REVENGE AND LOVE

REVENGE AND LOVE
PART 1



Kring.....kring....kring......


Suara jam weker terdengar dengan keras.


Sebuah tangan menggapai jam weker tersebut, dan sepasang mata yang masih sayup sayup mencoba melihat ke arah jam.


Dan saat kedua bola mata berwarna cokelat itu melihat jarum jam yang menunjukkan pukul 06.30. Dalam sekejap mata itu terbelalak kaget.


Dengan cepat jurus langkah seribu di ambil olehnya,dan langsung masuk kedalam kamar mandi.


Dia adalah cheriel, gadis SMA yang duduk dikelas 11.


Cheriel gadis cantik,pintar dan ceria, tiada hari tanpa ia lalui dengan senyuman, itulah yang di ajarkan oleh bundanya "Kasih".


Cheriel hanya hidup berdua dengan bundanya, cheriel tidak pernah mengenal sosok ayahnya, yang cheriel tau ayahnya telah meninggalkan mereka.


Itulah yang di ceritakan oleh bundanya.


Cheriel juga tidak pernah ingin menanyakan lagi kemana sosok ayahnya,ia pernah bertanya pada bundanya,namun bukan jawaban yang diberikan oleh bundanya,namun air mata lah yang cheriel dapatkan.


Sejak itu cheriel tak pernah ingin bertanya lagi pada bundanya,cheriel tak ingin melihat bundanya bersedih,apalagi sampai menangis.


Cheriel dan bundanya memiliki sebuah cafe kecil kecilan,dari usaha itulah mereka berdua bertahan hidup.


Cheriel tak punya waktu untuk bermain atau ngumpul bersama teman temannya,ia lebih memilih membantu bundanya menjaga cafe mereka setelah pulang sekolah.


----------------------------------


Dengan terburu buru cheriel keluar dari kamar.


Di ruang makan bunda cheriel tengah sibuk menyiapkan sarapan untuk cheriel.


[Cheriel]


Bundaaaa.......kok gak bangunin riel sih?



[Bunda]


Siapa bilang bunda gak bangunin kamu,bunda udah ketok pintu kamar kamu tapi kamu gak bangun bangun


[Cheriel]


Hehehehe........sorry bunda


Yaudah riel kesekolah dulu yah....bye...


[Bunda]


Riel.....gak sarapan dulu?


[Cheriel]


Nanti aja bund di sekolah riel udah telat



Bunda Cheriel hanya menggeleng pelan melihat anaknya itu.


Dengan berlari secepat mungkin,riel menuju pangkalan ojek yang ada di ujung komplek rumahnya.


Dan saat ingin menghampiri kang ujang ojek langganannya,cheriel yang terburu buru tidak melihat saat menyebrang,dari arah berlawanan ada sebuah motor sport melaju dengan kencang.


Dari jauh Kang ujang yang melihat berteriak senyaring mungkin untuk memperingatkan cheriel.....


[Kang ujang]


Non rieeeellllllll.....awassssss...


Cheriel langsung melihat kearah motor yang melaju kearahnya, dengan kaki gemetar cheriel tak mampu menghindar dari posisinya,


Sosok yang mengendarai motor sport itu juga ikut syok dan secepat mungkin menarik rem dan mengalihkan motornya ke arah samping.


Laki laki pengendara motor itu jatuh dari motornya dan terseret cukup jauh.


Cheriel yang menutup matanya dengan posisi berdiri mencoba membuka pelan matanya....


Ia melihat dirinya dalam keadaan baik baik saja.


Dan saat ia berbalik ia melihat seorang pria yang mengendarai motor sport itu terjatuh ke aspal, dengan cepat cheriel menghampiri sosok laki laki itu.


Laki laki berjaket levis dan memakai helm full face itu terlihat terduduk di aspal.


Cheriel langsung menghampiri laki laki itu dan meminta maaf.


[Cheriel]


Mas...mas...mas gak papa kan?


