
Setelah mengambil kristal jiwa dari mayat para serigala, Qian Zhou kemudian memimpin kelompok-nya untuk memasuki bagian terdalam hutan belantara.
"Hari semakin gelap, lebih baik kita beristirahat sekarang" ucap Yin Feng.
"Apa masalahnya? Justru kita harus bergegas agar bisa mencapai bagian terdalam secepatnya!" ujar Qian Zhou.
"Memang tidak masalah, tapi melakukan perjalanan di malam hari sangatlah berbahaya."
Jika hanya dia sendiri, Yin Feng pasti akan melanjutkan perjalanannya, karena saat ada bahaya besar yang menghadangnya, ia bisa menghindarinya dengan cara terbang.
Sedangkan untuk saat ini, mustahil mereka melanjutkan perjalanan di malam hari, karena banyak hewan spiritual berbahaya yang melakukan perburuan di malam hari.
Yin Feng yang sudah pernah tinggal di sana tentu lebih mengetahui betapa mengerikannya hutan itu saat malam hari, karena itulah pilihan terbaik untuk saat ini hanyalah berhenti.
"Aku setuju dengan saran saudara Feng, lebih baik kita berhenti dan beristirahat di sini."
"Hei, akulah ketua kelompok ini jadi kalian semua harus mengikuti perkataan-ku!"
"Qian Zhou, ini menyangkut nyawa kita semua, jadi kau tidak bisa memutuskan seenaknya saja!"
"Oh, apa sekarang kalian ingin melawanku? Kalau begitu, kalian harus siap menanggung resikonya!"
Yin Feng mengepalkan tinjunya karena menahan marah, ia benar-benar kesal dan ingin menghajar Qian Zhou, namun ia mengurungkan niatnya karena permintaan gurunya.
"Baiklah, kita lanjutkan perjalanan, tapi kami tidak akan bertarung melawan hewan spiritual tingkat dua ke atas!" ujar Yin Feng.
"Tidak masalah!"
Pada akhirnya, mereka semua melanjutkan perjalanan menuju ke bagian terdalam hutan belantara.
***
Matahari akhirnya terbenam, kegelapan menyelimuti hutan belantara, sementara Yin Feng dan kelompoknya masih terus melanjutkan perjalanan di tengah gelapnya malam.
Pada awalnya, salah seorang murid ingin menyalakan obor untuk menerangi jalan mereka, namun Yin Feng melarangnya karena hal itu hanya akan menempatkan mereka dalam situasi bahaya.
Walaupun tidak menyalakan obor untuk menerangi jalan, namun mereka semua masih dapat melihat dalam kegelapan, dengan cara mengalirkan energi spiritual ke mata mereka.
Berbeda dengan para murid, Yin Feng justru tidak perlu mengalirkan energi spiritual ke matanya, karena tanpa hal itupun Yin Feng dapat melihat dalam gelap dengan sangat jelas.
"Berhenti" ucap Yin Feng dengan suara pelan.
"Ada apa?!" tanya Qian Zhou yang nampak kesal.
"Di depan sana ada beberapa hewan spiritual tingkat dua, jika kita terus maju, kita semua akan dalam masalah besar." Jawab Yin Feng.
Mereka semua kaget mendengar perkataan Yin Feng, karena sejak tadi mereka tidak merasakan aura keberadaan ataupun bisa melihat hewan spiritual yang dimaksud Yin Feng.
"Apa kau pikir kami bodoh? Sejak tadi aku tidak merasakan aura apapun!" Qian Zhou semakin kesal.
"Hanya karena kau tidak bisa melihat dan merasakan keberadaan mereka, bukan berarti mereka tidak ada" sahut Yin Feng.
"Apa maksudmu, sialan?!" Qian Zhou melepaskan aura kekuatannya karena sudah tidak sanggup menahan kekesalannya pada Yin Feng.
"Bodoh, apa yang kau lakukan?!"
Woshh!
Tidak lama berselang, aura kekuatan yang sangat kuat menerpa tubuh mereka semua dan pada saat yang bersamaan, tekanan intimidasi yang sangat besar juga ikut menindas mereka.
Karena kecerobohan Qian Zhou yang melepaskan aura-nya, para hewan spiritual kini menyadari keberadaan mereka semua, bahkan ada beberapa yang telah mendekat.
