Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 24. Yin Huang.



"Senior, boleh aku menanyakan sesuatu?" tanya Yin Feng setelah keduanya masuk ke dalam gua.


Ying Huo mengangguk dan berkata. "Tentu, jika aku memiliki jawabannya pasti akan ku jawab."


"Apakah sebelumnya senior sudah mengetahui kedatanganku?"


"Maksudmu?"


Yin Feng mengatakan bahwa ia merasa pertemuan mereka berdua seolah sudah diketahui oleh Ying Huo, bahkan Yin Feng merasa bahwa pertarungan mereka sebelumnya sudah direncanakan oleh Ying Huo.


Pada awalnya, Yin Feng tidak merasa curiga dan tidak memiliki pemikiran seperti saat ini, namun dari penjelasan Ying Huo sebelumnya, Yin Feng menyadari bahwa semua itu sudah di rencanakan.


Dengan kata lain, Ying Huo tidak hanya sekedar mengetahui tentang identitas dan asal-usul Yin Feng, tapi Ying Huo juga sudah mengetahui bahwa Yin Feng akan datang ke tempat tersebut.


Ying Huo mengangguk, "dugaanmu itu memang tidak salah, tapi tidak sepenuhnya benar, karena pertemuan kita seharusnya terjadi lima tahun lagi."


"Kenapa harus lima tahun lagi?" tanya Yin Feng.


"Karena seseorang memintaku untuk menemui-mu saat kau menginjak usia 20 tahun."


"Jika senior sudah mengetahui siapa diriku, lalu kenapa senior menyerang-ku saat aku datang ke sini?"


Ying Huo tertawa canggung, sebenarnya ia tidak sengaja menyerang Yin Feng karena saat itu dirinya sedang marah, selain itu, Ying Huo berpikir bahwa Yin Feng adalah orang yang telah mengganggu tidurnya.


"Dan karena kita sudah bertemu sekarang, maka aku akan menyerahkan kedua benda itu padamu."


Yin Feng mengikuti arah yang ditunjuk oleh Ying Huo, di sana terdapat setangkai bunga teratai dan sebuah mutiara, kedua benda itu memiliki dua warna berbeda dan memancarkan energi yang berbeda pula.


Ying Huo kemudian menjelaskan bahwa kedua benda itu adalah sumber daya yang sangat langka, bahkan kedua benda itu tidak dapat ditemukan lagi di kekaisaran Bei ataupun di benua Xuanwu ini.


"Bunga teratai itu bernama teratai Api dan Es, sedangkan mutiara itu bernama mutiara Yin dan Yang."


"Jika keduanya sangat langka, lalu kenapa senior menyerahkannya padaku?"


"Karena kedua benda itu memang ditinggalkan oleh seseorang untuk dirimu."


"Siapa?"


"Kau akan tahu jika waktunya sudah tiba" jawab Ying Huo.


Yin Feng hanya bisa menghela napas panjang, ia nampak kecewa setelah mendengar jawaban Ying Huo dan lagi-lagi, ia gagal mendapatkan jawaban dari pertanyaannya.


"Tidak usah kecewa, lagipula ada hal penting yang harus kau lakukan."


"Apa itu?"


"Menggunakan kedua sumber daya itu untuk meningkatkan kekuatan-mu."


"Baiklah, akan kulakukan!"


"Tunggu dulu, sebelum kau menyerapnya ada beberapa hal yang harus kau ketahui."


Ying Huo kemudian menjelaskan bahwa Yin Feng tidak boleh menggunakan kedua sumber daya itu secara bersamaan, karena selain memiliki energi yang berbeda, kedua sumber daya itu juga sangat beracun.


Jika Yin Feng menyerap energi dari kedua sumber daya itu secara bersamaan, maka Yin Feng bisa kehilangan pencapaian yang telah ia dapatkan, dan kemungkinan terburuknya adalah Yin Feng akan kehilangan nyawanya.


Selain itu, saat melakukan penyerapan Yin Feng diharuskan untuk menyatukan kedua energi itu secara bersamaan, agar tidak terjadi benturan energi yang akan menyebabkan hancurnya lautan spiritual milik Yin Feng.


Menyatukan dan menyeimbangkan dua energi berbeda secara bersamaan bukanlah hal yang mudah, dan butuh waktu yang sangat lama untuk menyatukan keduanya hingga benar-benar sempurna.


"Kira-kira berapa lama waktu yang dibutuhkan?" tanya Yin Feng.


"Setidaknya butuh waktu selama setengah tahun. Tapi jika kau beruntung mungkin bisa lebih cepat dari itu."


"Baiklah, aku mengerti" sahut Yin Feng kemudian mengambil teratai Api dan Es.


"Pilihan yang bagus."


"Benarkah? Padahal aku hanya asal memilih."


"Ya sudah, gunakan kesempatan ini untuk meningkatkan kekuatan-mu, aku akan melindungi tempat ini agar tidak ada yang bisa mengganggu-mu."


