
"Tuan Yin, apa anda yakin tidak mau tinggal lebih lama lagi?"
Yin Feng mengangguk, sejak awal ia tidak ingin berlama-lama berada di ibukota, karena semakin lama ia di sana, keinginannya untuk membunuh Zhao Yujin akan semakin besar.
"Maafkan aku, tapi aku harus segera melanjutkan perjalanan."
"Baiklah, tapi sebelum itu bawalah ini bersamamu" ucap Liu Wei sembari menyerahkan sebuah lencana emas dengan ukiran burung Phoenix.
"Apa ini?"
"Dengan menunjukkan lencana ini, tuan Yin bisa masuk ke semua cabang Asosiasi Phoenix Perak dengan mudah, bahkan akan diperlakukan dengan baik" Liu Wei menjelaskan.
Lencana yang diberikan oleh Liu Wei disebut sebagai lencana Phoenix, lencana itu bukan hanya sekedar identitas anggota Asosiasi, namun juga menentukan status mereka.
Lencana Phoenix sendiri terdiri dari beberapa tingkatan, mulai dari yang paling rendah yaitu lencana perunggu, lencana perak, emas, platinum dan terakhir lencana giok.
Untuk para pelayan, penjaga dan anggota biasa, mereka menggunakan lencana perunggu sebagai identitas, kemudian untuk para prajurit, mereka menggunakan lencana perak.
Sedangkan untuk lencana emas, biasa diberikan kepada orang-orang yang memiliki status yang cukup tinggi di Asosiasi, misalnya seperti Liu Xia yang merupakan kepala cabang.
Untuk lencana platinum, hanya diberikan kepada anggota inti Asosiasi, misalnya seperti Liu Wei dan ketiga saudaranya. Lalu lencana giok, hanya dimiliki oleh pemimpin Asosiasi.
"Liu Wei, bukankah ini terlalu berlebihan?" tanya Yin Feng.
"Tuan Yin, mohon jangan menolaknya."
"Hahh" Yin Feng menghela napas panjang, "baiklah, aku akan menerimanya."
"Itulah yang ku harapkan! Dan mulai sekarang, tuan Yin adalah anggota Asosiasi kami."
Kemudian, Liu Wei menjelaskan bahwa lencana itu bukan hanya sekedar identitas bagi anggota Asosiasi, tapi juga merupakan alat untuk meminta bantuan saat sedang kesulitan.
"Saat ingin meminta bantuan, tuan hanya perlu mengalirkan energi ke dalam lencana itu."
"Liu Wei, berapa usiamu?" tanya Yin Feng.
"15 tahun" jawab Liu Wei.
"Kalau begitu, berhentilah memanggilku dengan sebutan tuan, karena perbedaan usia kita hanya setahun" sahut Yin Feng kemudian menghilang dari pandangan mereka semua.
"Usianya hanya setahun lebih tua dari kita berdua, tapi kekuatannya jelas melebihi kita berdua" ucap Xiao Long.
"Saat kembali ke kekaisaran Zhong nanti, aku akan menceritakan tentangnya pada ayah, aku yakin ayah akan menerima keputusan ku."
"Kau benar, karena Asosiasi ini membutuhkan orang-orang sepertinya" sahut Xiao Long.
***
Waktu terus bergulir, satu bulan sudah berlalu sejak Yin Feng meninggalkan ibukota dan Asosiasi Phoenix Perak dan sejak saat itu, Yin Feng terus melakukan perburuan tanpa henti.
Dalam waktu satu bulan, Yin Feng sudah merenggut ratusan nyawa murid sekte Gunung Giok, dan tindakannya itu menyebabkan terjadinya kepanikan di sekte Gunung Giok.
Selain itu, tindakan Yin Feng juga menimbulkan kepanikan di seluruh kekaisaran Bei, karena tersebar rumor mengenai kemunculan iblis mengerikan di dalam hutan.
Ketika pertamakali rumor itu menyebar, banyak yang tidak mempercayainya, bahkan ada yang menganggap bahwa rumor itu hanya dibuat untuk menakut-nakuti anak kecil.
Akan tetapi, dalam dua minggu terakhir, di hutan sering ditemukan mayat dengan kondisi mengenaskan, dan sejak saat itu pula, orang-orang mulai mempercayai rumor tersebut.
Sekte Gunung Giok.
"Tetua kedelapan dan kesembilan, aku harap kalian bisa menyelidiki dan menyelesaikan masalah ini!" ujar Shan Zhe Ming.
