
Pertarungan terus berlanjut, baik Yin Feng ataupun wanita itu sudah menggunakan teknik terbaik mereka, namun serangan mereka selalu gagal melukai ular berkepala sembilan.
Diantara mereka berdua, kultivasi dan kekuatan Yin Feng adalah yang paling tinggi, namun kekuatannya ini masih kalah bila dibandingkan dengan kekuatan ular berkepala sembilan.
"Bagaimana sekarang? Apa kau masih punya cara?"
Yin Feng tidak langsung menjawab, ia memang memiliki cara lain untuk menghadapi ular berkepala sembilan, namun cara ini terlalu beresiko dan akan berdampak buruk padanya.
Tapi, mengingat lawan yang dihadapinya sangatlah kuat, mau tidak mau Yin Feng harus menggunakan cara itu, jika tidak ia akan kalah dalam pertarungan ini.
"Aku punya cara, tapi sebaiknya kau menjauh dari tempat ini" ucap Yin Feng.
"Apa kau tidak ingin dibantu?"
"Bukannya tidak ingin, tapi cara ini akan sangat berbahaya!"
"Jika memang berbahaya, kenapa kau masih mau menggunakannya? Maksudku, apakah memang tidak ada cara lain yang tidak berbahaya?"
"Jangan terlalu dipikirkan, sebaiknya kau menjauh sekarang" sahut Yin Feng.
Wanita itu nampak ragu, kekhwatiran juga tergambar jelas dalam tatapan matanya, namun ia hanya bisa percaya pada pemuda itu dan kemudian terbang menjauh dari sana.
Setelah wanita itu pergi, Yin Feng juga terbang lebih tinggi lagi, kemudian Yin Feng membentuk segel dengan kedua tangannya.
Woshhh!
Tidak lama berselang, aura kekuatan yang sangat mengintimidasi terpancar dari tubuh Yin Feng, disaat yang bersamaan, tubuhnya juga diselimuti oleh kobaran api hijau.
Kobaran api hijau yang menyelimuti tubuh Yin Feng terus membesar, hingga akhirnya kobaran api hijau tersebut membentuk seekor burung Phoenix yang sangat besar.
"Mari kita lanjutkan!" ujar Yin Feng yang berada ditengah kobaran api berbentuk Phoenix tersebut.
Dengan wujud Phoenix-nya Yin Feng melesat terbang mendekati ular berkepala sembilan, kemudian ia melancarkan serangan dengan menembakkan bola api hijau.
"Hahaha! Akhirnya ada lawan yang seimbang!" Ular berkepala sembilan tidak tinggal diam, ia juga menyemburkan napas api hitam dari kesembilan kepalanya.
Dhuaarrrrrr!
Ledakan yang sangat dahsyat terjadi ketika dua kekuatan api itu saling bertabrakan di udara, walaupun jangkauan api hitam lebih luas, namun kekuatannya masih kalah.
Bola api hijau yang ditembakkan oleh Yin Feng dalam wujud Phoenix-nya tidak hanya tidak bisa ditahan, tapi api hijau miliknya juga melahap habis api hitam ular berkepala sembilan.
Melihat kekuatan apinya yang langsung lenyap, ular berkepala sembilan kemudian menciptakan formasi pelindung berlapis-lapis untuk menahan serangan Yin Feng.
Dhuaarrrrrr!
Ledakan dahsyat lainnya kembali terjadi saat bola api hijau itu menghantam formasi ular berkepala sembilan, dalam sekejap beberapa lapisan formasi langsung hancur dibuatnya.
Namun sayangnya, bola api hijau itu tidak berhasil menghancurkan semua lapisan, sehingga ular berkepala sembilan berhasil selamat dari serangan tersebut.
Disisi lain.
"Kekuatan ini..."
Wanita itu tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya saat melihat wujud Phoenix Yin Feng, walaupun baru pertamakali melihatnya namun ia langsung mengenali wujud itu.
"Jika perkataan guru benar, maka dialah pria yang ditakdirkan untukku" gumamnya pelan.
Sejak kecil, dia sudah memiliki kekuatan yang sangat besar, namun menurut gurunya kekuatan miliknya itu juga bisa menjadi ancaman yang sangat besar untuknya.
Satu-satunya cara untuk membebaskan dirinya dari ancaman itu adalah menemukan pengguna api langit, tapi sayangnya mereka telah lama lenyap bersama klan Phoenix Agung.
