REVENGE AND LOVE

REVENGE AND LOVE
- EPISODE 32 -



Kemudian dalam video tersebut memperlihatkan bagaimana Isyana masuk ke dalam kamarnya dan melepaskan kalung yang di pakai Isabella yang sedang tidur dan mengganti dengan kalung yang di berikan oleh Harry.


Zack juga melihat bagaimana Isabella melakukan percobaan bunuh diri, bagaimana tangan Isabella mengambil obat dan menuangkan semua obat di telapak tangan Isabella di kamar mandinya, dan mengatakan jika ia mencintai Zack.


"Nona Isyana ternyata adalah Alicia Benyamin, adik dari tuan Harry Benyamin. Mereka berdua kembar dan terpisah lama, mereka anak dari Gaby Miranda."


Dan kini semua kesalahpahaman pun menjadi terang.


"Tekan semua perusahaan milik mereka yang sudah merundung Isabella. Aku mau dalam satu malam perusahaan itu jatuh dan tidak dapat bergerak sedikitpun." Kata Zack memendam kekesalan.


"Baik Tuan."


Kemudian Stark pergi meninggalkan Zack yang masih duduk menemani kekasihnya.


"Isabella bangunlah, aku sudah membereskan mereka dan aku yakin mereka tidak akan lagi berani mengganggumu." Kata Zack mencium tangan Isabella.


"Aku akan melindungimu dan aku tidak akan meninggalkanmu. Maafkan aku."


Tak berapa lama jemari Isabella bergerak perlahan, Zack merasakan itu dan kemudian ia melihat Isabella membuka matanya.


"Isabella... Syukurlah." Kata Zack.


Kemudian Zack memanggil para dokter untuk memeriksa Isabella.


Zack menunggu di luar dan terlihat Harry serta Isyana pun datang.


"Aku membuka video yang tersambung langsung ke ponselku, dan kau menemukannya." Kata Harry terengah karena berlari.


"Bagaimana Isabella." Tanya Isyana panik.


"Dia sudah sadar dan para dokter sedang memeriksanya."


"Syukurlah... Aku sangat takut sekali." Kata Isyana mengelus dadanya, dan menghapus air matanya.


Para dokter telah melepaskan beberapa selang yang ada di bagian tubuh Isabella.


Keadaan Isabella sudah mulai terlihat baik, meski tubuhnya masih terlihat lemah.


"Isabellaku..." Kata Isyana yang saat itu langsung memeluk Isabella.


"Apa yang kau lakukan sayang." Kata Isyana lagi.


Kemudian Zack serta Harry juga masuk ke dalam ruangan perawatan.


"Dia jauh lebih baik, sepertinya akan sembuh lebih cepat." Kata Dokter Leizya.


"Bagaimana kalian tahu..." Kata Isabella lemah.


"Aku bersyukur Zack datang dengan cepat dan tepat waktu." Sahut Harry.


"Zack...?" Kemudian Isabella melihat pada Zack.


"Maafkan aku Isabella." Zack mendekat dan mengecup punggung tangan Isabella dengan pelan.


"Jangan takut, aku akan membereskan mereka semua, dan ku pastikan mereka tidak akan lagi berani mengganggumu." Kata Zack.


"Aku juga akan membuat mereka menyesal Isabella, kau memiliki kami." Sahut Harry lagi.


"Lihatlah Isabella banyak yang sayang padamu, kau tidak sendirian. Kau hanya perlu bilang dan menceritakannya." Kata Isyana.


"Aku tidak ingin mereka semakin merundungku jika kalian membantuku."


"Aku akan pastikan mereka akan meminta maaf padamu setelah semua yang mereka lakukan, bahkan aku akan membuat mereka jatuh miskin." Kata Zack berjanji.


Beberapa hari kemudian, kabar jika Isabella melakukan percobaan bunuh diri sudah merebak hingga ke seluruh sekolah, bahkan beberapa wartawan ingin mencari tahu masalah apa yang sebenarnya terjadi di dalam Hill School.


Bukan hanya berita tentang Hill School, kabar mengejutkan lainnya adalah perusahaan masing-masing dari mereka yang selalu merundung Isabella berjatuhan dalam semalam.


Hanya dengan hitungan menit , perusahaan-perusaahaan milik keluarga mereka menjadi pertanyaan para publik.


"Kudengar dia... Maksud ku Isabella di jahati terus menerus. Karena dia pintar. Dia juga cantik. Dan rumornya itu dari teman-teman kelasnya sendiri." Kata seorang murid yang sedang di wawancarai.


"Aku kadang melihat beberapa siswi dari sekolah kami menyakitinya. Dia adalah Sezi." Sahut siswi yang lain.