"Baik, patriark!"
Namun yang tidak disadari oleh Shan Zhe Ming adalah, sikap abainya itu justru berdampak buruk bagi sektenya, dan sekarang barulah ia menyadari betapa seriusnya masalah ini.
Hanya dalam waktu satu bulan, jumlah murid sekte Gunung Giok yang meninggal sudah mencapai ratusan, bahkan jumlahnya lebih banyak daripada murid yang baru bergabung.
"Sial! Jika tahu akan seperti ini jadinya, aku pasti tidak akan pernah mengabaikan masalah ini."
"Patriark, bagaimana kalau kita menyelidiki masalah ini secara langsung?"
"Aku juga sempat memikirkan hal itu, tapi jika kita melakukannya, maka akan terjadi kepanikan yang lebih besar."
"Selain itu, yang mulia kaisar juga sudah memperingati kita untuk tidak menimbulkan masalah lagi."
"Itu artinya, kita hanya bisa berharap pada tetua kedelapan dan kesembilan."
"Benar, semoga saja penyelidikan mereka membuahkan hasil" sahut Shan Zhe Ming.
"Lalu, bagaimana dengan tetua kedua? Apa dia sudah menjalankan perintahku?"
"Tetua kedua sudah berangkat sejak pagi, aku yakin dia sudah tiba di istana kekaisaran sekarang."
"Baiklah, kalau begitu pertemuan hari ini kita sudahi saja, aku ingin bermeditasi untuk menenangkan diri."
"Baik, patriark!"
Setelah itu, Shan Zhe Ming kembali ke kediamannya untuk bermeditasi dan juga beristirahat, karena selain menenangkan diri, ia juga harus mengistirahatkan pikirannya.
Sementara itu, di istana kekaisaran Bei.
Sama halnya dengan Shan Zhe Ming yang sedang panik karena rumor yang menyebar, Zhao Yujin juga sedang kebingungan memikirkan solusi untuk masalah tersebut.
Pada awalnya, Zhao Yujin juga mengabaikan bahkan tidak peduli dengan rumor itu, namun setelah ada bukti yang begitu nyata, ia akhirnya percaya akan kebenaran rumor itu.
"Yang mulia, kita harus segera mengambil tindakan, jika tidak iblis ini akan semakin merajalela."
"Aku tahu itu, tapi masalahnya, tidak ada seorangpun yang mengetahui keberadaan iblis itu!"
"Aku bisa saja mengutus ratusan prajurit ke hutan, tapi tetap akan sia-sia jika gagal menangkapnya dan pada akhirnya, kepercayaan rakyat akan hilang."
Inilah yang membuat Zhao Yujin kebingungan memikirkan solusi untuk masalah tersebut, karena yang dibutuhkan oleh penduduk kekaisaran bukan hanya sekedar ucapan melainkan bukti.
"Tapi, jika kita diam saja, para penduduk juga akan meragukan kelayakan anda sebagai seorang kaisar."
"Sial! Andai saja Xu Jiang ada di sini, dia pasti bisa menemukan solusi untuk masalah ini!"
"Yang mulia, apakah anda lupa kalau patriark Xu sudah lama meninggal?"
Zhao Yujin tersentak kaget, ia benar-benar lupa bahwa Xu Jiang sudah tidak ada bersama mereka. "Benar, aku lupa kalau dia sudah meninggal."
Selama ini Xu Jiang memang dikenal sebagai ahli dalam memecahkan suatu masalah, bahkan ia selalu berhasil menemukan solusi terbaik untuk masalah kekaisaran Bei.
Tapi sekarang, sosok yang dikenal sebagai otak jenius kekaisaran Bei sudah tidak ada, sehingga Zhao Yujin dan para petinggi istana harus berpikir keras untuk menemukan solusinya.
"Yang mulia, bagaimana jika kita memanggil Yin Feng? Aku yakin dia memiliki kecerdasan yang sama seperti gurunya."
"Apa kalian lupa bagaimana kita mengabaikan masalahnya waktu itu? Dan jika kita memanggilnya, itu sama saja dengan menjilat ludah sendiri."
"Yang mulia, utusan dari sekte Gunung Giok meminta izin untuk menghadap" ucap salah seorang prajurit istana.
"Kebetulan sekali, aku memang ingin membicarakan hal penting dengan mereka" gumam Zhao Yujin.