REVENGE AND LOVE

REVENGE AND LOVE
- EPISODE 50 -



Amerika waktu setempat...


Akhirnya Alicia sampai di Amerika setelah menempuh penerbangan selama kurang lebih 7/8 jam lamanya.


Alicia merebahkan dirinya di ranjang yang cukup besar, apartmen mewah sudah di sediakan khusus untuk Alicia.


Besok pagi Alicia akan menjalani jadwal yang padat, dimana ia harus pergi ke perusahaan memperkenalkan dirinya pada para karyawan dan harus mengurus administrasinya untuk kuliah di Harvard University bertemu dengan profesor yang akan mementorinya


Di lain sisi Demian masih berjaga cukup lama di depan Apartmen Alicia hingga akhirnya ia pergi dan menuju apartmennya sendiri lalu menghubungi Harry.


"Nona Alicia sudah sampai dan sedang istrirahat tuan."


"Jaga dia Demian, terus berikan kabar." Kata Harry.


Demian melenguh kan nafas dan duduk di sofa.


Perbedaan waktu Britania Raya ( Inggris ) lebih cepat 5 jam dari Washington.


*****


Inggris....


Isabella melenguh kan nafasnya dan mengusap wajah kantuknya pada dada bidang di sampingnya, perlahan matanya terbuka dan kemudian seulas senyuman terpasang dengan anggun di wajah cantik nya pagi hari.


Isabella mendongak kan wajahnya melihat seorang pria yang memeluknya dengan erat di balik selimut tebal berwarna putih.


"Bagaimana kau bisa setampan ini." Bisik Isabella lirih.


"Bagaimana kau juga bisa sangat cantik Isabella." Bisik Zack.


"Kau sudah bangun?" Tanya Isabella.


"Mm... Sudah beberapa menit yang lalu, tapi aku masih ingin memeluk mu. Aku jadi sangat pemalas saat ada di dekatmu." Kata Zack.


"Jadi... Aku pengaruh buruk untukmu?" Tanya Isabella menempelkan jari telunjuknya di dada Zack.


"Tepatnya kau candu bagi ku." Bisik Zack dan mengeratkan pelukannya kemudian mencium kening Isabella.


"Apa kesibukanmu hari ini?" Tanya Isabella.


"Pergi ke perusahaan milik ayah, lalu ke perusahaannku, dan bertemu beberapa orang untuk bicara omong kosong dan memeriksa sesuatu." Kata Zack menjelaskan.


"Kau?" Sambung Zack.


"Aku akan mengurus sesuatu tentang perkuliahan dan menyiapkannya, aku butuh banyak barang, mungkin."


"Stark akan bersamamu, dan mengantarmu." Kata Zack.


"Tidak Zack aku bisa sendiri, aku tidak terbiasa."


"Kau harus mulai terbiasa, biarkan Stark mengantar mu kemanapun dan apapun yang kau butuhkan."


Kemudian Zack sedikit berbalik dan meraih dompetnya yang ada di atas meja yang berjajar bersama ponselnya.


Zack mengambil sebuah kartu di dalam dompet.


"Belilah semua yang kau mau." Kata Zack sembari menyerahkan black card pada Isabella.


Isabella menerima nya dan tertawa geli, menyembunyikan wajahnya di dada milik Zack.


"Kenapa?" Tanya Zack tersenyum.


"Aku terkesan seperti wanita panggilan, yang selesai melayanimu dan kemudian mendapatkan black card." Kata Isabella tertawa geli.


"Dan kau bisa memberiku satu kali lagi putaran permainan, mentransfer energi untuk bekal seharian nanti." Kata Zack dan menimpa tubuh Isabella.


"Kau tahu aku juga lelah bagaimana aku bisa memberimu energi?" Kata Isabella menutupi mulutnya dengan black card.


Zack kemudian mencium leher Isabella dan menyesapnya cukup kuat.


"Aku harus pakai syal untuk menutupinya nanti..." Bisik lirih Isabella sembari menutup matanya.


Zack kembali memberikan ciuman dan kecupan selembut mungkin, mereka kembali memuncak dan bergairah.


Zack siap melakukannya lagi, ia sudah pada posisi yang pas dan bergerak dengan cepat, sedangkan Isabella meremas punggung Zack dengan kuku-kukunya kembali sebuah sengatan menerjang dan menyentak tiap-tiap urat syarafnya yang paling kecil, membangkitkan darah-darah panasnya.


