Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 51. Acara lelang II.



Pandangan semua orang kini tertuju pada ruangan VIP nomor satu, begitupun dengan Lin Yue dan kedua pengawalnya, mereka nampak kaget saat mendengar harga yang ditawarkan Yin Feng.


"Tuan Yin, aku tidak menyangka anda juga akan tertarik dengan pusaka itu."


"Aku tidak tertarik" sahut Yin Feng.


"Lalu?"


"Bukankah kau menginginkannya? Aku hanya membantu."


"2500!" peserta di ruang VIP nomor dua menawarkan harga yang lebih tinggi.


"Oh, sepertinya ada yang ingin berlagak kaya di depanku" gumam Yin Feng, lalu menawarkan harga yang jauh lebih tinggi lagi.


"5000!"


Suasana di ruang lelang mendadak sunyi ketika mendengar harga yang ditawarkan oleh Yin Feng, kemudian suasana menjadi sangat ramai karena semua orang mulai membicarakannya.


"Tuan muda, aku sangat membutuhkan pusaka ini, jadi mohon untuk memberi muka" ucap peserta di ruang VIP nomor dua.


"Maaf, tapi temanku juga menginginkannya" sahut Yin Feng.


"Tuan muda, jika anda bersedia melepasnya, aku berjanji akan memberikan sesuatu yang tidak kalah berharga."


"Maaf, aku tidak tertarik!"


"Kau..."


"Kalau kau menginginkannya, kenapa tidak menawar dengan harga yang lebih tinggi lagi?"


"Baiklah, kali ini aku akan mengalah!"


Perdebatan keduanya akhirnya selesai, dan pusaka spiritual tingkat kaisar tipe pertahanan itupun resmi menjadi milik Yin Feng dengan harga senilai 5000 keping koin emas.


Akan tetapi, peserta di ruang VIP nomor dua tentunya tidak akan diam begitu saja, bahkan mereka telah menyusun rencana untuk merebut pusaka spiritual itu dari tangan Yin Feng.


Selain ingin merebut pusaka spiritual itu dari tangan Yin Feng, mereka juga ingin membalas perbuatan Yin Feng yang telah membuat mereka malu di hadapan banyak orang.


"Selidiki orang itu, cari tahu siapa dia sebenarnya dan kekuatan di belakangnya" ucap pria yang duduk di ruang VIP nomor dua.


"Baik tuan" sahut bawahannya, lalu meninggalkan ruangan tersebut.


***


Acara lelang terus berlanjut, beberapa barang yang dilelang setelah itu terjual dengan harga fantastis, namun tidak satupun dari barang itu yang berhasil menarik perhatian Yin Feng.


Karena tidak memberikan penawaran lagi, semua orang berpikir bahwa Yin Feng telah kehabisan uang, bahkan banyak yang menyayangkan tindakannya sebelumnya.


Selain itu, peserta di ruang VIP juga menyinggungnya dengan sengaja, terutama peserta di ruangan VIP nomor dua yang menghinanya secara terang-terangan.


Akan tetapi, Yin Feng tidak menghiraukan perkataan ataupun hinaan mereka, ia hanya fokus menyaksikan perlombaan peserta lain sembari menikmati arak yang disediakan oleh pelayan.


"Baiklah, kita sudah mulai memasuki penghujung acara, barang selanjutnya akan menjadi barang lelang terakhir sebelum puncak acara dimulai."


Setelah itu, dua orang pria naik ke atas panggung dengan membawa dua kotak kaca. Kotak kaca pertama berisi sebuah batu hitam, lalu yang kedua berisi sebuah gulungan berwarna merah.


Kemudian, gadis cantik pemandu acara mulai melakukan tugasnya, ia menjelaskan bahwa batu hitam itu bukanlah batu biasa, melainkan pecahan batu meteor.


Ia juga menjelaskan bahwa batu itu mengandung energi yang sangat besar, selain bisa digunakan untuk meningkatkan kultivasi, batu itu juga bisa digunakan untuk membuat senjata.


Sedangkan gulungan di kotak kedua berisi tentang teknik berpedang, namun sayangnya, gulungan itu memiliki segel khusus sehingga hanya bisa dibaca setengahnya saja.


Akan tetapi, gadis itu bisa menjamin bahwa teknik pedang yang tercantum dalam gulungan itu bukanlah teknik pedang biasa, melainkan teknik pedang tingkat tinggi.


