
Gerbang perbatasan.
Ketika sedang membahas strategi peperangan, salah seorang prajurit tiba-tiba saja masuk dan menyampaikan bahwa salah seorang pasukan pengintai ingin bertemu Jian Ren.
Karena informasi dari pasukan pengintai memang sedang ditunggu oleh mereka, Jian Ren pun mengizinkan anggota pasukan pengintai itu untuk menemuinya.
"Informasi apa yang kau bawa?" tanya Jian Ren.
"Yang mulia, saat ini tuan Yin Feng sedang berhadapan dengan pasukan musuh" jawab pria itu.
"Apa?!"
Terkejut dan juga tidak percaya, itu-lah yang Jian Ren dan mereka semua rasakan ketika mendengar informasi yang disampaikan oleh anggota pasukan pengintai tersebut.
"Jangan bercanda! Mana mungkin si penakut itu menghadapi pasukan sebanyak itu sendirian!"
"Apa kalian yakin orang itu adalah Yin Feng?"
Pria itu mengangguk, kemudian menjelaskan bahwa pemuda yang mereka lihat saat itu adalah Yin Feng, mereka bahkan telah memastikan bahwa pemuda itu benar-benar Yin Feng.
"Tidak mungkin! Bukankah dia hanya seorang pengecut?!"
Ketidak hadiran Yin Feng ditempat itu menimbulkan banyak asumsi buruk di pikiran semua orang, bahkan tidak sedikit yang menganggapnya sebagai seorang pengecut.
Selain itu, beberapa anggota sekutu juga meminta Jian Ren untuk membatalkan pernikahan. Menurut mereka, pengecut seperti Yin Feng tidak pantas bersanding dengan Jia Ling.
Tetapi, penjelasan pria itu memberikan tamparan yang begitu keras di wajah mereka semua, karena pemuda yang dianggap pengecut ternyata lebih nekat dari mereka.
Berbeda dengan yang lainnya, Jian Ren justru tersenyum bangga mendengar informasi tersebut, karena menantu pilihannya ternyata adalah pemuda yang sangat hebat.
Meski merasa bangga pada Yin Feng, namun disisi lain, Jian Ren juga sangat mengkhawatirkan Yin Feng, ia tentu tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa calon menantunya itu.
"Jika sudah seperti ini, tidak ada gunanya lagi kita membahas strategi. Siapkan semua pasukan, kita bergerak sekarang juga!"
"Baik, yang mulia!" ujar panglima perang.
***
Setelah menempuh perjalanan yang menghabiskan waktu seharian, Jian Ren dan pasukan kekaisaran Tang akhirnya sampai di tempat pasukan kekaisaran Yun berada.
Dan benar saja, ketika mereka tiba di sana, Jian Ren dan seluruh pasukannya langsung disuguhkan dengan pemandangan yang sangat-sangat mengerikan.
Rerumputan yang semula berwarna hijau telah berubah menjadi lautan darah, ribuan mayat tergeletak di tengah jalannya pertarungan dahsyat yang sedang berlangsung.
"Jangan diam saja! Cepat maju dan habisi semua musuh!" ujar panglima perang.
Panglima perang mencabut pedangnya, kemudian memimpin seluruh kekaisaran Tang memasuki medan perang, begitupun dengan seluruh pasukan sekutu.
Munculnya pasukan kekaisaran Tang membuat fokus musuh teralihkan, Yin Feng kemudian memanfaatkan kesempatan itu untuk merenggut lebih banyak nyawa.
"Zhu Liang, inilah saatnya, gunakan cara yang sama untuk menghancurkan pasukan musuh."
"Tapi, bagaimana dengan keselamatan anda, yang mulia?"
"Jangan hiraukan aku, iblis itu pasti tidak akan sempat untuk menyerang ku!"
Zhu Liang mengarahkan pandangannya pada Yin Feng yang masih sibuk membantai pasukan kekaisaran Yun, setelah itu, Zhu Liang melesat kearah kaisar Tang.
Yin Feng menyeringai saat melihat Zhu Liang meninggalkan Yun Xiang, kemudian ia menghilang dari tengah-tengah pasukan dan muncul lagi di hadapan Yun Xiang.
"Selamat tinggal!" ujar Yin Feng, lalu menebaskan pedangnya.
Slash!
Pedang Yin Feng memang tepat mengenai sasarannya, namun yang terpenggal oleh pedangnya bukanlah leher Yun Xiang, melainkan leher Yun Tian putranya.
Kemunculan Yin Feng membuat Yun Xiang kaget dan tidak sempat bereaksi, namun tidak dengan Yun Tian, ia bergegas mendorong ayahnya hingga terlempar cukup jauh.
Meski berhasil menyelamatkan nyawa ayahnya, namun Yun Tian gagal menyelamatkan nyawanya sendiri dan akhirnya, lehernya lah yang terpenggal oleh pedang Yin Feng.
"Yang mulia!"
Zhu Liang berhenti dan langsung melesat terbang kembali, kemudian melancarkan serangan pada Yin Feng, namun Yin Feng berhasil menghindari serangannya dengan mudah.
