
Kemunculan Yin Feng langsung mengubah arus pertarungan, Shan Zhe Ming yang awalnya memimpin jalannya pertarungan, malah terpojokkan oleh Yin Feng dan Dong Gui.
Selain itu, Shan Zhe Ming juga tidak pernah berhasil mendaratkan serangan di tubuh Yin Feng, bahkan Yin Feng selalu berhasil menghindari semua serangannya dengan mudah.
Semua itu bisa terjadi karena Shan Zhe Ming yang sudah kelelahan, ia telah kehilangan cukup banyak tenaga saat bertarung melawan Dong Gui sebelumnya.
Jika tidak, Shan Zhe Ming pasti bisa mengimbangi kecepatan Yin Feng, bahkan Shan Zhe Ming yakin semua serangannya tidak akan bisa dihindari oleh Yin Feng.
Meskipun begitu, Shan Zhe Ming tetap meladeni mereka berdua sekaligus, bahkan ia masih mampu menahan ataupun menghindari serangan yang dilancarkan Yin Feng.
Boom!
Ledakan terjadi saat serangan Dong Gui menghantam tubuh Shan Zhe Ming, ia yang sedang fokus berhadapan dengan Yin Feng, terlambat menyadari kedatangan serangan itu.
Akibatnya, Shan Zhe Ming terlempar hingga beberapa meter jauhnya, ia juga nampak memuntahkan seteguk darah segar karena luka dalam yang dialaminya.
"Sialan! Kalian berdua benar-benar membuatku murka!" ujar Shan Zhe Ming, lalu melepaskan aura kekuatannya.
Pada saat yang bersamaan, tubuh Shan Zhe Ming diselimuti oleh kekuatan petir, bahkan auranya terasa jauh lebih besar dan lebih mengintimidasi dari sebelumnya.
Akan tetapi, tekanan intimidasi itu hanya memberikan dampak pada Dong Gui. Sedangkan untuk Yin Feng, ia justru tidak merasakan tekanan intimidasi sedikitpun di tubuhnya.
"Yin, kita harus lebih berhati-hati, perisai petir yang melindungi tubuhnya itu sangat berbahaya" ucap Dong Gui.
"Menghindar!"
Dhuaaarrr!
Sesaat setelah Yin Feng memberikan peringatan, Shan Zhe Ming tiba-tiba muncul di hadapan Dong Gui, seketika itu juga, ia mendaratkan pukulan telak di ulu hati Dong Gui.
Ledakan dahsyat terjadi saat pukulan itu mendarat di tubuh Dong Gui, ia terlempar sejauh puluhan meter hingga membuatnya jatuh dan menghantam tanah dengan keras.
Setelah menjatuhkan Dong Gui, Shan Zhe Ming kemudian melanjutkan serangannya, ia menciptakan bola energi petir yang sangat besar lalu melemparnya pada Dong Gui.
Dhuaaarrr!!!
Ledakan yang jauh lebih dahsyat terjadi ketika bola energi petir itu menghantam tubuh Dong Gui, bersamaan dengan itu, area di sekitarnya juga langsung rata dengan tanah.
Akan tetapi, tidak ada yang bisa melihat kondisi Dong Gui, karena pandangan mereka semua terhalangi oleh debu-debu yang beterbangan akibat ledakan dahsyat sebelumnya.
"Sayang sekali, padahal aku berharap dia langsung mati" gumam Yin Feng.
Serangan dahsyat yang dilancarkan oleh Shan Zhe Ming memang tidak berhasil merenggut nyawa Dong Gui, namun serangan itu sudah cukup membuatnya terkapar tidak berdaya.
Keadaannya pun jauh dari kata baik-baik saja, kedua tangan hancur karena menahan bola energi petir, dan bagian bawah tubuhnya telah hancur karena ledakan dahsyat itu.
Dengan kata lain, Dong Gui saat ini sedang dalam kondisi kritis, bahkan ia hanya tinggal menunggu sampai dewa kematian datang untuk mencabut nyawanya.
"Sekarang hanya tinggal kita berdua" ucap Shan Zhe Ming.
"Kau benar, itu artinya aku akan melawan mu dengan serius" sahut Yin Feng.
"Hahahaha! Apa kau masih memiliki keberanian untuk melawanku?"
"Tentu saja, memangnya kenapa aku harus takut melawan-mu?"
"Bocah sombong! Kau pasti akan berakhir sama seperti sampah itu!" ujar Shan Zhe Ming.
Setelah itu, Shan Zhe Ming menghilang dari pandangan, lalu ia muncul lagi di hadapan Yin Feng seraya melancarkan serangannya, namun berhasil ditahan oleh Yin Feng.
"Seranganmu terlalu lemah" ucap Yin Feng memprovokasi.
"Jangan meremehkan ku, bocah sialan!"
Walau hanya sedikit, namun ucapan Yin Feng berhasil memprovokasi Shan Zhe Ming. Kemudian, Shan Zhe Ming melancarkan serangan bertubi-tubi kepada Yin Feng.
