Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 49. Pengembara biasa.



Tidak lama kemudian, tiga orang datang ke lantai tiga, dua diantaranya adalah laki-laki dan yang satunya adalah gadis muda dengan kecantikan yang mampu memikat pria manapun.


Kedatangan mereka berhasil menarik perhatian pengunjung lain yang ada di lantai tiga, tidak terkecuali Yin Feng yang juga sempat mengarahkan pandangannya pada gadis tersebut.


Yin Feng mengangkat sudut bibirnya, meski hanya dalam sekali lirik, ia sudah bisa menebak bahwa mereka bertiga memiliki identitas yang tidak bisa, terutama gadis tersebut.


"Kekuatan kedua pengawal itu lumayan juga" gumam Yin Feng pelan.


Berbeda dengan Yin Feng, pengunjung lainnya justru sangat tertarik dengan kecantikan gadis tersebut, khususnya ketiga pemuda yang sebelumnya mengusik ketenangan Yin Feng.


"Nona cantik, boleh kami bergabung denganmu?" tanya pemuda yang sebelumnya.


"Bocah, jika kau ingin selamat, sebaiknya jaga ucapanmu!"


"Diam-lah, aku tidak bicara denganmu!"


"Nona, bagaimana dengan tawaranku sebelumnya?"


"Maaf, aku hanya ingin makan dengan tenang."


"Tidak usah malu-malu, aku berjanji akan memberikan apapun yang nona inginkan, asalkan nona mau menemaniku makan malam."


"Pelayan!" ujar Yin Feng dengan suara lantang, sehingga mengejutkan semua orang yang ada di lantai tiga.


"Ada apa, tuan muda?"


Yin Feng berdiri dari tempat duduknya, lalu menghampiri mereka gadis tersebut dan duduk tepat di sebelahnya, kemudian ia memesan makanan dan minuman terbaik untuk mereka bertiga.


"Aku masih mampu membeli makanan di restoran ini" ucap gadis cantik itu.


"Aku tahu itu, tapi aku tidak ingin napsu makanku hilang karena pertumpahan darah" sahut Yin Feng, lalu mengarahkan pandangannya pada kedua pengawal gadis itu.


"Aura membunuh kalian juga sangat mengganggu" ucapnya pelan, namun terdengar jelas oleh mereka bertiga.


Perkataan Yin Feng sontak membuat mereka bertiga kaget, pasalnya diantara semua orang yang ada di lantai tiga restoran itu, hanya Yin Feng yang bisa merasakan aura membunuh mereka.


Selain itu, mereka juga tidak menyangka bahwa Yin Feng bisa mengetahui apa yang akan mereka lakukan, dan bila Yin Feng tidak bertindak cepat, pasti sudah ada pertumpahan darah di sana.


Disisi lain.


Tindakan yang dilakukan Yin Feng juga berhasil mengundang kekesalan semua pengunjung di lantai tiga, terutama pemuda yang sebelumnya menggoda gadis cantik itu.


"Tidak tahu malu!"


"Rakyat jelata sepertimu tidak pantas duduk dengannya!"


Yin Feng hanya menanggapi hinaan mereka dengan senyuman, namun dalam hatinya, ia sangat kesal dan marah, bahkan sangat ingin memenggal kepala mereka bertiga.


"Cihh... Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi!"


Pemuda yang menghina Yin Feng berdiri dari tempat duduknya, lalu menghampiri Yin Feng dan menggebrak meja dengan keras, bahkan sampai menimbulkan retakan pada meja itu.


"Sampah, jika kau berani, hadapi aku sekarang juga!"


"Pergilah, aku sedang tidak ingin diganggu."


Pemuda itu menyeringai, "tapi aku ingin mengganggumu!"


"Hahh" Yin Feng menghela napas panjang, "pergilah, jangan sampai aku mengulangi perkataanku sekali lagi."


"Hahaha! Baiklah, coba katakan sekali lagi, aku ingin mengetahui apa yang akan kau lakukan padaku."


"Pergilah!"


Woshh!


Yin Feng melepaskan aura kekuatannya, seketika itu juga, meja yang ada di depannya langsung hancur berkeping-keping, dan seisi ruangan diselimuti oleh kengerian.


Pada saat yang bersamaan, pemuda yang mengusik Yin Feng langsung terlempar hingga menabrak dinding, ia juga memuntahkan seteguk darah segar akibat luka dalam yang dialaminya.


