Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 95. Menghadang pasukan Ye Ming.



"Patriark, ada masalah!" ujar seorang murid yang tiba-tiba muncul di aula utama.


"Hahh..." Yin Feng menghela napas panjang. "Seharusnya aku menyelesaikan masalah ini dari awal" ucapnya.


"Jadi, apa yang akan kau lakukan sekarang?" tanya Zhu Guang.


"Melenyapkan mereka semua!"


"Sendirian?"


"Aku sudah terbiasa melakukannya sendiri" jawab Yin Feng, lalu menghilang dari aula utama.


"Patriark, apa yang akan dilakukan pemuda itu?"


"Bukankah tadi kau bilang ada masalah?" tanya Zhu Guang dan hanya dijawab dengan anggukan oleh pemuda tersebut.


"Dia akan menyelesaikan masalah itu."


"Apa?! Memangnya dia tahu apa masalahnya? Maksudku, aku bahkan belum mengatakan apapun."


"Kau akan tahu setelah melihatnya nanti" sahut Zhu Guang.


Sedari awal, Yin Feng memang sudah menduga bahwa klan Ye tidak akan diam saja, jadi dia berniat untuk melenyapkan mereka semua sebelum masalahnya menjadi semakin besar.


Akan tetapi, pada saat itu Zhu Guang malah menghentikannya, karena jika Yin Feng menyerang lebih dulu, maka klan lain akan menjadikan hal itu sebagai alasan untuk menyerang.


Namun, jika klan Ye yang melakukan serangan terlebih dahulu, maka klan lain tidak akan bisa bertindak lebih jauh dan mereka tidak akan punya alasan untuk menyerang sekte.


Rencana ini awalnya tidak disetujui oleh Yin Feng, karena selain tidak sejalan dengan cara kerjanya, Yin Feng juga tidak yakin jika klan yang lain tidak akan membantu klan Ye.


Tapi setelah Zhu Guang meyakinkannya, Yin Feng pun akhirnya setuju untuk mengikuti rencana ini.


***


Setelah dipermalukan oleh Zhu Guang, Ye Ming kemudian mengadakan pertemuan dengan beberapa klan yang memiliki hubungan baik dengannya, termasuk dua klan penguasa.


Dalam pertemuan itu, Ye Ming mengutarakan niatnya yang ingin menghancurkan sekte Pilar Cahaya dan ia ingin mereka membantunya dalam penyerangan itu.


Awalnya, dua klan penguasa tidak setuju dengan permintaan Ye Ming, namun setelah ia menjelaskan tentang tubuh Dewi Es milik Duan Ling, mereka pun akhirnya setuju untuk bergabung.


Akan tetapi, baik klan Naga Azur ataupun klan Harimau Angin, keduanya tidak ingin mengirimkan pasukan utama, dan jumlah pasukan yang mereka kirim-pun tidak terlalu banyak.


Meskipun begitu, masing-masing dari klan penguasa tetap mengirimkan satu jendral, namun bukan untuk ikut berperang, melainkan hanya untuk mengawasi jalannya peperangan.


Bergabungnya dua klan penguasa dalam pasukan membuat Ye Ming sangat percaya diri, bahkan ia sangat yakin bahwa pihaknya akan memenangkan peperangan itu.


Wilayah perbatasan sekte.


"Jumlah pasukan mereka lumayan juga" gumam Yin Feng sembari mengamati pasukan musuh.


Jika dibandingkan dengan pasukan sekte Pilar Cahaya, pasukan yang dibawa oleh Ye Ming masih kalah dalam jumlah. Namun masalah terbesarnya ada pada kekuatan tersebut.


Selain kekuatan, ada dua sosok lain yang menarik perhatian Yin Feng, yaitu Long Feng yang merupakan salah satu jendral Naga dan Lao Bei yang dikenal dengan julukan harimau hitam.


"Hahh... Sepertinya pertarungan ini akan sulit" gumam Yin Feng.


Yin Feng kemudian mengeluarkan pedang bulu Phoenix dan belati perak dari cincin ruangnya, lalu setelah itu ia melesat turun dan langsung menghadang Ye Ming dan pasukannya.


"Kau... Apa yang kau lakukan di sini?!" tanya Ye Ming.


"Kau ini bodoh atau bagaimana? Bukankah sudah jelas kalau aku ingin menghentikan kalian?"


"Hahaha! Justru kaulah yang bodoh! Jika ingin menghentikan kami, setidaknya kau harus memiliki pasukan!" ujar Ye Ming.


