
"Yang mulia, ada hal penting yang ingin hamba sampaikan."
Pria paruh baya yang tengah duduk di singgasana megah mengangguk pelan, kemudian turun dari singgasananya dan meninggalkan ruangan itu bersama bawahannya.
"Kabar apa yang kau bawa?" tanya pria paruh baya setelah berada di tempat yang sepi.
"Beberapa bawahanku merasakan keberadaan anggota klan Phoenix Agung."
Raut wajah pria paruh baya itu langsung berubah, ia mendekati bawahannya itu dan berkata. "Aku tidak ingin mendengar lelucon!"
"Yang mulia, hamba sudah memastikannya sendiri, aura yang mereka rasakan memang berasal dari anggota klan Phoenix Agung."
"Tidak mungkin! Bukankah mereka semua sudah musnah?"
Long Heijin sulit untuk mempercayai laporan bawahannya itu, namun ia percaya bahwa para bawahannya tidak mungkin menyampaikan kabar bohong padanya.
"Sampaikan kabar ini pada klan Harimau Angin, minta mereka untuk menyelesaikan masalah ini."
"Baik, yang mulia!"
Setelah bawahannya meninggalkan tempat itu, Long Heijin kemudian kembali ke singgasananya, pikirannya yang semula tenang tiba-tiba menjadi kacau karena kabar itu.
Belasan tahun yang lalu, ia dan pasukannya sudah memastikan bahwa klan Phoenix Agung telah musnah, tapi sekarang malah muncul seseorang dari klan tersebut.
Kemunculan orang ini membuat trauma masa lalunya muncul lagi, walaupun hanya satu orang, namun anggota klan Phoenix Agung bukanlah sosok yang bisa diremehkan.
Dalam peristiwa penyerangan belasan tahun yang lalu, klan Naga Azur hampir saja mengalami kekalahan dan jika bukan karena klan Harimau Angin, maka merekalah yang akan musnah.
"Ini tidak bisa dibiarkan!"
"Yang mulia" sapa pria paruh baya lainnya yang baru saja memasuki ruangan.
"Long Huo, kebetulan sekali kau ada di sini."
"Ada apa, yang mulia?"
Long Heijin kemudian menceritakan tentang kabar yang disampaikan oleh salah seorang bawahannya, juga meminta pendapat mengenai keputusannya.
Long Huo mengangguk paham, kemudian mengutarakan pendapatnya. Menurut Long Huo, keputusan yang diambil oleh kaisar langit adalah keputusan yang tepat.
Kemunculan anggota klan Phoenix Agung setelah sekian lama memang mengejutkan, tapi bukan berarti mereka harus turun tangan untuk mengatasi masalah tersebut.
Long Huo juga meyakinkan kaisar langit untuk tidak khawatir, karena bagaimanapun juga, seorang musuh masih belum tentu bisa menjadi ancaman besar untuk mereka.
Selain itu, klan Naga Azur sudah bertambah semakin kuat dan tidak mudah dihancurkan, bahkan mereka masih bisa menang jika berperang melawan dua klan lainnya.
"Tapi bagaimana jika orang ini ternyata adalah ancaman besar bagi kita?" tanya Long Heijin.
"Jika dia memang ancaman, maka kami sembilan jenderal lah yang akan melenyapkannya."
Setelah menduduki takhta kekaisaran tertinggi di benua Langit, Long Heijin kemudian mengangkat sembilan kultivator terkuat di klannya menjadi sembilan jenderal.
Para jenderal ini memiliki kekuatan yang luar biasa, dan jika kesembilan jenderal ini bersatu, mereka bisa saja menghancurkan satu kekaisaran dengan mudah.
Long Huo salah satunya, walaupun dirinya menduduki peringkat ke-tujuh terkuat, namun kekuatannya benar-benar tidak bisa dipandang sebelah mata.
Selain kemampuan bertarung yang sudah diakui oleh kaisar sendiri, Long Huo juga memiliki otak yang cerdas dan merupakan seorang ahli strategi perang yang handal.
"Baiklah, sampaikan kabar ini pada yang lainnya. Aku ingin kalian semua mengawasi gerak-gerik orang itu."
"Baik, yang mulia!" sahut Long Huo, kemudian meninggalkan aula singgasana.
Utusan Long Heijin kini telah tiba di klan Harimau Angin, setelah menyampaikan kabar pada pemimpin klan, utusan itu kemudian menyampaikan perintah dari Long Heijin.
