Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 19. Perburuan V



Dhuaaar!


Ledakan terjadi ketika sebuah serangan energi menghantam tanah tepat di depan kelompok Yin Feng. Beruntung Yin Feng menyadarinya dengan cepat, jika tidak mereka pasti akan terluka.


"Sayang sekali, padahal aku yakin sudah mengarahkan serangan-ku dengan benar."


Tidak lama berselang, seorang pemuda muncul dari balik pepohonan, kemudian di susul oleh beberapa pemuda lainnya. Mereka semua adalah murid sekte Gunung Giok.


"Sebelumnya kalian beruntung karena dibantu seseorang, tapi sekarang tidak lagi!"


Anggota kelompok Yin Feng nampak khawatir, karena jumlah musuh yang menghadang mereka jauh lebih banyak, selain itu, kekuatan musuh juga lebih tinggi dari mereka.


Lain halnya dengan Yin Feng, ia justru masih tenang dan tidak merasa khawatir sedikitpun, bahkan ia merasa senang karena bisa bertemu dengan para murid sekte Gunung Giok.


Saat pertamakali bertemu mereka, Yin Feng tidak bisa berbuat banyak karena mereka semua dilindungi oleh Shan Zhe Ming, tapi sekarang ia bisa melakukan apapun yang ia inginkan.


"Tapi menurutku, justru kalianlah yang beruntung karena dilindungi oleh Shan Zhe Ming" sahut Yin Feng.


"Tidak tahu diri! Berani sekali kau menyebut nama patriark kami!"


Yin Feng tersenyum dibalik topeng yang menutup wajahnya, "memangnya kenapa? Lagipula, tua bangka itu tidak ada di sini sekarang."


"Kurang ajar! Habisi mereka semua!"


Murid sekte Gunung Giok kemudian mengeluarkan senjata mereka dari cincin ruang, lalu melesat maju seraya melancarkan serangan kearah Yin Feng dan kelompoknya.


"Karena kalian datang sendiri, maka akan ku ladeni kalian sampai puas!"


Yin Feng mengeluarkan belati perak dari cincin ruangnya, kemudian melancarkan serangannya, seketika itu juga, bilah energi yang cukup besar tercipta dan melesat kearah musuh.


"Menghindar!" ujar pemimpin kelompok murid sekte Gunung Giok.


"Terlalu lambat!"


Dengan ukuran yang cukup besar serta kecepatan yang sangat tinggi, bilah energi yang dilepaskan oleh Yin Feng berhasil merenggut nyawa tiga orang murid sekte Gunung Giok.


Setelah itu, Yin Feng tiba-tiba saja menghilang dari pandangan, detik berikutnya, Yin Feng muncul lagi di hadapan salah seorang murid dan langsung membunuhnya.


"Kalian ingin main-main, bukan? Kalau begitu, biar ku temani!"


"Bunuh pria sialan itu!" ujar pemimpin kelompok sekte Gunung Giok.


Para murid sekte Gunung Giok kemudian menyerang Yin Feng secara bersamaan, namun Yin Feng selalu berhasil menghindari serangan mereka semua dengan mudah.


Selain itu, pergerakan Yin Feng yang sangat gesit juga membuat mereka semua kesulitan, karena setiap kali mereka berusaha untuk menebasnya, Yin Feng selalu saja menghilang.


"Lambat! Kalian semua terlalu lambat!" ujar Yin Feng, lalu melakukan serangan balasan.


Berbeda dengan mereka yang selalu gagal menyentuhnya, Yin Feng justru dengan mudahnya mendaratkan tebasan di tubuh mereka, selain itu setiap serangannya sangatlah mematikan.


Satu serangan yang dilancarkan oleh Yin Feng selalu berhasil merenggut satu nyawa, dan semua itu Yin Feng lakukan dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti oleh mata mereka.


Hanya dalam hitungan detik, jumlah murid sekte Gunung Giok sudah berkurang lebih dari setengahnya. Dan hal itu membuat murid yang tersisa tidak punya keberanian untuk mendekat.


"Kenapa? Apa tidak ada lagi yang mau menyerang-ku?" tanya Yin Feng.


"Ka-kau... Siapa kau sebenarnya?"


"Aku Feng Huang, murid pemimpin sekte Teratai Giok" jawab Yin Feng.


"Tidak mungkin! Jika kau benar-benar murid sekte Teratai Giok, mustahil kau memiliki kemampuan membunuh seperti itu!"


Yin Feng terdiam, ia sendiri juga tidak mengerti darimana dirinya mendapatkan kemampuan membunuh seperti itu, padahal sebelum menjadi kultivator ia belum pernah melakukan pembunuhan.


