
"Maksud senior?"
Pria sepuh itu kembali menunjukkan senyuman terindahnya. "Bukankah tujuan generasi muda datang ke tempat ini untuk meningkatkan kultivasi dan mendapatkan kekuatan?"
"Benar" jawab Yin Feng singkat.
"Kalau begitu, kemari-lah, hamba akan menjelaskan semuanya pada generasi muda."
Yin Feng mengangguk, lalu mendekati pria sepuh itu. Kemudian, Yin Feng diminta untuk duduk di tengah-tengah altar, sementara pria sepuh itu memberikan penjelasan padanya.
Pria sepuh itu kemudian menjelaskan bahwa altar tempat Yin Feng duduk saat ini bernama altar Api Langit. Sesuai dengan namanya, altar itu menyimpan kekuatan elemen api yang sangat dahsyat.
Untuk mendapatkan kekuatan api langit, Yin Feng hanya perlu bermeditasi, kemudian di alam bawah sadarnya nanti, Yin Feng akan menemukan cara untuk mendapatkan kekuatan api langit.
Pria sepuh itu juga menjelaskan bahwa api langit memiliki beberapa jenis, mulai dari yang terendah hingga tertinggi, yaitu api merah, api jingga, api biru, api ungu, api hitam, api perak dan api emas.
Namun, tujuh jenis api langit itu hanyalah kekuatan api yang berhasil didapatkan oleh para generasi muda sebelum Yin Feng, dengan kata lain, masih ada jenis api lain yang belum diketahui.
"Senior, boleh aku menanyakan sesuatu?" tanya Yin Feng.
"Silahkan, generasi muda."
"Generasi sebelum diriku mendapatkan jenis api apa?"
"Dia mendapatkan kekuatan api perak."
"Sepertinya dia orang yang sangat hebat, buktinya dia mendapatkan kekuatan api terkuat kedua."
"Jangan berkecil hati, aku yakin generasi muda juga akan mendapatkan kekuatan api yang kuat. Dan ku harap, generasi muda bisa mendapatkan kekuatan api yang baru" sahut pria sepuh.
"Satu lagi, apakah sebelumnya ada yang mendapatkan kekuatan api emas?"
Pria sepuh itu mengangguk pelan, "yang mendapatkannya adalah generasi muda pertama, setelah itu tidak ada lagi yang mendapatkannya. Begitupun dengan api perak yang berhasil didapatkan oleh generasi sebelumnya."
"Baiklah! Aku akan berusaha untuk mendapatkan api emas!" ujar Yin Feng.
"Kalau begitu, silahkan dimulai." sahut pria sepuh.
Yin Feng mengangguk pelan, kemudian menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya. Setelah itu, Yin Feng menutup mata dan mulai melakukan meditasi di tengah-tengah altar.
***
"Dimana ini?"
Yin Feng terlihat kebingungan, karena saat membuka mata ia sudah berada di tempat gelap yang dihiasi jutaan cahaya kecil, layaknya langit malam yang dihiasi bintang-bintang.
"Kata senior itu aku akan menemukan cara mendapatkan kekuatan api langit, tapi kenapa aku tidak melihat apapun di tempat ini?"
"Cahaya apa itu?"
Di tengah rasa bingung yang menyelimuti dirinya, dari kejauhan Yin Feng melihat setitik cahaya kehijauan yang jauh lebih terang dibandingkan cahaya yang lain di tempat gelap itu.
Selain itu, Yin Feng juga bisa merasakan pancaran energi dahsyat dari cahaya kehijauan tersebut, bahkan energi dari cahaya itu mampu membuat energi spiritual dalam dirinya bergejolak.
"Sepertinya aku harus mendekati cahaya itu" gumam Yin Feng, kemudian melesat terbang mendekati cahaya hijau itu.
Akan tetapi, setelah terbang untuk waktu yang lama, Yin Feng masih belum bisa mencapai cahaya hijau tersebut, padahal jarak antara dirinya dan cahaya itu terlihat tidak jauh sama sekali.
Yin Feng mencoba mengambil bola api itu dengan tangannya, tapi sebelum Yin Feng berhasil menyentuhnya, bola api itu tiba-tiba saja terbang menjauhi dirinya.
Yin Feng kemudian mencoba mendekati cahaya lainnya dan melakukan hal yang sama, namun hasilnya tetap sama dan ia selalu gagal menggapai semua bola api yang ia dekati.