"Harga untuk kedua barang ini adalah 10.000 keping emas!"


"11.000!"


"12.000!"


Tepat setelah gadis itu menyebutkan harga untuk kedua barang tersebut, para peserta di ruangan VIP mulai melakukan perlombaan, sedangkan para peserta biasa hanya bisa mendengar mereka berlomba.


"20.000!" Yin Feng yang sudah lama diam akhirnya buka suara.


"23.000!" peserta nomor dua tidak ingin ketinggalan.


"25..."


"30.000!" ujar Yin Feng memotong ucapan peserta lain.


"31..."


"40.000!" lagi-lagi, Yin Feng tidak memberikan kesempatan pada peserta lain untuk bicara.


Tindakan Yin Feng sontak membuat semua orang kaget, bahkan mereka yang sebelumnya berpikir bahwa Yin Feng telah kehabisan uang, sekarang malah merasa malu pada diri sendiri.


Tidak hanya kaget, tindakan Yin Feng kali ini juga berhasil memancing amarah para peserta VIP lainnya, mereka merasa seperti sedang direndahkan dan dipermalukan oleh Yin Feng.


"Apa maksudmu, sialan?!"


"Kenapa? Jika kau tidak punya uang, sebaiknya pulang saja!" jawab Yin Feng.


"Sial! Orang kaya darimana ini? Dia benar-benar sombong dan tidak memberikan muka pada peserta lain."


"Siapapun dia, aku yakin dia tidak akan baik-baik saja setelah menyinggung banyak pihak."


"Aku harus berusaha untuk mendekati orang ini!"


"Sepertinya dia berasal dari ibukota!"


"Sial! Kenapa bukan aku saja yang berada di posisinya?!"


Para peserta lain mulai membicarakan Yin Feng, ada yang menganggap tindakannya itu terlalu berlebihan dan sangat sombong, namun ada juga yang merasa iri dengan kekayaan yang ia miliki.


Akan tetapi, Yin Feng terlihat tidak peduli dengan perkataan mereka semua, sekarang ia hanya ingin menunjukkan bahwa dirinya bukanlah seseorang yang bisa diremehkan begitu saja.


"Apakah tidak ada lagi yang ingin menawar?" tanya gadis pembawa acara, namun tidak ada yang bersuara.


"Baiklah, kedua benda ini resmi menjadi milik peserta VIP nomor satu."


Di ruang VIP nomor dua.


"Bagaimana hasilnya?"


"Aku sudah mencaritahu informasi tentangnya, dia hanya seorang pendatang yang tidak diketahui asalnya."


"Bagaimana dengan kekuatan dibelakangnya?"


Pria yang menyelidiki tentang Yin Feng kemudian menjelaskan bahwa Yin Feng hanya sendirian, bahkan ia berani menjamin bahwa Yin Feng tidak memiliki pengawal disisinya.


"Bagus! Setelah acara ini berakhir, kumpulan yang lainnya, aku tidak akan melepaskan pria sialan itu!"


"Baik, tuan!"


Sama halnya dengan peserta VIP nomor dua, peserta di ruang VIP lainnya pun juga mulai mencari informasi tentang Yin Feng, karena mereka juga ingin merebut barang yang didapatkan oleh Yin Feng.


"Siapkan semuanya, bagaimanapun juga, barang itu harus jadi milikku!" ucap peserta nomor tiga pada bawahannya."


"Baik, tuan muda!"


"Kumpulkan yang lain, kita harus merebut benda berharga itu!" peserta nomor empat juga memberi perintah pada bawahannya.


"Baik, tuan!"


Sementara itu.


"Baiklah semuanya, sekarang saatnya memasuki acara puncak! Kali ini kami akan melelang benda yang sangat istimewa dan langka!"


Tidak lama kemudian, seorang pria paruh baya naik ke atas panggung pelelangan. Pria itu bernama Liu Han, pemimpin cabang asosiasi Phoenix Perak di kota Zhuang ini.


"Karena benda ini sangat istimewa, maka aku sendirilah yang akan memimpin pelelangan terakhir ini" ucap Liu Han.


Liu Han kemudian mengeluarkan setangkai bunga teratai dari cincin ruang, bunga teratai itu tidak sama seperti bunga teratai pada umumnya, karena memiliki dua warna dan dua aura berbeda.


"Teratai api dan es!" ujar Yin Feng.