
Hari terus berlanjut dan prom night akhirnya tiba, hubungan Alicia dan Billy semakin dekat.
Malam itu Billy, Milly, Alicia serta Harry datang bersama.
Sezi datang bersama Fay, juga Gery.
Dan tak berapa lama Zack datang bersama Isabella yang tampil dengan gaun biru malam sangat cantik dan begitu anggun membuat semua mata lelaki tertuju pada Isabella.
Musik yang keras menghentak-hentak di dalam dada Isabella, gadis itu begitu kagum dengan dekorasi dan semua yang sudah di tata dengan sangat epic.
Ruangan yang remang-remang dengan bola-bola lampu yang berputar, lalu musik disco yang membangkitkan semangat mengalun dengan seorang DJ yang mengaturnya.
"Kita foto dulu." Ajak Zack dengan menggandeng tangan Isabella.
Sang pengarah foro kemudian bekerja.
"Baik... Senyum yang lebar... Cheerfull... Dan... Ini lebih dari kenang-kenangan, kalian sangat serasi." Kata sang fotografer.
"Next..." Sambung sang fotografer lagi.
Kemudian giliran Sezi dengan wajah kesal dan sang fotografer pun cemberut.
"Meski anda tidak bahagia tapi berpura-puralah senang dan tersenyum saat berfoto Nona." Kata sang fotografer.
Setelah berfoto semua berdiri di lantai dansa.
"Yo.... Everybody, semua menari! Aku akan memandu!" Teriak sang Dj.
Kemudian Dj memutar musik dan para siswa-siswi bersorak senang.
"Oke semua tunjukkan keahlian kalian padaku!" Teriak Dj.
"Yo... Yo... Yoo... Angkat tangan kalian semua!!" Teriak sang dj di atas panggung.
Kemudian semuanya mengangkat tangan sembari bertepuk tangan seirama dengan kaki mereka yang mengayun.
"Menarilah!" Teriak sang Dj.
"Membelah seperti laut merah, laki-laki dan perempuan saling berhadapan!"
Semua siswa kemudian melakukannya, sang laki-laki ada di sebalah kiri dan perempuan ada di kanan, semua masih menari dan bertepuk tangan.
"Bergoyang-bergoyang..." Kata Dj sembari memainkan musiknya.
"Membaur seperti adonan!!! Dan menarilah!!!" Teriak Dj lagi.
"Shake it Shake it!!!"
Para murid menari dan terus menari sangat seru.
Isabella hanya berdiri dan melihat Alicia menikmatinya dengan Billy. Sedangkan Harry juga menari dengan Milly.
"Apa kau mau mencobanya?" Tanya Zack.
"Tidak Zack, aku tidak bisa." Kata Isabella.
Zack tersenyum dan melihat Isabella meminum jus nya.
"Oke mari kita umumkan siapa yang menjadi ratu dan raja prom malam ini!!!" Teriak Mr Jacob sembari ikut berjoged.
"Raja Prom Hill School tahun ini adalah.... Tentunya dan pastinya itu adalah Zack Wickley....!!!" Teriak Mr Jacob.
"Dia kandidat satu-satunya." Sambung Mr Jacob.
Semua murid berteriak dan bertepuk tangan.
"Pergilah." Kata Isabella tersenyum.
"Aku akan turun jika ratu nya bukan kau." Kata Zack mencium Isabella.
"Kekanakan sekali." Sahut Isabella tersenyum.
Zack pun naik ke atas panggung.
"Selamat Zack..." Kata Mr Jacob sembari memakaikan mahkota di ke atas kepala Zack.
Semua murid berteriak melihat ketampanan Zack mereka juga bertepuk tangan.
"Kemudian untuk Ratu Prom Hill School tahun ini di menangkan dengan hampir 90% suara dan dia adalah.... Sezi... !!!"
Semua murid berteriak tidak setuju. Sedangkan sezi sudah naik ke atas panggung dan memeluk lengan Zack dengan bangga.
"Oh maaf Sezi saya salah menyebut nama, maaf... Saya harus memakai kacamata. Pemenangnya adalah Isabella!!! Dengan perolehan 90% suara mendukung Isabella, 5% Dukungan untuk Sezi, dan 5% tidak memilih." Kata Mr Jacob
Semua bersorak sorai dan bertepuk tangan, mereka memanggil nama Isabella.
"ISABELLA!!"
"ISABELLA!!"
"ISABELLA!!"
"Maaf Sezi kau harus turun...." Kata Mr Jacob tersenyum.
Sezi turun dengan kesal dan terlihat membanting beberapa vas bunga, ia keluar dengan marah.
"Daann.... Ini lah Raja dan Ratu Prom Hill Shcool tahun ini... Beri tepuk tangan kalian yang paling meriah.... Ayo semuanya bersenang-senang!!!" Kata Mr Jacob.