"Ini benar-benar buruk!" ucap Yin Feng ketika mengetahui jumlah hewan spiritual yang mendekat kearah mereka. Selain itu, semuanya merupakan hewan spiritual tingkat dua.
"Feng Huang, ini semua salahmu!"
"Sudahlah, ini bukan waktu yang tepat untuk bertengkar."
"Feng Huang, apa rencanamu?"
"Apapun yang terjadi, kalian harus bertahan."
"Lalu bagaimana denganmu?"
"Aku akan berusaha menghabisi mereka sebanyak mungkin."
"Apa?! Tapi ini terlalu berbahaya!"
Bagi mereka, tindakannya memang terlalu berbahaya untuk dilakukan, namun tidak bagi Yin Feng, karena semua hewan spiritual tingkat dua itu bukan tandingannya lagi.
Sebelumnya, Yin Feng sudah pernah berhadapan dengan musuh yang jauh lebih mengerikan, yaitu naga penjaga bukit yang kekuatannya lebih besar dari semua hewan itu.
"Tidak usah khawatir, aku akan baik-baik saja."
Yin Feng kemudian mengeluarkan belati perak dari cincin ruangnya, lalu bersiap-siap untuk menghadapi para hewan spiritual yang sudah semakin dekat dengan mereka.
"Kalian hadapi dari arah sana, aku akan menghadapi yang ada di sini" ucap Yin Feng, lalu menghilang dari pandangan.
Slash!
Slash!
Sesaat kemudian, suara tebasan terdengar menghiasi kesunyian malam, beberapa hewan spiritual yang mendekat mulai berjatuhan ke tanah dalam keadaan tidak bernyawa.
Di sisi lain, Qian Zhou dan para murid lainnya juga mulai melakukan serangan, namun mereka masih mempertahankan posisinya sesuai arahan yang diberikan oleh Yin Feng sebelumnya.
"Aku harus menyelesaikan ini dengan cepat, kalau tidak jumlahnya akan terus bertambah."
Berbeda dengan sebelumnya, kali ini Yin Feng bertarung dengan sungguh-sungguh. Meski begitu, ia masih tidak mau menggunakan kekuatan api hijau.
Selain tidak ingin menunjukkan kekuatannya itu pada mereka, Yin Feng juga takut kekuatannya itu lepas kendali lagi, dan bila hal itu terjadi para murid akan terkena dampaknya.
Karena itulah, Yin Feng tidak ingin menggunakan kekuatan api hijau, lagipula ia masih bisa mengalahkan para hewan spiritual tingkat dua meski tanpa menggunakan kekuatan itu.
"Lebih cepat! Aku harus lebih cepat lagi!"
Yin Feng melompat ke udara kemudian melapisi belati perak dengan energi spiritual-nya, lalu setelah itu Yin Feng melancarkan tebasan kearah para hewan spiritual tersebut.
Woshh!
Slash!
Bilah energi berbentuk bulan sabit tercipta dari tebasan belati Yin Feng, melesat dengan kecepatan tinggi dan menebas belasan hewan spiritual yang dilewati-nya.
Sementara itu.
"Qian Zhou, jangan diam saja!"
"Tidak usah mengaturku! Aku tahu apa yang harus ku lakukan!" ujar Qian Zhou kesal.
"Sial! Kenapa jumlahnya sebanyak ini" tubuh Qian Zhou bergetar ketika melihat jumlah hewan spiritual tingkat dua yang menyerang mereka.
Sejak kultivasinya mencapai ranah Spirit Langit, Qian Zhou memang sudah sering berhadapan dengan hewan spiritual tingkat dua, namun hanya dalam pertarungan satu lawan satu.
Tidak hanya itu saat, saat bertarung melawan hewan spiritual tingkat dua, Qian Zhou juga ditemani oleh gurunya sehingga tidak ada yang perlu ia khawatirkan.
Sedangkan untuk saat ini, gurunya sedang tidak ada di sana untuk membantunya, sebab itulah Qian Zhou lebih memilih untuk berlindung di belakang murid lain.
"Aku harus menemukan jalan keluar secepatnya, jika tidak aku akan mati di tempat ini" gumam Qian Zhou sembari mencari celah untuk melarikan diri.