Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 22. Permohonan Yin Feng



"Nak, siapa namamu?"


"Namaku Yin Feng, senior" jawab Yin Feng yang memilih untuk jujur, karena sosok di depannya itu bukanlah sosok yang bisa dibohongi.


Pria itu tersenyum, lalu memperkenalkan dirinya, "namaku Ying Huo."


"Yin Feng, apa kau tahu siapa yang mengganggu tidurku?" tanya Ying Huo.


Yin Feng menggeleng pelan, ia bisa saja menuduh sekte Gunung Giok sebagai pelakunya, namun ia yakin anggota sekte itu sudah tidak ada lagi di hutan belantara ini.


"Sayang sekali, padahal aku sangat ingin membakar orang itu sampai tidak tersisa!" ujar Ying Huo sembari menunjukkan kekuatan api hitam miliknya.


Ketika Ying Huo menunjukkan api hitam miliknya, kekuatan api hijau dalam diri Yin Feng tiba-tiba saja bergejolak dan memaksa Yin Feng untuk mengeluarkannya.


Akan tetapi, Yin Feng tidak menuruti keinginan api hijau, karena jika ia mengeluarkannya meski hanya seukuran bola kecil, maka akan ada kehancuran yang terjadi.


"Ah, maafkan aku, seharusnya aku tidak sombong dihadapan mu" ucap Ying Huo.


"Senior, sepertinya anda mengetahui banyak hal tentang diriku."


Ying Huo menggeleng pelan. "Tidak juga, aku hanya mengenal seseorang yang sangat mirip dengan dirimu."


"Benarkah? Lalu dimana dia sekarang?!"


"Dia sudah tidak ada lagi di dunia ini" jawab Ying Huo.


Yin Feng terlihat kecewa, karena lagi-lagi ia gagal menemukan jawaban dari misteri dalam dirinya, padahal ia sangat ingin bertemu dengan orang yang dimaksud oleh Ying Huo.


"Kalau begitu, bisakah senior menceritakan tentang dirinya atau asal-usulnya?"


"Sayang sekali, aku tidak bisa menjelaskan apapun padamu dan jawaban dari pertanyaan itu harus kau temukan sendiri."


"Hahh" Yin Feng menghela napas panjang, "sudah kuduga."


"Tidak usah terlalu kecewa, karena..." ucapan Ying Huo lagi-lagi terhenti dan raut wajahnya juga berubah.


"Senior, ada apa?" tanya Yin Feng.


"Pembicaraan kita harus ditunda, karena aku harus melenyapkan serangga pengganggu terlebih dahulu."


Yin Feng melepaskan jiwa spiritualnya, ia memang merasakan beberapa hawa keberadaan yang sedang mendekat, namun jaraknya masih sangat jauh dan terasa samar.


"Tunggu di sini, aku akan menyapa mereka!" Ying Huo melesat terbang meninggalkan Yin Feng, setelah jaraknya cukup jauh ia berubah lagi menjadi elang api.


***


Kemunculan elang api sontak membuat istana kekaisaran menjadi gempar, baik Zhao Yujin ataupun semua orang di sana, tidak pernah mengharapkan kemunculannya.


"Yang mulia kita harus segera bertindak!" ujar Xu Jiang yang mengkhawatirkan para muridnya.


"Benar! Jika dibiarkan terlalu lama, para peserta akan dalam bahaya" imbuh Long Aotian, pemimpin sekte Naga Langit.


Zhao Yujin mengangguk setuju, kemudian ia memerintahkan para kultivator terbaiknya untuk pergi ke hutan belantara agar bisa menyelamatkan para peserta.


Selain itu, Zhao Yujin juga meminta bantuan para pemimpin sekte untuk menghentikan elang api, karena jika dibiarkan maka kekaisaran Bei akan berada dalam bahaya.


Para pemimpin dari setiap sekte tentu bersedia membantu, meski tidak yakin bisa mengalahkan elang api, tapi setidaknya mereka bisa mencegah terjadinya kehancuran.


"Kalian tenang saja, aku juga akan turun tangan!" ujar Zhao Yujin, lalu meninggalkan aula untuk bersiap-siap.


Selesai mempersiapkan diri, Zhao Yujin kemudian memimpin 200 prajurit dengan kultivasi di ranah Spirit Surga, 100 prajurit ranah Yin dan Yang dan sepuluh orang kultivator ranah Nirvana.


"Buka formasinya sekarang!" ujar Zhao Yujin.


Empat orang kultivator kemudian membuka lingkaran formasi teleportasi seperti sebelumnya. Dengan lingkaran formasi itu, Zhao Yujin dan pasukannya bisa langsung tiba di hutan belantara.


