Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 79. Tiba di klan Liu.



Walaupun sedikit bingung karena Liu Hua tiba-tiba saja bersikap manja padanya, namun Yin Feng tidak tidak mempermasalahkannya, bahkan tidak merasa risih sedikitpun.


Padahal, jika Liu Hua adalah perempuan lain, pasti sudah lama Yin Feng meninggalkannya sendiri karena merasa risih, bahkan ingin menghabisi nyawanya saat itu juga.


"Mungkin karena dia menganggap ku sebagai kakak" ucap Yin Feng dalam hatinya.


Satu-satunya alasan yang masuk akal menurut Yin Feng adalah, karena gadis itu hanya menganggapnya sebagai kakak, dan perasaan yang ia miliki di hatinya tidak lebih dari itu.


"Kak Yin, selamat datang di klan Liu" ucap Liu Hua setelah mereka tiba di gerbang kediaman klan Liu.


Yin Feng mengarahkan pandangannya pada tulisan yang terukir di atas gerbang kediaman klan. "Padahal cuma ukiran, tapi bahan yang digunakan sangat mahal" gumamnya pelan.


"Kak Yin, apakah ada yang salah?"


Yin Feng menggeleng pelan, "aku hanya mengagumi kemegahan klan kalian."


"Ini masih belum seberapa" sahut Liu Hua.


Kemegahan yang disaksikan Yin Feng pada gerbang kediaman mereka, memang tidak sebanding dengan kemegahan yang akan dilihat Yin Feng setelah melewati gerbang.


Dengan bisnis yang meluas hingga ke seluruh benua, sudah pasti klan Liu merupakan klan paling kaya di benua ini, dan pastinya, kehidupan mereka sangatlah mewah.


Bahkan bila dibandingkan dengan keluarga kekaisaran, klan Liu masihlah memegang posisi pertama sebagai klan paling kaya di kekaisaran Zhong dan kekaisaran lain.


"Hua'er, siapa pemuda yang bersamamu?" tanya Liu Zhang, pemimpin klan Liu dan ayah Liu Hua.


"Ayah, dia adalah kak Yin, orang yang selama ini kami bicarakan dengan ayah" jawab Liu Hua.


Tatapan Liu Zhang tertuju pada Yin Feng, meski bibirnya menunjukkan senyuman yang sangat indah, namun tatapan tajam matanya menyiratkan sesuatu yang lain dengan bibirnya.


Yin Feng tidak terlalu menghiraukannya, karena ia mengerti apa yang dirasakan oleh Liu Zhang. Dan sebagai seorang ayah, dia pasti menginginkan sesuatu yang baik untuk putrinya.


"Hua'er, boleh ayah bicara berdua dengannya?"


"Baiklah, aku juga ingin memanggil kakak" jawab Liu Hua, lalu meninggalkan ruangan itu setelah berpamitan pada Yin Feng.


Setelah Liu Hua pergi, suasana di ruangan luas nan megah itu menjadi sangat sunyi. Baik Yin Feng maupun Liu Zhang, keduanya hanya diam dan saling mengarahkan tatapan tajam.


"Apa tujuanmu mendekati putriku?!" Pertanyaan yang dilontarkan Liu Zhang memecah keheningan diantara mereka.


Sejak kedua anaknya membicarakan tentang Yin Feng, Liu Zhang sudah menaruh rasa curiga, bahkan diam-diam meminta para bawahannya untuk menyelidiki Yin Feng.


Namun mereka tidak pernah berhasil mendapatkan informasi apapun tentang Yin Feng, kecuali tentang identitasnya yang merupakan murid sekte Teratai Giok yang telah hancur.


"Tidak ada" jawab Yin Feng singkat.


"Apa kau pikir aku bisa dibohongi? Jika memang tidak ada tujuan, lalu kenapa kau mendekatinya?"


"Tuan Liu, jika aku memang memiliki tujuan tertentu, lalu apa kau pikir bisa menghentikan ku?"


"Hahahaha! Aku sudah banyak bertemu orang sombong sepertimu, tapi pada akhirnya mereka semua mati di tanganku!"


Yin Feng menyeringai, pernyataan Liu Zhang barusan terdengar seperti sebuah tantangan. Dan jika tidak memikirkan Liu Hua, pria itu pasti sudah mati ditangannya.


"Kenapa kau diam saja? Apakah kesombongan mu sudah habis?"


