
Di dalam gua.
"Arkhhh!"
Yin Feng berteriak dengan sangat kencang, siksaan yang dialaminya benar-benar sangat menyakitkan, bahkan lebih menyakitkan saat tubuhnya dilebur oleh api hijau.
Semuanya bermula saat Yin Feng kembali ke gua, ia yang ingin segera menembus ranah kultivasi memutuskan untuk menyerap energi yang terkandung dalam pecahan batu meteor.
Awalnya, penyerapan itu berjalan dengan lancar dan tidak ada sesuatu yang aneh, hingga akhirnya kekuatan api hijau tiba-tiba bereaksi terhadap energi yang berasal dari batu meteor itu.
Sebelumnya, kekuatan api hijau tidak menunjukkan ketertarikan terhadap energi yang berasal dari sumber daya biasa, kecuali mutiara Yin dan Yang serta teratai Api dan Es.
Tapi sekarang, kekuatan api hijau tiba-tiba saja tertarik dengan energi dari pecahan meteor itu, bahkan kekuatan api hijau menjadi jauh lebih ganas dari sebelumnya.
Energi yang seharusnya terserap masuk ke dalam Dantian, malah diserap secara paksa oleh kekuatan api hijau, sehingga membuat Yin Feng merasakan rasa sakit yang sangat menyiksa.
Meski begitu, Yin Feng masih terus berusaha untuk mempertahankan kesadarannya, karena ia yakin sesuatu yang buruk akan terjadi bila ia kehilangan kesadaran.
Sementara itu.
Formasi segel yang mengekang kekuatan api hijau mulai retak, hingga akhirnya segel itu benar-benar hancur karena sudah tidak sanggup menahan dahsyatnya kekuatan api hijau.
Pada saat yang bersamaan, ukuran api hijau semakin membesar, begitupun dengan energinya yang terus meluap memenuhi Dantian Yin Feng, lalu menyebar ke seluruh tubuhnya.
Luapan energi itu membuat tubuh Yin Feng seakan ingin meledak, menyebabkan timbulnya rasa sakit yang berkali-kali lipat lebih menyakitkan dari sebelumnya.
Tubuh Yin Feng juga diselimuti oleh aura menyerupai kobaran api berwarna hijau, aura itu terus menyebar ke segala arah dan mulai menyerupai sepasang sayap yang sangat besar.
Wushh!
Dhuaaarrr!
Ledakan dahsyat terjadi ketika aura yang menyelimuti tubuh Yin Feng kian membesar, ledakan dahsyat itu berhasil menghancurkan gua beserta dengan air terjun.
Perlahan-lahan namun pasti, aura yang menyelimuti tubuh Yin Feng mulai membentuk seekor burung Phoenix hijau yang sangat besar, lalu melesat terbang meninggalkan tempat itu.
Kemunculan Phoenix hijau raksasa itu disertai dengan aura mencekam yang menyebar ke seluruh hutan, sehingga membuat para penghuni hutan berlarian karena ketakutan.
Phoenix yang sepenuhnya tercipta dari aura kekuatan api hijau kemudian melesat terbang hingga menembus awan, lalu setelah itu ia mengepalkan kedua sayapnya.
Dhuaaarrr!
Ledakan dahsyat kembali terjadi, kepalan sayap Phoenix itu mampu meratakan area hutan seluas puluhan kilometer dengan tanah.
Setelah itu, Phoenix hijau kembali mengepakkan kedua sayapnya, puluhan bola api hijau sebesar kepala muncul dan menghujani seisi hutan.
Disisi lain.
Yin Feng yang berada tepat di tengah-tengah tubuh Phoenix berusaha keras untuk mengendalikan kekuatan api hijau yang sedang menghancurkan segala yang ada didepannya.
Namun, semakin keras Yin Feng berusaha untuk mengendalikan kekuatan itu, semakin besar rasa sakit yang dideritanya, bahkan tubuhnya seakan ingin hancur.
"Arkhhh!"
Teriakan Yin Feng semakin keras seiring dengan rasa sakit yang semakin bertambah, kesadaran yang susah payah ia pertahankan mulai menghilang secara perlahan.
Hingga sebelum akhirnya ia benar-benar kehilangan kesadaran, Yin Feng melihat cahaya keemasan mendekat kearahnya, seketika itu juga kekuatannya yang mengamuk mulai menjadi tenang.
"Ying Huo, apa kau membocorkan informasi yang seharusnya tidak ia ketahui di usianya ini?"
"Hamba tidak berani, yang mulia" jawab Ying Huo.
"Jika bukan kau, lalu siapa? Atau jangan-jangan dia sudah memahami apa yang kukatakan sebelumnya?"
"Yang mulia, lihatlah" ucap Ying Huo sembari menunjukkan pecahan batu meteor yang ia temukan.
"Ah, ternyata ini penyebabnya, pantas saja dia bisa bertransformasi."
"Ying Huo, ikut aku. Kita harus melatih anak ini."
"Baik, yang mulia." sahut Ying Huo, lalu keduanya menghilang dari pandangan bersama dengan tubuh Yin Feng.
***
Beberapa hari kemudian.
"Arghh... Dimana ini?"
Yin Feng akhirnya membuka mata setelah tidak sadarkan diri selama lima hari, ia nampak kebingungan saat menemukan dirinya berada di dalam kamar yang sangat besar.
Tidak lama kemudian, pintu kamar itu terbuka, dua orang pria masuk ke kamar dan menghampiri Yin Feng, salah satunya tidak lain adalah Ying Huo sang penguasa hutan belantara.
"Paman, dimana ini?" tanya Yin Feng.