"Situasinya benar-benar kacau" ucap Zhao Yujin setelah melihat kekacauan yang terjadi di hutan belantara.


Mulai dari hewan spiritual dengan tingkatan paling bawah, sampai hewan spiritual tingkat raja, semuanya berlarian menjauhi area terdalam hutan karena takut pada elang api.


"Yang mulia, di sana!" ujar Long Aotian.


Zhao Yujin mengangguk, "bersiaplah untuk bertempur!" Kemudian memimpin pasukannya menuju ke bagian terdalam hutan belantara.


"Itu dia!"


"Siapkan formasi!"


"Baik!"


Para pemimpin sekte yang tergabung dalam pasukan kemudian memisahkan diri, lalu mereka semua menciptakan formasi pertahanan terkuat yang mereka kuasai.


"Semut-semut tidak tahu diri, beraninya kalian mengusik waktu istirahat-ku!" ujar elang api, lalu melancarkan serangan dengan api hitamnya.


Woshh!


Dhuaaar!


Ledakan dahsyat terjadi ketika bola api hitam itu menghantam formasi pertahanan berlapis yang diciptakan oleh para pemimpin sekte.


"Serang!" ujar Zhao Yujin.


Para prajurit menciptakan busur panah dengan energi spiritual mereka, lalu melancarkan serangan kearah elang api, seketika itu juga, ratusan anak panah menghujani elang api.


"Serangan yang sia-sia!" elang api mengibaskan sayapnya, dalam sekejap ratusan anak panah itu langsung lenyap dari pandangan.


"Patriark sekalian, gabungkan kekuatan untuk menyerangnya!"


"Formasi teratai giok!" Xu Jiang membentuk segel dengan kedua tangannya, seketika itu juga tubuh elang api dikelilingi oleh teratai yang tercipta dari energi spiritual.


"Formasi rendahan ini tidak akan bisa mengurung-ku!" ujar Ying Huo.


"Naga penghancur langit!"


Long Aotian tidak tinggal diam, ia melancarkan serangannya. Seekor naga energi keemasan muncul dari pukulan Long Aotian dan langsung menghantam formasi teratai giok.


Tidak hanya Long Aotian dan Xu Jiang, para pemimpin dari sekte lainnya pun ikut melancarkan serangan terkuatnya, begitupun dengan para kultivator bawahan Zhao Yujin.


Dhuaaar!!


Ledakan yang lebih dahsyat terjadi ketika serangan gabungan mereka menghantam tubuh elang api, bahkan ledakan itu sampai menyebabkan seisi hutan belantara bergetar.


"Apakah berhasil?"


"Hahaha! Manusia rendahan, tidak ku sangka kalian akan membangkitkan semangat bertarung-ku!"


Woshh.


Aura kekuatan yang begitu dahsyat terpancar dari tubuh Ying Huo, menyebar ke segala arah dan mengintimidasi siapapun yang ada di sekitarnya.


"Bersiaplah untuk mati!" ujar Ying Huo yang telah siap untuk melancarkan serangannya.


"Berhenti!" Yin Feng tiba-tiba muncul dan menghentikan tindakan Ying Huang.


Kemunculan sosok bertopeng itu membuat mereka semua terkejut, karena selain terlihat misterius, kemunculannya juga berhasil menghentikan serangan elang api.


"Feng'er, apa yang kau lakukan di sini?" gumam Xu Jiang dalam hatinya.


"Nak, kenapa kau menghentikan serangan-ku?" tanya Ying Huo yang telah mengubah wujudnya menjadi manusia.


"Senior, sekali ini saja, aku mohon lepaskan mereka."


"Apa yang membuatmu berpikir aku akan menuruti permohonan-mu itu?"


Yin Feng terdiam, kemudian membungkuk badannya, "senior, aku mohon!"


"Angkat kepalamu!"


"Tidak akan! Sebelum senior menuruti permohonan-ku, aku akan tetap seperti ini."


"Hahh" Ying Hua menghela napas panjang, "baiklah, aku akan melepaskan mereka."


"Terima kasih..."


"Tapi kau harus bertarung dengan-ku!"


"Tidak Yin Feng, kau tidak boleh melakukan itu!" ujar Xu Jiang.


"Diam!" Ying Huo melepaskan aura kekuatannya dan lagi-lagi, semua orang di sana tertindas oleh tekanan intimidasi yang sangat besar.


"Guru, aku akan baik-baik saja." Karena sudah terlanjur, Yin Feng akhirnya mengungkapkan identitasnya sebagai murid sekte Gunung Giok.