Tanya Zack.


"Bersama tuan Julian."


"Kenapa? Apa Julian berhasil melacakku di sini."


"Pemimpin Mafia hitam adalah sepupu Julian, ternyata dia adalah Billy."


PYAR !!


Cangkir yang di pegang Isabella seketika jatuh dan pecah berserakan di lantai, kopi yang masih panas pun mengenai kaki Isabella.


Buru-buru Zack bangkit, saat itu pintu memang sedikit terbuka.


"Sayang...!" Zack terkejut melihat tatapan kosong Isabella.


Zack juga segera memeriksa apakah Isabella terluka.


"Apa ada yang sakit?" Zack menangkupkan kedua telapak tangannya di wajah Isabella.


Zack kemudian melihat kaki Isabella yang sedikit memerah karena tumpahan kopi panas.


"Stark panggil dokter!" Teriak Zack.


Stark segera memanggil dokter pribadi.


Kemudian Zack memapah Isabella menuju kamarnya.


"Apa kau terkejut?" Tanya Zack perlahan.


Isabella masih diam, namun otak di kepala nya tak henti-hentinya berputar, ia ingin menggali sesuatu ingatan yang seolah terkubur. Ingatan-ingatan yang seolah terlupakan.


Saat sampai di kamar dan dokter pribadi datang untuk mengobati luka bakar di kaki Isabella, saat itulah Isabella mengingat sesuatu.


"Aku ingat...!" Kata Isabella membulatkan matanya.


Pandangan itu membuat Zack bergidik, bagaimana Isabella justru tidak merasa sakit ketika kakinya terluka, namun justru Isabella sedang tenggelam dalam pikirannya sendiri.


"Sayang, kaki mu terluka apa kau tidak merasa sakit?" tanya Zack.


"Aku ingat Zack!" Kata Isabella berteriak.


"Baiklah, biarkan dokter menyelesaikan nya dulu baru kita membicarakan ini." Bujuk Zack mengelus bahu Isabella.


"Tidak Zack! Aku harus mengatakannya, jika tidak aku yakin setelah melewati malam ini aku akan melupakannya lagi." Kata Isabella memohon.


Zack melihat dokter juga sudah menyelesaikan perbannya.


"Baiklah. Katakan apa yang kau ingat."


"Aku ingat, mereka melakukan sesuatu padaku, mereka membuatku bingung, aku mengingatnya, sebelumnya mereka membiusku dari belakang, aku melihat Billy membunuh seseorang, tapi mereka membuat ingatanku kacau."


Zack mengernyitkan dahinya.


"Boleh saya berbicara tuan?" Tanya dokter itu.


"Apa itu?" Tanya Zack.


"Saya pikir, Nona Isabella di cuci otaknya. Terapi itu sangat berbahaya tuan."


Jelas Zack hampir memukul apapun yang ada di dekatnya, bahkan ia hampir menarik kerah dokter itu apakah kalimatnya bisa di pertanggung jawabkan.


"Ceritakan lagi Isabella." Kata Zack yang akhirnya lebih memilih untuk meredam amarahnya.


"Saat itu aku sedang menurunkan barang-barang pindahan, di sebelah gang aku mendengar seseorang berteriak, lalu aku melihat Billy telah menusuk pria itu tepat di perutnya, namun entah mengapa ingatan itu menjadi terbalik, aku mengingatnya sebagai Billy yang telah di tusuk."


Zack diam.


"Tuan saya yakin, Nona Isabella menjalani terapi cuci otak, ini sangat berbahaya, jika tidak hati-hati apa yang mereka lakukan justru membahayakan mental dan jiwa Nona Isabella."


"Bagaimana kita bisa menyembuhkannya?" Tanya Zack.


"Membuka kembali ingatan Nona dengan terapi yang sama."


"Apa? Kau bilang itu berbahaya." Zack menekan.


"Tapi jika terus begini, Nona Isabella akan tenggelam dalam kebingungan, membuat mental dan kejiwaannya pun terganggu, semakin lama ia tidak akan bisa membedakan mana mimpi, mana ingatan kenyataan, mana ingatan masa lalu, Nona Isabella akan mengalami kebingungan dan mengakitbatkan gangguan jiwa."


