
Karena malas dan tidak mood, Alicia pun menggelar handuk panjang yang ada di atas kursi rebah di atas pasir, dan kemudian ia tengkurap untuk berjemur.
Begitupun Sezi dan Fay, mereka juga merebahkan diri di atas kursi dengan kaca mata mereka.
Saat itu Sezi berada di kursi rebah dekat dengan Alicia berjemur di atas pasir pantai.
"Jadi Alicia, apa kesepakatan kalian, apa kalian sudah pacaran dan sekarang kalian sedang kencan?" Kata Sezi melihat Alicia dengan menurunkan sedikit kacamatanya hingga matanya sedikit terlihat.
"Kami hanya teman." Sahut Alicia.
"Bukankah temanmu si gadis dungu itu? Ups... Soryy... Aku malas menyebutkan nama nya. Tidak ingin merusak mood ku yang menikmati pandai indah ini." Ejek Sezi.
"Apa kau pernah mendengar peribahasa tentang tabur tuai Sezi, siapa yang menabur pasti akan menuai?" Tanya Alicia.
"Oh sayang nya itu tidak akan terjadi padaku." Kata Sezi.
"Apa kau benar-benar tidak menyerah setelah keluargamu jatuh miskin, bahkan ayahmu sampai sekarang sedang gencar mendekati perusahaan benyamin, meminta perlindungan dan suntikan dana yang sangat besar?" Kata Alicia yang kemudian duduk dan membersihkan kedua telapak tangannya dari pasir.
"Sejujurnya, telfon-telfon itu terus mengangguku Sezi, bahkan hingga semalaman dan pagi hari, kau tahu betapa risihnya Harry hingga membanting beberapa barang dan mencabut kabel telfon? Jika kau bertemu ayahmu, kau bisa sampaikan pesanku padanya, jika yang ia lakukan itu sangat memalukan dan membuat kami risih!" Ejek Alicia.
Sezi meradang dan membuka kacamata hitamnya, menatap nanar dan penuh amarah pada Alicia.
"Itu pun jika kau berani, jangan di kira aku tidak tahu riwayat keluarga kalian Sezi!" Tambah Alicia.
"Kau pelacur licik Alicia!" Geram Fay yang terkejut Alicia mengatai Sezi.
"Setidaknya aku sadar diri Fay, dan tidak menjadi munafik sepertimu, apa kau pikir aku juga tidak tahu tentang diri mu Fay? Setiap malam kau berada di Bar milik temanmu tadi, Pablo. Bagaimana jika ku laporkan pada orang tuamu? Jika setiap tengah malam kau mengendap keluar mansion dan menikmati pesta sekss dan alkohol?"
"Brengsekk kau!" Geram Fay melotot.
"Jadi! Jangan pernah samakan aku dengan Isabella, kalian menindas orang yang salah, dann.... Jangan pernah mengganggu Isabella lagi, atau kalian akan selesai!" Ancam Alicia.
Milly yang mendengar itu masih berjemur dan menyeringaikan sudut bibirnya.
Sedangkan Sezi dan Fay memilih untuk pergi berenang dengan kekesalan mereka pada Alicia.
"Kau cukup hebat membuat mereka diam." Kata Milly.
"Kau juga salah satu dari mereka." Kata Alicia mencemoh klise.
"Ya, itu dulu. Sekarang aku sebenarnya sudah malas." Kata Milly.
"Kenapa?"
"Mm... Aku membenci Sezi ketika dia mengabaikan kakakku. Kau tahu Alicia, sebelum kau ada di kelas kami, dulu Billy sangat menyukai Sezi, mengaguminya dan mendambakannya, ia selalu menuruti semua yang di katakan Sezi. Namun tidak dengan Sezi, dia selalu merendahkan Billy, dan mengagungkan Zack bahkan di depan Billy. Sampai suatu hari kau datang ke kelas kami dan menyadarkan Billy, perasaannya mulai menyadari bahwa Sezi sudah keterlaluan, ia kini menyukaimu." Kata Milly.
"Apa aku seperti tempat pelarian?" Tanya Alicia.
"Tidak... Tidak begitu Alicia." Milly bangkit dan membuka kacamatanya.
"Billy sangat menyukaimu, dan dia telah berubah setelah mengenalmu." Kata Milly.
Alicia diam dan melihat ke arah Billy yang sedang bermain volly pantai bersama teman-temannya.
"Entahlah Milly, kalian pasti tahu kan cerita ku." Kata Alicia menyeringaikan bibirnya dan memandang Milly.
"Tentang kau bersama dengan pria dewasa?" Tanya Milly.
