Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 48. Rakyat jelata.



Waktu terus bergulir, sudah lebih dari empat bulan berlalu sejak Yin Feng meninggalkan makam gurunya, dan genap empat bulan sejak ia memulai kultivasinya.


Mulanya, Yin Feng berniat meningkatkan kultivasinya di hutan belantara, namun karena tidak ingin merepotkan Ying Huo, iapun mencari tempat lain dan akhirnya sampai di perbatasan.


Yin Feng menggunakan semua sumber daya yang didapatnya untuk meningkatkan kultivasi, meski yang ia lakukan sangat beresiko, namun ia berhasil melakukannya.


Karena keberaniannya dalam mengambil resiko, Yin Feng mendapatkan peningkatan yang memuaskan, dan kultivasinya saat ini telah berada di ranah Nirvana bintang enam.


Tidak hanya itu saja, penguasaannya terhadap kekuatan api hijau juga telah meningkat lagi, yang sebelumnya hanya sebatas lima puluh persen, kini telah mencapai 65 persen.


Dan untuk kekuatan penuhnya, saat ini Yin Feng sudah mampu berhadapan langsung dengan kultivator ranah Nirvana bintang sembilan tanpa bantuan orang lain seperti sebelumnya.


"Saatnya melanjutkan perjalanan" gumam Yin Feng, lalu melesat melewati perbatasan menuju ke kekaisaran Zhong.


***


Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, Yin Feng akhirnya sampai di kota pertama di kekaisaran Zhong, kota itu bernama kota Zhuang, yaitu kota yang dekat dengan perbatasan.


"Berhenti! Jika kau ingin masuk ke kota ini, kau harus menunjukkan identitasmu!" ujar penjaga gerbang kota.


Yin Feng mengangguk pelan, lalu mengeluarkan lencana emas Asosiasi Phoenix Perak dari cincin ruang miliknya, lalu menunjukannya kepada prajurit penjaga gerbang kota.


Ketika melihat lencana emas dengan ukiran burung Phoenix yang ditunjukkan oleh Yin Feng, sikap para penjaga gerbang kota langsung berubah sangat hormat pada Yin Feng.


"Tuan muda, maafkan sikap kami sebelumnya, kami benar-benar tidak tahu bahwa anda adalah anggota Asosiasi Phoenix Perak," ucap salah seorang prajurit.


Berbeda dengan kekaisaran Bei, di kekaisaran Zhong ini, Asosiasi Phoenix Perak sangatlah disegani oleh semua orang, bahkan tidak ada yang berani menyinggung mereka.


Sebab itulah, sikap para penjaga gerbang kota sangat hormat pada Yin Feng, karena mereka semua tidak mau berurusan dengan anggota Asosiasi Phoenix Perak.


"Tidak apa-apa, lagipula kalian hanya melakukan tugas, jadi sudah sewajarnya kalian bersikap demikian."


"Terima kasih tuan, kalau begitu silahkan masuk."


Yin Feng hanya mengangguk pelan, lalu masuk ke kota Zhuang.


"Kota ini benar-benar megah" gumam Yin Feng.


Meski berada di dekat perbatasan, namun kota Zhuang benar-benar berbeda dengan kota lain yang ada di perbatasan di kekaisaran Bei, selain sangat luas kota itu juga sangat ramai.


Setelah berkeliling selama hampir dua puluh menit, langkah Yin Feng terhenti di depan sebuah restoran yang terlihat mewah, karena sudah lapar iapun masuk ke restoran tersebut.


"Selamat datang, tuan" sapa pelayan.


Yin Feng hanya mengangguk, karena tatapannya tertuju ke arah lain untuk mencari meja yang kosong, namun sayangnya tempat itu sudah sangat penuh oleh pengunjung.


"Apakah tidak ada tempat yang tersisa?" tanya Yin Feng.


"Tentu saja ada tuan, di lantai dua masih ada beberapa meja yang belum terisi."


"Selain lantai dua? Maksudku, tidak adakah tempat yang tidak terlalu ramai?"


"Tempat seperti itu hanya ada di lantai tiga, tapi untuk makan di sana tuan harus membayar lebih."


Yin Feng tidak langsung menanggapi perkataan pelayan itu, ia mengeluarkan dua koin platinum dari cincin ruang miliknya, lalu menyerahkannya pada pelayan restoran.