Kemudian para guru-gur lain juga ikut menari di lantai dansa, dengan para murid Hill School.
Namun, zack dan juga Isabella memilih pulang lebih awal, dan kembali ke apartmen Isabella.
Saat itu Stark mengemudikan mobil, dan beberapa mobil juga mengawal di belakang.
"Aku tidak percaya mereka semua memilihku, dan suasana prom sangat ramai." Kata Isabella melepaskan mahkotanya dan melihatnya.
"Kau pantas mendapatkannya." Kata Zack mencium Isabella.
Cukup lama Zack mencium Isabella namun kemudian Isabella mendorongnya.
"Ada apa?" Bisik Zack.
"Ada Stark." Bisik Isabella.
"Jika dia tidak ada apa kau mau menciumku dulu?" Tanya Zack.
"Mungkin aku lebih leluasa." Sahut Isabella.
"Stark menepi sebentar." Perintah Zack.
"Baik tuan." Kemudian Stark menepi kan mobilnya.
Sedangkan mobil-mobil yang mengawal mereka juga berhenti.
"Aku butuh privacy." Perintah Zack.
"Baik tuan." Kemudian Stark keluar dan bersama para pengawal lainnya berjaga di tepi jalan.
"Zack.... Apa yang kau lakukan?" Tanya Isabella.
"Membuatmu leluasa?" Kata Zack berbalik bertanya.
Isabella tersenyum dan kemudian mencium bibir Zack, begitu juga Zack yang sudah cukup lama menahan gairahnya selama di prom night. Isabella tampil sangat cantik dan anggun, semua mata liar tertuju padanya, dan Zack seolah ingin melahap Isabella menyembunyikannya di balik pakaiannya agar Isabella tidak dapat di lihat.
"Aku mencintaimu." Bisik Isabella.
Zack menekan tubuhnya, dan membuat Isabella berbaring di atas kursi mobil, dimana sebelumnya Zack menekan tombol dan kursi itu pun di stel seperti tempat tidur.
Kemudian Zack mencium Isabella dengan rakus dan turun hingga pada dada Isabella yang menyembul karena gaun ketatnya.
Zack menyesapnya kuat hingga membuat Isabell menahan suaranya untuk melenguh.
"Aku ingin pulang Zack..." Bisik Isabella lemah.
Namun tangan Zack tetap membuka paha Isabella, menelusupkan jarinya masuk ke dalam underwear Isabella dan menyentuh lembut.
"Zack... " Kata Isabella sayu dan lemah.
"Jangan di sini... Ku mohon... Ayo pulang." Kata Isabella meremas tengkuk Zack dengan kedua tangannya saat bibir Zack masih menyesap dada Isabella.
"Baiklah..." Kata Zack dengan suara parau.
Kemudian Zack membenarkan kursinya, menekan tombol kembali, sedangkan Isabella merapikan pakaian dan juga rambutnya.
Setelah Isabella tenang, Zack menurunkan kaca jendela mobil dan Stark pun datang.
"Kita ke apartmen Isabella." Perintah Zack.
"Baik tuan." Sahut Stark.
Mobil kembali melaju dengan iring-iringan pengawal, Setelah Isabella dan Zack tiba di apartamen, seketika Zack mendorong tubuh Isabella di dinding dan menciumnya.
Saat itu keadaan apartmemln cukup gelap dan hanya sinar lampu dari luar yang memberikan sedikit cahaya di dalam apartmen tersebut.
Isabella melenguh kala Zack mulai menekan tubuhnya dan menciuminya rakus. Zack menghimpit tubuh Isabella di dinding ruang tamu dan Isabella juga membalas ciuman panas tersebut.
Mereka saling melilitkan lidah dan saling menekan tubuh satu sama lain.
Tangan kekar Zack menarik gaun sutra yang lembut ke atas, gaun itu mewah dan sudah di siapkan oleh zack secara khusus untuk Isabella, kemudian tangan kekar Zack menelusup masuk ke dalam underwear Isabella.
Isabella memekik kala jemari Zack meraih sesuatu dan di usapnya pelan, membuat tubuh Isabella menegang dan tidak bisa lagi menahan suaranya yang kian meledak karena perlakuan Zack.
Tubuh Isabella mulai memanas dan berkeringat, nafasnya terengah dan juga tidak terkendali lagi, kala tangan Zack mempercepat gerakannya.
"Zack..."
"Zack..."
Berulang kali Isabella memanggil nama kekasihnya, seolah memberitahu bahwa apa yang sedang Zack lakukan adalah sesuatu yang begitu membuatnya gila.
Isabella menutup mata, gerakan tangan Zack semakin liar dan nafas Isabella sudah tidak bisa lagi terkontrol, ia seolah sedang berlari sekuat tenaga, hingga terengah.
~bersambung~