Stark sudah menunggu di depan apartmen Isabella dengan beberapa pengawal, ia cukup gusar apakah harus menghubungi Zack atau menunggu.


Akhirnya Stark memilih menghubungi Zack dengan ponselnya.


Suara-suara desahann Isabella dan juga Zack saling bersahutan di dalam apartmen, sedangkan ponsel Zack terus saja bergetar di atas meja.


Drrtt Drrttt Drrttt


Dada Zack sudah naik dan turun, irama nafasnya sudah semakin cepat, gerakannya pun sudah semakin mencapai titik yang ia mau.


"Oh fvck!!!" Kata Zack mengumpat dan berhenti lalu mengambil ponselnya dengan nafas terengah.


"Aku akan membunuhmu Stark." Kata Zack.


Isabella menatap sayu pada Zack.


" Maafkan saya tuan, saya akan senang jika mati di tangan anda, tapi beberapa petinggi penting perusahaan Volkofrich yang memiliki kredibilitas tinggi mengundurkan diri dan bergabung dengan Emir Khan."


Zack meremas ponselnya dan mengeratkan rahang.


"Bagaimana bisa, kita sudah menguras seluruh hartanya?" Bisik Zack dengan geram.


Zack kemudian mematikan ponselnya dan melemparnya ke atas meja.


"Ada apa?" Tanya Isabella cukup takut dengan perubahan mimik wajah Zack.


"Aku harus pergi." Kata Zack kemudian mencium kening Isabella.


Zack turun dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi.


Sedangkan Isabella memakai piyama tidurnya dan hendak menyiapkan sarapan.


Isabella membuat sandwich dan beberapa saat kemudian Zack keluar sudah memakai pakaian lengkap dengan setelan jas mahal.


"Sarapan dulu..." Kata Isabella menyodorkan sandwich nya.


Zack kemudian menggigit dan membawanya.


"Aku akan menghubungimu." Zack mencium kening Isabella dan keluar.


"Tuan..." Sapa Stark.


"Kau mengganggu kesenanganku di pertengahan." Kata Zack.


"Maaf kan saya tuan." Kata Stark menunduk.


"Hari ini kau bersama Isabella." Kata Zack.


"Baik tuan."


"Tidak Zack, kau mungkin lebih membutuhkan Stark, aku bisa menunda kegiatanku."


"Jangan kemana-mana, aku akan menempatkan beberapa pengawal di sini."


"Apa ada yang serius?" Tanya Isabella khawatir dan mulai takut.


Zack diam.


"Tidak ada." Kata Zack kemudian dan tersenyum.


"Aku pergi." Zack mencium kening Isabella.


Kemudian Zack dan Stark serta dengan pengawalan mereka menuju perusahaan.


"Saya mendengar Nona Evashya cukup sering bertemu dengan tuan Harry." Kata Stark.


"Benarkah."


"Terakhir mereka bertemu lagi di La Barca Cafe, saat itu Nona Evashya membolos sekolah."


"Suruh para pengawal berjaga di apartmen, cukup satu orang dalam keluarga Volkofrich yang terjerat cinta buta dengan keluarga Benyamin. Dia pikir aku tidak tahu jika sudah memaksa mencium pacarku." Kata Zack.


"Baik tuan."


Setelah sampai di perusahaan Volkofrich, Zack berjalan dengan cepat dan memanggil para petinggi yang tersisa untuk rapat.


"Apa tinggal segini." Tanya Zack masih tenang.


Terlihat hanya tinggal beberapa orang tak lebih dari lima orang yang duduk di ruangan rapat. Semua diam dan menunduk.


"Sisa segini saja ternyata yang masih setia denganku." Kata Zack.


"Asissten pribadi anda baru saja mengirim surel pengunduran diri." Bisik Stark.


Zack menyeringai.


"Bahkan mengundurkan diri melalui surel, attitude yang sangat mengesankan, blokir semua petinggi perusahaan yang berkhianat pada Volkofrich dan Wickley. Aku akan pastikan semua yang berkhianat akan menyesal dengan keputusan yang mereka ambil." Kata Zack geram.


Rapat di mulai dengan suasana mencekam, Zack menuruni darah sang ayah yang bisa membuat semua orang takut melihatnya, cara pembawaannya dan kharisma serta pendirian kuat Zack yang tidak mudah di hasut membuat para petinggi mulai percaya jika Zack akan mampu melewati ini semua.


Meski berat dan terjal karena para petinggi yang mengundurkan diri memiliki semua informasi tentang perusahaan Volkofrich.


~ bersambung ~