REVENGE AND LOVE

REVENGE AND LOVE
- EPISODE 19 -



Dokter Leizya telah selesai membalut dan memeriksa kaki Isabella. Hingga Isabella menjalani CT scan dan semacamnya, memperlihatkan apakah kaki Isabella ada keretakan atau hanya terkilir biasa.


"Okey sudah selesai. Istirahat yang banyak, jangan terlalu banyak bergerak, dan juga jangan terlalu memberikan tumpuan berlebihan pada kaki yang terkilir, pemeriksaan juga menunjukkan tidak ada keretakan jadi aku pastikan kaki Isabella akan sembuh lebih cepat." Sahut Dokter Leizya sembari tersenyum memandangi Isabella.


Zack bernafas lega dan membelai punuk kepala Isabella.


"Mmm... Zack, bisa kah kau tinggalkan aku sebentar, aku ingin bicara dengan Isabella." Tanya Dokter Leizya sembari tersenyum lebar penuh harap.


Zack berfikir sejenak.


"Berbicara tentang apa?"


"Astaga, kau sangat mirip dengan ayahmu." Dokter Leizya tertawa.


"Dia selalu cemburu bahkan dengan wanita."


"Wanita juga ada yang menyukai sesama jenis." Sahut Zack.


"Tepat sekali! Kau memang anaknya, dia pun mengatakan itu padaku saat aku memeriksa Laura untuk pertama kalinya ia hamil. Ayolah, tapi jika kau tidak masalah dengan obrolan tentang reproduksi, datang bulan, dan tentang kesehatan rahim, it's okey kau bisa tetap di sini. Jadi..."


"Oke aku akan keluar, ini bukan karena aku tidak mau mendengar, tapi aku yakin Isabella butuh privacy nya dan aku menghargainya." Sahut Zack.


Dokter Leizya tersenyum, dan kemudian Zack mencium punuk kepala Isabella.


"Astaga remaja ini sudah berlagak seperti orang dewasa, kau memang anak Zafran." Sahut dokter Leizya menggelengkan kepalanya.


Tanpa menjawab dan meladeni semua candaan dokter Leizya Zack pun keluar dan menutup pintu, ia menunggu bersama Stark di luar.


"Baiklah, ini adalah kali kedua aku bertemu denganmu Isabella. Aku ingin bertanya tapi ku harap kau tidak marah padaku."


"Ya, tentu dokter jika saya bisa menjawabnya akan saya jawab." Sahut Isabella sopan.


Dokter Leizya kemudian tersenyum.


"Maaf Isabella aku menggunakan mu sebagai tameng dan alasan, berbohong pada Zack jika kita akan membicarakan tentang reproduksi."


"Tidak ada masalah bagi saya Dokter." Kata Isabella.


"Kau manis sekali, aku sangat kagum pada sopan santunmu, suara mu pun sangat lembut dan halus untuk di dengar begitu merdu di telinga, apalagi sikapmu yang anggun, lalu paras wajahmu seolah aku tidak asing, kau memiliki wajah gabungan 50:50 dengan seseorang. Tapi aku lupa wajah siapa yang ada di dalam wajahmu Isabella. Ini membuatku sangat frustasi sepanjang pertemuan pertama kita saat kau sakit di apartmen Zack. Jika boleh tahu, siapa kedua orang tua mu Isabella?" Tanya Dokter Leizya.


Isabella tersenyum dan kemudian menjawab pertanyaan Dokter Leizya.


"Saya yatim piatu dokter. Sejak kecil saya tinggal di panti asuhan."


"Mm... Keanggunan seseorang tidak begitu saja terbentuk, tapi ada juga yang tumbuh sejak ia di lahirkan, apalagi jika memiliki garis keturunan bangsawan."


"Maaf dokter Leizya, saya tidak memiliki garis yang anda sebutkan, saya hanya anak yatim piatu." Sahut Isabella.


"Baiklah, mungkin aku hanya berfikir terlalu jauh." Sahut Dokter Leizya.


"Tapi sebelum itu boleh aku meminta sedikit sample dari mu Isabella?" Tanya Dokter Leizya kembali.


Selagi Dokter Leizya berbincang dengan Isabella di dalam ruangan, Zack yang sedang di luar ruangan pun juga sedang membahas beberapa masalah dengan Stark.


"Besok pagi suruh agen tersebut bergerak Stark, aku ingin dia menjalankan rencana ini dengan kehati-hatian, sabar, dan jangan terlalu menekan Emir Khan. Kita harus tarik dan ulur, kita pastikan dialah yang membutuhkan dan menginginkannya." Perintah Zack.


