REVENGE AND LOVE

REVENGE AND LOVE
- EPISODE 77 -



"Dia menerima dan menandatanganinya, aku hanya memberikan peringatan agar tidak menggunakan perasaannya padamu."


"Hari ini, dokter Alexander menyatakan perasaannya padaku Zack."


Seketika Zack membulatkan matanya.


"Pria itu!!" Zack menggeram dan hendak pergi menemui Alexander.


"Zack..." Isabella menahan Zack dan memeluk Zack dari belakang.


"Aku sudah katakan padanya, hanya kau yang aku cintai." Isabella menyandarkan kepalanya di punggung Zack.


Saat itu matahari kian lama kian tenggelam, sinar senja menerpa tubuh mereka, dengan suara deru ombak pantai, membuat pernyataan Isabella yang bercampur dengan suara deburan ombak seketika melunturkan amarah Zack.


"Aku kira dokter Alexander hanya terpengaruh sesaat, karena sering bersamaku, jadi dia menyatakan perasaannya."


"Lalu aku menolaknya, katanya dia sangat yakin jika aku akan menerima nya dan mau pergi bersamanya. Dia juga menceritakan jika kau memberikan perjanjian yang membuat nya semakin terluka dan ingin membawaku pergi bersamannya."


Isabella masih memeluk Zack dari belakang, perlahan Zack memegang tangan Isabella yang merantai perutnya.


"Ku kira aku sudah sembuh berkat terapi dokter Alexander, dan aku sudah tidak pernah mimpi buruk, lalu aku mengingat semuanya, bagaimana Billy mencuci otakku, dan Julian datang seolah menjadi pahlawan bagiku. Seharusnya kita berterimakasih pada Dokter Alexander kan?"


Zack berbalik dan menatap Isabella.


"Apa benar kau menolaknya?"


"Ya, tadi di atas tebing dia menyatakan perasaannya, dia bilang telah jatuh cinta padaku, tapi aku tidak bisa Zack."


Pengakuan itu dan juga tatapan mata hangat Isabella membuat Zack kembali merasakan bahwaIsabella nya sudah kembali, tatapan dingin itu sudah sirna dari wajah dan mata Isabella.


"Aku bersyukur kau sudah kembali." Zack memeluk Isabella.


******


Malam itu setelah makan bersama, Alexander datang untuk mengucapkan kalimat perpisahan, jika tugasnya sudah selesai.


"Karena tugas ku sudah selesai, aku harus pergi." Kata Alexander yang membawa kopernya.


Saat itu Isabella sedang duduk di dekat Zack.


"Apa kau tidak bisa tinggal beberapa hari lagi." Tanya Zack.


"Apa kau berniat memberiku kesempatan untuk mengejar Nona Isabella, bisa saja Nona Isabella akan berubah pikiran dan akan ikut denganku."


Zack suram dan seketika memiliki aura mencekam.


Alexander tersenyum.


"Aku pikir Isabella adalah wanita seperti yang aku kenal, tapi dia berbeda. Aku yakin saat Isabella bersama dengan pria lain saat itu dia hanya bingung karena telah di cuci otaknya, Isabella sangat mencintaimu Zack sebagaimana aku begitu keras ingin memprovokasinya, pendiriannya tetap kuat ingin tetap bersamamu. Aku harap kau bisa menjaganya, jika aku tahu kau menyia-nyiakannya saat ada celah itu aku tidak akan tinggal diam."


"Aku akan menjaganya dengan baik, bahkan tidak akan memberikan celah sedikitpun." Kata Zack.


Isabella berdiri di samping Zack dan memberikan ucapan terimakasihnya.


"Saya tidak tahu bagaiman la membalas semua jasa anda, tapi saya sangat berterimakasih, semoga anda bisa mendapatkan seorang wanita yang baik."


"Aku ragu, setelah mengenalmu, level ku menjadi tinggi." Kata Alexander.


"Kalian tidak perlu mengantar." Kata Alexander mengangkat kopernya.


Setelah kepergian Alexander Zack segera memanggil Stark dan beberapa komandan keamanan.


"Aku akan ke markas bersama Stark sekarang, kalian perketat mansion dan perluas jangkauan radar, jika ada yang mencurigakan langsung tangkap. Jaga Isabella." Perintah Zack.


"Zack.... Apa kau akan menemui mereka?" Tanya Isabella.


Zack mengangguk.


"Apa aku boleh ikut?" Tanya Isabella.


"Ikut?"


Stark dan para komandan lainnya terkejut.


"Aku ingin.... Mengatakan sesuatu pada mereka." Kata Isabella.


Setelah cukup lama berfikir akhirnya Zack mengangguk.


"Dengan syarat tetap ada di sampingku."


"Perketat penjagaan markas, taruh banyak pengawal yang tangguh untuk menjaga Isabella."


