Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 81. Pertarungan di istana.



Kesombongan dan keangkuhan Yin Feng berhasil membuat kaisar Zong dan bawahannya naik pitam, bahkan pengawal yang sebelumnya kembali melepaskan auranya.


Sementara Liu Bing dan keluarganya, mereka hanya diam tanpa melakukan apapun, karena sebelum tiba di istana Yin Feng meminta mereka untuk tetap diam jika terjadi sesuatu.


Pada awalnya, Liu Bing tidak ingin menuruti permintaan Yin Feng, namun setelah mengetahui alasan dibalik permintaan Yin Feng, Liu Bing akhirnya mau menurutinya.


Alasan Yin Feng sangat sederhana, ia hanya tidak ingin klan Liu terlibat dalam masalahnya, tidak peduli seberat apapun masalah itu nantinya, mereka tetap tidak diizinkan untuk ikut campur.


Selain itu, Yin Feng memiliki alasan lain yang tidak bisa ia jelaskan pada mereka, yaitu keinginannya untuk melindungi Liu Hua yang sudah dianggap sebagai adiknya sendiri.


"Bocah, jika kau berlutut dan meminta maaf pada yang mulia, maka aku akan mengampuni nyawamu!"


"Hahahaha!" Yin Feng tertawa lantang mendengar ancaman pengawal kaisar Zhong. "Bagaimana jika aku tidak mau?"


"Maka aku akan membunuhmu!" ujar pengawal itu, kemudian melesat maju dan menyerang Yin Feng.


Pertarungan tidak dapat dihindari lagi dan seketika itu juga, ruang singgasana yang seharusnya tenang dan damai, langsung berubah menjadi arena untuk mengadu kekuatan.


Serangan demi serangan terus dilancarkan oleh pengawal kaisar, ia bahkan tidak memberikan kesempatan kepada Yin Feng untuk melakukan serangan balasan.


Dari sudut pandang orang lain, Yin Feng terlihat tidak mampu mengimbangi sang pengawal, tapi yang tidak mereka ketahui adalah Yin Feng sedang mempermainkan lawannya.


Sejak dimulainya pertarungan, sang pengawal terlihat memimpin dengan terus melancarkan serangan, tapi tidak satupun dari serangannya yang bisa menyentuh Yin Feng.


"Cihh... Berhentilah menghindar, dasar pengecut!" ujar pengawal Ling Guan.


"Seusai keinginanmu."


Yin Feng yang sebelumnya terus bergerak menghindari serangan, tiba-tiba saja diam ditempat. Kesempatan itupun langsung dimanfaatkan oleh pengawal Ling Guan.


Pengawal Ling Guan mengumpulkan energi spiritual di tangan kanannya, lalu melancarkan serangannya, namun serangan itu malah ditahan dengan mudah oleh Yin Feng.


Boom!


Ledakan yang cukup besar terjadi ketika pukulan sang pengawal menghantam telapak tangan Yin Feng, namun anehnya justru sang pengawal itulah yang terpukul mundur.


Tidak hanya itu saja, tangan pria itu juga nampak gemetar setelah menghantam telapak tangan Yin Feng, seolah-olah tinjunya baru saja menghantam sesuatu yang sangat keras.


"Tidak mungkin!"


Semua orang yang ada di ruangan itu nampak tidak percaya dengan penglihatannya, kecuali Ling Guan yang sudah mengetahui betapa kuatnya saudara angkat cucunya itu.


"Kenapa diam saja? Apa kau tidak ingin menyerang lagi?" tanya Yin Feng memprovokasi.


Pria itu hanya diam ditempatnya dan tidak mengatakan apapun, bahkan dalam hatinya ia mengutuk dirinya sendiri karena telah meremehkan pemuda di depannya itu.


"Karena kau tidak mau menyerang, biarkan aku saja yang maju!"


Detik berikutnya, Yin Feng tiba-tiba saja muncul di hadapan pria itu seraya mendaratkan tendangan di tubuhnya, sehingga membuat pria itu terlempar hingga menabrak dinding.


"Akhh!"


Tendangan Yin Feng tidak hanya membuat pria itu muntah darah, tapi juga mematahkan beberapa tulangnya, serta menimbulkan retakan di dinding yang dihantam tubuhnya.


Setelah itu, beberapa pengawal lainnya bergerak maju untuk menghadapi Yin Feng. Tapi nasib mereka berujung sama seperti pengawal yang pertamakali melawan Yin Feng.