"Bagaimana kalau kau meminta dia untuk bertarung melawanku?"


"Maksudmu?"


"Hahh..." Yin Feng menghela napas panjang, lalu melepaskan aura kekuatannya.


Seketika itu juga, seluruh ruangan diselimuti oleh aura yang terasa mengerikan. Pada saat yang sama, dua kultivator ranah Martial Emperor menampakkan diri mereka.


"Benar tuan! Jika kami bertarung belum tentu kami bisa mengalahkannya" imbuh yang lainnya.


"Tidak mungkin!" ujar Liu Zhang.


"Kau yang di sana, sampai kapan kau akan bersembunyi?" Yin Feng melepaskan aura kekuatan yang jauh lebih besar lagi.


Tidak lama berselang, kultivator yang dimaksud oleh Yin Feng akhirnya keluar dari persembunyiannya, dia adalah kultivator yang lebih kuat dibandingkan dua kultivator sebelumnya.


"Liu Zhang, jika ingin hidupmu tenang, sebaiknya jangan mengusik pemuda ini" ucap pria sepuh itu melalui telepati.


"Apakah ayah juga tidak bisa mengalahkannya?"


"Entahlah, tapi jika kami berdua bertarung, kediaman ini pasti akan rata dengan tanah."


Pengakuan kedua pengawalnya masih dapat dimaklumi oleh Liu Zhang, tapi pengakuan ayahnya yang merupakan kultivator terkuat di kekaisaran Zhong benar-benar sulit diterima.


Selama ini, Liu Bing menjadi sosok yang paling ditakuti dan disegani di kekaisaran Zhong dan karena dirinya lah, klan Liu mampu mempertahankan posisi mereka sampai saat ini.


"Anak muda, aku harap kau bisa menahan diri" ucap Liu Bing.


Yin Feng tersenyum dan menarik kembali aura kekuatannya. "Tidak perlu khawatir, aku tidak memiliki niat jahat."


"Kalaupun memang ada, aku jamin tidak ada diantara kalian yang bisa menghentikan ku."


"Pemuda ini benar-benar angkuh, tapi yang dia katakan memang benar adanya" ucap Liu Bing dalam hatinya.


Liu Bing sudah hidup lama dan telah bertemu dengan banyak orang sombong. Tapi menurutnya, yang benar-benar bisa membuktikan kesombongannya hanyalah Yin Feng.


Meski sulit untuk mengakuinya, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa pemuda didepannya itu memiliki kekuatan yang setara atau bahkan melebihi kekuatannya.


"Kak Yin!" ujar Liu Hua yang telah kembali ke ruangan itu.


Raut wajah Yin Feng berubah, bahkan ia langsung menunjukkan senyuman terbaiknya ketika Liu Hua menyadapnya. Padahal, tatapan matanya sebelum itu menyiratkan niat membunuh.


"Saudaraku, selamat datang di klan Liu" ucap Liu Wei.


"Kakek, ini adalah kak Yin" Liu Hua memperkenalkan Yin Feng pada kakeknya.


"Kak Yin?"


Liu Hua mengangguk, "sejak kami bersama di kekaisaran Bei, aku sudah menganggapnya sebagai kakakku."


Liu Bing menghela napas lega, meski putranya sempat menyinggung Yin Feng, tapi ia benar-benar senang setelah mendengar kedekatan Yin Feng dengan cucu perempuannya itu.


Meski begitu, tidak bisa dipungkiri bahwa Liu Bing mengharapkan sesuatu yang lebih. Karena bagaimanpun juga, ia ingin Yin Feng menjadi bagian dari keluarganya.


"Hua'er, ajak kakak mu ini berkeliling, kakek ingin membahas sesuatu dengan ayahmu."


"Baik kakek."


"Kak Yin, mari ikut kami."


Yin Feng tidak menolak, lalu mengikuti Liu Hua meninggalkan ruangan itu. Lagipula, Yin Feng tidak ingin berlama-lama berdekatan dengan orang yang sudah menyinggungnya.


"Ayah, apa yang ingin ayah bicarakan?" tanya Liu Zhang.


"Lain kali, perhatikan dulu siapa lawan bicaramu. Meski dia lebih muda atau tidak memiliki status yang tinggi darimu, tapi bukan berarti dia lebih lemah darimu."


"Baik, ayah" sahut Liu Zhang.


"Satu lagi, akan lebih baik kalau kau menjadikannya sebagai menantu keluarga ini."