"Aku ingin satu tempat di lantai tiga, dan jangan lupa untuk menghidangkan makanan serta minuman terbaik kalian."


"Tapi..."


"Jika masih kurang, aku akan membayar sisanya nanti" sahut Yin Feng, lalu menaiki tangga menuju ke lantai tiga.


"Cihh... Sejak kapan restoran ini memberikan tempat khusus untuk rakyat jelata?"


"Kau benar! Bahkan napsu makanku langsung hilang begitu saja!"


Kedatangan Yin Feng di lantai tiga membuat pengunjung lain merasa tidak nyaman, bahkan mereka tidak segan-segan untuk melontarkan hinaan kepada Yin Feng.


Akan tetapi, Yin Feng lebih memilih untuk tidak menghiraukan perkataan mereka, karena yang ia inginkan hanyalah mengisi perutnya sampai kenyang.


Tidak lama berselang, dua orang pelayan datang ke lantai tiga dengan membawa makanan dan minuman terbaik mereka, lalu meletakkan makanan dan minuman itu di meja Yin Feng.


"Tuan ini adalah makanan terbaik yang kami miliki, terbuat dari daging hewan spiritual tingkat satu."


"Ini adalah arak terbaik yang kami miliki, kami jamin rasanya tidak akan membuat tuan kecewa."


"Tidak mungkin!" ujar pengunjung lain setelah mendengar penjelasan kedua pelayan itu.


"Pelayan! Kenapa kalian memberikan makanan dan minuman seperti itu pada rakyat jelata sepertinya?!"


"Apa kalian yakin dia mampu membayarnya?!"


Para pemuda itu nampak kesal, mereka tidak menyangka bahwa Yin Feng yang berpenampilan layaknya rakyat jelata, malah bisa menikmati makanan dan minuman terbaik di sana.


Padahal, mereka yang merupakan keturunan bangsawan kota Zhuang, masih belum mampu menikmati makanan dan minuman itu, karena harganya sangat mahal.


"Tuan, kami juga akan memberikan hidangan yang sama pada kalian jika kalian mampu membayarnya" sahut salah seorang pelayan.


Perkataan pelayan itu membuat mereka tertampar, dan secara tidak langsung, status mereka dianggap lebih rendah dari Yin Feng karena tidak mampu membeli makanan dan minuman itu.


"Cihh... Dia pasti telah menipu kalian! Tidak mungkin rakyat jelata sepertinya mampu memesan makanan dan minuman itu!"


"Rakyat jelata sepertiku saja bisa memesan makanan dan minuman ini, lalu kalian yang tidak bisa ini disebut apa?"


Lagi dan lagi, mereka merasa ditampar dengan sangat keras, walaupun diucapkan dengan santai, namun perkataan Yin Feng terasa sangat menusuk di hati mereka.


"Sialan! Apa kau tahu siapa aku?!"


"Tidak" Yin Feng menjawab singkat, ia masih sibuk menikmati makanannya.


"Kau..."


"Wah, makanan ini benar-benar sangat lezat. Pelayan, tolong bawakan makan ini lagi untukku" ucap Yin Feng, lalu meraih botol arak di depannya.


"Arak ini juga sangat nikmat, aku yakin di luar sana banyak yang ingin menikmatinya, tapi sayangnya mereka tidak akan mampu membelinya."


Para pemuda itu mengepalkan tinjunya, tangan mereka nampak gemetar menahan amarah yang mulai memuncak. Sebagai seorang bangsawan, baru kali ini mereka dipermalukan oleh orang lain.


"Aku tidak peduli siapa kau, tapi jangan harap bisa tenang setelah menyinggung kami!"


"Aku juga tidak peduli" sahut Yin Feng.


"Tuan, ini makanan anda" ucap pelayan yang telah kembali dengan membawa makanan yang dipesan Yin Feng.


"Terima kasih. Tapi satu ini saja sudah cukup untukku, bagaimana kalau kalian saja yang menikmatinya?"


"Tapi tuan..."


"Jangan menolak, lagipula kesempatan untuk menikmati makanan lezat ini mungkin tidak akan datang dua kali."


"Baiklah, terima kasih tuan."