"Aku tahu Sezi, Fay, dan Milly, mereka anak-anak konglomerat yang famous. Mereka selalu berjalan bertiga tak terpisahkan, pernah aku melihat mereka menyekap Isabella di gudang." sahut yang lainnya.


"Semua siswi di sini takut pada mereka, kebanyakan kami tidak ingin ikut terlibat, dan kami hanya diam saja, karena kau tahu jika kita membela nya pasti akan berakhir sama seperti Isabella."


Kemudian sang kembali pada sang reporter.


"Dan sekarang, siapakah dalang dari semua ini? Siapakah yang membuat perusahaan-perusahaan milik para keluarga perundung itu menjadi hancur hanya dengan 1 malam, kabarnya sang kekasih Isabella murka dan perusahaan Wickley menekan perusahaan milik orang tua mereka. Benarkah begitu?"


Tak berapa lama seseorang mengetuk pintu, dan itu adalah Evashya.


"Hay..." Sapa Evashya yang masuk perlahan dan menaruh bingkisan di meja.


"Hay..." Kata Isabella yang sudah mulai sehat dan bisa duduk.


Zack kemudian memandang adiknya dan berdiri.


Evashya mendekati Isabella dan memeluknya.


"Sekali lagi aku salah paham padamu, ku kira kau orang yang jahat, ternyata mereka begitu kejam padamu." Kata Evashya.


"Aku benar-benar belum dewasa, dan jika mommy tahu sikapku padamu, dia pasti akan memarahiku." Kata Evashya.


"Tidak apa-apa Evashya." Kata Isabella.


"Apa kau memaafkanku?"


"Tentu saja, aku tidak pernah marah padamu." Sahut Isabella.


Evashya tersenyum dan memeluk Isabella kembali. Hari itu juga Isabella di perbolehkan pulang, dokter Leizya memberikan peringatan keras pada Isabella agar tidak mengulangi perbuatan itu lagi.


"Berjanjilah padaku kau tidak akan pernah melakukan hal semacam itu lagi." Kata dokter Leizya.


"Aku berjanji dokter, terimakasih, dan maaf selalu membuatmu kerepotan."


"Aku tidak akan pernah memaafkanmu jika hal sama terulang kembali." Dokter Leizya kemudian memeluk Isabella.


Akhirnya Isabella sampai di apartmen dengan di antar oleh Zack dan Evahsya.


"Apa sekarang kau tinggal di sini?" Tanya Evashya.


"Dia menyewanya."Sahut Zack.


"Kenapa harus menyewa, kau tega sekali dengan pacar mu Zack?" Ledek Evashya.


"Oh tidak, aku ada janji dengan temanku." Kata Evashya yang panik dan mengambil tas nya.


"Maaf Isabella aku harus pergi, aku ada janji dengan teman-temanku." Evashya memeluk Isabella.


"Tidak apa-apa hati-hati Evahsya."


Kemudian Evashya berpamitan dengan Zack, mereka saling berpelukan.


"Apa kau mau makan?" Tanya Isabella.


"Apa kau mau memasak? Memang kau sudah kuat?"


"Aku sangat sehat Zack dan sangat bersemangat. Sudah lama hanya berbaring, sangat bosan."


"Baiklah aku akan mencoba makanan yang kau masak."


"Tapi sebelum itu, kita belanja dulu. Kau harus menemaniku Zack."


"Aku? Belanja? Sayuran? Atau buah? Astaga." Zack menyandarkan kepala di sofa.


"Semuanya, kita butuh sayuran dan buah." Kata Isabella tersenyum.


Zack akhirnya pasrah dan menemani Isabella berbelanja sayuran dan beberapa bahan yang di butuhkan untuk memasak di sebuah supermarket dan itu berhasil membuat beberapa wanita muda bahkan tua menjadi iri.


"Ya ampun pasangan yang serasi, bahkan dia tampan sekali saat memegang paprika."


Kemudian Zack menaruh paprikannya di dalam keranjang trolyiyang ia dorong.


"Astaga, dia tampan sekali saat mendorong troli itu. Seandainya dia menjadi suamiku." Kata wanita tua yang sedang memilih buah.


Isabella tersenyum dan merangkulkan tangannya di lengan Zack.


"Aku sangat bersyukur memiliki pacar tampan, semua wanita menyingkir dan memberimu tempat untuk mengambil beberapa bahan." Bisik Isabella.


"Kau memperalat kekasihmu sendiri, dan tertawa sangat puas." Bisik Zack sembari menggigit kecil telinga Isabella.


"Aah... Zack jangan macam-macam di sini." Pekik Isabella malu.


"Lihat saja apa yang bisa ku lakukan saat kita sampai di apartmen." Bisik Zack pada Isabella.


~bersambung~