"Ah, maafkan aku, yang ku maksud bukanlah menghentikan kalian, tapi melenyapkan kalian semua!"


"Bocah sombong! Apa kau pikir kau mampu melakukannya?!"


Sesaat kemudian, Yin Feng muncul tepat di hadapan Ye Ming dan langsung menebaskan pedangnya, namun serangan itu berhasil ditahan oleh prajurit disisi Ye Ming.


"Lumayan juga kau" ucap Yin Feng, lalu berputar seraya melayangkan tendangan dengan kaki kanannya.


Tendangan Yin Feng juga berhasil ditahan oleh prajurit tersebut, namun prajurit itu terpental cukup jauh akibat menahan hantaman keras dari kaki kanan Yin Feng.


Pada saat yang bersamaan, dua prajurit lainnya langsung menarik Ye Ming agar menjauh dari sana, kemudian salah seorang prajurit memberikan instruksi untuk menyerang.


Ratusan prajurit mengeluarkan senjata mereka dan langsung mengelilingi Yin Feng, sementara sisanya memilih untuk tetap berada ditempat sembari menunggu perintah.


"Suasana ini membuatku teringat dengan peperangan waktu itu" gumam Yin Feng.


"Habisi dia!" ujar Ye Ming memberi perintah.


"Teknik pedang teratai giok!"


Yin Feng mengalirkan energi spiritual ke pedang bulu Phoenix, kemudian melancarkan serangan menggunakan teknik yang pernah diajarkan oleh mendiang gurunya.


Teknik pedang yang ia gunakan itu mengandalkan ketangkasan, lalu ditambah dengan kecepatan pergerakannya membuat serangan itu semakin mematikan.


Slash!


Slash!


Setiap prajurit yang berusaha menyerang dibantai satu-persatu oleh Yin Feng dan hanya dalam hitungan detik, jumlah pasukan yang mengepungnya sudah berkurang sangat banyak.


"Pasukan kedua, maju!"


Karena pasukan pertama yang ia perintahkan sudah hampir musnah, Ye Ming langsung memerintahkan pasukan keduanya untuk bergerak maju menyerang Yin Feng.


Ratusan prajurit yang tergabung dalam pasukan kedua langsung bergerak maju, namun saat mereka hendak melancarkan serangan, Yin Feng tiba-tiba saja lenyap dari pandangan mereka.


Slash!


Tidak lama berselang, bilah energi berukuran besar melesat kearah pasukan kedua dan dalam sekejap, bilah energi itu berhasil membunuh puluhan prajurit di pasukan kedua.


"Sambaran api Phoenix!"


Serangan api menyerupai burung Phoenix berukuran raksasa melesat kearah pasukan Ye Ming, namun serangan ini diarahkan oleh Yin Feng ke pasukan utama.


"Bertahan!"


Puluhan prajurit kemudian menciptakan perisai berlapis dengan energi spiritual mereka, namun perisai energi spiritual itu tidak mampu menahan dahsyatnya serangan Yin Feng.


Dhuaarrrrrr!!!


Ledakan dahsyat terjadi ketika api dengan wujud burung Phoenix itu menghantam pasukan Ye Ming, seketika itu juga tempat itu langsung diselimuti oleh kobaran api.


Dampak dari ledakan dahsyat itu sontak membuat pasukan menjadi kacau, selain jumlah pasukan yang berkurang sangat banyak, jumlah pasukan yang terluka pun tidak sedikit.


"Tidak mungkin! Ini benar-benar tidak mungkin!" ujar Ye Ming, meski melihatnya secara langsung namun sulit baginya untuk mempercayai hal itu.


Bagaimana tidak? Pasukan yang jumlahnya mencapai ribuan prajurit dan memiliki kekuatan yang besar, berhasil di luluh lantakkan dengan mudah oleh satu orang.


Disisi lain.


"Sepertinya kita harus turun tangan" ucap Long Feng.


"Bukankah tugas kita hanya untuk mengawasi peperangan ini?" Lao Bei nampak tidak setuju dengan pendapat Long Feng.


"Aku tahu itu, tapi apa kau tidak tertarik untuk melawan musuh kuat sepertinya?" tanya Long Feng.


"Kau benar! Tapi bagaimana dengan perintah kaisar?"


"Percayalah, yang mulia kaisar tidak akan mempermasalahkan hal ini" jawab Long Feng.