Akan tetapi, setiap serangannya selalu berhasil dihindari dengan mudah, bahkan Yin Feng masih bisa tersenyum remeh seolah serangan itu tidaklah berarti untuknya.
Senyuman remeh yang tergambar di wajah Yin Feng membuat Shan Zhe Ming semakin emosi, bahkan berhasil memaksanya untuk menguras lebih banyak energi spiritualnya.
Dhuaaarrr!
Dhuaaarrr!
"Bocah sialan, berhenti menghindar dan hadapi aku secara langsung!"
"Kau ini bodoh atau bagaimana? Memangnya ada orang yang diam saja saat dirinya diserang?"
"Bocah sialan! Aku pasti akan merobek mulutmu itu!" ujar Shan Zhe Ming.
Lagi dan lagi, Shan Zhe Ming terprovokasi oleh ucapan Yin Feng. Kemudian, ia membentuk segel dengan kedua tangannya dan setelah selesai ia mengangkat tangannya ke langit.
Tidak lama berselang, awan mendung disertai dengan suara gemuruh mulai menyelimuti langit sekte Gunung Giok. Disaat yang sama, seluruh sekte diterpa oleh aura yang sangat mencekam.
"Musnahlah!" ujar Shan Zhe Ming.
Dhuaaarrr!
Puluhan petir muncul dari awan gelap dan menyambar daratan, menciptakan ledakan dahsyat dan merenggut ratusan nyawa, baik murid sekte Gunung Giok ataupun Halilintar Hitam.
Tidak hanya mereka, puluhan petir itu juga menyambar kearah Yin Feng, akan tetapi Yin Feng masih berhasil menghindari setiap petir yang mengarah padanya.
"Hahaha! Kalian semua akan ku musnahkan!" ujar Shan Zhe Ming.
"Kekuatan petir ini sangat dahsyat, tapi ada baiknya juga membiarkan dia mengamuk seperti ini" gumam Yin Feng.
Yin Feng tidak berniat menghentikan Shan Zhe Ming sedikitpun, karena berkat amukannya itu, Yin Feng tidak perlu repot-repot mengurangi jumlah musuhnya.
Selain itu, Yin Feng juga tidak ada niatan untuk membantu murid-murid sekte Halilintar Hitam, karena sejak awal tujuannya adalah melenyapkan kedua sekte tersebut.
"Bocah, aku sudah menyiapkan sesuatu yang spesial untukmu!"
Shan Zhe Ming membentuk segel lagi dengan kedua tangannya, kemudian puluhan petir yang menyambar bersatu hingga membentuk seekor naga yang sangat besar.
"Sambaran naga halilintar!"
Petir raksasa berbentuk naga itu melesat dengan kecepatan tinggi kearah Yin Feng. Namun, Yin Feng tidak berusaha untuk melarikan diri atau menghindar dari serangan itu.
Yin Feng mengeluarkan bola api hijau di telapak tangannya, walaupun hanya setengahnya, namun Yin Feng sudah bisa mengeluarkan kekuatan api hijau sebanyak dua puluh persen.
"Kobaran api Phoenix!"
Yin Feng melempar bola api hijau di tangannya itu, kemudian bola api sebesar kepalan tangan itu mulai membesar secara perlahan lalu membentuk seekor burung Phoenix.
Dhuaaarrr!
Ledakan dahsyat kembali terjadi ketika serangan mereka beradu di udara, dampak yang tercipta dari ledakan itu sangatlah besar, bahkan mampu meluluhlantahkan sekte Gunung Giok.
Sisa-sisa bangunan sekte yang telah menjadi puing, benar-benar hancur dan tidak menyisakan apapun, begitupun dengan mereka yang terkena dampak ledakan tersebut.
"Padahal hanya dua puluh persen, tapi tetap menguras energi spiritual ku sampai hampir setengahnya."
Setelah ledakan dahsyat berlalu, Yin Feng kemudian melepaskan kesadaran spiritualnya untuk mencari keberadaan Shan Zhe Ming, karena ia yakin pria tua itu masih belum mati.
Benar saja, hanya dalam hitungan detik Yin Feng telah menemukan Shan Zhe Ming, namun kondisinya sangat mengenaskan, bahkan lebih parah dari kondisi Dong Gui.
"Sudah ku duga, ternyata kau belum mati" ucap Yin Feng.
"Si-siapa kau sebenarnya?"
Lagi-lagi, Yin Feng harus dihadapkan dengan satu pertanyaan yang sama, namun ia lebih memilih untuk tidak menghiraukannya karena pertanyaan itu tidaklah penting.
"Aku bukan siapa-siapa" jawab Yin Feng, lalu menusuk dada Shan Zhe Ming dengan belatinya.
"Sepertinya kau sudah tidak bisa merasakan apapun lagi."
Yin Feng sedikit kecewa melihat Shan Zhe Ming yang tidak menunjukkan reaksi apapun, padahal ia sangat ingin menyiksa Shan Zhe Ming secara perlahan sebelum merenggut nyawanya.
"Guru, aku sudah membalaskan kematianmu!" ujar Yin Feng, lalu membunuh Shan Zhe Ming.