Mas saya minta maaf,sumpah saya gak sengaja


Laki laki itu langsung membuka helm full face nya, tatapan kesal terlihat dari wajahnya.


Wajah dinginnya sungguh menakutkan.


Dia adalah Gavin.


[Gavin]


Lo buta ya....


Atau udah bosan hidup...


Kalau lo mau bunuh diri sana terjun dari gedung, jangan berdiri di tengah jalan,bunuh diri kok ngajak ngajak...


[Cheriel]


Maaf....gue gak sengaja,tadi gue buru buru...beneran maaf ya...


Lo gak papa kan?



[Gavin]


Apaan sih lo...pegang pegang



[Cheriel]


Emmm.....Sepertinya lo baik baik aja...


Soal kerusakan motor lo gue tanggung,tapi gak sekarang soalnya gue udah telat, ini alamat cafe gue lo bisa kesana buat ambil ganti ruginya



Cheriel langsung berbalik arah menuju pangkalan ojek dimana kang ujang berada.


[Gavin]


Woiiii..........mau kabur lo...???


Cheriel sama sekali tak menggubris panggilan gavin, ia memilih langsung menaiki motor kang ujang dan pergi kesekolah,karena ia benar benar sudah terlamabat.


Gavin sangat kesal,dan *** kartu nama yang diberikan cheriel,ia lalu membuang kartu nama itu ketanah dan menuju motornya.


Amarah gavin muncul bukan hanya karena perbuatan cheriel tapi juga ayahnya,sebelum ia berangkat kesekolah tadi gavin bertengkar hebat dengan ayahnya. Ucapan ayahnya lah yang sangat membuat amarah gavin membara.


Kata kata yang di ucapkan ayahnya terngiang ngiang ditelinga gavin.


" kalau kau tak ingin memperbaiki sikap mu jangan harap perusahaan akan ayah wariskan kepada mu, dasar anak nakal"


Hubungan gavin dan ayahnya sudah sangat lama bermasalah, hubungan ayah dan anak seolah tak pernah bisa akur, gavin mulai membenci ayahnya ketika ibunya tengah sakit dan berjuang hidup melawan kanker, saat itu ayah gavin tak menunjukkan rasa perhatiannya terhadap ibu gavin.


Ia lebih memilih menyibukkan diri dengan pekerjaan,sampai dimana akhir hayat ibu gavin. Disaat saat terakhir hidup ibu gavin ia ingin bertemu dengan ayah gavin, tapi ayah gavin tidak datang sampai maut menjemput ibu gavin


Disitulah gavin mulai membenci ayahnya.


Dan sampai sekarang,gavin dan ayahnya terlihat sangat tidak akur.


Demi membalas ayahnya gavin merubah semua sikapnya, ia menjadi sosok yang kasar,pemarah dan sombong.


Dan semua perintah ayahnya selalu dibantahnya ia lebih memilih membangkang dari pada menuruti kemauan ayahnya itu.


Gavin memakai kembali helm nya dan menaiki kembali motornya,dengan cepat gavin pergi melaju meninggalkan tempat kejadian dan menuju kesekolahnya.


----------------------------------


Cheriel yang terlambat datang kesekolah,mau tidak mau harus menerima hukuman dari gurunya.


Ia diminta oleh guru merapikan buku buku di perlustakaan yang berantakan.


Cheriel sedikit lega karena hukumannya hanya merapikan buku buku,bukan disuruh membersihkan toilet sekolah.


Dengan seyum ruangnya riel merapikan semua buku buku yang berantakan.


Sebuah suara mengagetkannya dan ia berbalik dan melihat kearah sumber suara itu...


" dihukum malah senyum senyum"


Saat matanya melihat sumber suara cheriel tersenyum kepada pemilik suara.


Rayshaka, dia adalah teman sekelas cheriel.


[Cheriel]


Lo ngapain kesini?


Dihukum juga?


[Rayshaka]


Gue bosen dikelas,habis gak ada lo sih...


Mau gue bantuin gak?


[Cheriel]


Telat lo....gue udah selesai kalee....