"Apa kalian sudah memastikan kebenaran informasi ini?" tanya Lao Zhang, pemimpin klan Harimau Angin.
"Kami sudah memastikan semuanya" jawab sang utusan.
"Baiklah, aku akan meminta bawahanku untuk menangani masalah ini" sahut Lao Zhang.
"Bagaimana dengan klan Kura-kura Giok? Apa kalian juga menyampaikan informasi ini pada mereka?"
Utusan kekaisaran menggeleng pelan, informasi ini sengaja disembunyikan dari klan Kura-kura giok, karena jika mereka mengetahuinya maka klan itu akan memberontak.
Walaupun klan Phoenix Agung sudah musnah, namun klan Kura-kura Giok masih menjaga kesetiaannya, bahkan sampai saat ini mereka masih enggan tunduk pada klan Naga Azur.
Ketika peristiwa penyerangan terjadi, mereka tidak bisa melakukan apapun karena terlambat mendapatkan kabar, dan saat mereka tiba di sana, klan Phoenix Agung sudah hancur.
Gui Zhou selaku pemimpin klan sempat merencanakan balas dendam, tapi klannya tidak memiliki kemampuan untuk menandingi klan Harimau Angin dan klan Naga Azur.
"Baguslah! Jangan sampai mereka mengetahui kabar ini" ucap Lao Zhang.
"Baiklah, kalau begitu hamba undur diri" sahut sang utusan, kemudian menghilang dari pandangan.
Setelah utusan dari kekaisaran meninggalkan ruangannya, Lao Zhang kemudian memanggil beberapa bawahannya, lalu meminta mereka menyelidiki masalah itu.
Lao Zhang juga berpesan pada bawahannya agar mereka menyelesaikan masalah itu sesegera mungkin, jika tidak kaisar langit akan sangat marah pada mereka semua.
***
Setelah tinggal selama beberapa hari di kota Yunji, Yin Feng kemudian memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya menuju ke kota yang selanjutnya.
Dari informasi yang dikumpulkannya selama beberapa hari terakhir di kota Yujin, Yin Feng mengetahui bahwa tempat yang ingin ditujunya masih sangat jauh dari sana.
Selain itu, Yin Feng juga mengetahui bahwa klan Naga Azur adalah klan yang sangat kuat, dan sangat mustahil Yin Feng bisa menang bila menghadapi klan itu sekarang.
Karena itulah, sebelum melancarkan aksi balas dendam-nya, Yin Feng harus memiliki persiapan yang benar-benar matang, salah satunya adalah dengan meningkatkan kekuatannya.
Selain meningkatkan kekuatan, dalam rencananya kali ini Yin Feng harus menemukan sekutu, setidaknya ia memiliki pasukan untuk menghadapi kekaisaran benua Langit.
Dari ketiga klan penguasa, satu-satunya klan yang masih mungkin diajak untuk bersekutu hanyalah klan Kura-kura Giok, tapi mereka juga belum tentu mau membantunya.
Jika klan Kura-kura Giok ternyata tidak mau membantunya dalam peperangan ini, maka satu-satunya jalan yang bisa diambilnya adalah membangun pasukannya sendiri.
Tapi untuk saat ini, Yin Feng hanya ingin fokus meningkatkan kekuatannya dan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin, setelah itu barulah ia akan memutuskan jalan yang terbaik.
Di kedalaman hutan.
Yin Feng menghentikan langkahnya ketika merasakan hawa keberadaan kultivator disekitarnya, ia kemudian melepaskan jiwa spiritualnya untuk memastikan jumlah musuh.
"Sepuluh orang" gumam Yin Feng.
Setelah mengetahui jumlah musuh, Yin Feng mengeluarkan pedang dan belati perak dari cincin ruangnya, lalu melepaskan aura kekuatannya agar para kultivator itu keluar.
Benar saja, tidak lama setelah Yin Feng melepaskan aura kekuatannya, sepuluh orang kultivator keluar dari persembunyiannya dan langsung mengelilingi Yin Feng.
"Siapa kalian?" tanya Yin Feng.
"Kami adalah orang yang akan merenggut nyawamu!"
Yin Feng mengangkat sudut bibirnya. "Kalau begitu, coba buktikan ucapanmu itu" ucapnya.