Ying Huo tersenyum, lalu mendaratkan pukulan ringan di kepala Yin Feng. "Dasar bodoh! Apa kau tidak sadar bahwa tindakanmu itu hampir saja merenggut nyawamu?!"
"Jangan pura-pura lupa atau aku akan menghajar mu habis-habisan!" ujar Ying Huo.
"Sudahlah, tidak perlu dipermasalahkan lagi" ucap pria paruh baya yang berada di samping Ying Huo.
Yin Feng mengarahkan pandangannya pada pria paruh baya itu, meski baru bertemu dan belum saling mengenal, namun Yin Feng merasa seperti memiliki hubungan dengannya.
"Tuan, apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Yin Feng.
Pria itu mengangguk pelan, "aku pernah menemui mu, tapi kau tidak melihatku" jawabnya.
"Maksud anda?"
"Namaku Yin Feng Huang."
Setelah memperkenalkan dirinya, Yin Feng Huang kemudian menjelaskan siapa dirinya, dia tidak lain adalah leluhur Yin Feng dan sosok misterius yang bicara padanya sebelumnya.
Awalnya Yin Feng tidak percaya, karena pria didepannya itu terlihat sangat muda sebagai seorang leluhur, namun setelah mendengar semua penjelasan, Yin Feng akhirnya percaya padanya.
"Yin Feng memberi hormat pada kakek leluhur."
Yin Feng Huang mengangguk, "bangunlah nak, aku menerima rasa hormatmu."
"Kakek, aku punya pertanyaan."
Karena bisa bertemu dengan leluhurnya, Yin Feng merasa inilah kesempatan terbaik untuk mencari jawaban dari semua pertanyaan serta misteri yang ada pada dirinya.
"Aku tahu itu, tapi sebelum itu aku ingin menceritakan sesuatu padamu."
Setelah itu, Yin Feng Huang menceritakan perjalanan hidupnya, mulai dari ia yang hanya manusia biasa, hingga akhirnya menemukan kekuatan untuk menjadi seorang dewa.
Kekuatan yang dimaksud tidak lain adalah kekuatan api langit, namun sayangnya, kekuatan yang ia dapatkan tidak hanya membawa berkah, tapi juga membawa kutukan untuknya.
Kekuatan api langit mengubah Yin Feng Huang menjadi seekor burung Phoenix, dan masalahnya adalah, semua keturunannya juga akan mengalami hal yang sama.
Pada awalnya, Yin Feng Huang merasa senang, karena keturunannya akan menjadi orang hebat, tapi rasa senang itu tidak bertahan lama karena istrinya meninggal setelah melahirkan.
Kehidupan dan kematian seseorang memang sudah ditakdirkan, tapi masalahnya adalah, yang menyebabkan istrinya meninggal adalah kekuatan Yin Feng Huang itu sendiri.
Istrinya yang saat itu hanya manusia biasa, tentu tidak sanggup menahan dahsyatnya kekuatan Yin Feng Huang, dan pada akhirnya ia meninggal tepat setelah melahirkan.
"Lalu bagian mana yang dianggap kutukan?" tanya Yin Feng.
"Kutukan yang ku maksud adalah, setiap keturunanku yang laki-laki akan kesulitan mendapatkan istri."
"Hanya itu?"
"Hahh" Yin Feng Huang menghela napas, "jika kau tidak menemukan pasangan yang tepat, maka kekuatanmu akan melahap dirimu secara perlahan."
"Dan masalahnya adalah, menemukan pasangan yang tepat sangatlah sulit, karena ia harus memiliki energi Yin murni."
"Jadi, aku harus membagi kekuatan ini dengan seseorang?"
Yin Feng Huang menggeleng pelan, lalu menjelaskan bahwa energi Yin murni mampu menekan kekuatan api langit, sehingga kekuatan itu tidak akan melahap pemiliknya.
Sekalipun berhasil menguasai kekuatan api langit sepenuhnya, tapi jika terus digunakan maka kekuatan itu akan melahap jiwa pemiliknya secara perlahan.
Selain itu, energi Yin murni juga sangat penting untuk mereka, karena keberadaan energi itu akan menghilangkan rasa sakit saat mereka bertransformasi.
"Kau sendiri sudah merasakannya bukan? Rasa sakit itu bisa hilang hanya dengan bantuan energi Yin murni."
"Kalau begitu, aku tidak akan pernah bertransformasi!"
"Itulah masalahnya, sekalipun kau tidak mau, proses tranformasi akan tetap terjadi seiring dengan meningkatnya penguasaan mu terhadap api langit."
"Sekarang kau bisa menahan rasa sakitnya, tapi tidak setelah ini, karena setiap kali kau bertransformasi, jiwamu akan dikikis oleh api langit."
Yin Feng terdiam, selama ini ia berpikir jika dirinya bisa mengendalikan kekuatan itu sepenuhnya, tapi nyatanya, semakin terkendali kekuatannya semakin rumit masalah yang akan ia hadapi.
Dengan kata lain, mengendalikan kekuatan api hijau hanya sekedar untuk mengulur waktu sampai dirinya benar-benar dilahap oleh kekuatan api langit tersebut.
"Sial! Kenapa pria tua itu tidak menjelaskan apapun padaku?!"
"Karena tugasnya hanya menjaga altar api langit dan mengajari semua keturunanku."
"Lalu bagaimana dengan ibuku? Apakah dia mengalami hal yang sama?"
"Tidak, karena kutukan ini hanya untuk kita para laki-laki."
"Apa sekarang kau menyesal karena terlahir sebagai laki-laki?" tanya Ying Huo.
"Paman, aku sedang tidak ingin bercanda!"