Kali ini Zack menarik kerah dokter itu.


"Apa kau bisa melakukan terapi ini?" Tanya Zack.


"Alexander?"


"Tapi dia ada di USA."


"Panggil dia segera untuk ke sini." Perintah Zack.


"Baik tuan."


Dokter pun pergi untuk memberitahu temannya.


Sedangkan Zack duduk di tepi ranjang menenangkan Isabella.


"Tidurlah Isabella."


"Tapi... Jika aku tidur, semua ingatan ini akan menghilang kembali."


"Kau sudah memberitahuku, itu cukup bagiku untuk menyelidikinya. Lagi pula, Billy ada di markas milikku."


Dengan enggan Isabella mengangguk dan berbaring di atas tempat tidur, kemudian jemarinya meraih baju Zack.


"Jangan tinggalkan aku sampai aku tidur." Pinta Isabella.


Zack tersenyum dan kemudian ikut berbaring, ia memeluk tubuh mungil Isabella.


"Aku akan menemanimu sampai kau tidur."


Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya efek obat pereda nyeri yang sudah Isabella minum membuatnya mengantuk, Isabella bisa tidur dengan pulas, perlahan Zack bangun dan beranjak dari tempatnya, ia menyelimuti Isabella dan pergi menemui Stark yang masih berjaga di luar kamar miliknya.


"Apa dokter itu sudah memberitahumu." Tanya Zack.


"Sudah tuan, saya juga sudah menghubungi tuan Dax."


Zack mengernyitkan dahi.


"Tuan Alexander bukan dokter biasa, dia adalah teman tuan Dax yang berada di lingkaran bangsawan."


"Jadi, maksudmu jika Alexander menolak Dax yang akan membujukknya?"


"Tepat tuan, karena saya mendengar tuan Alexander sudah tidak mau menggunakan keahliannya dalam hal terapi hipnotis."


"Berapa banyak dokter yang memiliki keahlian itu."


"Keahlian itu semakin berkurang jika pun ada semua prakteknya di jalankan secara tertutup. Untuk yang di akui oleh para bangsawan biasanya mereka memakai jasa yang sudah di gunakan secara turun temurun tuan."


"Aku harap dokter itu mau membantu."


"Tapi tuan, apa anda tidak ingin menengok tawanan anda?" Tanya Stark.


"Tidak sekarang Stark, aku masih ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi."


Stark tersenyum.


"Apa ada yang lucu?"


"Tidak tuan, hanya saja anda sangat menjaga reputasi, image, dan sosok anda yang angkuh."


"Apa itu buruk?"


"Tidak juga, tapi saya harap jangan terapkan pada Nona Isabella."


"Apa kau ingin mengajariku cara nya memiliki hubungan dengan wanita? Kau bahkan tidak punya kekasih." Ejek Zack dengan seringainya.


Stark tersenyum dan berjalan di belakang Zack.


*******


Isabella duduk di ruangan makan, sikapnya kembali dingin, ia melupakan apa yang kemarin ia katakan.


"Sayang, hari ini dokter Alexander yang akan merawatmu, dia sudah datang." Kata Zack memegang tangan Isabella.


Saat itu Isabella berhenti makan dan kemudian meminum jus jeruk nya.


"Aku tidak sakit."


Zack paham, Isabella sudah kembali dingin.


"Ini hanya sebentar, seperti pemeriksaan berkala, aku juga akan di periksa."


Isabella mengernyitkan dahi.


"Aku belum punya rencana untuk memiliki bayi denganmu."


Deg


Perasaan tersayat menggores hati Zack, meski kali ini bukan membahas topik tentang keturunan melainkan kesehatan mental Isabella, namun Zack tidak memungkiri bahwa kalimat Isabella cukup mengiris telinga dan hatinya.


Namun, apapun keputusan Isabella Zack akan menerimanya.


"Itu tubuhmu sayang, kau berhak melakukan apapun terhadapnya, selagi demi kesehatan, jika kau tidak berniat memiliki bayi dengan ku, itu juga hak yang kau miliki pada tubuhmu." Kata Zack tersenyum dan mengelus punggung tangan Isabella menggunakan ibu jarinya.


Isabella hanya diam, menatapa dingin pada Zack.


~bersambung~