[Rayshaka]


Bagus deh,tadi gue bercanda doang bilang mau bantuin lo...


[Cheriel]


Dasarrrr lo....


15 menit kemudian,cheriel dan rayshaka keluar dari perpustakaan, dan kebetulan bel istirahat sudah berbunyi.


Mereka berdua langsung menuju kantin.


Sesampainya di gerbang kantin suara teriakan nama Cheriel menggema.


" Riellll..."


Suara itu muncul dari dua orang gadis,mereka adalah chintya dan chika mereka adalah sahabat sahabat cheriel.


[Rayshaka]


Tuuh....kembaran lo udah kaya cacing kepanasan...


Gue ketoilet dulu ya...


[Cheriel]


Cheriel menghampiri kedua sahabatnya itu.


Mereka bersahabat bukan hanya karena nama mereka yang sama sama berawalan "C" tapi hidup mereka juga hampir terbilang sama.


Jika Cheriel,tidak memiliki ayah, Chintya dan Chika tidak memiliki ibu.


Ibu Chintya meninggal saat Chintya dilahirkan, sedangkan Chika orang tuanya bercerai dan ibu chika memilih pergi meninggalkan chika bersama ayahnya.


Meski memiliki kesamaan,tapi kehidupan chintya dan chika lebih terjamin,karena mereka berasal dari keluarga kaya.


[Chika]


Lo telat bangun lagi riel...?


[Cheriel]


Iyaa....tapinya untungnya gue cuma disuruh beresin buku buku diperpus...


[Chintya]


Riel...riel...dihukum aja lo masih bisa senyum?


[Cheriel]


Kalau gue dihukum bersihin toilet baru mungkin gue nangis...hahahaha....


[Chika]


Eww.......gue mending disuruh lari lapangan deh daripada bersihin tuh toilet....


Lagian lo bisa telat kenapa sih? Emang kang ujang bawa motornya lambat....


[Cheriel]


Bukan,tadi gue hampir ketabrak motor dan untunya gue gak kenapa kenapa


[Chintya]


Ya ampun riel......lo ceroboh banget sih...


[Chika]


Terus lo gak papa kan?


[Cheriel]


Gak papa...


Gue pesan makan dulu deh laper....


Cheriel bangkit dari duduknya dan menghampiri stand makanan yang ada di kantin sekolahnya.


----------------------------------


Di lapangan basket terlihat gavin sedang melampiaskan amarahnya dengan bermain basket sendiri. Ia memilih melepaskan emosinya itu lewat permainan basket.


Meski jarang bermain basket tapi gavin mahir dalam memainkannya.


Ketiga sahabat gavin,melihat gavin sedang bermain basket, mereka tau jika gavin pasti habis bertengkar dengan ayahnya.


Christ, reymond dan nhaya. Mereka bertiga adalah sahabat gavin sejak duduk di bangku SD.


Persahabatan mereka sudah cukup lama terjalin.


Meski gavin memiliki sifat yang jelek tapi para sahabatnya tau jika itu bukan sifat asli dari gavin. Mereka juga sering menegur gavin jika ia sudah melewati batas.


[Nhaya]


Vin.....udah lo istirahat...



[Christ]


Biarin aja lah nhay....tu anak paling habis berantem lagi sama bokapnya....


Nhaya wanita satu satunya yang bisa dekat dengan gavin, karena gavin tak pernah mau berteman atau dekat dengan wanita lain.


Nhaya tidak mendengarkan ucapan Christ,ia nekat menghampiri gavin dan memberinya air minum.


Christ dan Reymond hanya melihat dari bangku bangku penonton yang ada di pinggir lapangan.


[Nhaya]


Gavin......gavin stop....


Teriakan nhaya menghentikan gavin.


[Gavin]


Sorry nhay....gue cuma pengen ngeluarin amarah gue...


[Nhaya]


Iya gue tau,tapi lo udah main 2 jam lebih,lo mau bikin heboh satu sekolah karena lo pingsan.


[Reymond]


Lebay lo nhay....