"Terima kasih, senior."


Setelah itu, Ying Huo meninggalkan Yin Feng karena tidak ingin mengganggunya, kemudian Ying Huo memasang formasi pelindung yang sangat kuat untuk melindungi gua tersebut.


"Baiklah, saatnya melanjutkan tidurku" gumam Ying Huo, kemudian duduk dengan posisi bermeditasi di depan gua.


***


Saat ini, Ying Huo berada di puncak bukit yang sangat tinggi di alam bawah sadarnya, di tempat itu ada seorang perempuan cantik yang sedang duduk bermeditasi di bawah pohon persik.


Wanita itu membuka matanya, kemudian menoleh kearah Ying Huo. "Aku sengaja datang untuk memberimu pelajaran!" ucapnya.


Ying Huo tersentak kaget, keringat dingin bercucuran di wajahnya, "ayolah, aku benar-benar tidak sengaja melakukannya."


"Aku tahu itu, tapi kau akan tetap menerima hukumannya!"


"Hahh" Ying Huo menghela napas panjang, tidak peduli seberapa keras ia berusaha untuk membela dirinya, wanita itu tetap tidak akan mau mendengarkan penjelasan apapun darinya.


"Baiklah, aku akan menerimanya" sahut Ying Huo pasrah.


"Baguslah, berarti aku tidak perlu memaksamu."


"Jadi, apa hukumanku?"


"Kau harus menjaga putraku sampai dia memiliki kekuatan untuk melindungi dirinya sendiri."


"Yin Huang, apa kau serius? Maksudku, itu tidak terdengar seperti sebuah hukuman."


Wanita bernama Yin Huang itu tersenyum, karena sejak awal ia tidak berniat untuk memberikan hukuman pada Ying Huo, namun tetap tidak bisa dipungkiri bahwa dirinya sedikit kesal pada Ying Huo.


"Oh, jadi kau ingin dihukum?"


"Tidak! Tentu saja tidak! Selain itu, tidak ada seorangpun di dunia ini yang mau dihukum secara sukarela."


"Tapi, kenapa kau malah menemui-ku? Bukankah akan lebih baik kalau kau menemui putramu?"


"Aku adalah ibunya, sudah pasti aku sangat ingin menemuinya, tapi jika aku melakukan hal itu, keberadaannya akan diketahui oleh kaisar langit."


"Kaisar langit, mendengar namanya saja sudah membuatku muak!" ujar Ying Huo.


"Karena itulah, aku ingin kau melindunginya."


"Yin Huang, kau tenang saja, aku pasti akan melindungi putramu."


Yin Huang tersenyum, "terima kasih, aku senang karena memiliki teman yang bisa dipercaya."


"Satu lagi, aku ingin kau menuntunnya ke tempat pedang dan kristal jiwaku berada, karena aku telah meninggalkan sedikit kepingan jiwa di dalamnya."


"Baiklah, akan kulakukan sesuai keinginan-mu."


***


Ying Huo membuka mata dan langsung melepaskan aura kekuatannya, kemudian ia melesat terbang ke langit dan melancarkan serangan ke sisi lain hutan belantara.


Dhuaaarrr!


Ledakan dahsyat terjadi ketika bola api hitam yang dilempar Ying Huo menghantam pepohonan, seketika itu juga, area hutan seluas 500 meter langsung rata dengan tanah.


"Keparat sialan, berani sekali kau datang lagi ke wilayah kekuasaan ku!"


Ying Huo melesat terbang ke arah hutan yang telah hancur, "keluarlah! Aku tahu kau ada di sana!"


Pria paruh baya keluar dari persembunyiannya, kemudian membungkuk untuk memberi hormat pada Ying Huang. Tubuhnya nampak gemetar karena takut pada sosok Ying Huang.


"Senior, apa salahku?"


"Jangan pura-pura bodoh, apa kau pikir aku tidak tahu apa yang telah kau lakukan?!"


"A-apa maksud senior?"


"Keparat sialan! Bukankah kau yang sebelumnya mengganggu tidurku?!"


Pria paruh baya itu tersentak kaget dan nampak kebingungan, "senior, aku tidak pernah mengganggu anda sebelumnya."


"Benarkah?" Ying Huo kemudian melepaskan aura kekuatannya, kemudian aura yang menyelimuti tubuhnya membentuk siluet elang hitam.


"Apa kau sudah mengingatnya?"


Pria yang tidak lain adalah tetua sekte Gunung Giok itu bergetar ketakutan, ia benar-benar tidak menyangka jika pria didepannya itu adalah perwujudan dari elang api.


"Karena kau sudah di sini, maka bersiaplah untuk mati!" ujar Ying Huo, lalu menyerang pria itu.


(Hari ini satu chapter dulu ya, author lagi capek, besok kita lanjut dua chapter lagi)