
"Kalian mau?"
Setelah diam untuk waktu yang lama, Yin Feng akhirnya bicara lagi dengan menawarkan daging rusa bakar, namun mereka hanya menanggapinya dengan gelengan kepala.
Karena mereka menolak tawarannya, Yin Feng menyantap daging bakar itu sendirian, ia menikmati daging rusa bakar itu dengan santai seolah di sana tidak ada orang lain.
Lain halnya dengan Yin Feng, para kultivator itu justru terlihat sangat waspada padanya, bahkan sikap santainya itu menimbulkan kecurigaan dalam diri mereka.
"Jangan sampai lengah, sepertinya pemuda ini bukan kultivator biasa."
"Kau benar, tapi apakah dia benar-benar lebih kuat dari kita? Maksudku... Lihatlah wajahnya, aku yakin usianya belum menginjak 20 tahun."
"Jangan tertipu dengan wajah, bisa saja dia menggunakan kekuatannya untuk terlihat awet muda."
Seorang kultivator tingkat tinggi memang bisa membuat dirinya terlihat awet muda, dan hal ini jugalah yang membuat semua orang ingin menjadi kultivator.
Akan tetapi, untuk terlihat lebih muda daripada usia aslinya membutuhkan banyak energi spiritual, sehingga sangat jarang ada yang melakukan hal itu kecuali kultivator wanita.
Alasannya sederhana, karena setiap wanita ingin selalu tampil cantik dan menawan di hadapan laki-laki, sehingga mereka menggunakan kekuatannya untuk terlihat awet muda.
Sedangkan untuk laki-laki, hal yang paling utama bagi mereka hanyalah kekuatan, karena dengan adanya kekuatan mereka bisa mendapatkan apapun yang diinginkan.
"Gawat, sepertinya mereka sudah mulai mendekati tempat ini" ucap salah seorang kultivator yang menyadari keberadaan musuh.
"Dengan kondisi kita sekarang, rasanya mustahil untuk melawan mereka."
"Ketua, apa yang harus kita lakukan?"
Pria yang dipanggil ketua itu mengarahkan pandangannya pada Yin Feng, "sepertinya aku mendapatkan ide yang menarik."
Disisi lain.
Sama halnya dengan mereka, Yin Feng juga merasakan keberadaan kultivator lain, namun ia tidak menghiraukannya selama mereka tidak mengusik ketenangannya.
Tidak lama berselang, para kultivator yang dimaksud akhirnya tiba di tempat itu, namun pandangan mereka justru tertuju pada Yin Feng yang masih menyantap daging bakar.
"Kalian sudah tidak bisa lari lagi!" ucap ketua kelompok kultivator yang baru saja tiba.
"Cihh... Kami memang tidak berencana untuk melarikan diri lagi dari kalian!"
"Oh, apakah kalian sudah bersedia menyerahkan nyawa?"
"Jangan bermimpi! Justru kalianlah yang akan mati!"
"Hahahaha! Apa aku tidak salah dengar? Memangnya kalian punya kemampuan untuk membunuh kami?"
"Kami memang tidak punya, tapi tetua sekte kami mampu melakukannya!"
Yin Feng yang tengah menikmati daging rusa bakar tiba-tiba menghela napas panjang, karena pada akhirnya, ketenangan yang ia inginkan tidak berhasil ia dapatkan.
"Tetua? Maksudmu pemuda tidak berguna itu?!"
"Jangan salah paham, meski terlihat muda, tapi umurnya hampir menginjak 100 tahun."
"Ukhuk!" Yin Feng tersedak daging rusa bakar yang sedang ia kunyah, "sialan! Sejak kapan aku jadi setua itu."
Kelompok kultivator yang baru saja datang mengamati penampilan Yin Feng, wajahnya memang terlihat muda, namun anehnya mereka tidak berhasil membaca tingkat kultivasinya.
Pada akhirnya, kelompok kultivator yang baru datang itu langsung percaya pada ketua kelompok kultivator sebelumnya, mereka bahkan terlihat lebih waspada dari sebelumnya.
"Pak tua, apa kau benar-benar tetua dari sekte Pilar Emas?"
"Hahh" Yin Feng menghela napas panjang, "padahal aku hanya ingin makan dengan tenang, tapi kalian malah menggangguku!"
