
Setelah para murid dipindahkan ke hutan belantara, Zhao Yujin kemudian memerintahkan beberapa kultivator tingkat tinggi untuk mengawasi para peserta.
Selain itu, Zhao Yujin juga memberikan artefak khusus pada kultivator tersebut, agar mereka yang ada di istana bisa menyaksikan acara perburuan yang sedang berlangsung.
Pada awalnya, acara perburuan itu berlangsung baik-baik saja, hingga dua minggu setelahnya, terjadi sesuatu yang sangat mengejutkan semua orang yang ada di istana kekaisaran.
"Xu Jiang, apa maksudnya ini? Kenapa muridmu membunuh murid sekte-ku?!" Shan Zhe Ming sangat marah setelah melihat semua muridnya dihabisi oleh Yin Feng.
Xu Jiang terdiam dan tidak bisa mengatakan apapun, ia sendiri tidak mengetahui alasan dibalik tindakan Yin Feng, bahkan tidak pernah menyangka jika muridnya bisa membunuh dengan kejam.
"Kenapa kau diam saja?!"
"Maaf, tidak ada yang bisa ku jelaskan" jawab Xu Jiang.
"Xu Jiang, jika kau tidak memberikan penjelasan, maka bersiaplah untuk berperang!"
"Shan Zhe Ming, harap tenang dan jangan gegabah dalam mengambil keputusan" sahut Zhao Yujin menengahi.
"Yang mulia, aku tidak mungkin diam saja saat melihat muridku di bunuh di depan mataku sendiri!"
Zhao Yujin membenarkan ucapan Shan Zhe Ming, tapi bagaimanapun juga ia tidak mungkin membiarkan kedua sekte itu berperang, apalagi mereka merupakan pilar kekaisaran Bei.
Selain itu, Zhao Yujin juga menjelaskan bahwa tindakan yang sama bisa saja dilakukan oleh peserta lain, karena sejak awal, memang tidak ada larangan untuk tidak saling membunuh.
Penjelasan Zhao Yujin sontak membuat Shan Zhe Ming diam membisu. Meski begitu, ia tetap tidak bisa menerima kenyataan bahwa murid sektenya telah di bunuh oleh murid Xu Jiang.
"Sekarang lebih baik kau menenangkan dirimu terlebih dahulu."
"Baik, yang mulia."
Untuk saat ini, Shan Zhe Ming tidak punya pilihan lain selain menuruti perkataan Zhao Yujin, karena jika ia melawan, maka dirinya akan berada dalam masalah yang sangat besar.
"Xu Jiang, aku harap kau memperingati muridmu, karena mulai sekarang, dia adalah musuh sekte Gunung Giok."
"Baik, yang mulia" sahut Xu Jiang.
***
"Tetua kedua, hubungi tetua ketiga, minta dia membangunkan hewan itu" ucap Shan Zhe Ming setelah meninggalkan aula singgasana.
"Apa patriark yakin mau melakukan ini?"
Shan Zhe Ming mengangguk, "rencana awalnya memang berbeda, tapi aku tidak mungkin diam saja melihat murid-muridku mati."
Awalnya, Shan Zhe Ming berniat untuk mengendalikan hewan spiritual tingkat penguasa yang ada di hutan belantara, dan yang dijadikan sebagai umpannya adalah murid sekte Teratai Giok.
Akan tetapi, semua yang telah ia rencanakan malah hancur di tangan Yin Feng dan sekarang, Shan Zhe Ming berniat menggunakan hewan spiritual itu untuk membunuh para peserta.
"Xu Jiang, jangan harap kau bisa lepas dari rasa dendam-ku, kau dan sekte-mu akan menjadi musuh pertama yang akan ku hancurkan."
"Setelah menghancurkan sekte-mu, maka keinginanku untuk menjadi sekte Gunung Giok sebagai sekte aliran netral terkuat akan semakin dekat."
Mulanya, sekte Gunung Giok adalah sekte aliran putih yang cukup ternama di kekaisaran Bei, namun seiring dengan berjalannya waktu, alirannya malah berubah menjadi netral.
Tidak ada yang mengetahui apa penyebabnya, namun yang pasti sekte itu telah menjadi sekte aliran netral sejak puluhan tahun yang lalu, tepatnya pada masa sebelum Shan Zhe Ming.
