REVENGE AND LOVE

REVENGE AND LOVE
- EPISODE 45 -



Para siswa di perbolehkan untuk pulang sekolah karena hari itu tidak banyak ada pelajaran dan hanya melewati jam-jam boring akhirnya para guru pun memutuskan untuk memberikan izin pada para siswa yang ingin pulang lebih pagi.


Billy cukup gugup berdiri di halaman mansion benyamin, ia sedang menjemput Alicia, Billy berulang kali mengecek mobilnya apakah sudah bersih tidak ada benda-benda mencurigakan seperti kondoom dan minuman atau semacamnya.


Kemudian Billy berdiri lagi dengan gugup, ia sudah siap dengan mobil sport mewahnya menunggu Alicia di depan mansion benyamin.


Tak berapa lama Alicia pun keluar dengan pakaian casual, sebuah celana overall ( celana kodok ) membuat Alicia tampil sangat imut, dengan rambut yang di gulung naik hingga memperlihatkan leher jenjangnya.


Billy terpesona dan menahan senyumannya, ia terkagum-kagum dengan Alicia.


"Menunggu apa?" Tanya Alicia malu.


"Oke ayo..." Kata Billy terkejut.


Kemudian Billy berlari membuka pintu mobil untuk Alicia, ia terlihat gugup.


Mobil sport convertible mewah melaju cukup pelan, dengan menikmati pemandangan dan udara. Mobil convertible didefinisikan sebagai mobil berukuran mini yang atapnya dapat dibuka, dengan cara dilipat.


Setelah perjalanan beberapa menit, mobil di parkir di sebuah restoran mewah yang ada di tepi pantai, beberapa pelayan tergopoh menyambut mereka dan membuka kan pintu mobil.


"Selamat datang tuan muda Billy." Sapa kepala restoran tersebut.


"Apa kau sudah siapkan mejanya."


"Sudah tuan."


"Ayo..." Ajak Billy pada Alicia.


Sedangkan Alicia memutari semua pemandangan pantai itu dengan matanya, ini adalah pantai terindah yang pernah ia lihat, dengan restoran terbaik di tepi pantai dan begitu mewah.


"Ini milikku..." Kata Billy.


"Milik mu sendiri?"


"Ya, milikku sendiri, aku membangunnya ketika masuk sekolah awal pelajaran di Hill School dengan bantuan ayahku pastinya, sebenarnya kedua orang tua ku tidak terlalu menuntutku untuk... Ya, kau tahu lah kebanyakan di Hill School para siswa berjuang lebih keras karena tuntutan para orang tua mereka. Namun, berbeda di keluargaku, selama aku bisa bertanggung jawab dengan masa depanku, orang tua ku tidak terlalu mempermasalahkannya, hanya akhir-akhir ini ayah ku sedikit cerewet tentang kemana aku akan melanjutkan study ku."


Alicia mengangguk pelan memdengarkan apa yang di katakan oleh Billy, sembari mereka menelusuri lantai kayu yang bersih dan mengkilap.


Sebuah ruangan terbuka langsung dengan pantai yang lebih menjorok dan lebih dekat dengan pantai menjadi pilihan Billy, dengan meja yang sudah di tata romantis, dan sofa panjang yang berwarna-warni serta tempat duduk yang terbuat dari rotan putih, membuat suasana pantai semakin indah.


Alicia berlari kecil dan memegang pagar kaca yang hanya setinggi pinggangnya, ia melihat pantai yang memiliki hamparan pasir putih yang bersih.


Hari itu cuaca tidak terlalu panas, karena matahari bersembunyi di balik awan yang cukup tebal dan memiliki warna abu-abu.


"Kita makan dulu..." Kata Billy.


Para pelayan restoran beriringan membawa makanan-makanan yang di siapkan di atas meja.


Kemudian Billy menarik kursi dan mempersilahkan Alicia duduk.


"Apa tidak terlalu berlebihan Billy..." Kata Alicia tersenyum dan tersipu malu.


"Menurutku ini bahkan belum apa-apa untuk gadis secantik dirimu." Kata Billy


Setelah para pelayan restoran pergi, mereka mulai menikmati makanan dan jus yang ada di atas meja.


Pantai saat itu cukup ramai, dan beberapa yang lain saling berjerit dan berteriak sembari berkejaran dengan ombak , beberapa yang lain berenang dan surving, lalu beberapa pengunjung juga memilih untuk bersantai menjemur tubuh mereka di pantai.


"Apa persahabatan mu dan Isabella sudah lama?" Tanya Billy tiba-tiba.


Alicia menghentikan mengiris daging dan minum jus alpukat nya.


"Iya, persahabatan kami berawal dari perpustakaan."


"Perpustakaan?"


"Iya." Alicia mengangguk.


