
Isabella sedang membuka laptop dan memeriksa informasi kelengkapannya masuk The Hill University.
Sebuah surel masuk dan itu mengenai panti asuhan yang Isabella kelola, di dalam surel itu mengatakan jika ada seorang donatur yang ingin bertemu.
Isabella berfikir sebentar, kemudian menghubungi Zack, beberapa kali Isabella mencoba menghubunginya namun tidak di angkat.
"Mungkin tidak akan apa-apa." Kata Isabella.
Setelah bersiap, memakai mantel dan sebuah syal di leher untuk menutupi bekas merah yag di ciptakan oleh Zack, Isabella melangkah keluar.
"Nona..." Sapa sang pengawal.
Setidaknya ada 2 pengawal berjaga.
"Aku akan kembali dengan cepat." Kata Isabella.
"Kami akan mengantar anda." Sahut salah satu pengawal.
Isabella berfikir.
"Baiklah, aku juga tidak ingin Zack memarahiku nantinya kalau dia tahu." Jawab Isabella.
Perjalanan menuju lokasi yang di tentukan akhirnya tiba, Isabella turun dari mobil dan masuk ke dalam sebiah cafe mini yang tidak terlalu mewah.
Isabella mencari-cari meja yang di sebutkan melalui pesan singkat di ponselnya.
Seorang wanita duduk dengan anggun di meja bundar dengan menyesap teh nya.
"Selamat siang." Sapa Isabella.
Wanita cantik itu tersenyum.
"Kau cantik sekali." Kata wanita itu melihat Isabella.
"Kau Isabella? Isabella Kauffman?" Tanya wanita itu.
"Iya saya Isabella, sebenarnya nama saya Isabella Kayl hanya saja saya menggunakan nama kakek saya."
"Aku adalah Paula Gavaro, tepatnya aku adalah bibi mu Isabella, aku adik dari Eldon Gavaro ayah kandungmu." Kata Paula berdiri dan memeluk Isabella.
"Maksud anda?" Tanya Isabella masih tidak mengerti.
"Duduklah aku akan menceritakannya."
Isabella kemudian duduk.
"Mungkin kau sudah bertemu Belinda?" Tanya Paula.
"Ya, tapi ibuku... Meninggal setelah pertemuan kami."
Paula menutup mulutnya syock dan terkejut.
"Kau sudah tahu tentang permasalahan orang tua mu dan kakekmu?" Tanya Paula lagi.
Isabella mengangguk pelan.
"Kasus keluarga Kauffman dan Gavaro di tutup sepihak karena tidak ada perkembangan, dan aku melihat postingan website mu di laman internet yang memuat tentang penggalangan dana donasi untuk panti asuhan Sky Of Hope yang kau dirikan, dan kau memakai nama Isabella Kauffman, lalu aku mengirimi mu surel untuk bertemu sebagai seorang donatur. Tapi tenang saja, aku memang akan menjadi donatur panti asuhan Sky Of Hope." Kata Paula.
"Aku adalah adik dari almarhun ayahmu, Eldon Gavaro. Ini adalah buktinya." Paula mengeluarkan foto dan beberapa berkas dokumen.
"Kau lihat itu adalah foto ayahmu, dan di sampingnya adalah aku, lalu itu adalah ibuku, tapi dia juga meninggal bersamaan dengan Eldon. Saat itu aku ada di luar negeri." Kata Paula.
"Apa benar ini ayahku..." Kata Isabella menyentuh foto berukuran 4R.
"Iya, dia adalah ayahmu, ini dokumen keluarga kami, kalu ini foto ayah dan ibu mu ketika mereka bertunangan, lalu ibu mu mengandung seorang anak dan itu adalah kau. Namun ketika mereka akan melangsungkan pernikahan, 2 hari sebelum acara, Eldon...." Paula menutup mulutnya dan menangis.
Isabella melihat Paula yang terlihat begitu terpukul.
"Aku terus mencari-cari kemana kau tinggal, Aku sangat yakin Belinda menyelematkan mu dan menyembunyikanmu dengan baik." Kata Paula.
"Dan sekarang kau sudah dewasa bahkan sudah berusia 17 tahun, begitu pintar nya Belinda menyembunyikan anaknya, kau hidup bahagia disin?" Tanya Paula menghapus air matanya.
"Aku bersyukur dengan kehidupanku sekarang." Kata Isabella.
"Baiklah dimana kau tinggal, apa kau tidak ingin mengajak bibi mu untuk menghabiskan waktu bersama? Mungkin kita punya hoby yang sama, atau kenakalan, kenakalan yang sama?"