Alicia menggendikkan bahu nya pertanda ia menjawab iya.
"Billy sudah tahu dan dia tetap menyukai mu." Kata Milly.
Di tempat yang lain Gery sedang berbincang dengan Billy di sela-sela bermain volly pantai.
"Gadis itu cukup terlihat cantik dan normal, seperti gadis lainnya." Kata Gery melihat pada Alicia.
"Dia cantik." Kata Billy.
Gery tertawa mencemoh.
"Secantik apapun dia, setidaknya aku tidak akan menjalin hubungan dengan pelacurr simpanan pria tua. Tapi kau?" Gery tertawa dan kemudian melakukan service untuk mulai bermain lagi.
Billy melihat dengan garang.
"Setidak nya ayahku tetap setia pada ibuku dan tidak menikahi seorang pellacur." Balas Billy geram.
Gery berdiri dan melihat pada Billy, dengan wajah tak percaya, jika Billy mengatai keluarganya.
Tiba-tiba guntur dan kilat datang, awan yang daritadi berwarna abu-abu sekarang sudah berubah menjadi gelap, tak berapa lama pun hujan turun begitu lebat.
Semua orang yang ada di pantai berhamburan pergi. Namun Gery dan juga Billy masih berdiri di bawah guyuran hujan yang lebat dengan guntur dan kilat yang menyambar.
Alicia dan yang lainnya yang sudah berteduh di restoran pun melihat itu.
"Apa yang mereka lakukan!" Teriak Milly.
Semua mata masih tertuju pada Billy dan Gery yang saling menatap dan hanya berdiri di bawah hujan lebat.
Sedangkan Gery merasa amarahnya sudah berada di atas ubun-ubunnya yang siap meledak, begitu panas meski hujan membasahi kepalanya, namun tidak dapat memadamkan panasnya.
"Minta maaf padaku Billy, sebelum aku menghajarmu." Ancam Gery.
"Kau juga belum minta maaf pada Alicia atas semua perkataanmu." Balas Billy.
"Aku sangat benci dengan PE-LLA-CURR Billy." Kata Gery geram dengan menekan dan memperlambat bicaranya.
Billy semakin meradang, dengan gerakan cepat Billy memukul Gery.
Gery pun membalas dan akhirnya mereka saling memukul. Di bawah hujan dan guntur serta kilat mereka berkelahi.
Di lobby restoran semua berteriak karena melihat Billy serta Gery saling memukul dan berguling guling di atas pasir, tubuh mereka sudah penuh dengan pasir.
Milly dan Alicia berlari, begitu pula Sezi dan Fay, lalu Zhang Chen dan Pablo. Mereka hendak melerai Billy dan Gery.
Di bawah guyuran hujan mereka semua basah dan tidak mengerti apa yang telah terjadi pada dua sahabat itu yang tak pernah bertengkar.
"Apa yang kalian lakukan!" Teriak Fay yang wajahnya sedikit gelagapan karena air hujan meneroa wajahnya yang begitu deras.
"Kenapa aku seolah menjadi d'javu. Semua ini pernah terjadi. Aku ingat saat Zack dan Gery saling pukul dan itu karena Isabella. Apa kau memukul Gery karena Alicia!!!" Teriak Sezi pada Billy.
Semua diam dan mengingat bagaimana Zack dengan kalap memukuli Gery untuk membela Isabella saat itu.
Wajah Billy dan Gery sudah penuh darah, dan mereka sangat kotor karena pasir.
"Aku akan mengiris lidahmu jika kau berani mengatakannya lagi Gery!" Ancam Billy dan mengacuhkan perkataan Sezi.
Kemudian Billy pergi dengan menggandeng tangan Alicia.
Tak berapa lama Gery juga memilih pergi.
"Hey!! Setidaknya jelaskan apa yang terjadi dengan kalian!!!" Teriak Sezi.
Fay hanya bisa memeluk Sezi dari samping di bawah hujan yang turun semakin lebat.
Milly pergi menyusul kakaknya dan Alicia.
Pablo dan Zhang Chen mengikuti Gery untuk pulang.
Sedangkan di hotel, Billy masih menggandeng Alicia.
"Kamarmu ada di sebelah kamarku, aku tidak bisa mengantarmu pulang dengan keadaan seperti ini, aku harus mandi dulu membersihkan diriku." Kata Billy yang kemudian masuk ke dalam kamarnya.
Alicia meremas kartu kamar hotelnya, perlahan kakinya menuju pintu di sebelah kamar hotel milik Billy, dan menempelkannya, pintu pun terbuka Alicia masuk ke ke dalam untuk membersihkan dirinya.
~bersambung~