"Sepertinya aku tidak punya pilihan lain selain mendekati cahaya hijau itu."
Setelah mengejar beberapa bola api yang bertebaran di tempat gelap itu, Yin Feng menyadari beberapa hal, salah satunya adalah, semua cahaya yang ada di tempat itu adalah bola api langit.
Yin Feng juga menyadari bahwa api langit sebenarnya bukan didapatkan, melainkan mereka memilih sendiri siapa yang akan menjadi pemiliknya, karena itulah Yin Feng tidak bisa menggapai api langit yang lain.
"Sebenarnya, api langit jenis apa yang telah memilihku?"
Diantara bola api yang dikejarnya, Yin Feng sempat menemukan bola api emas dan mencoba untuk mendapatkannya, tapi sayangnya bola api itu malah menjauhinya.
Tidak hanya api emas, Yin Feng juga mencoba untuk mendapatkan api perak, begitupun dengan api langit yang lainnya, namun tidak satupun dari api itu yang berhasil ia dapatkan.
"Apapun itu, yang jelas aku harus mendapatkannya!"
Yin Feng kembali melesat terbang mendekati cahaya hijau tersebut, tapi kali ini Yin Feng merasa jaraknya dengan cahaya hijau itu sudah lebih dekat dibandingkan dengan sebelumnya.
Hanya saja, pergerakannya tiba-tiba melambat seolah ada sesuatu yang membuat tubuhnya terasa sangat berat. Selain itu, energi spiritual dan tenaganya juga mulai terkuras.
"Ini benar-benar aneh, padahal sebelumnya energi dan tenagaku tidak berkurang sedikitpun" gumam Yin Feng.
Tidak berselang lama, Yin Feng tiba-tiba saja telah berada di jalan setapak yang sangat panjang, tempat yang semula mirip langit malam juga ikut berubah, lalu di ujung jalan itu terdapat kobaran api hijau.
"Syukurlah, ternyata jalanku dipermudah" gumam Yin Feng, lalu melangkahkan kakinya.
Perjalanan Yin Feng memang berlangsung dengan mudah, bahkan ia tidak menemui halangan apapun selama menyusuri jalan itu, hingga akhirnya ia berhasil mencapai kobaran api hijau.
Dari kejauhan, memang hanya kobaran api hijau yang terlihat, tapi setelah didekati, di tengah kobaran api hijau itu terdapat bola api kecil lainnya yang berwarna kuning keemasan.
Selain itu, kobaran api hijau itu juga memancarkan aura kehidupan yang sangat besar, namun pada saat yang bersamaan, bola api emas di dalamnya memancarkan aura yang mengerikan.
"Api langit jenis apa ini?" gumam Yin Feng kebingungan.
"Yah, apapun jenisnya, semoga saja kekuatannya tidak kalah dari api perak."
Yin Feng tidak ingin berharap terlalu tinggi dengan api di depannya itu, entah api itu merupakan api tingkat tinggi ataupun tingkat rendah, ia tetap merasa senang karena telah berhasil mendapatkannya.
"Terima kasih karena telah memilihku" ucapnya, kemudian mengulurkan tangannya pada kobaran api hijau itu.
Seakan bisa memahami perkataan Yin Feng, kobaran api itupun mulai mengecil hingga seukuran kepalan tangan pria dewasa, kemudian bola api itu melesat masuk ke dalam tubuh Yin Feng.
"Arkhh!" Yin Feng berteriak kesakitan ketika api itu masuk ke tubuhnya, hawa panas yang berasal dari api itu seakan membakar organ tubuhnya.
Yin Feng memang pernah tersiksa oleh hawa panas sebelumnya, namun panas yang ia rasakan saat ini berkali-kali lipat lebih menyakitkan dan sangat menyiksa dirinya.
Pada saat yang bersamaan, api hijau itu juga menyelimuti tubuh Yin Feng, membakar tubuhnya secara perlahan-lahan hingga tidak menyisakan apapun, kecuali bola api hijau itu sendiri.
Setelah itu, bola api hijau itu mulai membesar dan membentuk ulang tubuh Yin Feng. Proses itu dimulai dengan pembentukan organ dalam hingga akhirnya membentuk tubuh Yin Feng seperti semula.
Dengan kata lain, Yin Feng saat ini terlahir dengan tubuh atau fisik yang baru. Tubuh yang sepenuhnya berasal dari api hijau, layaknya seekor Phoenix yang terlahir dari api.