Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 06. Meninggalkan hutan belantara.



Berkat tiga kristal jiwa yang ia dapatkan sebelumnya, kekuatan Yin Feng kini telah meningkat lebih jauh lagi, bahkan kultivasinya telah mencapai ranah Spirit Master bintang satu.


Akan tetapi, karena dua diantara tiga kristal jiwa itu adalah kristal jiwa dengan kualitas tinggi, maka waktu yang dibutuhkan untuk menyerap keduanya juga sangat lama.


Meskipun begitu, semua waktu yang digunakan Yin Feng tidak terbuang sia-sia, karena usaha yang memakan banyak waktu itu telah membuahkan hasil yang memuaskan.


"Mungkin sudah saatnya untuk meninggalkan hutan ini."


Sejak dirinya memasuki hutan belantara, terhitung sudah lebih dari setengah tahun berlalu, dan kini tiba waktunya bagi Yin Feng untuk meninggalkan hutan belantara itu.


Walaupun Yin Feng sudah ingin meninggalkan hutan belantara, namun Yin Feng belum memiliki keinginan untuk kembali ke sekte, karena ia masih ingin menjadi lebih kuat lagi.


Setidaknya, Yin Feng ingin kembali setelah kekuatannya setara dengan murid dalam, dengan kata lain ia harus meningkatkan kultivasinya sampai ranah Spirit Langit.


Jika ia kembali dengan kekuatan-nya saat ini, masih ada kemungkinan ia akan mendapatkan hinaan dari para murid sekte, karena kultivasinya yang masih sangat rendah.


Karena itulah Yin Feng bertekad untuk meningkatkan kultivasinya sampai ke ranah Spirit Langit atau lebih tinggi lagi, setelah itu barulah ia akan kembali ke sekte Teratai Giok.


Dalam perjalanan meninggalkan hutan belantara, Yin Feng sempat dihadang oleh beberapa hewan spiritual tingkat tiga, namun semuanya berhasil ia kalahkan dengan mudah.


Selain hewan spiritual tingkat tiga, Yin Feng juga sempat dihadang oleh hewan spiritual tingkat dua, namun Yin Feng menghindarinya karena menyadari batasan dirinya.


Dan setelah menempuh perjalanan selama beberapa hari, Yin Feng akhirnya mencapai bagian luar hutan belantara, kemudian melanjutkan langkahnya menuju ibukota kekaisaran.


"Semoga banyak hal menarik di sana."


***


"Patriark, siapa yang akan kita kirim ke turnamen itu nanti?"


Xu Jiang menoleh kearah tetua pertama, "sebelum itu, aku ingin mendengar nama-nama murid yang kalian rekomendasikan," ucapnya.


Para tetua tersenyum lebar mendengar jawaban Xu Jiang, kemudian menyebutkan nama murid yang mereka rekomendasikan untuk mengikuti turnamen di kekaisaran.


Nama-nama yang direkomendasikan oleh para tetua tidak lain adalah nama murid terbaik mereka sendiri, tidak ada seorangpun yang merekomendasikan murid lainnya.


"Bagaimana dengan Huo Jun? Bukankah dia cukup berbakat?"


"Itu benar, tapi kultivasi-nya masih terlalu rendah untuk mengikuti turnamen itu" jawab tetua kedua.


"Selain itu, Huo Jun juga belum mempelajari teknik andalan sekte kita, jadi tidak ada gunanya memasukkan namanya dalam daftar peserta" imbuh tetua kelima.


Mendengar hal itu, Xu Jiang hanya bisa menghela napas panjang seraya menggelengkan kepala pelan, karena pada dasarnya ia sudah memahami watak para tetua sekte.


Turnamen Kultivator muda adalah ajang pertarungan yang diadakan lima tahun sekali, siapapun yang memenangkan turnamen itu akan dinobatkan sebagai kultivator muda terhebat.


Selain mendapatkan gelar, pemenangnya juga akan mendapatkan keuntungan lain dari kekaisaran, salah satunya adalah mendapatkan sumber daya dari kekaisaran.


Tidak hanya itu saja, sektenya pun akan mendapatkan keuntungan, karena sekte yang muridnya berhasil memenangkan pertarungan itu akan memiliki hubungan baik dengan kekaisaran.