Dan sekarang, sebagai seorang pemimpin Shan Zhe Ming memiliki ambisi yang sangat besar, yaitu menjadikan sekte Gunung Giok sebagai sekte aliran netral terkuat di kekaisaran Bei.
Ambisinya itu akan dimulai dengan melenyapkan sekte Teratai Giok, karena selain memiliki dendam pribadi, ia juga membenci sekte Teratai Giok yang selalu menghalangi jalannya.
"Xu Jiang, bersiaplah untuk menemui kehancuran!"
***
Hutan belantara.
Selain itu, menurut informasi dari yang mereka dapatkan sebelumnya, di bagian terdalam hutan belantara terdapat hewan spiritual tingkat penguasa yang sedang tertidur.
Jika hewan spiritual tingkat penguasa itu terbangun, sudah dipastikan bahwa mereka semua akan berada dalam bahaya besar dan taruhannya adalah nyawa mereka sendiri.
"Ketua, aku menemukan kelompok lain tidak jauh dari tempat ini."
"Berapa jumlah mereka?" tanya Yin Feng.
"Sekitar sepuluh orang, semuanya merupakan kultivator ranah Spirit Langit" jawab He Jin.
Yin Feng tersenyum dibalik topeng yang menutupi wajahnya, "kalian tunggu di sini, biar aku saja yang merebut kristal jiwa milik mereka."
"Apa kau yakin?"
"Tenang saja, aku akan langsung kembali jika tidak sanggup menghadapi mereka" jawab Yin Feng, kemudian meninggalkan tempat tersebut.
Beberapa menit kemudian, Yin Feng akhirnya tiba di tempat yang dimaksud, di sana memang ada sekelompok kultivator berjumlah sepuluh orang yang sedang beristirahat.
"Yang paling kuat hanya Spirit Langit bintang lima."
Setelah memastikan kekuatan musuh, Yin Feng kemudian keluar dari tempat persembunyiannya, lalu menghampiri mereka semua dengan santai.
"Siapa kau?!" ujar salah seorang dari mereka seraya menodongkan senjatanya pada Yin Feng.
"Tenanglah, aku hanya kebetulan lewat" jawab Yin Feng.
"Cihh... Apa kau pikir kami akan percaya pada omong kosong-mu itu?"
"Jika kalian tidak percaya, silahkan periksa keadaan di sekitar."
Salah seorang dari mereka kemudian melepaskan jiwa spiritualnya, lalu memeriksa keadaan di sekitar mereka, namun ia tidak menemukan siapapun selain Yin Feng.
Meskipun begitu, sosok Yin Feng terlihat sangat mencurigakan di mata mereka, terutama karena aura keberadaannya tidak bisa dirasakan sama sekali, begitupun dengan kultivasinya.
"Bagaimana? Apa kalian menemukan orang lain di sekitar tempat ini?"
"Di sekitar tempat ini memang tidak ada orang lain selain dirimu, tapi kami tidak bisa percaya begitu saja padamu."
"Aku mengerti, lalu bagaimana aku bisa meyakinkan kalian?"
Ketua kelompok itu tersenyum, "mudah saja, kau hanya perlu menyerahkan kristal jiwa milikmu."
"Sayang sekali, aku tidak bisa memenuhi keinginanmu itu" sahut Yin Feng.
"Kalau begitu, kami akan merampasnya darimu!"
"Lakukanlah jika kalian mampu!" ujar Yin Feng.
"Hahahaha! Jangan terlalu sombong, bocah!"
Para pemuda itu kemudian mengelilingi Yin Feng agar tidak ada jalan baginya untuk melarikan diri, namun yang tidak mereka ketahui adalah, Yin Feng tidak berniat untuk kabur.
"Serang!"
Salah seorang dari mereka bergerak maju dan langsung menyerang Yin Feng, namun sebelum pedangnya menyentuh target, Yin Feng telah lebih dulu menghilang dari pandangan.
Bugh!
Pada saat yang bersamaan, pukulan keras tiba-tiba mendarat tepat di wajah pemuda tersebut dan membuatnya terlempar sejauh beberapa meter dari tempat itu.
"Jangan terlalu gegabah, pertarungan-nya baru saja dimulai" ucap Yin Feng yang telah muncul lagi di tempat sebelumnya.
"Hati-hati, sepertinya dia bukan kultivator biasa."