
Melihat Cheriel pergi begitu saja membuat Rayshaka ikut pergi dan mengejar Cheriel.
Rayshaka melihat Cheriel menuju ruangan latihan dance, Rayshaka melihat Cheriel duduk di lantai sambil melihat ke arah pantulan cermin.dan ia langsung menghampiri dan ikut duduk disebelah cheriel.
[Rayshaka]
Ngapain lo ambil hati sih riel omongan si gavin,cuekkin aja lah...
[Cheriel]
Huft.....gak tau kenapa gue kesal aja dengar ucapannya dia
[Rayshaka]
Yaudah, kita gak usah ngebahas dia lagi...
Oh iya btw gimana bahu kamu masih terasa sakit gak?
[Cheriel]
Udah enggak kok
[Rayshaka]
Jadwal kontrol kamu kapan?
[Cheriel]
Emm...besok sore
[Rayshaka]
Emm....mau gue temanin gak ?
[Cheriel]
Lo bener mau nemenin gue ?
[Rayshaka]
Kalau lo mau kenapa enggak...
[Cheriel]
Thanks ya, lo selalu ada pas gue lagi susah...
[Rayshaka]
Apaan sih pake makasih segala, gue malah senang bisa ngebantu lo...
Entar pulang tungguin gue ya, gue antar pulang...
[Cheriel]
Iya...makasih ya..
[Rayshaka]
Sekali lagi lo bilang makasih, dapat payung lo..
[Cheriel]
Makasih....makasih...makasih...
Mana payungnya...
Hahahhaha
[Rayshaka]
Hahahahaha....dasar lo...
Mereka berdua sebenarnya memiliki perasaan suka satu sama lain,tapi mereka masih enggan untuk mengungkapkannya.
Terutama Rayshaka, ia masih belum siap untuk menyatakan perasaannya terhadap Cheriel, ia ingin semuanya mengalir seperti air. Dan tak ingin perasaanya menjadi beban untuk mereka berdua.
----------------------------
◇ Di kantin ◇
Gavin sedang menikmati makan siangnya bersama ketiga sahabatnya.
[Nhaya]
Vin, entar pulang sekolah lo maukan nganter gue pulang?
[Gavin]
Sory nhay, lo di antar christ atau rey ya, gue ada janji sama Cheriel...
[Reymond]
Lo udah jadian sama cheriel ???
[Gavin]
On the way....
[Reymond]
Lo bener bener serius suka sama si cheriel vin ?
[Gavin]
Emang tampang gue kelihatan becanda apa...
[Christ]
Rey....rey harusnya lo senang dong, ternyata gavin masih suka sama cewek, selama ini kan dia nongkrongnya sama kita kita doang..
[Gavin]
Kampret lo... lo pikir gue gak normal apa...
[Christ]
Justru itu, makanya gue ngedukung lo dekatin cheriel...
[Reymond]
Ahh.....Terserah lo berdua deh
[Nhaya]
Vin, gue mau tau apa yang buat lo suka dari tuh cewek sih ?
[Gavin]
[Christ]
Cinta kan gak harus ada alasan ya gak vin ?
[Christ]
Tumben lo pintar christ...
[Christ]
Asemmm lo....
Mendengar ucapan gavin, nhaya sama sekali tak bisa berbuat apa apa lagi, ia bisa merasakan perasaan suka gavin terhadap cheriel.
Hal yang tak pernah ia lihat dari gavin selama ia mengenal gavin.
Waktu istirahat pun telah berakhir, dan mereka sudah harus kembali ke kelas.
Gavin yang berjalan menuju kelas bersama christ dan yang lain dari jauh ia melihat cheriel sedang berjalan beriringan dengan Rayshaka.
Cheriel terlihat tertawa lepas saat sedang bersama Rayshaka, tentu saja gavin di buat tak senang.
Tanpa berpikir lama gavin langsung berjalan menghampiri cheriel dan rayshaka.
Langkah cheriel & rayshaka seketika terhenti saat sosok gavin berdiri dihadapan mereka.
[Gavin]
Cheriel gue mau ngomong sama lo...
[Cheriel]
Mau ngomong apa ?
Kalau mau ngomong ya ngomong aja..
[Gavin]
Gue mau ngomong empat mata sama lo...
[Rayshaka]
Riel, meding lo langsung ke kelas aja ...
[Gavin]
Bisa gak lo gak usah ikut campur, emang lo siapa? Pacar bukan jadi jangan ikut campur urusan gue...
Cheriel bisa melihat kekesalan yang sedang di rasakan Rayshaka, dan ia tak ingin terjadi keributan di antara mereka.
[Cheriel]
Kha, gak papa...
Lo kekelas aja duluan, entar gue nyusul
Rayshaka mengikuti kemauan cheriel dan ia pergi meninggalkan cheriel & gavin.
[Cheriel]
Lo mau ngomong kan, yaudah ngomong buruan...
[Gavin]
Gak disini...
Gavin menarik tangan cheriel menuju ruang latihan dance.
Sesampainya di ruangan gavin langsung menutup pintu.
[Cheriel]
Lo apa apaan sih...ngapain di tutup pintu nya buka gak...
[Gavin]
Gue gak bakal buka sebelum gue selesai ngomong...
Sebisa mungkin, cheriel menahan emosinya saat menghadapi sosok gavin. Dan ia berusaha tenang dan mendengarkan apa yang ingin di omongkan oleh gavin.
[Gavin]
Gitu dong....
Gue cuma mau ngomong, kalau gue suka sama lo, lo mau kan jadi pacar gue...
Cheriel yang tadi terlihat kesal, kini berubah menjadi terkejut ketika gavin menyatakan perasaannya.
Lidahnya terasa keluh dan tak bisa berkata kata.
[Gavin]
Awalnya gue pikir, gue cuma merasa bersalah ke lo, tapi lama kelamaan rasa itu makin nyata dan meyakinkan gue, kalau rasa itu benar benar rasa suka gue terhadap lo...
[Cheriel]
Sorry, gue gak punya perasaan apa apa ke lo, jadi gue harap lo bisa ngerti...
[Gavin]
Gue gak percaya sama omongan lo
[Cheriel]
Terserah lo mau percaya atau gak, yang pasti gue udah ngejawab pertanyaan lo...
Cheriel lalu beranjak dari posisinya dan ia ingin keluar dari ruangan itu, tapi seketika tangan gavin menarik tangan cheriel dan dengan cepat gavin menahan tubuh cheriel ke arah tembok.
Kini wajah mereka saling berhadapan, gavin bisa melihat jelas wajah cheriel, serta ia bisa menatap sepasang mata coklat gadis itu.
Tanpa berfikir lagi gavin langsung mendekatkan wajahnya ke arah wajah cheriel, dan tanpa ijin gavin langsung mencium lembut bibir cheriel, dan ini adalah ciuman pertama bagi keduanya. Gavin terlihat sangat menikmatinya sedangkan cheriel seperti terpaku dan dan ia hanya mengerjapkan kedua matanya berulang kali, bisa di bilang ia syok dengan apa yang dilakukan gavin terhadap dirinya.
Setelah cukup puas gavin melepaskan kecupannya...
[Gavin]
Gue serius saat gue bilang gue suka sama lo...
Dan gue yakin lo bisa ngerasain ketulusan gue barusan....
Cheriel seperti orang yang sedang terhipnotis, ia sama sekali tak bisa berfikir,jantungnya serasa berhenti berdetak dan darahnya seakan mendidih, tanpa menjawab ucapan gavin ia memilih pergi meninggalkan gavin seorang diri.