Tidak hanya itu saja, aura kekuatan yang dilepaskan oleh Yin Feng juga menyebabkan restoran itu berguncang, sehingga membuat semua pengunjung berlarian keluar.


Selain itu, aura kekuatan Yin Feng juga memaksa kedua pengawal dan gadis cantik itu menggunakan kekuatan untuk melindungi diri, jika tidak mereka juga akan terkena dampaknya.


"Dalam tiga detik, jika kalian tidak pergi dari sini, aku akan..."


"Ba-baik, kami akan pergi sekarang juga!" ujar pemuda lainnya memotong ucapan Yin Feng.


Setelah itu, mereka berdua menghampiri temannya yang tengah terkapar tidak sadarkan diri di lantai, kemudian meninggalkan lantai tiga bersama pengunjung lainnya.


"Tuan, siapa anda sebenarnya?" Setelah pengunjung lainnya pergi, salah seorang pengawal akhirnya memberanikan diri untuk bertanya pada Yin Feng.


"Namaku Yin Feng dan aku hanya seorang pengembara biasa" jawab Yin Feng, lalu mengajak mereka bertiga untuk pindah ke meja lain.


"Itu artinya, tuan bukan berasal dari kota ini?"


Yin Feng mengangguk pelan, "benar! Lebih tepatnya bukan berasal dari kekaisaran Zhong ini."


Setengah jam kemudian, para pelayan akhirnya datang lagi ke lantai tiga untuk mengantar makanan, mereka sebelumnya juga keluar dari restoran untuk menyelamatkan diri.


Akan tetapi, kali ini bukan hanya sekedar pelayan yang datang ke lantai tiga, melainkan ada seorang pria paruh baya yang tidak lain adalah pemilik restoran tersebut.


"Apakah anda pemilik restoran ini?" tanya Yin Feng, namun hanya dijawab dengan anggukan oleh pria itu.


"Anda tidak usah khawatir, karena aku akan mengganti semua kerugian yang anda alami."


Pemilik restoran itu menunjukkan senyuman terbaiknya, lalu berkata. "Terima kasih, tuan muda."


Biasanya, para kultivator akan pergi begitu saja setelah menyebabkan kekacauan dan kehancuran, bahkan mereka tidak membayar makanan dan minuman yang dipesannya.


Tapi sekarang, ia bisa bernapas lega karena Yin Feng tidak sama seperti kultivator lainnya, bahkan mau mempertanggungjawabkan kehancuran yang ia sebabkan.


Yin Feng mengangguk, "sekarang pergilah, kami tidak ingin diganggu!"


"Baik, tuan muda" sahut pemilik restoran, lalu meninggalkan lantai tiga bersama para pelayan.


Setelah pemilik restoran dan para pelayan pergi, suasana di lantai tiga tiba-tiba saja menjadi sunyi, mereka bertiga menikmati makanannya dalam diam tanpa ada yang bersuara.


"Tuan Yin, kemana tujuan anda setelah ini?" Gadis cantik yang semula hanya diam akhirnya berbicara dan berhasil memecah keheningan di ruangan itu.


"Entahlah, aku sendiri belum memiliki tujuan yang pasti" jawab Yin Feng.


"Bagaimana jika tuan ikut kami?"


"Kemana?"


"Malam ini, di kota Zhuang akan diadakan acara lelang, jika tuan berkenan, tuan bisa bergabung dengan kami."


"Baiklah, aku akan ikut" sahut Yin Feng.


Karena masih belum tahu harus pergi kemana, Yin Feng memutuskan untuk ikut bersama kelompok itu, lagipula ia juga penasaran dengan acara lelang yang akan diadakan malam ini.


Gadis itu tersenyum dan mengangguk pelan, lalu memperkenalkan diri pada Yin Feng, "namaku Lin Yue, sedangkan mereka berdua adalah pengawalku, Lin Zhan dan Lin Bai."


"Namaku Yin Feng, aku yakin sudah memberitahu kalian sebelumnya" sahut Yin Feng.


Selesai makan dan membayar semua pesanannya, Yin Feng langsung pergi meninggalkan restoran untuk mencari penginapan, ia juga berpisah dengan Lin Yue serta kedua pengawalnya.


Akan tetapi, mereka malah bertemu lagi di satu penginapan yang sama, sehingga mau tidak mau Yin Feng harus berurusan lagi dengan ketiga anggota keluarga Lin tersebut.