"Ling Guan, bukankah itu namamu?" tanya Yin Feng dengan tatapan tajamnya.


"Jangan terlalu sombong bocah! Apa kau pikir kau bisa selamat setelah mengacau di istanaku!"


Setelah Ling Guan menyelesaikan ucapannya, puluhan prajurit yang memakai zirah berwarna emas masuk ke aula singgasana dan langsung mengelilingi Yin Feng.


Sementara pasukan kedua memakai zirah berwarna emas, mereka ini adalah prajurit elit yang ditugaskan untuk melindungi kaisar serta melawan musuh di medan perang.


"Anak muda, aku harap kau menyadari posisimu!"


Tidak lama berselang, seorang pria sepuh muncul di aula singgasana, dari tubuhnya terpancar aura kekuatan yang sangat luar biasa besar dan juga mengintimidasi.


Kemunculan pria sepuh ini sontak membuat Ling Guan dan yang lainnya kaget, namun tidak dengan Yin Feng yang masih terlihat tenang dan santai seperti biasa.


"Ling Shen!" ujar Liu Bing.


"Oh, lama tidak bertemu, Liu Bing."


"Ini tidak mungkin! Kenapa kekuatanmu bisa meningkat secepat ini?!"


Liu Bing nampak kaget, pasalnya kultivasi Ling Shen yang setahun lalu masih berada di bawahnya, sekarang malah satu tingkat lebih tinggi dari kultivasinya.


Bagi kultivator tingkat bawah, perbedaan satu tingkatan itu mungkin masih biasa, tapi bagi kultivator seperti mereka mereka, perbedaan itu sudah sama seperti langit dan bumi.


Kultivasi Liu Bing berada di ranah Martian Emperor bintang satu, sementara kultivasi Ling Shen berada satu tingkat diatasnya, yaitu Martial Emperor bintang dua.


"Pak tua! Apa kau sedang mengabaikan diriku?!"


Woshh!


Yin Feng yang tidak terima diabaikan kemudian melepaskan aura kekuatannya, seketika itu juga, aura yang lebih kuat dibandingkan aura Ling Shen menyelimuti aula itu.


Tidak hanya lebih kuat, aura yang dilepaskan oleh Yin Feng juga mampu menekan aura milik Ling Shen, bahkan auranya berhasil membuat pria sepuh itu merasa terintimidasi.


Jika membandingkan tingkat kultivasi, sudah pasti Yin Feng akan kalah telak dari mereka berdua, karena kultivasinya saat ini masih berada di ranah Emperor bintang lima.


Tapi jika membandingkan kekuatan tempur, Yin Feng jelas lebih unggul dibandingkan mereka, karena kekuatannya setara kultivator ranah Martial Emperor bintang lima.


"I-ini tidak mungkin!"


Tidak hanya Ling Shen, bahkan semua orang yang ada di sana dibuat kaget oleh aura kekuatan Yin Feng, termasuk Liu Bing yang sempat berpikir bahwa kekuatan mereka setara.


"Di dunia ini, tidak ada yang tidak mungkin!" ujar Yin Feng, lalu menghilang dari pandangan.


Sesaat kemudian Yin Feng telah muncul lagi di hadapan Ling Shen seraya melancarkan serangan, namun Ling Shen menyadarinya dan berhasil menghindari serangan itu.


Yin Feng menyeringai, lalu melanjutkan serangannya menggunakan kakinya pada Ling Shen. Tapi serangannya itu berhasil ditahan oleh Ling Shen menggunakan kakinya juga.


"Lumayan juga kau, pak tua!"


Ling Shen tidak menyahuti perkataan Yin Feng dan hanya fokus menahan serta menghindari serangannya, karena jika ia lengah sedikit saja, maka serangan itu akan mendarat di tubuhnya.


"Hentikan!" ujar seorang gadis yang baru saja memasuki aula.


Suaranya teriakannya sangat kencang hingga menggema di aula singgasana, namun sayang, teriakan itu tidak dapat menghentikan pertarungan sengit yang tengah berlangsung.


"Kakek, hentikan pertarungan ini sekarang juga!"


"Xia'er, pertarungan mereka sudah tidak mungkin dihentikan lagi, kecuali kalau mereka sendiri yang menginginkannya."


"Kakak, aku mohon lakukan sesuatu! Aku tidak mau kakek disakiti oleh pemuda itu."


"Apa maksudmu?"


"Kakak, pemuda itu bukan manusia biasa! Di-dia adalah..."