Yin Feng mengeluarkan belati perak dari cincin ruang, lalu menghilang dari pandangan semua orang, sesaat kemudian ia telah muncul lagi di hadapan ketua kelompok kedua.
Kemunculan Yin Feng yang sangat tiba-tiba sontak membuat pria itu kaget, namun sebelum ia sempat bereaksi, Yin Feng telah lebih dulu menebas lehernya hingga putus.
Mereka yang menyaksikan hal itu hanya bisa tercengang, bahkan merasa tidak percaya bahwa Yin Feng mampu membunuh kultivator ranah Yin dan Yang dalam sekejap.
"Jangan diam saja! Kita harus pergi dari sini!"
Slash!
Slash!
"Apa kalian pikir bisa pergi setelah mengusik ketenangan ku?!"
Slash!
Hanya dalam hitungan detik, Yin Feng telah berhasil menyingkirkan kelompok yang berjumlah sepuluh orang dengan kultivasi masing-masing berada di ranah Yin dan Yang.
"Awalnya aku tidak ingin melakukan apapun pada kalian, tapi kalian malah melibatkan ku dalam masalah."
"Ma-maafkan kami tuan, kami terpaksa melakukannya."
"Tu-tuan, jika anda berkenan, datanglah ke sekte Pilar Emas, kami berjanji akan memberikan kompensasi atas perbuatan kami."
"Baiklah, tapi aku menginginkan nyawa kalian sebagai kompensasinya!"
"Tu-tuan! To-tolong ampuni kami!"
Slash!
Yin Feng benar-benar tidak kenal ampun, tidak peduli apakah mereka berasal adalah aliran putih, hitam atau netral, selama mereka mengusiknya, ia akan tetap membunuhnya.
Setelah mengumpulkan cincin ruang milik para kultivator tersebut, Yin Feng kembali duduk ditempat yang sebelumnya, lalu menyantap sisa daging rusa bakarnya.
***
Sekte Lembah Iblis.
"Patriark, ada kabar buruk" ucap salah seorang tetua sekte.
"Tetua keempat, kabar buruk apa yang kau maksud?"
"Murid kita yang menjalani misi pembunuhan telah mati."
"Memangnya siapa yang harus mereka bunuh?" tanya pemimpin sekte Lembah Iblis.
Tetua keempat kemudian menjelaskan bahwa murid mereka menjalankan misi untuk membunuh murid sekte Pilar Emas, ia juga telah memastikan jika misi itu akan berjalan dengan sukses.
Sebelum memberikan misi, tetua keempat sudah menyelidiki hal ini terlebih dahulu, karena itulah ia mengirim sepuluh orang murid tingkat Elit untuk menjalankan misi.
"Siapa yang memberikan misi ini?"
"Putra bangsawan keluarga Zhu" jawab tetua keempat.
"Baiklah, selidiki lagi masalah ini, aku yakin ada pihak lain yang ikut terlibat."
"Baik, patriark!"
Setelah itu, tetua keempat meninggalkan aula pertemuan, lalu menemui beberapa murid elit lainnya dan mengajak mereka menyelidiki kematian sepuluh murid elit yang sebelumnya.
Sekte Pilar Emas.
"Tetua kedua, selidiki masalah ini, jika memang berkaitan dengan sekte Lembah Iblis, maka kita akan menumpas mereka!"
"Baik, patriark!"
Sama halnya dengan sekte Lembah Iblis, sekte Pilar Emas juga telah mengetahui tentang kematian murid mereka, bahkan mereka menduga bahwa kematian ini berhubungan dengan sekte Lembah Iblis.
Kedua sekte ini memang telah berseteru sejak lama, namun selama ini sekte Pilar Emas lebih memilih untuk diam, karena tidak ingin menyebabkan kekacauan di kekaisaran Zhong.
Tapi kali ini, mereka telah memutuskan untuk tidak diam saja, bahkan pemimpin sekte Pilar Emas juga telah meminta izin pada sang kaisar, sehingga mereka bisa berperang kapanpun juga.
Akan tetapi, mereka memerlukan alasan yang sangat kuat untuk memulai peperangan, dan jika kali ini sekte Lembah Iblis terlibat, maka peperangan tidak akan terhindarkan lagi.