Gavin akhirnya menghentikan permainannya,ia mengambil botol air minum dari tangan Nhaya.


Mereka berdua lalu duduk bersama Christ dan Reymond.


Mata gavin tiba tiba melihat sosok wanita yang membuatnya marah tadi pagi. Siapa lagi kalau bukan Cheriel


Ternyata mereka selama ini satu sekolah.


Gavin mengambil bola basket di depannya dan melemparnya cukup kuat Nhaya, Christ dan Reymond bingung bukan main melihat kelakuan Gavin.


Lemparan Gavin tak meleset,bola menghantam kuat bahu Cheriel hingga ia terjatuh.


[Christ]


Vin....lo gila ya...?


[Reymond]


Memang Gavin gila....


Cheriel yang tersungkur di lantai hanya meringis kesakitan,bola itu menghantam kuat bahu Cheriel yang habis cedera.


[Chinthya]


Riel....lo gak papa?


[Chika]


Gak papa gimana? Pasti sakit lah..


Siapa sih yang main basket bego banget....


[Cheriel]


Gue Gak papa kok.


Tapi ekspresi Cheriel tak bisa dibohongi,2 minggu lalu ia baru saja mengalami cedera saat latihan dance, dan itu membuat bahu Cheriel terluka dan kini ia masih dalam masa pemulihan.


Keringat mulai membasahi kening Cheriel, Chintya dan chika panik bukan main.


Rayshaka yang baru keluar dari ruang guru dan melihat cheriel terduduk dilantai berlari secepat mungkin menghampiri Cheriel.


[Rayshaka]


Riel...lo kenapa?


[Chintya]


Ada yang ngelempar bola basket keras banget ke bahu riel,kha...


[Rayshaka]


What.....kalian lupa bahu riel kan cedera...


Chintya dan Chika baru menyadari hal itu.


Dengan sigap Rayshaka langsung menggendong tubuh Cheriel menuju UKS.


Dari jauh Gavin tertawa terbahak bahak,Nhaya, Christ dan Reymond hanya menatap bingung ke arah gavin.


Ia terlihat puas saat menyakiti orang.


[Reymond]


Lo punya masalah sama Cheriel?


[Gavin]


Cheriel.....nama tuh cewek..?


[Reymond]


Iya...lo gak kenal sama dia terus kenapa lo timpuk dia pake bola?


[Gavin]


Gara gara tuh cewek gue hampir celaka...


Nhaya,Christ dan Reymond melihat Gavin dari atas sampai bawah,tak ada tanda tanda Gavin terluka.


Dan tak lama suara ambulance masuk kedalam sekolah,semua siswa yang ada di luar bingung.


Petugas langsung mengeluarkan brankar dan menuju UKS,semua siswa dan siswi penasaran siapa yang sakit hingga di jemput oleh ambulance.


Semua mata kaget melihat Cheriel terbaring tak sadarkan diri dengan wajah yang sangat pucat.


Gavin dan teman temannya membeku mereka tak menyangka jika lemparan Gavin bisa sampai sefatal itu.


Rayshaka dan wali kelas mereka ikut masuk kedalam ambulance menemani Cheriel.


Gavin dan teman temanya lalu menghampiri kerumunan siswa untuk mencari informasi mengapa Cheriel bisa sampai tak sadarkan diri dan dijemput ambulance.


Reymond yang terkenal ramah kesemua murid mulai bertanya ke yang lain.


[Reymond]


Itu tadi Cheriel kan?


[Siswi]


Iya itu Cheriel...


[Reymond]


Dia kenapa? Kok dijemput ambulance?


[Siswi]


Katanya tadi Cheriel kena lemparan bola basket,dan pas kena bahunya yang masih cedera, tadi kata guru sih kemungkinan tulang selangka cheriel patah.


Mendengar itu Gavin,Nhaya dan Christ terbelalak kaget.


Mereka hanya terdiam tak bisa berkata apa apa lagi, dan hanya bisa berharap Cheriel tidak dalam kondisi yang berbahaya.