Selain itu, setiap kali dirinya merenggut nyawa seseorang, Yin Feng tidak merasa bersalah atau kasihan sedikitpun, justru ia sangat menikmati sensasi saat merenggut nyawa orang lain.


"Benar juga, kenapa aku bisa seperti ini?" Yin Feng bertanya dalam hatinya.


"Hahh" Yin Feng menghela napas panjang untuk menenangkan pikirannya, "siapa diriku itu tidaklah penting, yang jelas aku akan membunuh siapapun yang berani mengusik-ku!"


Aura mengerikan terpancar dari tubuh Yin Feng, tidak hanya menimbulkan tekanan intimidasi yang sangat besar, tapi aura itu juga membuat mereka semua bergidik ngeri karenanya.


Pada saat yang sama, sosok Yin Feng terlihat berbeda dari sebelumnya, ditambah lagi dengan aura gelap yang menyelimuti dirinya yang membuat Yin Feng terlihat seperti seorang iblis.


Tidak hanya musuhnya, tapi anggota kelompoknya pun nampak ketakutan saat melihat sosok Yin Feng, bahkan mereka tidak menyangka jika Yin Feng bisa membunuh tanpa ragu.


Dalam dunia kultivasi, kematian adalah hal yang lumrah terjadi, namun tidak semua orang mampu membunuh seperti Yin Feng, kecuali mereka yang berasal dari sekte aliran hitam.


Selain sekte aliran hitam, ada juga organisasi tertentu yang bekerja sebagai pembunuh bayaran, sehingga sangat wajar jika mereka bisa membunuh tanpa keraguan sedikitpun.


Akan tetapi, Yin Feng jelas bukan berasal dari keduanya, bukan sekte aliran hitam ataupun organisasi pembunuh bayaran, namun kemampuan membunuhnya malah setara dengan keduanya.


"Ketua, kita harus pergi dari sini, jika tidak kita semua akan mati di tangannya."


"Aku tahu itu."


"Kalian mau kabur? Jangan harap!"


Slash!


Yin Feng kembali menghilang dari pandangan, sesaat setelahnya, suara tebasan terdengar dengan jelas, lalu salah seorang murid sekte Gunung Giok tiba-tiba saja tersungkur di tanah.


Detik berikutnya, satu murid lainnya kembali tersungkur di tanah dengan kondisi yang mengenakan dan kejadian itu terus berulang hingga tidak ada yang tersisa kecuali pemimpin mereka.


"Ampuni aku! Aku mohon, jangan bunuh aku!" ujar pemuda itu sembari berlutut memohon pengampunan untuk nyawanya.


"Mengampuni-mu sama saja dengan menambah masalah" sahut Yin Feng yang telah muncul tepat di depan pemuda tersebut.


"A-aku janji, ti-tidak, a-aku bersumpah tidak akan mengganggu kalian lagi."


"Kau bisa menjamin sumpahmu itu?" tanya Yin Feng.


Pemuda itu tersenyum dan berpikir bahwa rencananya telah berhasil, "Iya, aku bisa menjaminnya!"


"Baiklah, sebagai gantinya, berikan aku informasi berharga yang hanya diketahui olehmu."


Pemuda itu mengangguk, kemudian memberikan informasi yang memang hanya diketahui oleh dirinya, yaitu mengenai keberadaan hewan spiritual tingkat penguasa.


"Bagaimana kau bisa mengetahui informasi ini?" tanya Yin Feng.


"Ini semua berkat guruku, dan sebenarnya kami berencana menjadikan kalian sebagai tumbal untuk memanggil hewan itu."


Yin Feng mengepalkan tinjunya ketika mendengar perkataan pemuda itu, namun ia tetap berusaha untuk menahan diri agar tidak membunuh pemuda itu, setidaknya sampai ia mengetahui lebih banyak informasi darinya.


"Ada yang lain?"


"Hanya ini satu-satunya informasi berharga yang ku miliki" jawab pemuda tersebut.


"Sayang sekali, padahal aku sudah sangat berharap."


"Kalau begitu, apa boleh aku pergi sekarang?"


Yin Feng tersenyum mendengar pertanyaan pemuda itu, namun bukannya terlihat indah ketika dipandang, senyuman yang Yin Feng tunjukan itu justru terlihat sangat mengerikan.


"A-apa yang mau kau lakukan?"


"Memangnya apa lagi? Tentu saja membunuhmu."


"Ti-tidak! Bu-bukankah kau sudah berjanji?"


"Hmm... Kapan aku pernah berjanji padamu?"


"Kau..."


Slash!


Yin Feng menebas leher pemuda itu sebelum ia sempat menyelesaikan ucapannya.