Selama ini dia sudah berhenti berharap dan pasrah dengan takdirnya, tapi siapa sangka sekarang dia malah bertemu dengan pria yang telah ditakdirkan untuk dirinya.
"Xiao Bing, mari kita membantunya." ucap wanita itu.
"Aku juga harus memastikan sesuatu." ucapnya dalam hati.
Selain itu, dia tidak ingin dimanfaatkan oleh Yin Feng dan jika Yin Feng menolak untuk bersamanya, maka dia akan memilih untuk menjalani sisa hidupnya tanpa pasangan.
"Formasi gabungan!" Wanita itu membentuk segel dengan tangannya, kemudian di depannya muncul lingkaran formasi yang sangat besar.
"Xiao Bing, mari kita lakukan!"
Elang Es memekik kencang, kemudian melesat terbang kearah lingkaran formasi tersebut, setelah melewatinya, mereka berdua bertranformasi menjadi seekor Phoenix berwarna biru.
Sementara itu.
Pertarungan Yin Feng dan ular berkepala sembilan terus berlanjut, meskipun kekuatan api miliknya lebih lemah, namun ular berkepala sembilan mampu bertahan dari serangan Yin Feng.
Woshh!
Dhuaarrrrrr!
Ledakan dahsyat lagi-lagi terjadi saat puluhan tombak es menghantam tubuh ular berkepala sembilan, pada saat yang bersamaan, tubuh ular berkepala sembilan langsung membeku.
Yin Feng tidak menyia-nyiakan kesempatan, ia terbang mendekati ular berkepala sembilan, lalu menyemburkan kekuatan api hijau kearah ular berkepala sembilan yang membeku.
"Arkhhhh!!"
Dalam sekejap, es yang menyelimuti tubuh ular berkepala sembilan langsung meleleh, kemudian tubuhnya diselimuti oleh kobaran api berwarna hijau yang sangat panas.
"Lanjutkan!" ujar Yin Feng.
"Belenggu es abadi!"
Phoenix berwarna biru kemudian mengepakkan kedua sayapnya dan membuat udara di sana menjadi dingin, setelahnya muncul dinding es mengelilingi ular berkepala sembilan.
Sementara itu, Yin Feng yang sedang terbang di atas ular berkepala sembilan juga melanjutkan serangannya, ia kemudian menyemburkan kobaran api hijaunya.
"Ini yang terakhir." Yin Feng menyerap kembali kekuatan api hijau, setelah itu Yin Feng membentuk segel dengan tangannya.
"Formasi teratai giok!"
Lingkaran formasi yang sangat besar muncul di tanah, kemudian dari dalam lingkaran formasi itu muncul kelopak bunga teratai yang langsung menutupi ular berkepala sembilan.
"Hancurkan!"
DHUAARRRRRR!
Ledakan yang terjadi jauh lebih dahsyat dari sebelumnya, bahkan dampak dari ledakan itu berhasil meratakan seluruh area hutan yang dikelilingi oleh kubah cahaya.
Tidak hanya itu saja, ledakan dahsyat tersebut juga berhasil menghancurkan kubah cahaya, juga mengguncang seisi hutan tempat pertarungan itu berlangsung.
Ledakan dahsyat itu juga melempar Yin Feng hingga puluhan meter jauhnya, tubuh Yin Feng baru berhenti setelah menghantam beberapa pohon besar hingga hancur.
"Ukhuk!" Yin Feng muntah darah, ia mengalami luka dalam akibat dampak dari ledakan tersebut.
"Kau baik-baik saja?"
Yin Feng menoleh dan mengangguk pelan, "boleh aku meminta bantuan-mu?"
"Tentu, apa yang kau butuhkan?"
"Luka dalam yang ku alami cukup parah, aku ingin kau membawaku pergi dari sini" jawab Yin Feng.
Selain mengalami luka dalam akibat dampak dari ledakan sebelumnya, Yin Feng juga mengalami luka karena memaksakan diri untuk bertranformasi ke wujud Phoenix.
Yin Feng ingin segera menyembuhkan semua lukanya, namun akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Jika mereka berada di sana, mereka akan menjadi incaran kultivator lain.
"Baiklah, aku akan membawamu pergi, tapi aku harus mengambil kristal jiwa milik ular itu terlebih dahulu.
"Baiklah, aku akan menunggumu."