"Baik tuan, dan sepertinya Nona Isabella harus berada di apartmen lain sementara waktu." Sahut Stark.


"Kenapa?"


"Nona Kate serta tuan Edward pulang dan ada di apartmen, saya pikir Nona Isabella akan canggung." Kata Stark.


"Saya sudah menyiapkannya tuan, apartmen itu berada di dekat sekolah Hill School, Nona Isabella tidak akan lagi kerepotan dan kesulitan saat berangkat ke sekolah."


"Waw... Kau mengagetkanku Stark, kenapa kau selalu satu langkah di depanku? Kau tidak ada perasaan pada Isabella bukan?" Kata Zack curiga.


"Maaf tuan saya tidak berani. Bangunan apartmen itu adalah milik anda tuan muda, ada di bawah naungan perusahaan anda Wickley Group saya pikir itu jauh lebih baik, lagi pula saya cukup tenang karena Nona Isabella memberikan hal positif pada anda, membuat anda kembali bersemangat."


"Pantas ayahku lebih percaya padamu daripada anaknya sendiri, bahkan hari terakhirnya ayah memintamu untuk bersamanya, kau memang luar biasa Stark." Puji Zack.


Tak berapa lama Dokter Leizya pun keluar bersama Isabella.


"Apa sudah selesai tentang datang bulannya?" Tanya Zack.


Dokter Leizya tertawa sedangkan Isabella hanya tersenyum malu.


"Aku titip Zack Isabella, terimakasih kau membuatnya tetap kuat." Kata Leizya.


"Terbalik dokter, selama ini aku yang menjaga Isabella, dan aku lah yang melindunginya, kenapa kau menitipkanku padanya?" Kata Zack.


Isabella dan juga Dokter Leizya kemudian tertawa.


"Kau lihat Isabella, saat bersamamu dia bisa bercanda, dan hanya seorang remaja biasa, tapi ketika jauh dari mu dia bahkan lebih kejam dari seekor singa yang lapar. Jaga dia Isabella." Kata Leizya kemudian memeluk Isabella.


"Terimakasih dokter sudah merawat saya."


"Sama-sama Isabella, aku senang."


Kemudian perjalanan pun di lanjutkan, karena hari semakin malam dan Isabella membutuhkan istirahat mereka pun langsung menuju apartmen baru yang akan di tinggali oleh Isabella.


Mobil-mobil itu sudah terparkir di basemant dan para pengawal membawa koper serta tas milik Isabella serta milik Zack.


"Kenapa kita kesini Zack, apartmen siapa ini?"


"Ini milikmu Isabella, duduklah dulu."


"Tapi..."


"Kau pernah bilang, setelah usia mu 17 tahun, kau tidak di perbolehkan tinggal di Panti Asuhan lagi?"


Isabella mengangguk.


"Iya... Tapi... Jangan katakan... Kalau apartmen ini..."


"Ya... Ini milikmu sekarang."


"Tidak Zack, ini berlebihan, kau memang pacarku, tapi jika kau sampai memberikan apartmen yang mahal ini, ku kira aku tidak bisa menerimanya Zack. Aku memiliki tabungan dan aku akan menyewa apartmen yang ada di dekat perbatasan."


"Aku tahu kau mampu Isabella, aku tahu kau mandiri, aku hanya ingin kau aman di sini, jika kau menyewa apartmen di perbatasan itu adalah pemukiman yang tidak bagus, dan sebentar lagi akan di restorasi, uangmu tidak akan kembali dan kau tidak memiliki tempat tinggal lagi." Kata Zack.


"Di restorasi?"


"Ya, pemukiman padat itu akan di restorasi menjadi taman, itu adalah lahan milik pemerintah, dan akan di kembalikan seperti awal sebagaimana mestinya, mereka akan memulihkan dan mengembalikan lahan tersebut seperti semula, mereka akan merapikannya dan menertibkannya, sehingga tidak ada bangunan yang kumuh dan semacamnya, lalu perusahaan yang memenangkan tendernya adalah, perusahaan konstruksi milik paman ku. Mereka akan segera menggarapnya."


"Ternyata perkataan Nyonya Laura benar, jika pemukiman itu akan di gusur." Sahut Isabella lemah.


Zack memandangi kekasihnya, wajahnya penuh harap Isabella mau menerima pemberiannya, sebuah apartmen untuk tempatnya berteduh.


~bersambung~