"Sejujurnya, aku tinggal di apartmen, dan aku tidak tahu apakah aku bisa mengajakmu." Kata Isabella.
"Kenapa? Aku bibi mu..."
"Karena aku... Apartmen itu bukan milikku." Kata Isabella.
"Tentu..." Kata Isabella.
Entah mengapa suasana menjadi canggung.
"Maaf, tapi saya harus kembali, saya tidak bisa berlama-lama ada sesuatu yang harus saya urus." Kata Isabella.
Kemudian Isabella berdiri, namun Paula menggenggam tangan keponakannya.
"Dengar sayang, aku tahu kau terkejut dan tidak bisa dengan mudah percaya padaku, kau bisa membawa foto ini bersamamu." Kata Paula menyerahkan foto keluarga pada Isabella.
"Aku sangat ingin bertemu dengan mu dan sangat ingin bersamamu bahkan ketika kau belum lahir." Kata Paula memeluk Isabella.
Kemudian Isabella menerima foto itu dan tersenyum.
"Pulanglah." Kata Paula tersenyum.
"Maafkan saya, saya butuh mencerna ini semua. Mungkin karena saya sudah terbiasa hidup sendiri dan ternyata saya masih memiliki keluarga." Kata Isabella.
Hingga akhirnya Isabella sampai di apartmennya, ia tidur dengan miring dan melihat foto ayah nya di tangan kanannya.
Saat itu sudah malam, Isabella masih penasaran dengan wajah sang ayah, setelah makan malam Isabella menuju kamar dan melihat foto nya kembali, melihat foto pertunangan Eldon serta Belinda.
"Sepertinya wajahku 50:50, sebagian milik ayah dan sebagian lagi milik ibu." Kata Isabella.
Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam, Isabella keluar masuk kamar dan membuka pintu apartmen, yang terlihat hanya para pengawal yang masih berjaga.
"Apa hari ini dia pulang ke mansion? Kenapa seharian tidak memberi kabar." Kata Isabella menutup pintu apartmennya kembali.
Isabella kemudian duduk di sofa, dan menaikkan kedua kakinya hingga tanpa sadar ia tertidur di sofa.
Jam terus bergulir, suara detaknya membuat perlahan Isabella terhipnotis, kedua matanya perlahan menutup dan ia tertidur.
Hingg pagi pintu apartmen pun di buka, dan itu adalah Zack, pukul 5 pagi dia baru pulang.
Melihat Isabella tidur di sofa Zack pun menghampiri, dan menggendong Isabella ke dalam kamar.
Zack membaringkan tubuh Isabella dengan hati-hati dan mencium kening Isabella, perlahan Zack bangkit dan melepaskan jas serta kemejanya.
Mendengar sesuatu, Isabella melenguh dan membuka mata, Isabella melihat sosok kekasih yang ia tunggu semalaman sudah pulang, lalu melihat ruangan kamar.
"Kau menggendongku?" Tanya Isabella.
"Mm..." Sahut Zack tersenyum.
"Kau baru pulang?" Tanya Isabella sembari duduk di atas ranjang.
"Iya, aku mandi dulu." Kata Zack mengecup bibir Isabella.
"Apa kau tidak tahu jika aku menelfonmu?" Tanya Isabella.
Zack berhenti dan berfikir, seharian ia sangat sibuk hingga lupa menelfon balik Isabella.
Kemudian Zack duduk di dekat Isabella dan menggenggam tangan Isabella.
"Aku minta maaf, aku sangat sibuk sekali, aku lupa menghubungi mu kembali." Kata Zack mencium kedua punggung tangan Isabella.
"Apa hari ini kau juga sibuk?" Tanya Isabella.
Zack menarik nafasnya dalam.
"Sejujurnya hari-hari berikutnya aku akan sangat sibuk, jadi tidak perlu memasak dan menunggu ku pulang." Kata Zack menyesal.
"Tapi kau makan dengan teratur kan?" Tanya Isabella.
"Iya, Stark merawatku dengan baik." Kata Zack tersenyum.
"Ya... Dia bisa segalanya." Kata Isabella.
"Baiklah, aku harus mandi dan menemui seseorang." Kata Zack.
"Tapi kau baru pulang." Kata Isabella menggenggam tangan Zack dengan erat.
Melihat kegusaran Isabella dan ketidakpuasan Isabella, Zack kemudian memeluk Isabella.
"Maafkan aku." Kata Zack.
~bersambung~