"Memang itulah yang kuinginkan!"
Zhu Liang mengeluarkan dua bilah pedang dari cincin ruang miliknya, kemudian melancarkan serangannya dengan kecepatan yang sangat sulit diikuti oleh mata.
"Teknik pedang ganda, pedang penghancur gunung!"
Zhu Liang mengeluarkan salah satu teknik pedang andalannya, seketika itu juga, rentetan serangan berkecepatan tinggi menghujani Yin Feng dan seakan tidak ada habisnya.
Akan tetapi, Yin Feng masih terlihat tenang dan berhasil menahan setiap serangan yang dilancarkan oleh Zhu Liang, bahkan Yin Feng tidak terlihat kesulitan sedikitpun.
"Teknik pedang ganda, pedang halilintar!"
Zhu Liang yang mulai kehabisan kesabarannya, kemudian mengeluarkan teknik pedangnya yang lain. Pada saat bersamaan, kedua pedangnya diselimuti oleh kekuatan petir.
Selain itu, kecepatan serangan Zhu Liang juga telah meningkat dan menjadi lebih cepat dari sebelumnya, tapi Yin Feng masih saja terlihat tenang menghadapi setiap serangannya.
Karena tidak kunjung berhasil menyentuh Yin Feng, Zhu Liang kemudian terbang menjauh, lalu menyatukan kedua pedangnya menjadi pedang yang lebih besar.
Setelah itu, Zhu Liang melapisi pedang besarnya dengan energi spiritual, energi yang menyelimuti pedangnya kemudian membentuk sebilah pedang yang jauh lebih besar lagi.
"Pedang pembelah langit!"
Zhu Liang mengangkat pedang berukuran raksasa itu dengan kedua tangannya, kemudian ia mengayunkan pedang raksasa itu kearah Yin Feng.
Disisi lain.
Yin Feng tidak tinggal diam, ia juga melapisi pedangnya dengan energi spiritual, kemudian mengembalikan bentuk pedang itu menjadi dua buah belati perak.
Setelah itu, Yin Feng mengalirkan kekuatan api hijau pada kedua belatinya, energi berwarna hijau yang menyelimuti kedua belati itu kemudian membentuk pedang yang cukup besar.
"Tebasan Phoenix hijau!"
Ketika Yin Feng menebaskan kedua pedangnya, bilah energi yang tercipta dari tebasan itu tidak berbentuk seperti bulan sabit, melainkan menyerupai seekor burung Phoenix.
Dhuaarrrrrr!
Ledakan dahsyat terjadi ketika Phoenix hijau itu menghantam energi pedang milik Zhu Liang, bahkan dampak dari ledakan itu sampai menggetarkan medan peperangan.
Sementara itu, Zhu Liang yang telah mengerahkan kekuatan penuh, nyatanya tidak mampu menandingi kekuatan Yin Feng, bahkan pedangnya langsung hancur saat itu juga.
Pada saat yang bersamaan, Zhu Liang memuntahkan darah segar akibat luka dalam yang dialaminya, energi spiritualnya juga banyak terkuras saat mengeluarkan teknik terakhirnya.
"Perjalananmu berakhir sampai disini" ucap Yin Feng yang telah muncul dihadapan Zhu Liang, lalu memenggal leher pria sepuh itu.
Setelah membunuh Zhu Liang, Yin Feng kemudian melesat terbang menghampiri Yun Xiang, namun langkahnya dihentikan oleh beberapa kultivator ranah Nirvana.
"Selama kami hidup, jangan harap untuk menyentuh yang mulia!"
"Tapi sayangnya, kalian semua akan segera mati!"
Slash!
Slash!
Yin Feng melesat dengan kecepatan tinggi dan memenggal leher mereka satu-persatu, dalam sekejap lima kultivator ranah Nirvana itu telah kehilangan nyawanya.
"Yun Xiang, sekarang adalah giliran mu!"
"Ti-tidak, jangan bunuh aku!" ujar Yun Xiang, kemudian berlari sekuat tenaga menjauhi Yin Feng.
"Percuma saja kau berlari, karena hari ini kau sudah ditakdirkan untuk mati!" Yin Feng tiba-tiba muncul di hadapan Yun Xiang, kemudian memenggal lehernya.
Setelah memenggal lehernya, Yin Feng kemudian membawa kepala Yun Xiang dan menyerahkannya pada Jian Ren, setelah itu, ia menghempaskan tubuhnya di rumput untuk beristirahat.
"Sungguh hari yang melelahkan" gumamnya pelan.
Jian Ren mengangkat kepala Yun Xiang dan menunjukkannya pada seluruh pasukan kekaisaran Yun, kemudian memerintahkan mereka semua untuk menyerahkan diri.
Ketika melihat kepala kaisar mereka sudah berada di tangan musuh, sebagian pasukan langsung kehilangan semangat untuk berperang dan memilih untuk menyerah.
Sedangkan sebagiannya lagi memutuskan untuk terus melawan hingga titik darah penghabisan, namun pada akhirnya, kekaisaran Tang lah yang memenangkan perang itu.