Misalnya saja sekte Naga Langit yang merupakan sekte terkuat di kekaisaran Bei, juga merupakan pemegang gelar kultivator muda terkuat sebanyak sembilan kali berturut-turut.


Sedangkan untuk sekte Teratai Giok, rekor terbesar yang mereka miliki hanyalah menjadi pemegang posisi ketiga sebanyak lima kali dan posisi kedua sebanyak tiga kali.


"Baiklah, karena hanya ada tiga slot untuk setiap sekte, maka aku akan memberikan dua untuk murid kalian."


"Bagaimana dengan satunya?" tanya tetua ketujuh.


"Siapa?!" tanya para tetua sekte hampir bersamaan.


"Kalian akan mengetahuinya setelah acara itu dimulai."


Para tetua mengerutkan dahi, mereka sangat ingin mengetahui siapa murid yang akan dikirim oleh Xu Jiang, namun mereka tidak bisa melakukan apapun untuk membuatnya bicara.


"Feng'er, aku harap kau datang ke turnamen kali ini," ucap Xu Jiang dalam hatinya.


Satu slot yang diambil oleh Xu Jiang di khususkan untuk Yin Feng, walaupun belum ada informasi mengenai Yin Feng, namun ia yakin bahwa Yin Feng telah mendapatkan kekuatan.


Xu Jiang tidak berharap agar Yin Feng bisa menjadi pemenang turnamen itu, karena yang ia inginkan hanyalah Yin Feng dapat menambah pengalamannya dari turnamen itu.


"Patriark, apa masih belum ada kabar mengenai Yin Feng?"


Pertanyaan tetua ketiga membuat Xu Jiang tersadar dari lamunannya, "tetua ketiga, ini hanya perasaanku saja atau kau memang sering membicarakan Feng'er akhir-akhir ini?"


"Bukan apa-apa, aku hanya penasaran kemana perginya bocah itu."


"Entahlah, sampai saat inipun aku masih belum menerima kabar darinya" sahut Xu Jiang.


Sebelumnya, para tetua juga sempat menanyakan keberadaan Yin Feng, karena ia tidak pernah terlihat lagi di sekte, namun Xu Jiang tidak mengatakan apapun pada mereka.


"Semoga saja dia tidak kembali lagi ke sini!" ujar tetua keempat.


"Semua tergantung pada dirinya sendiri, jika dia kembali maka aku akan tetap menerimanya" ucap Xu Jiang.


Raut wajah para tetua nampak berubah, mereka tentu tidak senang mendengar ucapan Xu Jiang, karena sampai kapanpun mereka tidak akan menerima kehadiran Yin Feng.


***


Hari-hari kembali berlalu dengan cepat, setelah meninggalkan hutan belantara Yin Feng kini berada di sebuah desa yang cukup besar, namun tidak banyak penduduk yang tinggal di sana.


"Tuan muda, aku sarankan anda meninggalkan desa ini secepat mungkin" ucap pelayan sebuah kedai makan setelah meletakkan makanan dan minuman di meja Yin Feng.


"Memangnya kenapa?"


"Desa ini tidak aman" jawab pelayan itu singkat.


"Maksudmu?"


Pelayan wanita itu menghela napas panjang, kemudian menjelaskan situasi desa mereka kepada Yin Feng, setelahnya ia meminta Yin Feng untuk segera meninggalkan desa.


Awalnya, tujuan Yin Feng singgah di desa itu hanya sekedar untuk beristirahat selama beberapa hari dan mengisi perbekalan, tapi sekarang ia malah tertarik untuk tinggal lebih lama.


Menurut penjelasan pelayan itu, desa mereka kerap kali mendapatkan serangan dari para hewan spiritual, dan sudah tidak terhitung berapa banyak nyawa yang melayang.


"Ceritakan semuanya padaku" ucap Yin Feng.


"Baiklah, tapi aku harap anda segera meninggalkan desa setelah ini."


"Aku akan pergi setelah mengisi perbekalan, untuk sekarang sebaiknya kau duduk dan ceritakan semuanya padaku."


"Hah... Baiklah, akan ku ceritakan semuanya padamu" Pelayan itu menghela napas panjang, kemudian duduk berseberangan dengan Yin Feng.


"Dahulunya, desa ini adalah desa yang sangat tenang dan damai, tapi kedamaian itu menghilang setelah para hewan spiritual menyerang satu tahun yang lalu."