"Isabella selalu mengambil dan membawa buku-buku sendirian, dan dia juga sering mengunjungi perpustakaan, dari sanalah kami mulai akrab dan saling bertukar cerita." Kata Alicia.


Billy kemudian meraih tangan Alicia.


"Aku harap temanmu bisa memaafkanku dan adikku, Alicia. Aku tahu kami kelewatan, dan kita akan segera lulus, aku akan pastikan tidak ada yang berani menganggu sahabatmu lagi." Kata Billy.


Alicia kemudian menarik tangannya perlahan dan menyembunyikannya di atas pahanya tepat di bawah meja.


Billy menjadi canggung.


"Bagaimana jika kita berjalan-jalan dipantai?" Tanya Billy.


Kemudian Alicia berdiri dan melepaskan pakaian overall nya ( Pakaian kodok, dan t-shirt polosnya berwarna navy ).


Alicia sudah memakai rangkapan pakaian renang berwarna navy. Paha Alicia terekpose putih mulus, lengan dan dada Alicia juga membuat penampilannya sangat menggoda.


Billy menarik nafas dan menahan kembali senyumannya yang begitu kagum pada Alicia, dada nya bergetar hebat.


"Kau mengagumkan Alicia." Kata Billy.


Alicia mengangkat alisnya satu.


"Maksudmu?"


"Kau sangat cantik dengan pakaian renang itu, sangat cocok dengan tubuh mu." Kata Billy.


Alicia tertawa.


"Semua orang di pantai memakai baju renang Billy, sama seperti ku."


"Tapi tidak ada yang secantik dirimu." Kata Billy.


Saat itu Billy pun sudah memakai celana renang nya dan bertelanjang dada


"Ayo... Sudah cukup bicara omong kosong aku ingin berenang." Kata Alicia menarik tangan Billy.


Saat tangan mungil itu menggenggam Billy dan menariknya, tubuhnya tersentak dan begitu merasakan kekalutan luar biasa, ingin rasanya ia memeluk Alicia dari belakang.


"Ya... Ayo, hari ini pasti akan sangat menyenangkan. Lihat airnya dan ombaknya!" Teriak Billy sembari menunjuk.


Mereka berlari bertelanjang kaki, dan hendak berenang, namun sebuah teriakan memanggil Billy membuat mereka mengurungkan niat.


"Billy!"


Suara teriakan itu tidak asing, ternyata itu adalah Sezi, ia datang dengan Fay, Milly dan Gery, lalu ada Zhang Chen serta Pablo teman Fay yang memiliki Bar.


Kemudian Alicia melihat itu dan merasa mood nya seketika berubah.


Billy melihat perubahaan ekspresi itu pada wajah Alicia.


"Jika kita pergi berdua, cepat atau lambat kita pasti akan bertemu dengan mereka kan." Kata Billy.


Alicia diam.


"Apa kau bilang pada mereka kita pergi ke pantai?" Tanya Alicia.


"Tidak, tidak pernah, aku berani sumpah, bahkan aku tidak memberitahu kan pada Milly." Kata Billy.


" Hey...!! Kita bertemu di sini." Kata Gery pada Billy, kemudian melihat pada Alicia.


"Hay sob, bagaimana kabar mu." Sapa Pablo.


Pablo dan Billy bersalaman.


"Baik. Thanks." Jawab Billy.


"Banyak gadis kehilangan keperawanan mereka di pantai ini kan." Kata Zhang Chen, ia tersenyum menyeringai dan menepuk bahu Billy.


Zhang Chen ingin menggoda Billy, ia pikir Billy akan mengajak Alicia untuk bermalam di pantai, dan akan melakukan aksinya di hotel mewah milik Billy yang menjadi satu dengan restorannya.


"Diamlah!" Kata Billy ketus.


"Ohh... Yeah... Aku tidak yakin semua gadis yang ada di pantai ini ada yang masih perawan." Kata Fay menyedekapkan tangan dan melihat ketus pada Alicia.


Kemudian Sezi tertawa dan menyenggol Fay dengan bahunya.


"Apakah itu asik untuk kalian?" Kata Milly.


"Kau akhir-akhir ini sensitif sekali Milly." Kata Sezi.


"Apa kau sedang PMS." Kata Fay.


"Tidak ada." Kata Milly berjalan dan berbaring di kursi panjang sembari mulai membuka handuknya.


Saat itu Milly sudah memakai pakaian renang, kemudian memakai kacamatanya dan berbaring.


"Semoga kau bisa memaafkan Zhang Chen, Alicia. Celana nya terlalu ketat menyebabkan terputusnya aliran darah ke otak, menjadikan dia idiot dan dungu." Kata Milly pada Alicia masih tidur dan memakai kacamata hitam dengan menyedekapkan tangan.


~bersambung~