"Baik tuan." Kata para komandan serempak.


Perjalanan menuju markas tidak memakan waktu lama, pulau yang di jadikan markas tidak terlalu jauh.


Helikopter mendarat sempurna.


"Stark, panggil beberapa anggota dari markas ayah ku, katakan pada mereka harus bersiap jika ada sesuatu yang berbahaya."


"Baik tuan."


Zack berjalan berdampingan dengan Isabella, udara begitu dingin dan angin sangat kencang. Zack melepaskan mantelnya dan menaruh di pundak Isabella.


Mereka semua berjalan menuju ruang bawah tanah dimana keamanan berlapis dan setiap beberapa meter memiliki pintu baja yang keras.


"Apa mereka sangat berbahaya hingga setiap langkah ada pintu baja?" Tanya Isabella.


"Hanya berjaga saja Nona, jika mereka kabur mereka hanyalah menjadi parasit pengganggu yang terus merongrong." Kata Stark.


Setelah sampai Isabella bisa melihat Julian yang duduk dengan lesu di sebuah ruangan sel berukuran cukup kecil.


Isabella menggenggam kedua tangannya di dada, ia merasa kakinya akan mati lemas melihat wajah Julian kembali. Julian memang baik dan lembut padanya tidak pernah sekalipun memaksa dan memperlakukan kasar.


"Isabella...." Mata Julian membulat.


Zack menyeringai kan senyuman.


"Isabella aku tahu aku telah salah, maafkan aku Isabella, aku hanya ingin melindungimu."


"Melindungi ku dari apa dan siapa?"


" Dari orang yang akan menyakitimu Aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Saat Billy mencuci otakmu karena kau tahu dia membunuh seseorang, aku juga ingin mengubah pikiran dan perasaannmu menjadi menyukaiku, aku ingin kita bersama Isabella. Kau akan bahagia jika bersamaku, tidak akan ada lagi air mata."


"Mungkin kau salah paham Julian walaupun aku sakit hati pada Zack, meski aku merasakan guncangan saat Zack meninggalkanku dan aku sedih, hilang harapan dan putus asa, aku tetap tidak akan pernah mau menikah denganmu. Saat itu kau mencuci otakku hingga aku bersedia bersamamu, kau melakukan trik kotor, bagaimana bisa aku memaafkanmu." Kata Isabella.


Setelah mendengar pengakuan Isabella, Julian merasakan pukulan berat di dadanya.


"Tapi pernah kah kau mencintaiku Isabella, setelah apa yang ku lakukan padamu sepanjang hari selama beberapa bulan kita bersama." Tanya Julian.


"Saat itu yang menjadi aku bukanlah aku melainkan Isabella yang telah kau poles dan menjadi yang kau inginkan Julian, dan sekarang aku adalah Isabella dengan tegas aku katakan tidak ada perasaan sedikitpun padamu." Kata Isabella.


Setelah menemui Julian, Zack membawa Isabella menemui Billy.


"Isabella, kita pernah melalui malam yang indah tidakkah kau itu cukup menjadi alasan hubungan kita menjadi erat, kau tidak mungkin melupakannya!" Teriak Julian.


Isabella mengacuhkan.


Ruangan Billy dan Julian terpisah agar mereka tidak bisa saling berdiskusi. Saat kedatangan Isabella, Billy hanya duduk diam di sudut ruangan yang gelap menyangga dengan sikunya.


"Apa dia akan mendengar?" Bisik Isabella.


"Dia mendengar." Bisik Zack.


"Billy, ada yang ingin ku tanyakan padamu. Apa... Alicia tahu tentang kau adalah pemimpin Mafia Hitam."


Hening.


Merasa tidak ada jawaban Isabella pun mengubah kalimatnya.


"Aku akan memberitahu Alicia jika kau ternyata adalah pimpinan Mafia Hitam."


Billy masih diam, namun ketika Isabella hendak pergi Billy berkata pelan namun cukup membuat Isabella meremang.


"Untuk alasan itulah aku mencuci otakmu, kau akan mengatakannya pada Alicia. Saat itu aku selalu menyalahkanmu, kenapa kau harus melihatku, dan kenapa kau harus mencampuri urusan orang lain, jika kau mendengar suara teriakan seharusnya kau membuang jauh rasa penasaranmu. Bodoh!"


"Kau menyebut Isabella apa! Aku akan memberimu pelajaran bagaimana seharusnya bersikap, dari dulu kau tidak pernah berubah!" Kata Zack menggulung lengan kemejanya.


"Buka pintu sel nya." Perintah Zack.


"Zack apa yang akan kau lakukan!" Isabella mulai menegang.


"Memberikan hadiah padanya atas pujian yang baru saja ia berikan padamu."


Kemudian Stark menutup pintu sel kembali.


~bersambung~